
Happy Reading 🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹
Echy mencebik kesal saat Dae terus menatapnya. Bahkan pria itu tidak makan dan malah fokus menatap dirinya.
"Aku bukan permandangan yang harus kau tatap terus Kak". Sindir Echy kesal.
Dae terkekeh pelan. Suka sekali melihat gadis ini kesal. Wajahnya bukan nya menyeramkan malah terlihat menggemaskan.
"Aku sudah kenyang melihat mu". Dae tersenyum tanpa dosa. Echy memutar bola matanya malas.
"Sayang, apa kau sudah menunggu lama?". Keempat orang itu menoleh kearah suara.
Regan berjalan dengan angkuhnya. Kedua tangannya dia masukkan kedalam saku celana kanan dan kirinya.
Dae menatap tajam. Bukankah Regan sedang ada perjalanan bisnis? Kenapa pria ini ada disini?
Regan duduk disamping Echy dan tak peduli dengan tatapan aneh mereka.
Suasana tiba-tiba canggung. Regan dan Dae saling perang tatapan dingin. Rio dan Kelly hanya diam tak berkutip. Sedangkan Echy makan tanpa peduli. Dia malas dengan orang-orang yang duduk bersamanya.
"Sayang makan pelan-pelan". Regan tersimpul sambil mengelus punggung Echy "Ingat ya jangan makan yang pedas dan dingin". Ucapnya penuh perhatian.
Dae mengepalkan tangannya. Hatinya panas. Nafasnya memburu melihatrl Regan yang melingkarkan tangannya di bahu Echy
"Jangan pegang-pegang Tuan". Tatap Echy tajam "Kalian berdua itu sama saja. Kenapa tidak makan?". Omel Echy menatap dua pria itu
Regan terkekeh "Aku tidak lapar sayang. Aku hanya ingin menemani mu saja". Ucap Regan. Dia rela meninggalkan meeting nya demi bertemu echy apalagi saat mendapat laporan bahwa Dae sedang bersama gadis itu.
Echy tak peduli lagi. Baik Regan mau pun Dae salut dengan gadis ini. Tidak hanya cantik tapi juga unik.
"Awwww maaf sengaja".
"Astaga". Echy terkejut saat es itu tertumpah dirok nya
"Hei kalau jalan itu hati-hati". Sentak Regan
"Ohhh Tuan Regan yang terhormat. Jodoh sekali kita bisa bertemu disini. Memang selama ini saya mencari anda. Saya tidak terima anda membacklist saya dari Negara ini". Ucap Dea dengan sombongnya.
"Hentikan Dea". Hardik Dae.
Regan mengambil tissue dan membersihkan rok Echy.
"Kak, jangan". Cegah Echy tak nyaman
"Diam sayang, kau bisa kedinginan karena es ini". Ucap Regan dia mendudukan kembali Echy.
"Chy kau baik-baik saja?". Kelly ikut menimpali dan panik.
Dae menatap Dea tajam. Kenapa wanita itu tidak jera sama sekali?
"Apa mau mu Dea? Apa yang kau inginkan? Sudah kukatakan jangan pernah berani menyentuhnya". Hardik Dae. Mereka menjadi pusat perhatian.
"Hoho kau membelanya juga Dae? Wanita penyakitan seperti nya memang pantas dibela tapi sayang lama-lama juga akan mati".
__ADS_1
Deg
Echy menunduk. Dia bukan orang yang mudah ditindas. Tapi saat Dea membahas penyakit nya. Echy merasa menjadi orang paling buruk didunia ini.
"Awwwwwwww". Dea menarik rambut Echy. Hingga wig itu terlepas dari kepala.
"Echy". Sontak Regan dan Dae menyambut gadis itu yang hampir terjatuh.
"Dasar pelacur".
Plakkkkkkkkkkkk
Dae menampar Dea dengan membabi buta. Emosinya sudah membeluncah apalagi melihat Echy yang dianiaya.
"Bawa wanita ****** ini pergi jauh Rio. Lenyapkan semua keluarga nya. Jangan biarkan satu pun tersisa".
"Baik Tuan". Sahut Rio
"Ayo Nona". Rio mencengkram tangan Dea dengan paksa
"Lepaskan. Lepaskan aku Dae. Kau tidak bisa begini padaku Dae. Kau tega. Hanya demi wanita murahan itu kau tega menampar-nampar ku". Teriak Dea.
