
Happy Reading 🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹
"Kak bagaimana Kakak bisa bangun? Kok Kakak masih ingat hari ulang tahun ku? Perut Kakak sakit tidak? Badan Kakak yang lain, ada yang sakit??". Cecar Echy sambil meneliti tubuh Regan bahkan memutar-mutar tubuh pria itu.
"Sayang". Regan menggeleng kepala dia menangkap tangan Echy "Aku baik-baik saja. Aku sudah lama bangun". Senyum Regan tanpa dosa.
"Sejak kapan Kak? Jadi selama ini.....". Echy menatap dengan kesal juga
"Hehhe maaf ya sayang. Tidak bermaksud mengerjai mu. Aku hanya ingin memberi kejutan". Tangan Regan mengusap kepala gadis itu.
"Jadi Kak.....". Echy menutup mulutnya tak percaya "Kakak dengarin semua ceritaku?".
Regan mengangguk dengan senyum manisnya.
"Kakak". Echy memukul-mukul dada Regan kesal. Rasanya dia ingin terjun saja ke jurang saking malunya.
"Kak Dae. Rein. Kita keluar saja yaaa. Aku malas jadi obat nyamuk disini". Cibir Kelly "Lanjutkan bermesraan kalian. Dunia serasa milik berdua, kita cuma numpang". Dengan kesal Kelly menarik tangan Dae dan Rein keluar dari ruang rawat Regan
Regan malah tak peduli. Pokoknya dia ingin bermesraan dengan gadis ini. Cinta pertama. Kekasih hatinya. Gadis yang dia perjuangkan setengah mati.
"Maafkan aku ya sayang". Regan menempelkan tangannya diwajah Echy.
Echy memegang tangan pria itu "Jangan minta maaf terus Kak, ini belum lebaran".
Regan terkekeh gemes. Gadis ini sama sekali tak berubah selalu membuatnya tertawa dengan candaan dan celetukkan Echy yang blak-blakan.
"I have to something for you".
"What is that?".
Regan meronggoh saku celana nya. Dia mengeluarkan kotak beludru berwarna merah.
"Will you merry me, Rexy Viollitha". Regan berjongkok menyedorkan kotak itu didepan Echy.
"Kakak". Echy tak dapat berkata-kata. Tangannya menutup mulutnya.
"I hope you say yes, Baby". Seru Regan
Echy mengangguk dengan antusias. Tentu saja dia mau. Sangat mau. Dia mencintai pria itu. Tidak mau lagi ada perpisahan diantara mereka
__ADS_1
"Yessssss". Regan berjingkrak senang.
Pria itu langsung berdiri dan memasangkan cincin permata itu dijari manis Echy.
"Terima kasih sayang". Dia memeluk gadis itu dengan sayang "Aku mencintaimu".
"Hiks hiks, terima kasih Kak. Aku juga mencintaimu. Sangat".
Regan tersenyum mendengar ucapan cinta dari mulut Echy. Setelah perjuangan panjang dan pengorbanan diri. Akhirnya gadis ini kembali jadi miliknya. Miliknya selamanya.
Regan melepaskan pelukannya. Dia mengusap kepala gadis yang tingginya hanya sedada itu. Menatapnya dengan cinta.
"Aku tidak bermimpi kan sayang? Kau benar-benar kembali". Regan berkaca-kaca.
Echy menggeleng "Tidak Kak. Ini aku Kak, gadis kecilmu". Echy terkekeh pelan.
"Ayo duduk. Kau pasti lelah". Regan menuntun gadis itu duduk disoffa.
"Iya Kak".
Keduanya saling tatap cukup lama. Melepaskan semua rindu yang membelenggu dada. Lama, sangat lama mereka tak duduk berdua seperti ini saling bercerita. Saling berbagi segala resah dan gundah.
Mata Regan tertuju pada bibir mungil dan merah muda itu.
Dia mengusap bibir Echy dengan lembut. Pria itu menempelkan bibir mereka berdua. Echy memejamkan matanya membalas ciuman kekasihnya itu.
Ciuman kerinduan. Tidak ada tuntutan. Sekedar melepaskan semua rindu yang dirasakan.
Regan ******* bibir ranum Echy dengan lembut. Tidak mau menyakiti gadis itu. Matanya terpejam merasakan ciuman hangat mereka. Begitu juga dengan Echy, tangannya menempel didada bidang Regan.
"Sayang".
Ciuman keduanya terlepas saat hidung Echy kembali berdarah.
"Sayang tunggu sebentar". Regan panik dan mengambil tissue.
Echy bersandar disoffa. Badannya panas, tangannya menutup hidungnya. Tubuhnya sakit lagi. Kemarin-kemarin tidak.
"Sayang".
__ADS_1
Regan mengirim pesan ada Rein agar memanggil Zora.
"Kak Echy".
"Echy".
Ketiga orang itu langsung masuk dengan wajah paniknya.
"Sayang, apakah sakit?". Regan sudah panik apalagi wajah Echy pucat seketika.
Echy menggeleng "Tidak Kak". Senyum gadis itu padahal benar-benar sakit. Dia hanya tidak mau membuat Regan dan yang lainnya panik.
"Chy, katakan pada Kakak. Dimana yang sakit?". Dae mengenggam tangan Echy. Jelas takut. Echy adalah adik kesayangannya.
"Tidak ada Kak". Kilah gadis itu.
Rein mengambil kapas lalu menutup lubang hidung gadis itu agar darahnya berhenti mengalir.
Zora datang bersama beberapa perawat.
"Tuan Regan".
"Tolong periksa Dok". Wajah Regan sudah frustasi karena takut.
"Ayo Tuan, pindahkan Nona Echy dibrangkar".
"Baik Dok".
Regan menggendong gadis itu menuju ranjang.
Tangan Echy melingkar dileher Regan. Dia menatap dengan senyum wajah panik pria itu.
"Jangan tersenyum sayang". Celetuk Regan dalam keadaan panik seperti ini dia sedang tidak ingin digoda.
"Aku tidak bisa berhenti tersenyum saat melihat wajah tampanmu Kak. Rasanya bersyukur masih diberikan kesempatan untuk melihat ukiran Tuhan paling indah ini". Ucap Echy sambil terkekeh pelan.
Rasanya Regan ingin melayang diudara mendengar gombalan Echy. Pokoknya kalau didekat Echy dia seperti anak kecil kembali.
**Bersambung.....
__ADS_1
Maaf yaaa guys cuma 700 kata wwkwkwk**.