Perjuangan Cinta CEO

Perjuangan Cinta CEO
Nasehat Ben


__ADS_3

Happy Reading 🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹


Echy sudah bersiap-siap dengan seragam kantornya. Senyum gadis itu mengembang. Tak lupa make up tipis menempel diwajahnya. Sebenarnya dia tidak suka memakai make up tapi karena tuntutan pekerjaan membuatnya harus belajar menyukai benda itu.


Echy menyambar tas kerjanya dan heels setinggi lima centimeter yang pas dikaki jenjangnya.


"Pagi calon dokter". Sapanya manis.


"Pagi juga Kakak menyebalkan". Balas Rein terkekeh


Hari ini Echy terlihat begitu cantik dan menggemaskan. Dandanan natural itu pas diwajahnya.


"Ayo Kak sarapan dulu". Ucap Rein mengoles roti untuk Kakaknya "Obat Kakak jangan lupa yaaa". Imbuhnya lagi.


"Siap Dokter Tampan". Goda Echy mengambil roti itu


Keduanya sarapan bersama. Sesekali diselingi oleh candaan. Echy gadis cerewet itu selalu bisa membuat suasana hidup. Padahal keduanya sedang menghadapi masalah tapi tenang-tenang saja.


Setelah sarapan. Rein mengantar Echy. Seperti biasa gadis itu akan bermanja-manja pada adiknya.


Sampai digedung pencakar langit, Echy langsung turun. Tak lupa dia meminta Rein untuk membuka helmnya. Sungguh manja luar biasa. Biasanya adik yang manja dan ini Kakak yang manja.


"Pagi semua".


"Pagi Nona Echy".


Pagi-pagi gadis itu sudah menebarkan senyum manisnya pada para bawahannya. Dia memang terkenal ramah dan humble pada siapa saja.


"Echy".


Kelly berhambur memeluk sahabatnya ini. Tiga hari Echy tidak masuk membuatnya panik. Kelly takut terjadi sesuatu pada Echy.


"Kau baik-baik saja? Apa ada yang sakit? Apa kau terluka?". Kelly memutar tubuh Echy dan memeriksa tubuh gadis itu.


"Ck, kau ingin membunuh ku?". Gerutu gadis itu


"Hehhe. Aku sangat merindukanmu". Kelly cenggesan


"Tidak perlu lebay". Ketus Echy.


Echy melakukan aktivitas nya seperti biasa. Seperti orang sehat pada umumnya. Seperti tidak terjadi sesuatu padanya. Gadis itu baik-baik saja. Seolah rasa sakit hanya lah hal biasa.


.


.


.

__ADS_1


.


"Chy, makan diluar yuk. Aku punya restourant favorite yang baru buka. Kau pasti menyukai nya". Ajak Kelly menghampiri meja gadis itu.


"Oh boleh. Ayo". Echy dengan semangat 45 nya menerima ajakan Kelly.


Kedua gadis itu keluar dari gedung perusahaan. Echy sengaja menghindari Sean. Dia tidak mau membuat pria itu berharap padanya. Echy juga tidak mau hubungan Sean dan Dea bermasalah gara-gara dirinya. Walaupun dia tidak melakukan apapun.


Kedua gadis itu berjalan menuju restourant yang tidak jauh dari kantor. Keduanya tampak sumringah sambil tertawa saling bercerita.


Kelly benar-benar merindukan Echy. Sahabat dari SMA nya itu selalu bisa membuatnya merasa tenang dan damai. Apalagi ocehan Echy seperti hiburan tersendiri untuknya.


"Echy awassss". Teriak Kelly.


"Aaaaaaaaaaaaaaa".


Echy memejamkan matanya saat tak sengaja sebuah motor hendak menyenggol dirinya.


Namun gadis itu merasa aneh, kenapa dia tidak merasakan apa-apa. Dia bahkan merasakan wangi parfum yang begitu menyeruak.


Echy membuka matanya. Tatapan nya dan tatapan pria yang memeluknya itu saling bertemu satu sama lain.


Deg


Jantung kedua manusia itu berdebar disaat bersamaan. Seolah sedang berlomba membuktikan bahwa debarannya lebih kuat.


"Iya". Sahut Echy. Dia belum sadar masih berada dipelukkan pria itu


"Lain kali hati-hati. Jangan berjalan sambil tertawa itu bahaya". Omel pria itu.


Barulah Echy tersadar. Segera dia menjauh dari pelukan pria itu. Entah kenapa jantungnya berdebar.


Sementara Kelly menatap pria itu tak percaya. Dan dia juga menatap Echy.


"Kak Regan".


Kelly cukup mengenal Regan. Karena dulu dia juga saksi cinta dari sahabat nya itu.


"Ayo Kel". Echy menarik tangan Kelly agar meninggalkan Regan. Dia tidak sanggup melihat pria itu.


Regan hanya menatap punggung Echy yang menghilang bersama Kelly. Pria itu menghela nafas panjang.


Tadi Regan memang bermaksud memantau gadis itu. Namun hampir saja jantungan setelah melihat sebuah motor yang hampir menyenggol gadisnya. Dengan siaga dan seperti pahlawan tanpa jasa dia berlari menarik gadis itu agar tidak tersenggol.


