Perjuangan Cinta CEO

Perjuangan Cinta CEO
Berat


__ADS_3

Happy Reading 🌹🌹🌹 🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹


"Kau mengindariku?". Tanya Sean mengintimidasi.


Echy menghela nafas "Maaf Kak tidak bermaksud mengabaikanmu. Kau tahu Kak Dea sangat mencintai mu. Aku hanya tidak mau dia salah paham nantinya". Ujar Echy.


"Aku sudah mengatakan berapa kali Echy bahwa aku tidak mencintainya dan aku tidak peduli". Sahut Sean


"Tapi aku peduli Kak. Aku tidak mau menjadi penghalang kebahagiaan Kakak. Kita sebatas Boss dan anak buah. Tidak ada yang lebih dari hubungan kita. Jadi aku mohon Kakak mengerti lah". Sergah Echy "Orangtuamu terus mendatangi ku dan memperingatkan ku agar menjauhimu. Jadi tolong Kak. Aku mohon kerjasama nya, aku hanya ingin hidup tenang tanpa gangguan dari siapapun". Ucap Echy menatap Sean dengan permohonan.


"Tapi_".


Brakkkkkkkkkkk


"Dasar wanita ****** tidak tahu diri".


Dea menyerang Echy dengan menampar pipi wanita itu dan menarik rambut Echy.


"Echy". Teriak Sean.


Sean dan Willy berusaha menghentikan Dea. Dea seperti orang kerasukan setan. Mendapati Sean dan Echy bersama dalam satu ruangan membuat pikiran nya berlarian kemana.


"Dea". Sean menarik tangan Dea dengan kasar.


Dea sedikit tertegun. Saat banyak rambut Echy yang tercabut oleh tangannya. Padahal dia menarik rambut gadis itu tidak terlalu kuat.


"Dasar wanita ******. Perebut milik orang". Bentak Dea.


"Hentikan Dea". Bentak Sean


Plakkkkkkkkkkkk


Dia menampar wanita itu dengan kuat. Wajah Sean merah padam. Apalagi saat melihat kondisi Echy yang berantakan.


"Nona". Willy benar-benar kasihan pada Echy


"Willy bawa perempuan ****** ini keluar dari hadapan ku. Jangan biarkan dia menginjakkan kaki diruangan ku lagi". Tintah Sean dengan wajah marahnya.


"Baik Tuan".


Willy menarik Dea dengan paksa. Wanita itu memberontak.


"Sean kau tidak bisa mengusir ku. Aku ini tunangan mu. Kau tidak seharusnya membela dia". Teriak Dea memberontak saat Willy menariknya.


Semua karyawan yang mendengar pertengkaran itu berhambur melihat keruangan Sean. Dan mereka menyaksikan bagaimana Dea menarik rambut Echy.


"Chy". Suara Sean tercekat melihat Echy "Kau baik-baik saja?".


Echy menahan Sean dengan tangannya. Wajah gadis itu lembab akibat tamparan Dea diwajahnya.

__ADS_1


"Jangan mendekat Kak". Echy menyeka air matanya "Aku sudah katakan pada Kakak agar menjauhi ku". Ucap Echy air matanya luruh. Dia berusaha mengumpulkan kekuatannya


"Echy maafkan aku". Sean berkaca-kaca "Maaf Echy. Aku mencintaimu". Ungkap Sean.


Echy menggeleng menatap Sean "Tolong Kak. Kali ini saja, ku mohon jangan dekati aku. Aku tidak mau kau semakin terluka. Aku tidak pernah mencintaimu". Sahut Echy. Nafasnya tersengal. Kepalanya sakit akibat jambakkan Dea.


"Echy aku_".


Echy keluar dari ruangan Sean dengan langkah tertatih. Para karyawan hanya melihat saja.


"Nona biar saya bantu". Ucap Melda yang kasihan melihat Echy.


"Tidak perlu Mel. Aku bisa sendiri". Tolak Echy.


Semua karyawan hanya menunduk takut. Penganiayaan itu benar-benar mereka saksikan. Padahal Echy tidak melakukan apapun pada Dea, hanya salah paham saja.


"Echy". Sean masih mengejar Echy dan Echy tidak peduli sama sekali.


Echy pergi keruangannya. Gadis itu mengambil tasnya dan berjalan dengan tertatih. Seluruh tubuh dan hatinya sakit.


"Nona". Panggil Willy "Nona biar saya antar pulang". Ujar Willy.


Echy menggeleng sambil memaksakan senyum "Saya bisa sendiri Tuan". Sahut Echy


Willy hanya menatap punggung Echy yang berjalan menjauh.


"Tuan". Willy mencengkram bahu Sean "Biarkan Nona Echy sendiri. Semakin anda menemuinya, Nona Dea akan terus menyakiti Nona Echy". Ucap Willy.


