
Happy Reading 🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹
Seperti setiap hari dan setiap malam Echy akan tidur dengan memeluk Regan. Berharap pelukkan nya bisa membuat pria itu terbangun. Wangi tubuh Regan seakan menjadi candu nya. Andai saja pria itu sudah bangun, dia ingin memeluk Regan sepuasnya. Benar-benar ingin sepuasnya.
"Pelan-pelan". Ketus Regan pada Dae dan Rein dibelakang nya ada Kelly.
"Kak jika kau terus berisik kita bisa ketahuan". Protes Kelly. Jauh-jauh dari Inggris dia paksa pulang ke Indonesia hanya karena kejahilan Regan
Mereka berempat masuk kedalam ruang rawat inap Regan.
Tampak Echy tertidur dengan lelap sambil memeluk bantal guling. Terlihat nyaman seolah tak ingin diganggu.
"Aku kasihan pada nya, sebaiknya tidak usah saja yaaa. Besok saja". Sergah Regan menatap Echy yang terlelap.
"Ck, jangan macam-macam Regan. Kau ini. Kau menelpon kami tepat jam dua belas malam. Sekarang kenapa malah ragu? Biarkan saja, namanya juga kejutan". Dae geleng-geleng kepala tak habis pikir.
Regan mencebik kesal menatap mantan rival nya itu. Saat dia pura-pura koma, Dae ambil-ambil kesempatan mendekati gadisnya. Seperti nya Regan harus memberi perhitungan pada pria itu.
"Sayang, bangun". Regan berbisik telinga gadis itu.
Echy sama sekali tidak terusik. Dia memang susah sekali yang namanya bangun kalau sudah tidur.
"Sebentar Kak. Aku punya jurus bawah tanah". Kelly tersenyum devil
"Apa?". Ketiga pria itu menatap Kelly tajam
"Jangan sampai melukai Kak Echy".
"Iya awas saja sampai Echy-ku".
"Cih, Echy mu sejak kapan dia menjadi Echy-mu? Dia milikku hanya milikku". Ketus Regan tak terima.
Kelly memutar bola matanya malas. Ketiga pria itu membuatnya kesal setengah mati.
"Tidak usah lebay". Cibir gadis itu.
Kelly mengambil air kedalam gelas diatas nakas. Gadis itu memercikkan air kewajah Echy
"Banjir.... Banjir... Banjir". Sontak gadis itu melompat dan bersilat seperti mengajak orang baku hantam.
"Happy birthday too you. Happy birthday too you. Happy birthday. Happy birthday. Happy birthday too you".
Echy terkejut bukan main. Dia mematung ditempatnya menatap Regan yang berdiri dengan kokoh sambil memegang kue ulang tahun yang diatas nya bertuliskan angka dua puluh lima.
__ADS_1
"Selamat ulang tahun sayang". Regan menghadap Echy "Make a wish dulu sayang".
Echy menurut dalam ketidaksadaran nya. Gadis itu melipat tangan lalu menutup mata dan berdoa
Echy berharap dia dan pria yang ada didepannya ini bisa bersama selamanya. Hidup berdua dan bahagia. Meski Echy tidak tahu kapan usia akan membawa nya pergi.
"Amin".
"Tiup lilinnya. Tiup lilinya sekarang juga sekarang juga. Sekarang juga".
Echy meniup lilin itu. Tidak dapat dia jelaskan bagaimana perasaan nya saat ini.
"Kakak". Echy menatap Regan berkaca-kaca.
Regan memberikan kue itu pada Dae. Dia menatap gadis nya dengan penuh kerinduan. Meski setiap hari mendengar ocehan Echy tapi sungguh dia benar-benar terusik dan ingin segera bangun mengatakan bahwa semua nya baik-baik saja.
"Sini sayang".
"Kakak".
Echy berhambur memeluk Regan. Isak tangisnya terdengar menggema. Dia benar-benar rindu. Sangat rindu. Selama ini berpura-pura kuat dan berpura-pura tegas. Nyatanya dia benar-benar tak bisa hidup tanpa pria ini.
"Hiks Kakak. Kenapa tidak bilang-bilang kalau Kakak sudah bangun". Dia masih terisak dipelukkan Regan.
Regan mengelus kepala gadis itu. Membenamkan didada bidang miliknya.
