
Happy Reading 🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹
Regan mengerhab-ngerjabkan matanya. Kepalanya serasa berat dan sakit. Perutnya terasa diikat.
"Regan".
Domain dan Ellena langsung menghampiri Regan. Wajah putranya sangat pucat
"Mom, dimana Megan? Bagaimana keponakan ku? Awww". Pria itu merintih kesakitan saat luka bekas operasi nya sedikit sakit.
"Istirahat dulu Son. Jangan dipaksakan". Ucap Domain menenangkan putranya.
"Dimana Megan Dad? Bagaimana keadaan nya?". Regan masih tak menggubris ucapan Ayahnya.
"Tenang Son". Domain membantu putranya bersandar.
Ellena mengenggam tangan Regan. Wajah putranya tampak pucat sekali. Cukup banyak darah yang Regan donorkan pada adiknya.
"Megan baik-baik saja. Hanya_". Domain menghela nafas panjang "Megan mengalami koma. Dia mengalami pendarahan di otaknya. Beberapa organ tubuhnya rusak. Tapi dia masih bisa bertahan". Imbuh Domain terasa berat mengatakan kondisi putrinya pada Regan karena itu akan berpengaruh pada kesehatan Regan.
Regan terdiam. Air mata luruh begitu saja diwajah pucatnya. Tidak mungkin adiknya koma. Bagaimana bisa?
"Lalu bagaimana keponakan ku Dad?". Tanya Regan mengusap air matanya.
"Dia baik-baik saja. Dia masih di observasi didalam kaca. Karena dia lahir prematur. Dia akan baik-baik saja dia pria yang kuat". Jawab Domain berusaha menahan tangisnya juga.
Lelah. Belum siap. Kenapa semua terjadi?
"Echy". Gumam Regan dia baru ingat lagi pada gadis itu "Dad, aku ingin kembali ke Indonesia. Aku ingin menemui Echy dia sudah menungguku". Regan hendak turun
"Tenang Son. Ben akan jelaskan semuanya padamu. Istirahat lah". Cegah Domain takut melihat putranya yang hendak turun dari brangkar.
Satu kenyataan lagi. Domain tak sanggup menjelaskan nya pada Regan. Biarlah, Ben yang memberitahu Regan apa yang terjadi pada Echy.
"Istirahat lah Nak. Semua akan baik-baik saja. Kami menyanyangi mu". Ellena mengecup kening putranya dengan sayang.
Regan hanya mengangguk dengan tubuh lemahnya. Sekarang dia terbaring dirumah sakit ini. Entah bagaimana nanti hidupnya.
Ben masuk kedalam ruang rawat Regan. Pria berbadan kekar itu membungkuk hormat pada Tuan-nya.
"Bagaimana keadaan anda Tuan?". Tanya Ben pada Regan dan menatap wajah Tuan-nya yang begitu pucat itu.
__ADS_1
"Aku tidak suka basa-basi Ben. Katakan apa yang terjadi? Bagaimana dengan gadisku? Apa dia masih menungguku? Kami akan menikah Ben. Aku sudah menyiapkan hadiah untuknya. Aku ingin memberikan nya". Ujar Regan menatap kosong kedepan tanpa melihat Ben.
Ben mengangguk paham. Dia membuka iPad di tangannya. Sejujurnya Ben belum siap mengatakan apa yang terjadi pada Echy. Tapi Regan adalah pria keras yang tidak suka menunggu apalagi tentang Echy dia selalu ingin maju dan menghadang apapun yang ada didepannya.
"Saat mereka tahu anda tidak datang ke acara pernikahan itu, Tuan Adam serangan jantung dan langsung meninggal. Nyonya Viollitha menikam dirinya saat melihat suaminya meninggal ditempat dan beberapa hari kemudian seluruh harta gono gini Tuan Adam jatuh ke tangan saudara tirinya, demikian Tuan". Jelas Ben menutup iPad nya sambil menunduk.
Deg
Regan menatap Ben. Apa tadi kata Ben, calon mertua nya meninggal? Meninggal dihari pernikahan nya. Lalu bagaimana dengan gadisnya?
