
Happy Reading 🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹
Echy menatap suaminya yang tengah memasukkan barang-barang kedalam koper.
Regan tidak mau menyuruh pelayan untuk mengurus keperluan mereka. Selama dia bisa melakukannya sendiri dia akan melakukannya sendiri. Semua itu Regan belajar dari Echy.
"Kak biar aku saja". Pinta wanita itu
"Tidak apa-apa sayang. Kau istirahat saja yaaa biar aku yang siapkan semuanya. Kau tidak boleh lelah". Lelaki itu berdiri menghampiri istrinya dan masih sempat-sempatnya dia mendaratkan kecupan singkat dikening Echy.
Regan kembali memasukkan beberapa barang yang mereka perlukan. Entah berapa lama mereka akan menetap di Amerika. Regan berharap disana dia bisa menemukan kesembuhan untuk istrinya.
Echy menatap pria itu dengan kagum. Benar kata orang-orang, wanita jika bertemu pria yang tepat maka akan diperlakukan seperti ratu. Terbukti, Regan memperlakukan Echy layaknya seorang ratu. Dicintai dengan tulus.
"Kak".
"Iya sayang?". Regan melirik istrinya sambil menutup koper itu "Kenapa?". Tanyanya.
"Aku baru sadar kalau Kakak itu tampan. Tapi kalau dibandingkan dengan Kak Dae lebih tampan Kak Dae sih". Celetuk Echy.
Wajah Regan masam "Kau memuji pria lain didepanku sayang?". Regan melipat kedua tangannya didada kesal "Kau tahu tidak dulu waktu di high school suamimu ini pria idaman dan pria incaran para wanita, mereka berlomba-lomba ingin mendekati suamimu ini". Ketus Regan.
Echy tertawa lebar. Dia suka menggoda suaminya. Padahal Regan paling tampan. Dibandingkan dengan siapapun, Regan lah yang paling tampan.
"Ohhh ya kenapa aku tidak tahu yaaa?". Wanita itu tampak berpikir.
"Ck kau ini". Regan langsung menyerang istrinya mengelitik pinggang wanita itu dengan gemes. Echy memang suka menggodanya dengan kalimat itu.
"Hahaha Kakak". Gadis itu tertawa lepas
"Rasakan ini karena kau suka sekali menggoda suamimu".
Regan menindih tubuh Echy. Echy tersenyum lebar. Tangannya terulur mengusap wajah suaminya. Satu kata untuk Regan tampan.
"Kak".
"Iya sayang?".
"Kakak mau punya anak berapa? Laki-laki atau perempuan? Kak, kok kita belum malam pertama yaa? Kita menikah sudah hampir seminggu?". Tanya gadis itu polos "Aku sudah menjadi istri tapi aku masih perawan, Kakak tidak rugi karena tidak menyentuhku?". Imbuhnya lagi.
__ADS_1
Regan terdiam sejenak. Dia memang belum menyentuh istrinya. Takut Echy hamil. Wanita itu tidak boleh hamil dulu. Itu akan berbahaya. Regan memilih tidak memiliki keturunan daripada kehilangan Echy.
"Nanti sayang. Saat kita ke Amerika yaa. Kita sekalian honeymoon disana". Jawab Regan asal.
"Wah benarkah Kak? Aku tidak sabar hamil Kak. Pasti menyenangkan". Gadis itu tersenyum sumringah.
Regan bangkit dari tubuh istrinya. Dia memalingkan wajahnya kesembarangan menahan wajahnya yang mulai panas dan air mata yang ingin keluar dari sana.
"Ayo sayang siap-siap". Regan mengulurkan tangannya agar wanita itu menyambut nya.
"Iya Kak". Echy menyambut tangan Regan "Awwwwwwww".
"Sayang kenapa?". Regan langsung berjongkok menyamakan tingginya dengan Echy "Dimana yang sakit sayang?". Wajah Regan langsung panik luar biasa.
"Aduhhh, Kak. Kau kenapa tampan sekali sihh Kak? Aku sampai gagal fokus". Goda Echy tertawa.
"Kau ini....". Bukannya marah, pria itu malah memeluk istrinya "Jangan membuatku panik sayang. Aku bisa hancur melihat mu kesakitan. Kau harus lebih kuat dan harus kuat". Lirih Regan
Echy menepuk-nepuk punggung suaminya "Hehhe maaf yaaa Kak. Habisnya kau ini, aku seperti anak kecil saja". Gerutu Echy
Regan menghela nafas panjang dia melepaskan pelukannya lalu menyelipkan anak rambut istrinya.
