Perjuangan Cinta CEO

Perjuangan Cinta CEO
Gagal


__ADS_3

Happy Reading 🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹


Seorang wanita tengah melemparkan barang-barang yang ada diatas mejanya. Dia berteriak frustasi. Nafasnya terasa memburu sampai ke ubun-ubun.


"Dasar bodoh. Hanya untuk membunuh wanita sialan itu kalian tidak bisa, hah?". Bentaknya pada beberapa anak buah yang menunduk ketakutan.


"Maaf Nona. Tapi ada seorang pria yang menolongnya Nona". Ucap salah satu dari mereka.


"Alah. Itu hanya alasan kalian saja. Pokoknya aku tidak mau tahu. Kalian harus bunuh gadis itu. Apapun caranya". Tegasnya.


"Baik Nona".


Anak buahnya keluar dari ruangan nya. Wanita itu terlihat begitu marah. Rencana nya gagal menyingkirkan gadis yang menjadi penghalang kebahagiaan nya itu.


"Lihat saja nanti, aku akan membunuhmu". Tangannya terkepal kuat. Dia menahan sesuatu yang ingin keluar didalam sana


Wanita itu menyambar tasnya dan keluar dari ruangan nya. Wajahnya tampak merah padam penuh amarah. Obsesi yang salah akan selalu membawa petaka. Semoga tak ada luka lewat cerita.


.


.


.


.


"Bagaimana?". Dia menatap kosong kedepan.


"Gadis itu menderita kanker getah bening Tuan". Sahut sang asisten


"Lalu?".


"Penyakit ini termasuk jinak, karena penyebaran nya cukup cepat sampai ke bagian syaraf tubuh. Setelah melakukan pemeriksaan sumsum belakang, Nona Echy akan segera dikemoterapi". Jelas sang aissten.


"Baik atur pertemuan ku dengan gadis itu. Aku ingin menemui nya dan jangan sampai pengawal bayangan Regan tahu".


"Baik Tuan". Sahut sang asisten.


Pria itu menatap kedepan. Tatapannya kosong. Hatinya hampa. Hidupnya kesepian. Hidup sebatang kara. Tidak ada siapapun. Adik satu-satunya yang dia miliki memilih mengakhiri hidupnya lima tahun yang lalu, karena cinta yang tak terbalas.


Pria itu menghela nafas panjang. Jika dia tidak bisa bahagia maka Regan juga tidak bisa bahagia. Dia akan membuat Regan merasakan kehilangan yang sama seperti dirinya. Regan harus tahu bahwa tidak ada sesuatu yang sepele jika berbicara tentang perpisahan.


"Dae".


Dia menoleh kearah pintu masuk. Wajahnya tetap dingin tanpa ekspresi. Mau apa lagi wanita itu??

__ADS_1


"Ada apa?". Tanya nya dingin.


"Dae". Wanita itu mendekat dan merenggek "Tolong bantu aku". Ujarnya manja sambil mengelus dada pria itu.


"Singkirkan tangan menjijikkan mu Dea. Jangan sampai aku berbuat kasar padamu". Tatapnya tajam sambil menepis tangan wanita itu.


Dea mencebik kesal. Kenapa semua laki-laki menolaknya? Apa yang kurang, dia cantik dan juga kaya raya.


"Apa yang bisa ku bantu?".Tanpa melihat Dea.


"Singkirkan gadis sialan itu". Ucap Dea


Dae terdiam sejenak. Itu juga rencana nya tapi dia tidak suka jika ada yang ikut campur.


"Apa yang membuatmu ingin menyingkirkan nya?". Dae menatap Dea "Apa alasannya Sean?".


Dea mengangguk "Seperti nya Sean menyukai gadis itu. Sampai saat ini Sean tidak mencintai ku". Ucap Dea sendu.


"Sean tidak akan mencintaimu selama kau masih hidup dalam ambisi. Sejahat-jahatnya laki-laki dia ingin wanita yang baik-baik untuk menjadi Ibu dari anak-anak nya".


"Kau meninggalkanku dan memilih Sean. Ketika Sean tidak mencintai mu kau datang dan mengadu padaku".


"Kau wanita licik Dea. Sean tidak akan pernah mencintaimu".


"Dulu aku mencintaimu dengan tulus tapi kau malah menerima perjodohan orang tua mu dan meninggalkan ku".


