
Happy Reading 🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹
"Apa?". Sentak Regan.
"Iya Tuan. Nona Echy keluar dari perusahaan Tuan Sean. Nona Echy sudah melamar dibeberapa perusahaan. Termasuk perusahaan Tuan Dae, dan bahkan Tuan Dae sudah memanggil Nona Echy untuk interview". Jelas Ben
Nafas Regan memburu. Tidak. Tidak. Echy tidak boleh bekerja di perusahaan Dae. Itu akan bahaya. Sangat bahaya. Regan takut Dae menyakiti Echy. Kali ini Regan takkan membiarkan siapapun menyakiti gadisnya itu.
"Blokir semua akses. Pastikan tidak ada yang menerima gadisku bekerja. Terutama Dae. Masukkan lamarannya ke perusahaan ini. Panggil dia untuk menemui aku". Tintah Regan
"Tapi saya tidak yakin jika Nona Echy akan mau bekerja di perusahaan kita Tuan". Ucap Ben sedikit ambigu dan ragu. Apalagi gadis itu masih belum menerima maaf dari Regan.
"Ya gunakan cara lain Ben. Apa gunanya aku menggajimu. Aku tidak mau tahu pokoknya gadisku harus bekerja di perusahaan ini". Tegas Regan
Ben menghela nafas panjang. Jika sang Tuan Raja sudah bertahta tidak akan bisa ditolak. Apapun yang terjadi harus dilakukan. Sekalipun menyebrangi lautan dan mendaki gunung tetap diterjang.
"Baik Tuan".
Dengan menggerutu Ben keluar ruangan Regan. Asisten itu rasanya ingin mengajak Regan baku hantam. Memaksa Echy untuk bekerja di perusahaan ini rasanya mustahil. Mungkin Ben bisa memblokir semua akses agar Echy tidak diterima diperusahaan lain. Tapi Ben tidak akan bisa membujuk Echy untuk menerima tawaran nya.
"Apa yang harus aku lakukan untuk membujuk Nona Echy. Arghhh, nasib-nasib jadi asisten Tuan kejam". Desah Ben
Ben masuk kedalam mobilnya. Dia akan mencoba berbicara dengan Echy empat atau lima mata sekedar membujuk gadis itu agar mau bergabung dengan perusahaan nya.
Sampai di Apartement Echy, Ben langsung turun. Pria itu menghela nafas panjang. Haruskah main tembak dan paksa? Atau Ben berlutut dikaki Echy.
Pria itu masuk kedalam lift. Ben berharap jalannya dipermudah. Jika tidak, harimau itu bisa mengamuk dan menerkamnya.
Sampai didepan pintu Apartement Echy Ben menghela nafas panjang. Sudah tidak ada cara lain, tidak mungkin mengancam kasihan Echy
Ting Tong Ting Tong
Pintu terbuka. Jantung Ben berdegup kencang. Dia sudah menyusun kata-kata untuk membujuk Echy.
"Maaf dengan siapa ya?". Tanya Kelly menyelidik wajah Ben.
__ADS_1
"Apa Nona Echy ada?". Tanya Ben menatap kearah Kelly.
Kening Kelly berkerut "Mau apa? Anda siapa? Apakah anda rentenir?". Cecar Kelly menatap Ben dengan curiga
Ben menggaruk tengkuknya yang tidak gatal. Dia bingung harus menjawab apa. Jika dibilang dia urusan Regan, sudah pasti dia akan diusir dari sini
"Siapa Kak?". Rein keluar dia menatap Ben heran "Siapa dia Kak?". Rein ikut menyelidik.
"Tidak tahu katanya ingin bertemu Echy". Jawab Kelly.
"Ya sudah ayo masuk". Rein mempersilahkan Ben masuk.
Ben masuk. Dia masih gugup. Semoga dia berhasil. Jika tidak berhasil dia tidak akan berani kembali.
"Kak, ada yang cari Kakak". Ucap Rein.
"Siapa Rein?". Echy meletakkan kanvas ditangannya "Kak Ben?". Tentu Echy mengenal Ben karena ketika masih bersama Regan, Ben sudah menjadi asisten.
"Siang Nona". Ben membungkukkan badannya dan memberi hormat pada Echy.
"Ada apa Kak Ben datang kesini? Jika maksud kedatangan Kakak untuk menjelaskan kepergian Kak Regan, lebih baik Kakak pergi saja". Tegas Echy.
