Perjuangan Cinta CEO

Perjuangan Cinta CEO
Kau milikku


__ADS_3

Happy Reading 🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹


Echy tengah menatap pantulan dirinya didepan cermin besar kamarnya. Senyumnya mengembang. Wajahnya tampak cantik tak terkendali.


"Berikan aku satu kesempatan untuk hidup Tuhan. Aku ingin bersama Kak Regan dalam waktu lama".


Echy menyeka darah yang sedikit keluar dari hidungnya. Gadis itu bersandar sejenak sambil berusaha menahan darah yang hendak keluar lagi.


Echy keluar dari kamarnya. Dia memaksakan senyum diwajah cantiknya.


"Pagi semua".


Sudah ada Regan yang menunggunya dengan senyum. Pria itu pagi sudah berada dirumah Dae.


"Pagi juga sayang".


"Pagi Echy".


"Pagi Kakak".


Ada Kelly juga disana. Kelly tidak lagi tinggal bersama Echy. Dia kembali kerumah Regan untuk membangu Ellena mengurus Gian.


Regan menyambut Echy dengan pelukkan hangat dan tak lupa kecupan singkat dia berikan pada kening kekasihnya itu.


"Sarapan dulu Chy". Ajak Dae


"Iya Kak". Balas Echy. Dia menatap Regan


"Ayo sayang. Sarapan bersama". Regan mengandeng tangan Echy dan menuntun gadis itu duduk dikursi bersamanya.


Dae, Kelly dan Rein benar-benar jadi obat nyamuk. Regan dan Echy seolah lupa ada orang lain di meja makan. Keduanya malah asyik saling mengobrol sambil Regan menyuapi Echy.


"Kak, jangan lupa obatnya". Rein memberikan kantong obat Echy.


"Sini Rein biar Kakak yang kasih". Ucap Regan


"Ini Kak".


Setelah sarapan dan minum obat. Regan dan Echy segera berangkat. Hari ini hari pertama mereka berangkat kerja bersama, setelah Regan bangun dari koma nya.


Regan terus mengenggam tangan Echy. Tak ingin terlewatkan satu moment pun tentang gadis ini.


"Sayang, terima kasih sudah mau berjuang bersama ku". Regan mengecup punggung tangan gadis itu


Echy mengangguk sambil tersenyum "Terima kasih juga Kak, tidak pernah menyerah memperjuangkan ku. Meski aku pernah mengabaikan mu. Tapi kau tak sedikit pun menyerah". Echy bersandar dibahu kekar pria itu.


Ben yang menyetir hanya tersenyum simpul dan bahagia. Akhirnya perjuangan Regan tak sia-sia. Echy kembali menerimanya dan memberinya kesempatan lagi.


Sampai digedung pencakar langit. Regan turun duluan dan membuka pintu untuk Echy. Tak lupa dia mengulurkan tangannya agar Echy menyambut tangan pria tampan itu.


Regan menggandeng tangan Echy masuk. Mereka menjadi pusat perhatian. Para karyawan sudah berbaris dan memberi hormat pada kedua orang itu.

__ADS_1


"Selama pagi Tuan. Nona".


Kantor heboh saat Regan menggandeng tangan Echy dengan mesra. Apalagi Regan yang tersenyum seolah sedang bahagia. Permandangan langka yang tidak pernah mereka lihat. Apalagi selama ini Regan selalu memasang wajah datar bak tembok.


Sementara Echy hanya menunduk malu. Sebab tatapan iri mereka membuat nya tak berani mengangkat pandangan nya.


"Sayang, kau kenapa?". Regan berhenti dan sontak saja Echy menabrak dadanya.


Regan mengangkat dagu gadis itu. Dia tersenyum hangat


"Kenapa?". Tanyanya lembut selembut salju


Echy yang menggeleng saja. Regan terkekeh. Wajah gadis ini sangat menggemaskan. Walaupun memakai wig tak mengurangi kecantikan diwajah Echy.


"Malu?". Echy mengangguk "Tidak perlu malu sayang. Aku akan memperkenalkan siapa dirimu". Ujar Regan "Ayo". Dia kembali menggandeng tangan gadis cantik itu


Regan tersenyum lebar. Echy memang sedikit pemalu. Regan tidak tahu saja bagaimana karyawan nya itu menatap Echy tak suka. Lebih tepatnya iri.


Regan membawa Echy masuk kedalam ruangannya.


"Mulai sekarang kau sekertaris ku sayang". Ucap Regan sambil duduk.


"Ck, tidak bisa begitu Kak. Aku tidak mau". Tolak Echy melipat kedua tangannya didada.


"Atau kau tidak sama sekali boleh bekerja". Ancam Regan tersenyum licik. Dia sudah melarang Echy bekerja, namun gadis ini tidak mau sama sekali "Sampai kita menikah dan selamanya kau tidak boleh bekerja". Imbuhnya lagi.


Echy mendenguskan nafasnya kesal.


