
Happy Reading 🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹
Echy berjalan memasuki gereja. Karpet merah menapaki kakinya. Gaun panjang dan indah itu melekat sempurna ditubuh ramping nya. Mahkota juga tertanam diujung kepalanya.
Bidikan kamera terdengar berpusat padanya. Senyum manis dan mengembang. Wig itu sengaja digerai indah sehingga kecantikan nya berkali lipat.
Dae dan Rein mengandeng tangan gadis itu dengan senyuman ramah. Ini adalah hari bahagia yang telah lama di nanti oleh Echy. Pernikahan yang pernah gagal lima tahun yang lalu kita benar-benar bisa dia rasakan lagi. Seperti mimpi.
Regan sudah menunggu diatas altar. Pernikahan mereka digelar di Mansion mewah Regan. Pemberkatan dan resepsi juga diadakan disana.
Pria itu berkaca-kaca melihat gadis cantik yang tengah berjalan kearahnya dengan digandeng oleh dua pria tampan.
Pria itu menyeka air matanya. Berharap setelah ini kebahagiaan menjadi milik mereka berdua.
"Jaga adikku dengan baik. Satu tetes air mata jatuh di matanya. Kau akan tahu akibatnya". Dae menyerahkan tangan Echy pada Regan
"Pasti". Ujar pria itu.
"Semoga bahagia Kak. Titip Kak Echy. Cintai dan sayangi dia. Seperti Kakak menyayangi Ibu Kakak". Ucap Rein juga melakukan hal yang sama
"Terima kasih Rein". Senyum nya.
Regan mengambil tangan Echy. Dia menatap lama wajah wanita cantik itu. Tangannya terulur mengusap air mata Echy. Dia tahu tangisan echy adalah tangis bahagia. Hari yang telah mereka nantikan sekian lama akhirnya mereka dipersatukan dalam ikatan pernikahan yang Kudus.
Acara pemberkatan dimulai. Pastor yang bertugas memulai janji suci mereka berdua.
Tamu undangan yang datang cukup banyak. Kolega bisnis Regan dan Domain juga menghadiri pesta pernikahan yang dulu sempat gagal.
Tampak Domain dan Ellena juga disana. Ada Kelly bersama Gian yang tersenyum lebar melihat kecantikan Echy.
Setelah janji suci diucapkan, dilanjutkan dengan resepsi pernikahan.
Konsep pernikahan usang internasional. Echy berganti baju mengenakan gaun putih yang tampak pas ditubuh munggilnya. Sementara Regan memakai tuxedo mahal berdasi kupu-kupu membuatnya tampak lebih tampan dan menawan.
"Selamat ya sayang". Dae memberikan pelukan hangat ada Echy "Kakak akan bahagia jika kau bahagia". Dia melepaskan pelukannya dan menyeka air mata adiknya.
"Terima kasih Kak. Terima sudah menjadi Ayah untuk Echy. Terima kasih Kakak sudah mau menjadi orang tua Echy". Ucap gadis itu menahan air mata harunya.
"Sudah tugas dan tanggung jawab Kakak. Tapi setelah ini peran Kakak akan digantikan oleh suami mu. Jadilah istri yang baik, Ibu yang baik untuk anak-anak mu nanti". Dae juga berkaca-kaca. Dia sangat menyanyangi Echy.
__ADS_1
Echy kembali memeluk Kakak nya. Dae bukan hanya seorang Kakak tapi juga Ayah untuk Echy. Cara Dae menyanyangi nya membuatnya merasa memiliki Ayah kembali, Ayah yang sudah lama dia rindukan.
Regan mengusap punggung istrinya. Dia berjanji akan menjaga wanita ini dengan sepenuh hatinya. Tugasnya adalah membahagiakan Echy seumur hidupnya.
"Regan, terima kasih sudah berjuang untuk Echy. Bahagiakan dia. Sayangi dia. Jaga dia. Aku percaya padamu". Dae juga memberikan pelukan pada sahabat nya.
"Pasti Ae. Aku mencintai nya. Sangat". Balas Regan berucap.
"Kakak".
"Rein".
Kakak beradik itu berpelukan. Echy adalah Kakak terbaik untuk Rein. Terlalu banyak pengorbanan Echy untuknya. Rasanya tak sanggup melepaskan Echy. Tapi Echy juga punya kehidupan sendiri.