Echy menggeleng "Harusnya aku yang berterima kasih pada Kakak. Karena sudah mau menyelamatkan aku. Maafkan aku yang tidak tahu_".
"Sttttttttttt". Regan menempelkan jari telunjuknya dibibir gadis itu "Lupakan semuanya ya sayang. Aku juga salah tidak menjelaskan dari awal. Dan berkorban untukmu adalah pilihan ku. Kau segalanya untukku". Regan kembali memeluk Echy. Dia sangat rindu kemanjaan gadis ini. Echy yang dia temui kemarin adalah Echy dengan versi dewasa'nya. Tidak manja dan wajahnya datar tanpa ekspresi.
"Kalau terus peluk-pelukkan kapan kue nya dipotong". Singgung Dae yang jenggah melihat kemesraan dua orang itu. Jiwa jomblonya meronta-ronta.
Regan dan Echy melepaskan pelukkan mereka.
"Iri bilang Boss". Cibir Regan merangkul bahu Echy "Ayo sayang potong dulu kue nyaaa".
Echy memotong kue itu menjadi beberapa bagian. Senyumnya mengembang. Tapi masih ada banyak hal yang ingin ditanyakan pada Regan. Bagaimana pria itu bisa bangun? Dan terlihat sehat seperti itu.
Potongan pertama Echy berikan pada Regan. Pria yang dia cintai setelah Ayah nya.
"Selamat ulang tahun sayang. Panjang umur dan sehat selalu. Aku mencintaimu". Regan mengecup bibir Echy sekilas.
Sontak Rein menutup matanya. Regan benar-benar keterlaluan. Sementara Echy terkejut, dia menatap Regan tajam. Sementara yang ditatap tersenyum licik tanpa dosa sambil mengunyah kue nya.
__ADS_1
"Kakak". Protes Echy. Benar-benar tak nyaman apalagi dilihat Dae, Kelly dan Rein.
Dae hanya menggeleng saja. Kenal Regan sejak kecil, sudah tak aneh lagi dan malah terbiasa dengan sifat pria itu. Regan sebenarnya bukan pria dingin. Dia pria hangat hanya saja sejak kejadian lima tahun yang lalu, dia menjadi tak tersentuh.
Potongan kedua, Echy berikan pada Rein. Adik yang selalu menemani nya dalam suka mau pun duka. Adik kesayangannya, berkacamata tebal dan calon dokter
"Selamat ulang tahun Kak". Rein memberikan pelukkan hangat ada Kakak nya.
"Terima kasih Rein". Balas gadis itu.
Potongan ketiga Echy berikan pada Dae. Kakak nya. Kakak yang sudah banyak membantunya. Echy menyanyangi Dae seperti Kakak kandungnya sendiri.
"Selamat ulang tahun sayang Kakak". Dae mengecup kening Echy dengan sayang.
Jangan tanya bagaimana reaksi Regan. Hidung pria itu kembang kempis menahan cemburu nya.
Dae tertawa terbahak-bahak. Dia suka mengerjai harimau pencemburu itu. Menggemaskan saat dia marah dan cemburu seperti itu.
Potongan keempat Echy berikan pada sahabat terbaik nya. Sahabat yang rela meninggalkan keluarga nya agar selalu bersamanya.
"Selamat ulang tahun cinta. Aku mencintaimu". Mereka cepika-cepiki
"Terima kasih cinta. Aku juga mencintaimu". Balas Echy.
Regan dan Dae saling melihat heran dengan panggilan kedua gadis itu. Aneh sekali.
"Apa gadisku mulai bengkok?". Batin Regan
"Mereka lesbian?". Batin Dae.
"Terima kasih ya Cinta sudah mau datang. Ehhh tapi kenapa kau bisa ada disini? Kapan kau balik? Kenapa tidak memberitahuku?". Cecar Echy
"Hmmm, namanya juga kejutan Cinta. Masa harus diberitahu. Bukan surprise namanya". Kelly ngakak sendiri.
Rein hanya menggeleng saja. Sudah biasa melihat keanehan Kakak dan sahabat nya itu. Sering mereka disebut lesbian gara-gara panggilan cinta.
**Bersambung......
Pagi semua...
selamat beraktifitas
Jangan lupa sarapan.
__ADS_1
Doa juga....
Gbu**.....