Perjuangan Cinta CEO

Perjuangan Cinta CEO
Tak terpengaruh


__ADS_3

Happy Reading 🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹


"Chy kau berani sekali ada Sekretaris Lidya?". Ujar Faza setengah berbisik


"Kenapa aku harus takut?". Ketus "Dengarkan aku Kak Faza, dia hanya perempuan biasa dan orang biasa. Apa yang perlu aku takutkan. Aku sama sekali tidak terpengaruh padanya. Dia pikir aku tidak takut". Ujar Echy


"Takut Chy, takut". Ralat Kelly


"Alah sama saja". Ucap gadis itu "Sudahlah kalian kembali ke meja saja. Aku mau lanjut bekerja". Ucap Echy


Faza dan Kelly kembali ke meja mereka masing-masing. Mereka satu ruangan. Namun didalam ruangan itu terdapat beberapa meja dan komputer sesuai dengan bagian masing-masing.


Echy bagian Marketing pendapatan dan penjualan. Segala laporan keuangan dan penawaran barang Echy yang handle. Meski baru pertama kali masuk namun sepertinya Echy sudah biasa dengan pekerja itu sehingga membuatnya tak canggung lagi.


Jarum jangan terus berdetak. Seiringan dengan bunyi tombol-tombol keyboard komputer yang Echy tekan. Gadis itu bekerja dengan serius dan tak main-main.


Sambil mulutnya komat-kamit membaca angka yang tertera. Echy tak terpengaruh dengan bunyi disekitar.


"Chy ayo". Kelly membereskan mejanya


"Sebentar. Aku simpan data dulu". Ucapnya tanpa melihat Kelly.


Echy mematikan komputer nya lalu menyambar tas nya. Barang-barang diatas meja nya belum terisi banyak karena baru pertama kali masuk hari ini.


"Pulang sama aku saja. Biar aku antar kalian berdua". Tawar Faza


"Apa tidak merepotkan?". Tanya Kelly. Sementara Echy tak peduli.


"Sama sekali tidak". Senyum Faza "Ayo". Ajaknya


Ketiga orang itu keluar dari ruangan. Tampak beberapa karyawan menatap Echy dan Kelly dengan tidak suka. Apalagi saat mereka keluar bersama Faza.


Faza adalah pria yang cukup populer dikantor, selain tampan pria itu juga ramah dan humoris. Siapapun wanita ingin menempel padanya. Namun tak mudah mendekati Faza karena pria itu sedikit menjaga jarak terhadap wanita, ada kesalahan dan trauma dimasa lalu. Maka beruntunglah Echy dan Kelly yang bisa dekat dengannya.


Mereka masuk kedalam lift sambil berbincang-bincang. Echy memang sedikit dingin terhadap pria. Tidak mudah percaya apalagi dekat begitu saja. Dia butuh waktu untuk sekedar mengenal jauh.


"Selamat sore Tuan". Sapa Faza dan Kelly saat berpapasan dengan Regan dan Ben.


"Sore". Balas Ben.

__ADS_1


Sementara Regan sama seperti Echy diam saja. Regan mengawasi Echy melalui pantulan dinding lift. Dia sedikit heran melihat wajah Echy yang pucat.


"Apa kau kelelahan?". Regan melirik Echy "Wajahmu pucat sekali?". Imbuhnya


"Kau bertanya padaku Tuan?". Echy menunjuk dirinya dengan jari telunjuk nya


"Iya". Sahut Regan menatap Echy dalam


"Aku baik-baik saja". Echy setengah bergeser. Tanpa sadar di memegang lengan Faza untuknya menopang tubuhnya.


Faza melirik Echy. Wajah gadis itu memang pucat.


"Chy kau baik-baik saja?". Kali ini Faza yang bertanya


"Iya Chy, apa kau baik-baik saja?".


Echy rasanya bosan mendengar pertanyaa yang sama itu. Apa kau baik-baik saja? Jelas dia tidak baik, karena harus bertemu Regan setiap hari. Menyesal pun tak ada gunanya lagi karena Echy yang kembali masuk kedalam kehidupan Regan. Harusnya dia tidak menerima tawaran Ben tapi terpaksa demi Rein.


"Aku baik-baik saja". Senyum Echy "Faza aku berpegang padamu yaaa. Aku takut naik lift". Ucap Echy beralasan


"Tidak apa-apa. Bahkan jika kau butuh pelukkanku juga, aku dengan suka rela". Faza mengerlingkan matanya menggoda gadis itu.


"Jangan tidur disiang bolong, aku tidak akan masuk kedalam mimpimu". Sindir Echy


Ting


Mereka berlima keluar dari sana. Regan dan Ben berjalan paling depan, sementara Echy, Kelly dan Faza mengekor dari belakang.


"Tunggu". Regan mencengkram tangan Echy


Echy, menoleh dan ingin rasanya dia menghempaskan tangan Regan. Tapi tidak mungkin itu akan menjadi bumerang pada dirinya sendiri karena tidak sopan dengan Boss nya


"Kenapa Tuan?". Tanya Echy heran


Regan membuka jasnya. Lalu mengenakan jas itu ke tubuh munggil Echy


"Pulanglah. Istirahat dan jaga kesehatan". Ucapnya tersenyum.


Regan melangkah meninggalkan Echy yang mematung ditempatnya. Echy belum sadar dari keterkejutan nya. Dia menatap punggung Regan.

__ADS_1


Faza semakin bertanya-tanya ada hubungan apa Regan dan Echy kenapa kedua orang itu tampak kenal sudah lama.


"Ayo Chy". Kelly menyadarkan Echy "Hem, ada yang kecantol cinta CEO nihhh?". Goda Kelly.


Echy langsung tersadar mendengar ucapan sahabatnya. Dia menatap Kelly dengan tajam


"Ayo".


Echy membiarkan jas itu membungkus tubuhnya. Tak bisa dipungkiri bahwa dia rindu wangi tubuh pria itu. Wangi yang sudah lama menghilang sejak lima tahun belakangan ini.


.


.


.


.


Regan menatap Echy yang masuk kedalam mobil Faza. Sebenarnya pria itu ingin menarik Echy agar pulang bersama dengannya. Tapi ya dia tahu itu hanya akan membuat Echy semakin membencinya.


"Jalan Ben".


"Baik Tuan". Ben menjalankan mobilnya.


Sepanjang jalan Regan terus tersenyum. Tak disangka hari ini dia bisa begitu dekat dengan Echy


"Ben, apa yang Dokter Zora katakan tentang gadisku?". Tanyanya


"Dokter Zora menyarankan agar Nona Echy segera melakukan kemoterapi Tuan. Tapi Nona Echy menolak karena merasa tubuhnya sudah baik-baik saja". Sahut Ben


"Oke. Jangan dipaksa. Awasi terus dia. Pastikan dia aman. Apakah dia sudah mengajukan pinjaman?".


"Belum Tuan. Mungkin besok Nona Echy akan mengajukan pinjaman karena Minggu depan dia akan melunasi biaya praktek Tuan Rein".


"Bagaimana kabar wanita itu?".


"Nona Dea sudah dibacklist Tuan. Semua usahanya bangkrut. Perusahaan milik Ayahnya juga gulung tikar. Dia meminta Tuan Sean membantunya. Tapi Tuan Sean tidak mau sama sekali". Jelas Ben


"Bagus. Pastikan dia merasakan yang gadisku rasakan".

__ADS_1


"Baik Tuan".


Bersambung...


__ADS_2