
Happy Reading 🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹
Kelly menatap Echy yang membersihkan tubuh Regan dengan telaten. Dia tersenyum bahagia karena akhirnya Echy berbesar hati untuk memaafkan kesalahan Regan.
"Ck, Kak kau ini kenapa berat sekali ya? Tanganmu saja seimbang dengan kaki ku?". Gerutu gadis itu mengangkat tangan Regan dan membersihkan nya dengan kain basah
Kelly menggelengkan kepalanya. Dibilang bodoh, ya memang bodoh si Echy berbicara dengan orang yang koma seperti itu sama saja bicara dengan benda mati.
Seperti itu setiap hari Echy akan membersihkan tubuh pria itu dengan telaten. Dia tahu jika Regan ini memiliki tingkat kebersihan yang tinggi oleh sebab itu dia tidak mau membuat pria itu kotor.
"Nahhh sekarang Kakak sudah tampan dan wangi". Echy sumringah sambil menyisir rambut Regan.
"Chy".
Echy menoleh kearah Kelly "Iya Kel kenapa?". Echy menyimpan kain basahnya
"Maafkan aku yaaaa". Ucap Kelly menatap sahabatnya itu "Kau masih marah padaku?". Echy mengintip wajah Echy "Aku tahu aku salah. Telah berbohong dan menyembunyikan identitas asli ku. Maafkan aku Chy. Aku diminta Kak Megan dan Kak Regan untuk menjagamu". Ujar Kelly. Echy sempat tidak mau menegurnya karena masalah ini
Echy menghela nafas panjang "Aku tidak marah Kel. Aku hanya kecewa. Kau membohongiku selama lima tahun. Kau menyembunyikan fakta sebenarnya. Coba kau yang berada diposisi ku, bagaimana perasaan mu? Bahkan kau membiarkan aku membenci Kak Regan". Ucap Echy kecewa. Benar-benar kecewa. Kelly tahu semuanya tapi sahabat nya itu seolah tidak tahu apa-apa.
"Aku melakukannya karena Kak Regan Chy. Belum waktunya kau tahu yang sebenarnya". Sahut Kelly.
Echy menatap sahabatnya. Ingin marah, tidak bisa. Kelly bukan hanya sahabat tapi juga saudara yang selalu ada untuk Echy. Kelly hanya menjalankan perintahnya.
"Tapi kenapa saat Kak Jeremy meninggal kau tidak kembali ke Inggris?". Tanya Echy sedikit heran karena waktu itu Kelly malah selalu bersamanya "Dan Mama Hellena dan Papa Tommy itu siapa?". Tanya Echy heran. Jika Kelly adik Jeremy bukankah artinya orangtua yang sekarang bersama Kelly bukan orang tua kandungnya.
"Aku ingin pulang waktu itu. Tapi aku tidak bisa meninggalkan mu Chy. Sebelum Kak Megan kecelakaan dia selalu memintaku untuk selalu menjagamu. Mereka orangtua angkat ku". Sahut Kelly cenggesan.
Echy menggelengkan kepala. Kelly memang jagonya jika acting. Sejak SMA mereka berusaha berarti selama itu juga Kelly berbohong. Saat Echy menjalin hubungan dengan Regan, Kelly kembali berbohong.
"Hehhe. Maafkan aku ya. Jangan marah. Aku hanya membantu Kak Regan untuk memperjuangkan mu. Dia sangat mencintaimu Chy. Sangat sangat. Cintanya tidak terbatas". Kelly mengenggam tangan Echy "Chy, aku harap kali ini kau akan bahagia. Terima Kak Regan kembali Chy. Aku yakin kalian berdua akan bahagia. Mulailah menata hidup yang baru. Jangan terpaku pada masa lalu". Ucap Kelly penuh harap. Sangat berharap jika Echy mau menerima Regan kembali. Karena hanya Echy yang bisa membuat pria itu kembali hidup.
__ADS_1
Echy menarik nafasnya dalam lalu menghembuskannya perlahan.
