Perjuangan Cinta CEO

Perjuangan Cinta CEO
Mempertahankan


__ADS_3

Happy Reading 🌹🌹🌹🌹 🌹🌹🌹🌹🌹🌹


Echy mengelus perut ratanya. Senyumnya mengembang. Bahagia sekali ketika mengetahui dirinya sedang hamil.


"Selamat datang ya Nak. Mommy tidak sabar bertemu denganmu". Ujarnya lagi sambil tersenyum simpul.


Sebahagia inikah menjadi Ibu hamil? Echy benar-benar bahagia. Impiannya, telah terwujud. Dia berjanji akan menjaga kandungan nya dengan baik.


"Sayang".


Regan masuk kedalam kamar dan menghampiri istrinya.


"Kakak". Echy langsung berdiri dan memeluk suaminya dengan sayang "Kak aku bahagia sekali". Echy membenamkan wajahnya didada bidang pria kesayangan nya itu.


Regan hanya diam saja sambil mengelus kepala istrinya. Bukan tidak senang. Sangat senang malah. Semua pria didunia ini ingin menjadi seorang Ayah, ingin bermain dengan anak-anak nya. Sama dengan Regan. Tapi kenapa harus ada yang dikorbankan. Bagaimana dengan istrinya nanti? Apakah Echy bisa berjanji akan bertahan dengannya.


"Kakak tidak senang?". Echy melepaskan pelukannya sambil menatap wajah suaminya.


"Siapa bilang? Aku senang kok sayang". Kilah Regan memaksakan senyum diwajah tampannya.


"Tapi kenapa wajah Kakak tampak tidak bahagia?". Cemberut Echy hendak melepaskan tangannya dari pinggang Regan.


Secepatnya Regan menarik wanita itu kembali mendekat padanya. Dia tersenyum simpul. Suka sekali melihat wanita ini marah. Terlihat manis, imut dan juga menggemaskan.


"Sayang". Regan tersenyum.


"Iya Kak". Echy mendongkrakkan kepalanya dan menatap suaminya.


"Boleh tidak aku bicara sebentar?". Pinta Regan. Bagaimana pun Echy harus tahu dan Echy harus mau mengugurkan kandungan nya.


"Bicara apa Kak? Bicaralah". Senyum Echy.


"Ayo duduk dulu". Regan merangkul bahu wanita itu.


"Mau disoffa atau di kasur?".


"Disoffa saja Kak. Aku ingin duduk dipangkuan mu". Seru Echy manja. Sejak hamil dia memang suka sekali duduk dipangkuan Regan


"Sini sayang". Regan duduk duluan lalu menepuk pahanya, agar wanita itu duduk dikakinya.


Echy melingkarkan kakinya ydipinggang Regan dan duduk dipangkuan pria itu dengan manjanya dia melingkarkan tangannya dileher Regan.

__ADS_1


"Kakak mau bicara apa?". Senyum Echy.


Tangan Regan memeluk pinggang Echy. Posisi mereka sangat intim. Namun siapa yang bisa melarang, karena memang mereka suami istri.


"Kakak mau bicara apa?". Ulang Echy.


"Sayang, ada satu hal yang harus kau tahu". Regan menarik nafas nya dalam. Haruskah dia mengatakan ini? Dia bisa saja bertindak tanpa persetujuan Echy. Namun dia tidak mau istrinya tahu dan malah membencinya lagi nanti.


"Apa yang harus aku tahu Kak?". Kening Echy berkerut heran "Apa Kakak menyembunyikan sesuatu dariku?". Tatap Echy menyelidik "Kakak selingkuh?". Tuding nya memincingkan matanya curiga.


"Astaga sayang, kira-kira kali. Bagaimana bisa aku selingkuh? Jauh darimu saja aku tidak bisa". Protes Regan. Dalan hidupnya selingkuh tidak ada bagi Regan. Jangankan selingkuh melirik wanita lain saja dia sama sekali tidak tertarik.


"Ya terus Kakak mau bicara apa?". Timpal Echy kesal.


"Sayang". Regan menatap Echy serius


"Iya Kak?". Echy menatap bola mata Regan. Suaminya ini tidak hanya tampan tapi juga berwibawa dan menarik


"Ini tentang kehamilan mu". Regan berusaha menguatkan dirinya untuk mengatakan hal yang mungkin akan menyakiti istrinya.


"Kenapa Kak? Memangnya kenapa dengan kandungan ku?". Cecar Echy


"Kita harus mengugurkan nya". Sahut Regan mantap dan yakin


Echy menggeleng. Apa maksud Regan mengugurkan kandungan?


Sontak Echy turun dari pangkuan Regan dan berdiri sambil menggeleng menatap suaminya.