Regan meronggoh saku celananya. Mencari benda pipih itu.


"Cari tahu tentang motor itu. Pastikan kau menangkap orangnya dan bahwa dihadapanku".

__ADS_1


Regan melangkah masuk kedalam mobilnya. Disana sudah ada Ben yang menunggunya.


"Ben siapkan ruang VVIP direstourant itu. Aku ingin membicarakan sesuatu dengan gadisku". Ujarnya.


"Baik Tuan".


Sudut bibir Regan terangkat saat mengingat Echy yang memejamkan matanya karena ketakutan. Gadis itu sungguh cantik dan rindu Regan sedikit terobati saat bisa memeluk Echy. Rasanya begitu nyaman dan aman. Seandainya Regan bisa memeluk wanita itu lebih lama pasti dia akan menjadi pria paling bahagia didunia.


"Apa Dokter Zora sudah mengatakan hasilnya Ben?".


"Belum Tuan. Kemungkinan seminggu lagi hasil nya akan keluar". Sahut Ben.


"Baik. Pastikan terdeteksi. Jangan lenggah Ben. Aku tidak mau terjadi sesuatu pada gadisku itu".


"Baik Tuan". Sahut Ben


Regan menatap keluar jendela. Pria itu memejamkan matanya sejenak. Dia lelah dan butuh teman cerita.


"Apa sebaiknya aku menyerah saja Ben?". Ucap Regan tapi matanya terpejam


"Saran saya jangan Tuan. Anda baru berjuang setengah. Menurut saja wajar saja jika Nona Echy membenci anda. Anda tahu setelah kegagalan pernikahan kalian Nona Echy kehilangan segalanya".


"Saya yakin Tuan, jika anda terus berjuang menaklukkan hati Nona Echy, anda bisa kembali mendapatkannya. Nona Echy itu gadis yang baik. Dia bukan gadis pendendam. Hanya saja, rasa sakit dihatinya tidak memberinya ruang untuk anda".


"Anda harus berjuang lebih lagi. Nona Echy itu gadis yang berbeda. Dia gadis yang sulit ditebak. Dia selalu bisa menyembunyikan segala perasaan nya. Saya yakin didalam hatinya dia juga memiliki kerinduan untuk anda. Hanya saja rasa bencinya lebih mendominasi". Jelas Ben.


"Apa aku jujur saja padanya kenapa aku pergi meninggalkan nya?". Curhat pada Ben bisa sedikit membuat Regan lega. Ben bukan hanya sebagai asisten tapi juga sahabat untuk Regan.


"Bukan waktu yang tepat Tuan untuk anda mengatakannya. Apapun yang akan anda katakan dan alasan anda itu tidak akan membuat Nona Echy percaya pada anda yang akan dia akan semakin membenci anda".


"Anda perlu mendekati nya perlahan. Membuatnya merasa aman dan nyaman. Nona Echy itu sebenarnya gadis yang manja, tapi dia dipaksa dewasa oleh keadaan. Hatinya tidak keras, dia gadis yang lemah lembu hanya saja rasa sakit dihatinya membuatnya begitu membenci anda".


"Jangan menyerah Tuan. Berjuanglah. Jika jalan anda benar maka anda akan dipermudahkan. Saya yakin suatu saat nanti Nona Echy akan kembali kedalam pelukan anda".


"Yang perlu anda lakukan saat ini adalah berjuang untuk kesembuhan Nona Echy. Penyakit yang bersarang didalam tubuhnya bukan penyakit biasa. Penyakit ini terbilang penyakit jinak yang penyebarannya begitu cepat". Ucap Ben.


Regan tertegun mendengar ucapan Ben. Hampir saja dia menyerah. Tapi dia kembali diingatkan oleh penyakit Echy. Benar dia tidak boleh menyerah, dia harus berjuang lebih keras lagi untuk mendapatkan maaf dari Echy.


Tak perlu cinta Echy, jika memang gadis itu tidak bisa mencintai nya lagi. Regan hanya ingin meminta maaf dan menerima maaf. Walau hatinya tak sama dengan pemikiran nya.


"Kau benar Ben. Aku tidak boleh menyerah. Dia adalah gadisku. Tugasku adalah menjaga dan melindungi nya. Seperti katamu tadi wajar jika dia membenciku. Kesalahan ku sudah terlalu banyak padanya. Bahkan aku juga sudah menyebabkan kedua orangtuanya meninggal". Ucap Regan dengan nada beratnya.


"Iya Tuan. Anda juga jangan terlalu memaksa Nona Echy. Saya takut dia semakin menjauh dari anda. Terlihat dari wajahnya dia begitu ketakutan saat melihat anda. Anda tahu kan bagaimana sulitnya perjuangan Nona Echy selama ini. Hidupnya yang keras. Dia juga harus berjuang untuk adiknya dan sekarang dia harus menghadapi kenyataan pahit dihidupnya".


Regan kembali terdiam. Dia menatap kosong kedepan. Benarkah Echy sebegitu benci padanya? Apa dia tidak memiliki kesempatan lagi untuk memperbaiki semuanya?


Bersambung.....

__ADS_1


__ADS_2