Regan tersenyum penuh kemenangan "Mejamu disini sayang". Ujar Regan lagi menunjuk meja didekatnya


"Kak, kenapa dekat sekali sihh?". Protes Echy.


"Kau lupa? Kalau kau merindukanku sayang?". Regan menaik turunkan aslinya menggoda gadis itu.


Echy menghentak-hentakkan kakinya kesal. Dengan terpaksa dia duduk disamping meja Regan. Kalau diingatkan tentang curhatannya itu, dia malu sendiri dan Regan selaku membahas kejadian memalukan itu.


Regan hanya menggeleng sambil tersenyum gemes.


Echy menghidupkan komputer nya. Mulutnya komat-kamit seperti dukun baca mantra. Mau disumpahin, tidak tega. Mana bisa dia menyumpahi Regan. Pria itu belahan jiwanya.


Tok tok tok tok


"Masuk".


Lidya masuk dan tak lupa pakaiannya begitu ketat dan menggoda. Dia memang menyukai Regan sudah lama. Sekretaris andalan itu seolah bersikap bahwa Regan menyukainya.


"Pagi Tuan". Sapa Lidya tersenyum manis dan membungkukkan badannya agar buat dadanya terlihat karena baju yang dia pakai begitu seksi.


"Ada apa?". Regan sama sekali tak melihat wanita itu.


Sementara Echy acuh saja. Padahal hatinya sudah panas. Apalagi Lidya pernah mengaku bahwa dia calon istri Regan. Mengingat nya rasanya Echy ingin muntah saja.

__ADS_1


"Maaf Tuan. Ini berkas kerja sama anda dan Miller Groups. Silahkan anda periksa. Kemarin Nona Echy menggantikan anda, mungkin ada yang tertinggal Tuan". Singgung Lidya melirik Echy. Sengaja supaya Regan tahu bahwa Echy itu tidak pantas memimpin.


Echy malah menguap. Tidak terpengaruh sama sekali. Karena dia tahu jika kerjanya bagus.


"Kau tahu siapa dia?". Regan menatap Lidya tapi tangannya menunjuk Echy.


"Pengganti sementara anda Tuan". Jawab Lidya dengan percaya dirinya.


"Salah". Regan menjawab dingin dan tak suka.


"Sayang sini". Regan melambaikan tangannya memaggil gadis itu.


Echy menurut dan berdiri dari duduknya. Lalu menghampiri pria itu. Lidya terkejut saat Regan memanggil Echy dengan panggilan sayang. Dalam hati bertanya-tanya siapa gadis itu?


"Iya Kak".


"Duduk Sayang". Regan menunjukkan pahanya.


"Tapi Kak, aku berat. Nanti kakimu sakit bagaimana?".


"Aku kuat sayang". Ujar Regan "Ayo duduk". Regan menarik tangan gadis itu agar duduk dipangkuannya.


"Lidya, wanita ini adalah calon istriku. Dan yang kau katakan tadi tidak benar. Kau sengaja menyelipkan satu dokumen agar calon istri ku yang salah. Tapi sayang aku sudah mengetahui rencanamu. Kemasi barangmu dan segera pergi dari sini". Ujar Regan menatap Lidya tajam. Hatinya marah


Echy dan Lidya menatap Regan tak percaya. Apakah Regan memecat Lidya.


"Tapi Tuan_".


"Ben".


Tidak lama kemudian Ben masuk dan siap mendengarkan arahan Regan


"Iya Tuan. Ada yang bisa saya bantu?".


"Bawa wanita ini pergi dari hadapan ku. Dia sudah memfitnah gadisku. Blacklist dia, agar tidak ada satu perusahaan pun yang mau menerima nya. Pecat tanpa pesangon".


Lidya merasa seluruh tubuhnya lemes. Sungguh dia tidak tahu jika Echy adalah calon istri Regan. Dia pikir gadis itu merayu Regan. Karena tidak ada yang menjelaskan alasan Echy menggantikan Regan sementara waktu.


"Baik Tuan". Ben menarik Lidya dengan paksa dan tak peduli dengan pemberontakkan wanita itu.


"Kak". Echy menatap Regan. Tangannya melingkar dileher pria itu.


"Sayang aku tidak membiarkan siapapun menyakiti mu. Aku sudah cukup sabar ketika mendengar cerita Ben, bahwa selama kau menggantikanku. Kau selalu ditindas dan kenapa kau tidak melawan?". Tangan Regan melingkar dipinggang gadis itu.


Echy menunduk "Aku tidak mau Kakak dapat masalah gara-gara aku Kak". Lirih Echy.


Regan menyenderkan kepala gadis itu kedalam pelukannya.


"Mulai sekarang takkan kubiarkan siapapun menyakiti mu. Kau milikku". Ucapnya mengelus kepala gadis itu. Echy sangat kecil sehingga Regan tidak merasa berat sama sekali saat memangku gadis itu.


Bersambung......

__ADS_1


__ADS_2