Langkah kaki Sean terhenti. Pria itu menangis dalam diam. Kenapa Dea tega sekali? Padahal mereka tidak ada hubungan apa-apa. Sekarang Sean paham kenapa Echy menjauhinya. Ini yang gadis itu takutkan. Adalah kesalahpahaman.


.


.


.


.


Echy masuk kedalam lift. Darah segar yang mengalir disudut bibirnya sudah mengering. Sialnya lagi darah dihidungnya juga ikutan keluar. Echy mengambil tissue dalam tasnya lalu menyeka darah dihidungnya.


Gadis itu menyenderkan punggungnya didinding lift. Kapan penderitaan nya berakhir? Kenapa selalu ada saja yang menyakitinya


Ting


Pintu lift terbuka. Echy segera keluar dengan setengah menyeret kakinya.


"Nona Echy". Satpam yang bertugas begitu terkejut dengan keadaan Echy "Apa yang terjadi pada Nona?". Cecarnya.


Echy hanya menggeleng "Aku baik-baik saja Paman". Sahut Echy kembai berjalan.

__ADS_1


Echy keluar dari gedung perusahaan. Dia tidak tahu harus kemana. Jika pulang dalam keadaan seperti ini pasti Rein akan panik dan khawatir padanya.


"Echy".


Regan keluar dari mobilnya. Pria itu setengah berlari menghampiri gadisnya. Dia juga baru mendapat kabar dari pengawal bayangan nya


"Echy kau kenapa? Apa yang terjadi?". Cecar Echy.


Echy justru menggeleng. Dia menepis tangan Regan yang menyentuh lengannya. Dia tidak butuh dikasihani.


Echy melenggang pergi tanpa peduli pada Regan. Dia tidak mau bertemu siapapun lagi. Hidupnya sudah terlanjur menderita.


"Echy". Regan mengejar Echy "Aku mohon Echy ayo ikut aku. Aku akan mengobatimu". Ujar Regan.


Namun Echy tak peduli. Gadis itu terus berjalan dengan tertatih sambil memperbaiki rambutnya yang berantakan.


Echy menyeka air matanya. Semua orang sama saja selalu menyakiti. Dan tidak punya perasaan. Hanya Rein dan Kelly yang menyanyangi nya dengan tulus tak pernah menyakiti dan membuang air matanya.


"Echy".


Regan menarik Echy. Hingga gadis itu membentur dada bidangnya. Dia terluka melihat kondisi gadisnya ini. Sampai kapan mereka akan seperti ini?


"Lepaskan aku brengsekkkk". Teriak Echy.


Regan sama sekali tidak peduli. Dia justru memeluk Echy dengan erat dan mengunci tubuh gadis itu kedalam pelukkannya.


"Menangislah sayang. Menangislah. Aku orang selalu menyakiti mu. Tapi aku tidak rela ada yang menyakiti dan melukaimu seperti ini". Ucap Regan. Dia masih tidak heran, akibat keegoisan nya Echy sampai masuk rumah sakit.


Echy menangis. Dia sama sekali tidak membalas pelukkan Regan. Jiwanya rapuh. Rasanya begitu sakit.


Dia tidak menolak atau pun membalas pelukan pria itu. Dia membiarkan begitu saja Regan memeluknya. Memberontak juga percuma tubuhnya tidak menolak. Mungkin ucapannya menolak. Tapi tubuh Echy benar-benar merindukan pelukkan pria itu.


Sean berjalan keluar. Dia tidak bisa membiarkan Echy sendirian. Dia harus menemui Echy dan memastikan bahwa gadis itu baik-baik saja.


Langkah Sean terhenti saat melihat Regan dan Echy berpelukkan.


Hati Sean mencelos dan ada hubungan apa Regan dan Echy? Setahu Sean kedua orang itu baru sekali bertemu.


Sean terdiam. Dia terluka melihat rambut Echy yang berantakan akibat ulah Dea. Ini semua karena dirinya. Andai saja dia tidak mendekati Echy pasti gadis itu tidak akan menderita. Sean benar-benar merasa bersalah.


Bersambung.....


author mau cerita dikit ya guys, kisahnya Echy ini pernah author alami beberapa tahun lalu sebelum ketemu pacar author yang sekarang. Author bukan hanya digampar tapi juga diserang lewat chat dan bahkan dia datang kerumah langsung. Padahal salah cwoknya yang suka sama author. Author sama sekali gak nanggapin. Ehh malah ternyata cowoknya ini diam-diam selingkuh sama kawannya si ceweknya sendiri. Lalu si ceweknya malu sendiri karena udah aniaya author. Mengsedih banget dituduh rebut pacar orang .. Hiks hiks..


Sekedar pelajaran aja sih, buat cowok2 yg udah punya pacar please jangan kecentilan. Syukuri apa yg jadi milik kamu. Jangan membandingkan dengan cewek lain. Karena gak samua cewek dewasa dalam menghadapi masalah.


Ikutin terus kisah Echy dan Regan ya guys. Jangan lupa tanda cinta buat author yaaa..


Gbu.

__ADS_1


__ADS_2