"Tidak akan ada laki-laki yang mau pada wanita bekas laki-laki lain. Kecuali aku, tapi saat aku sudah menerimamu dengan tulus kau malah berpaling dan beranggapan uang adalah segalanya".


"Dae". Suara Dea tercekat


"Keluar Dea. Aku sedang tidak ingin berbicara denganmu. Jangan pernah muncul dihadapan ku lagi. Dulu kau memang ku cintai tapi sekarang kau adalah orang asing yang tidak penting. Jangan pernah meminta ku menyingkirkan gadis itu, aku tahu apa yang harus aku lakukan. Urus saja Sean mu itu dan jangan sekali-kali kau memintaku untuk membantumu". Ucap Dae dingin.


"Dae".


"Keluar Dea. Sebelum aku melakukan hal kasar padamu". Tatap Dae tajam


Dengan hati hambar Dea keluar dari ruangan Dae. Wanita itu bagai terkena tamparan mendengar ucapan sang pria.


Dae memejamkan matanya. Menetralisir emosi yang ingin meledak didalam sana.


Dea Syahputri adalah mantan kekasih Dae. Mereka sudah bertunangan. Namun karena orang tua Dea tidak setuju lantaran Dae yang seorang anak yatim piatu dan hidup sebatang kara, akhirnya hubungan mereka putus ditengah jalan. Dea memilih menerima perjodohan kedua orangtuanya. Meninggalkan Dae begitu saja.


Saat itu Dae terpukul. Dia berubah menjadi pria dingin tak tersentuh. Dia membenci wanita sangat membenci wanita dia juga tidak akan pernah mau menjalin hubungan dengan wanita dan jatuh cinta pada wanita. Menurut Dae semua wanita sama saja. Memandang harta dan jabatan.


.

__ADS_1


.


.


.


Sean menghela nafas panjang. Beberapa hari ini Echy terkesan menghindari nya. Dia sempat melihat gadis itu. Namun tiba-tiba hilang entah kemana.


"Willy keruanganku". Ucapnya pada intercom dimejanya.


Tidak lama kemudian Willy datang.


"Ada yang bisa saya bantu Tuan?". Tanya Willy.


"Bagaimana dengan kontrak kerja itu?". Tanyanya


"Berjalan lancar Tuan. Besok Tuan Regan ingin bertemu anda dan Nona Echy untuk membahas kerjasama selanjutnya". Ucap Willy.


"Baik atur semuanya". Perintah Sean


"Baik Tuan". Sahut Willy.


"Apa kau tahu dimana Echy?". Sean menatap kearah lain


"Nona Echy kembali mengambil izin Tuan".


"Apa alasannya?". Sean semakin curiga karena Echy sering izin tidak jelas.


"Mengurus pertemuan kampus adiknya Tuan". Sahut Willy.


"Baik kau boleh keluar".


Sean menyenderkan punggungnya. Pria itu terdiam sejenak. Apa yang terjadi pada Echy? Kenapa menghindari nya? Bahkan saat Sean menelpon Echy sama sekali tidak menjawab pesan yang Sean kirim juga tak dibalas oleh gadis itu.


Sean melangkah masuk kedalam rumah mewah nya. Hubungannya dengan kedua orangtuanya memang tidak pernah baik dari dulu. Kedua orangtuanya terlalu memaksa Sean untuk melakukan apa saja yang mereka mau.


"Kau baru pulang?". Tanya seorang wanita paruh baya menyapanya.


"Iya". Jawab Sean singkat.


"Tadi Dea datang kesini. Apalagi yang terjadi pada kalian? Kenapa kau sama sekali tidak bisa mencintai dan menerima Dea, Sean?". Wanita itu menatap putrinya tajam.


"Karena aku tidak bisa mencintai nya. Dari awal aku sudah katakan jika aku menolak perjodohan ini, lantas kenapa kalian masih terus memaksaku?". Dia menatap balik sang Ibu "Aku bisa menentukan kebahagiaan ku sendiri. Aku bukan alat jual beli yang bisa kalian tukar begitu saja". Imbuh Sean "Sekali lagi aku katakan, aku tidak akan pernah bisa mencintai Dea. Aku mencintai wanita lain. Jika kalian terus memaksaku. Maka jangan salahkan aku, jika aku memilih pergi dari rumah ini".


Setelah mengatakannya Sean masuk kedalam kamarnya.

__ADS_1


Sementara wanita paruh baya itu mengepalkan tangannya kuat.


Bersambung


__ADS_2