Gadis itu mengangguk dengan senyum. Dia akan mencoba kembali untuk menerima Regan
"K-kau serius Chy?". Kelly setengah tak percaya.
"Aku mencintai Kak Regan Kel". Senyum Echy
"Terima kasih Chy". Kelly memeluk sahabatnya dan akhirnya perjuangan Regan berbuah manis. Cintanya telah kembali. Tapi Regan belum juga bangun.
Kelly menatap Regan yang masih terlelap dengan nyaman
"Kak bangunlah. Lihat Kak. Gadismu mau menerimamu kembali. Dia juga mencintaimu Kak. Ayo Kak buka matamu". Desak Kelly berkaca-kaca.
"Jangan dipaksa Kel. Kau ini ingin menyakiti Kak Regan-ku apa? Biarkan dia istirahat". Protes Echy saat Kelly menguncang-guncang tubuh Regan
Wajah Kelly berubah masam. Dia menatap sahabatnya yang malah santai-santai saja.
"Kakak".
"Rein". Echy menyambut adiknya "Apa itu?".
"Makanan kesukaan Kakak. Makan yaa. Kakak dari pagi tadi tidak makan. Rein takut Kakak sakit lagi". Ucap Rein menyerah kan satu kantong kresek nya.
"Uwuwuwww. Terima kasih adikku tampan". Echy menarik kedua pipi Rein "Cuppppp".
"Kakak". Hardik Rein kesal "Aku bukan anak kecil yang harus Kakak cium". Gerutu pria itu mengusap pipinya. Pipinya sedikit panas akibat tarikan Echy.
Kelly menggeleng sambil tertawa kecil. Kakak beradik itu seperti kucing dan tikus selalu bertengkar dan berdebat tapi saling mengasihi.
"Kak Kelly untuk Kakak". Rein juga menyerahkan kantong kresek nya pada Kelly.
__ADS_1
"Terima kasih Rein". Sambut Kelly dengan semangat. Dia juga sudah sangat lapar.
Rein menggeleng kedua gadis itu yang makan sambil berisik. Padahal ruangan ICU ini tidak boleh berisik. Tapi mana mau keduanya ikut aturan. Menurut Echy, ruangan Regan harus dipenuhi dengan suara. Agar pria itu terusik dan kembali bangun.
Rein beralih menatap Regan. Meski kecewa, tapi dia berusaha berdamai dengan masa lalunya. Dia juga harus mengucapkan banyak terima kasih pada Regan karena sudah menyelamatkan Kakak nya. Meski hal itu tidak akan membuat kedua orangtuanya kembali.
"Kak terima kasih sudah menyelamatkan Kakakku. Maaf aku selalu berprasangka buruk padamu. Aku akan mendukungmu jika kau benar-benar ingin kembali pada Kak Echy. Aku titip dia. Jaga dia dengan baik". Gumam Rein.
.
.
.
.
Echy dan Kelly sampai di Mansion mewah Regan. Kedua gadis itu berjalan masuk. Jantung Echy berdegup kencang dan juga gugup. Tempat ini pernah menjadi saksi bisu kisah cintanya lima tahun yang lalu.
Echy ingin bertemu Megan dan Kelly sangat tidak keberatan jika Echy memang ingin bertemu dengan Kakak iparnya itu.
"Echy". Ellena menyambut kedua gadis itu
"Mom". Echy berhambur memeluk Ellena
"Bagaimana keadaanmu Nak?". Ellena membalas pelukkan Echy.
"Sudah sehat Mom". Gadis itu melepas pelukannya.
"Bibi". Sapa Kelly
"Kel". Ellena juga memberikan pelukan hangat pada gadis itu.
__ADS_1
Mereka bertiga masuk kedalam kamar Megan. Sejak Regan pulang ke Indonesia, dia juga membawa adiknya itu. Regan trauma jauh dari adik nya takut jika terjadi sesuatu lagi pada adiknya itu.
Bersambung........