"Kau tidak sedang bercanda kan Ben?". Regan menggeleng tak percaya. Dia yakin jika Ben sedang bercanda
"Tidak Tuan. Ini adalah kenyataan nya".
Tak bisa ditahan lagi. Air mata Regan kembali deras. Haruskah semua terjadi disaat bersamaan?
"Tuan".
Regan terlihat rapuh sangat rapuh. Bukan hanya secara fisik tapi juga mental.
"Tuan".
"Tinggalkan aku sendiri Ben". Ucap Regan dengan memohon. Dia benar-benar ingin sendiri.
"Baik Tuan. Jika ada apa-apa, segera hubungi saya". Dengan langkah berat Ben meninggalkan Regan sendirian. Sebenarnya dia tidak yakin meninggalkan Tuan-nya itu. Tapi dia tidak akan berani menolak permintaan Regan.
Regan menutup matanya dengan lengannya. Badannya bergetar menahan tangis.
"Maafkan aku Echy. Maafkan aku sayang. Kumohon jangan benci aku. Aku minta maaf. Aku tidak punya pilihan. Megan dan dirimu sama-sama berarti bagiku. Bagiamana bisa aku memilih? Aku mencintaimu Echy. Maafkan aku. Maafkan aku". Ucapan maaf itu terus saja terucap dimulut Regan.
Andai saja pilihannya tidak seberat ini dia pasti tidak akan pergi meninggalkan Echy. Tapi adiknya sangat membutuhkannya.
.
.
.
.
"Ben, dimana gadisku tinggal?". Tanya Regan kondisi nya sudah jauh lebih baik.
__ADS_1
"Nona Echy tinggal di Apartement miliknya Tuan". Sahut Ben
"Utus pengawal bayangan untuk menjaganya Ben. Pastikan dia baik-baik saja disana. Laporkan pada ku dua kali dua puluh empat jam apa saja yang dia lakukan". Tintah Regan lagi.
"Baik Tuan".
Regan menatap keluar jendela kamarnya. Tatapannya sangat dingin seperti es. Wajahnya tanpa ekspresi seperti tembok. Tak terbaca. Entah apa yang dia pikirkan.
"Apa dia masih bersedih, Ben?". Tanya nya lagi.
Ben menghela nafas. Setiap hari pertanyaan Regan selalu sama.
"Seperti biasa Tuan. Tapi Nona Echy sudah mendapatkan pekerjaan". Ujar Ben "Bersama dengan Nona Kelly juga".
"Baik. Pastikan Kelly selalu bersamanya. Apakah bisa kau urus semua kebutuhan nya setiap bulan Ben?".
"Maaf Tuan. Ini sedikit berat. Nona Echy pasti akan menolak. Anda tahu sendiri seperti apa sifat Nona Echy. Dia tidak suka menerima bantuan dari orang lain. Saya hanya takut dia merasa direndahkan Tuan". Jawab Ben hati-hati.
"Baik. Kau benar". Ucap Regan lagi.
"Kalau begitu saya permisi Tuan".
Sebuah kemudian Regan sudah dirawat jalan dirumahnya. Sementara Megan masih koma dan dirawat jalan di Mansion mewah milik Domain. Tentu saja dengan peralatan medis yang lengkap serta dokter-dokter terbaik dikerahkan oleh Domain untuk merawat putrinya.
"Nak".
Ellena masuk sambil menggendong bayi tampan didalam pelukan nya.
Regan berbalik. Senyumnya langsung terbit ketika melihat wajah keponakan nya.
"Hai putra Daddy". Dia mengambil alih menggendong bayi tampan itu.
"Nak, kau belum memberikan nama padanya". Ucap Ellena tersenyum hangat. Setidaknya dengan kehadiran cucu nya itu, Regan bisa sedikit memiliki semangat.
Regan mengangguk lalu menatap bayi tampan itu.
"Gerald Domain Walkie". Ucapnya dengan senyum "Panggil saja Gian". Imbuhnya.
Flashback off
Bersambung....
__ADS_1