Kening Echy berkerut "Setahu saya, saya tidak pernah mengajukan surat lamaran diperusahaan anda Kak. Kenapa bisa saya tiba-tiba dipanggil?". Tanya Echy heran
"Maaf Nona. Anda adalah karyawan kompeten, prestasi anda di Amstrong Group berhasil menyita perhatian para pemilik perusahaan besar. Oleh sebab itu kami mengajak anda untuk bergabung diperusahaan kami". Ini kalimat yang sudah Ben susun semoga Echy mau.
"Maaf Kak. Aku tidak tertarik". Tolak Echy.
Ben menghela nafas panjang. Tamatlah riwayatnya. Seperti nya setelah ini Ben perlu ke pemakaman umum untuk mempersiapkan liang kuburnya.
"Nona terima saja surat panggilan ini. Jika tertarik anda bisa langsung menghubungi saya". Ben meletakkan surat itu diatas meja "Kalau begitu saya permisi Nona". Ben mellengang pergi dari sana.
Echy menghela nafas panjang. Jujur dia sangat membutuhkan pekerjaan. Belum ada perusahaan yang memanggil nya untuk interview. Echy juga sudah hampir satu bulan pengangguran, keuangan nya mulai menipis. Sementara dia harus membayar biaya praktek Rein.
Uang kuliah semester memang ditanggung kampus. Tapi uang praktek dan yang lainnya harus bayar sendiri.
__ADS_1
"Kel, Kakak mu belum melihat surat lamaran ku?". Tanya Echy menghela nafas.
"Belum Chy. Diperusahaan Kakak sudah penuh Chy. Aku sudah meminta tolong padanya. Kau tahu kan aku juga tidak memiliki pekerjaan, aku kabur dari rumah dan menghindari perjodohan gila itu". Desah Kelly.
"Kak biar Rein bantu Kak".
Echy menggeleng "Tidak Rein". Tolak Echy "Kau fokus saja kuliah. Biar Kakak yang cari uang. Tolong katakan pada dosenmu untuk memberi kelonggaran biaya praktek minta waktu".
"Iya Kak".
Kelly menatap Echy kasihan. Harusnya Echy sudah melakukan kemoterapi tapi gadis itu menolak karena merasa kondisi tubuhnya baik-baik saja.
Kelly tinggal bersama Echy, dia kabur dari rumah mengindari perjodohan dari orangtuanya. Kelly yang belum siap menikah menolak mentah-mentah dan alhasil dia minggat dari rumah.
"Katanya perusahaan Woong Group, meminta mu interview?". Tanya Kelly.
Echy menggeleng "Tiba-tiba perusahaan itu menolak lamaran ku. Katanya aku karyawan bermasalah yang dikeluarkan". Sahut Echy lemes. Echy merebahkan kepalanya diatas meja.
Mereka bertiga tampak terdiam sejenak. Kelly tak tega tinggal disini. Tapi Echy memaksa. Kelly ingin tinggal di kost saja tapi uangnya juga menipis.
"Atau terima saja tawaran Tuan Ben?".
Kelly langsung mendapat tatapan tajam dari Rein dan Echy
"Ck, kondisikan mata kalian". Cibir Kelly bergidik ngeri melihat tatapan kompak kedua Kakak beradik itu.
"Kakak mau Kak Echy terjebak lagi?". Tatapan Rein
"Dari pada tidak memiliki jalan lain Rein, kau tenang saja. Kakak juga akan melamar disana. Jadi ada Kakak yang bisa menjaga Echy". Jelas Kelly.
Echy terdiam. Dia membenci orangnya tapi akan bekerja di perusahaan orang tersebut, apa itu bukan munafik namanya?
Echy juga heran kenapa semua surat lamaran nya ditolak. Sudah sah-sah Woong Group menerimanya bekerja disana tapi tiba-tiba dia mendapat kabar bahwa dia ditolak dengan alasan Echy karyawan bermasalah.
Tiba-tiba Ben datang dan menawarkan dia untuk bergabung dengan perusahaan nya. Satu-satunya perusahaan yang menerimanya padahal Echy tidak mengirim surat lamaran disana. Sungguh mencurigakan
__ADS_1
"Bagaimana Chy?". Kelly melihat Echy "Kau tenang saja Chy, aku yakin Kak Regan bukan orang jahat seperti yang kau pikirkan. Mungkin dia punya alasan kenapa dulu meninggalkan mu. Saranku terima saja tawaran mereka, tidak salahnya kau mencoba. Anggap saja kau tidak mengenal Kak Regan".
Bersambung....