"Apa maksud Kakak?". Wanita itu menatap suaminya kecewa "Apa maksud Kakak?". Bentak Echy air mata tak bisa lagi di bendung dan keluar begitu saja.


"Dengarkan aku dulu Sayang".


Echy sudah terisak. Tidak sampai kapanpun. Echy tidak akan pernah mengugurkan kandungan nya. Echy rela kehilangan apapun didunia ini, asal tidak kehilangan calon anaknya.


"Selama kau mengandung kau tidak boleh mengkonsumsi obat dan kemoterapi. Jika tidak kemoterapi sel kanker itu bisa tumbuh lagi sayang. Obat juga bahaya bagi janin itu bisa membuat calon bayi kita cacat". Jelas Regan berusaha merengkuh istrinya.


Echy menahan Regan dengan tangannya saat pria itu ingin mendekat kepadanya.


"Tolong sayang dengarkan aku. Aku mencintaimu. Aku tidak mau kehilangan mu sayang. Mari kita gugurkan bayi itu dan fokus pada kesehatan mu. Setelah kau sehat dan pulih, kau bisa hamil lagi. Kumohon sayang". Ucap Regan dengan permohonan


Echy menggeleng dan berjalan mundur. Hal itu tidak akan pernah terjadi bagi Echy. Kandungan nya adalah nafas dan jiwanya.

__ADS_1


"Tidak Kak. Aku tidak mau. Aku tidak mau. Aku tidak mau membunuh anakku".


"Tapi sayang_".


"Bayi ini tidak berdosa. Dia tidak tahu apa-apa. Aku akan melakukan segala cara agar dia bertahan sampai melihat dunia". Isak Echy tangannya masih menahan Regan agar tidak mendekat.


"Tapi aku tidak mau kehilangan mu sayang. Aku tidak mau". Regan berusaha menjelaskan dengan tangis


"Jika aku pergi setidaknya ada dia yang menemani mu Kak. Jika kami berdua pergi, lalu bagaimana denganmu? Kumohon jangan paksa aku karena sampai kapanpun aku tidak akan pernah mau membunuh darah daging kita Kak". Kali ini Echy benar-benar memohon pada suaminya.


Regan tak bisa berbuat dan berkata apa-apa. Dia sudah menduga jika Echy tidak akan pernah mau mengugurkan bayi mereka. Apalagi Echy sudah sangat lama ingin memiliki anak dan hamil.


.


.


.


.


Kelly bersandar dibahu Dae. Saat ini mereka sudah kembali ke Indonesia setelah hampir satu bulan disana.


Regan dan Echy juga sudah kembali. Mereka tinggal di Mansion mewah Regan. Sedangkan domain dan Ellena menetap di Inggris.


"Sayang". Kelly mengenggam tangan Dae "Bagaimana nasib Echy nanti nya? Aku benar-benar tidak siap jika Echy juga ikut pergi meninggalkanku?". Lirih Kelly.


"Jangan bicara seperti itu sayang. Echy wanita yang kuat. Aku yakin dia pasti bisa melewati ini". Sahut Dae. Meski dia tidak yakin akan hal itu.


"Tapi kehamilan nya benar-benar bahaya Kak. Bagaimana jika Echy kalah bertarung. Aku tidak bisa bayangkan bagaimana gila nya Kak Regan". Ujar Kelly air mata mengucur dipipi nya.


Dae terdiam menatap kosong kedepan. Mereka sedang berada ditaman rumah mewah Dae.


"Echy itu bukan hanya Kakak ipar tapi dia juga sahabat dan saudara yang selalu bisa membuatku merasa menjadi segalanya". Timpal Kelly menyeka butiran bening dipipinya.


"Sayang". Dae menghadap kearah Kelly "Kita harus menjadi penguat Echy. Kita harus menjadi orang yang selalu mendukung nya. Kita tidak bisa paksa dia membunuh anaknya. Bagaimana jika kita yang berada di posisi nya pasti kita juga akan mempertahankan bayi yang tidak tahu sama sekali itu". Jelas Dae "Kita bantu Regan dan Rein, kita bisa". Dae menarik Kelly kedalam pelukkannya


Kelly menangis sambil segugukan. Setelah kepergian Megan, tidak cukupkah masalah terus melanda keluarga nya


Kepergian Megan saja cukup menguras tenaga dan emosi serta air mata.


Ditambah dengan kondisi Echy. Bahkan Ellena sampai depresi dan Domain memilih menepikan istrinya di Inggris karena dia bisa semakin stress melihat kondisi menantu kesayangan nya itu.

__ADS_1


Bersambung.....


__ADS_2