Rio menyeret Dea dengan paksa dibantu oleh Ben.
"Echy". Regan berjongkok menatap gadis itu yang menunduk
"Echy". Gumam Dae benar-benar kasihan apalagi, kepala plontos Echy sangat terlihat.
"Lepaskan Kak".
Echy berjalan dengan tertatih sambil menyeka air matanya. Entah apa kesalahan nya pada Dea sehingga wanita itu benar-benar membenci nya. Padahal dia sudah tidak menganggu Sean. Bahkan sejak pindah kerja Echy tak pernah lagi bertemu Sean. Bagaimana bisa dia menganggu pria itu?
"Echy berhenti Echy".
Regan dan Dae berlomba mengejar gadis itu. Kelly juga ikut mengejar.
Echy terus berjalan tanpa arah. Dia tidak tahu mau kemana? Dunia ini kejam padanya. Dunia ini jahat. Dunia selalu menghakimi nya. Apa yang dunia inginkan padanya?
"Echy awassss".
Brakkkkkkkkkkkkkkkkkkkk
Bughhhhhhhhhhhhhhhhh
"Aaaaaaaaaaaaaaaaaaaa".
Echy terdiam membeku. Ketika melihat tubuh Regan terhempas oleh mobil dan terpental.
Dae dan Kelly yang berdiri dibelakang Regan juga diam membeku.
"E-c-Echy". Gumam regan
Pria itu tergelatak dengan darah yang keluar dari kepala dan bagian tubuh lainnya.
__ADS_1
Pandangan Regan mulai kabur. Hampir saja dia mati jantungan saat Echy hampir tertabrak oleh mobil.
"Kak Regan". Kelly berlari kearah Regan
Echy masih terdiam. Belum sadar dari keterkejutan nya. Pria itu. Regan. Menyelamatkan nya.
.
.
.
.
Domain dan Ellena sampai ke bandara.
"Apa Regan yang menjemput?". Domain melirik arloji dipergelangan tangannya
"Tidak apa-apa kalau Regan tidak menjemput. Mungkin dia sedang sibuk, banyak pekerjaan". Sahut Ellena
"Ya sudah ayoo".
Domain menggandeng tangan Ellena. Sementara dua pengawal mengekor dari belakang sambil menyeret koper mereka.
"Aku tidak sabar bertemu Gian". Ellena tersenyum simpul membayangkan wajah cucu tunggalnya itu.
Domain hanya tersenyum mendengar ketidaksabaran dari mulut istrinya. Dia juga tidak sabar. Bertemu cucu dan putranya itu.
Mereka masuk kedalam mobil. Sudah ada supir pribadi yang ditugaskan Regan untuk menjemput kedua orangtuanya.
Awalnya Regan yang ingin menjemput Ayah dan Ibu nya. Tapi ketika mendapat kabar bahwa Dae mendekati gadis nya, pria itu membatalkan semua rencana dan pertemuan nya. Dia mengutus supir pribadi nya untuk menjemput Domain dan Ellena ke Bandara.
Sampai di sebuah Mansion paling mewah. Keduanya turun dengan tak sabar.
"Oma. Opa". Seorang bocah tampan berlari kearah keduanya
"Gian".
Ellena berjongkok menyambut pelukkan.
"Oma". Bocah tampan itu memeluk Ellena dengan sayang "Oma Gian lindu Oma". Renggek nya manja
"Oma juga rindu sama cucu Oma paling tampan ini". Ellena menoel hidung Gian dengan gemes.
"Sama Opa tidak rindu?". Domain memasang wajah merajuk
"Opa Gian juga lindu Opa". Pria kecil beralih ke pelukan Kakeknya
Domain menggendong cucu nya. Dia menciumi wajah bocah tampan itu dengan gemes. Rindu sekali dengan bocah tampan yang satu ini
"Daddy kemana Son?". Mereka berjalan masuk.
"Daddy kelja, cali uang bial Gian bisa beli mainan. Daddy juga kelja cali Mommy untuk Gian". Jelasnya polos.
__ADS_1
Domain dan Ellena menatap Gian dengan sendu. Kasihan sekali pria kecil ini. Masih kecil sudah kehilangan sosok seorang Ibu. Tidak pernah melihat Ibunya. Entah bagaimana jika dia dewasa nanti. Semoga Megan segera bangun. Harapan selalu Domain dan Ellena rapalkan dalam doa.
Bersambung....