"Karena kau berharga sayang. Bagaimana pun dirimu, bagiku kau anak kecil yang harus aku perhatikan lebih. Menyanyangi mu dan mencintai mu tugasku". Ucap Regan.
"Ya sudah ayo. Kita sudah ditunggu".
Regan membantu wanita itu berdiri. Echy bergelut manja dilengan suaminya. Dia suka sekali memeluk lengan kekar pria itu. Bermanja-manja seperti anak kecil adalah hobby nya. Apalagi Regan memang tinggi dan badannya kekar.
Mereka berdua keluar dari kamar. Ben menyeret koper milik Regan dan Echy dan mengekor dibelakang mereka berdua. .
Semua pelayan memberi hormat kepada sang Tuan rumah.
"Son". Domain tersenyum "Selamat berjuang".
"Terima kasih Dad".
"Mommy". Gian berlari kearah Echy dan memeluk wanita itu.
"Hai sayang". Echy berjongkok menyamakan tingginya dengan pria kecil itu "Jaga diri baik-baik yaa. Jangan nakal. Harus nurut sama Aunty Kelly dan Uncle Dae". Echy mencolek hidung pria tampan ini.
__ADS_1
"Iya Mommy. Tapi jangan lama-lama yaaa. Memangnya Mommy mau apa kesana?". Wajah Gian tampak sedih. Dia sangat menyukai Echy. Gadis itu tak hanya baik tapi juga bisa membuatnya tertawa.
"Mommy ingin buat Dedek". Echy cekikikan sendiri.
Gian mengangguk patuh walau dia belum mengerti.
Gian memeluk Echy. Dia membenamkan wajahnya di rambut gadis cantik itu.
"Gian pasti lindu Mommy. Jangan lama-lama". Ucap nya sendu.
"Iya sayang". Echy melepaskan pelukannya dan mengusap kepala Gian.
Setelah berpamitan dengan anggota keluarga. Regan segera membawa istrinya masuk kedalam mobil.
Kelly menatap punggung sahabat nya. Rasanya Kelly tidak sanggup jauh dari Echy. Dia juga ingin terbang ke Amerika tapi dia memiliki tugas untuk menjaga Gian.
Begitu juga dengan Dae. Dae berharap Echy bisa sembuh dan disana nanti akan ada dokter ahli yang mampu menyembuhkan penyakit Echy. Dae yakin Echy pasti bisa sembuh, apalagi ada Regan yang berdiri disampingnya.
.
.
.
.
Echy menyenderkan kepalanya dibahu Regan. Mencari kenyamanan dibahu pria itu. Nyaman sekali.
"Kak, aku tidur yaaa. Aku lelah".
"Iya sayang". Regan mengusap kepala wanita yang bersandar di bahunya itu.
Echy memejamkan matanya. Tak bisa dipungkiri jika dia lelah. Sangat lelah. Tapi dia harus kuat. Ada suami nya. Ada Rein. Kelly. Gian. Dae. Kedua mertuanya yang harus menjadi kekuatan Echy.
Dalam mata terpejam ada rintihan yang menyesakkan dada. Ada rasa sakit yang tak bisa dijelaskan dengan kata-kata. Lelah, sangat lelah. Tapi dia selalu menguatkan dirinya dan tersenyum pada siapapun. Menyakinkan dirinya bahwa semua akan baik-baik saja selama dia tidak menyerah.
"Semoga masih ada kesempatan untukku hidup. Aku ingin bahagia. Aku ingin memiliki anak. Menemani suamiku berjuang. Hidup bahagia selamanya. Berikan satu kesempatan Tuhan". Satu tetes air mata menetes dimata yang terpejam.
Regan masih mengusap kepala istrinya. Tatapan pria itu kosong kedepan. Pikiran nya berlarian kemana-mana. Regan takkan sanggup tanpa wanita yang bersandar dibahunya ini. Echy segalanya. Hanya Echy yang sanggup membuat Regan bahagia. Kebahagiaan nya adalah Echy. Sehari saja tidak melihat wanita itu tersenyum dunia Regan serasa hancur berkeping-keping.
__ADS_1
Regan menatap wajah istrinya yang terlelap. Dia menggeser tangannya lalu memeluk gadis itu, membiarkan wanita itu tertidur nyaman dalam dekapannya.
Bersambung....