"Semoga Kakak bahagia bersama Kak Regan". Ujarnya
"Terima kasih Rein. Jaga diri baik-baik. Jangan rindu Kakak lagi, kau sudah besar". Ucapnya juga
Rein melepaskan pelukannya. Dia mencebik kesal mendengar kata-kata Kakak nya.
Reina akan merindukan kemanjaan Echy dan kecerewetan Kakak nya itu. Setelah ini Echy akan mengikut Regan dan tinggal bersama suaminya. Rein harus mulai terbiasa tanpa Kakak tersayang nya itu. Dia harus memulai hidup baru, kuliah yang bagus agar cepat lulus dan mencapai cita-cita nya menjadi dokter.
"Kakak yang harus berterima kasih padamu Rein. Karena kau sudah membantu Kakak menjaga Echy dengan baik. Terima kasih untuk kepercayaan nya. Dia belahan jiwa Kakak jadi tidak perlu khawatir". Ucap Regan membalas pelukkan Rein. Dia tahu dulu Rein begitu membenci nya tapi Regan berhasil membuktikan bahwa perasaan nya pada Echy tidaklah main-main.
Regan tampak bahagia. Apalagi dukungan dari keluarga dan orang-orang tercinta nya membuat nya merasa bangga bisa memiliki Echy.
"Regan. Echy".
Domain dan Ellena naik keatas pelaminan bersama Gian yang digendong oleh Domain.
"Selamat ya Nak". Ellena memeluk kedua orang itu secara bergantian "Kebahagiaan kalian adalah kebahagiaan kami. Kami akan bahagia jika kalian bahagia". Ucap wanita paruh baya itu.
"Hiks, Mommy terima kasih. Maafkan Echy Mom_".
"Sttttttttttt. Bukan salah Echy. Mommy yang harus minta maaf".
"Selamat Chy".
"Selamat Son".
__ADS_1
"Haiiii Cinta".
"Sayangku".
Echy dan kelly cepika-cepiki sambil saling memeluk. Regan hanya menggeleng sambil tersenyum saja. Mau cemburu juga percuma karena kedua wanita itu sama sekali tidak terpengaruh.
Ben turun memberi selamat. Ada Sean juga disana. Sampai saat ini Sean masih tak menyangka jika Regan dan Echy akan menikah. Pantas saja gadis itu hilang bak ditelan bumi, ternyata Regan yang menyembunyikan nya.
Bukankah cinta tidak harus memiliki bukan? Ikhlas adalah cara terbaik untuk melepas cinta.
.
.
.
.
Regan mengendong Echy ala bridal style menuju kamar pengantin mereka. Tangan Echy melingkar dileher suaminya. Dia membenamkan kepalanya didada dibidang pria itu. Matanya sudah terpejam karena lelah.
Regan masuk kedalam lift. Mansion mewah ini memang sangat besar untuk bisa sampai ke lantai atas harus menggunakan lift, jika naik tangga mungkin butuh waktu sedikit lama.
Regan membaringkan tubuh istrinya diatas kasur king' size yang sudah dihiasi oleh Kelly dan Ellena.
Regan menatap istrinya yang terlelap. Karena terlalu banyak tamu undangan hingga membuat Echy kewalahan dan akhirnya tertidur.
"Terima kasih sudah hadir dihidupku. Aku mencintaimu istriku". Regan mendaratkan kecupan singkat dikening istri nya.
Pria itu membuka heels yang melekat dikaki sang istri.
Echy masih memakai gaun pengantin. Wanita yang baru sah menjadi istri itu malah sudah mendengkur halus membuat Regan gemes saja.
Regan tidak mau memaksa Echy untuk malam pertama mereka. Dia tidak mau menyakiti istrinya itu. Walau sebagai pria normal dia sangat menginginkan nya tapi Echy lebih penting dari pada egonya sendiri.
Regan membersihkan diri dikamar mandi. Jujur saja dalam hati rasa takut itu kembali menyerangnya. Apalagi mengingat perkataan Zora tentang Echy. Rasanya dunia Regan runtuh seketika.
"Tuhan berikan istriku umur panjang. Aku mencintainya. Aku tidak bisa hidup tanpanya. Biarkan kami bahagia dan memiliki anak seperti orang lain. Aku tidak meminta banyak Tuhan, berikan istriku kesempatan untuk hidup selamanya bersamaku".
Regan menangis dibawahan guyuran shower. Dia bukan pria cenggeng tapi jika bersangkutan dengan Echy seluruh jiwanya terasa runtuh gak terkendali.
__ADS_1
Bersambung....