Perjuangan Cinta CEO

Perjuangan Cinta CEO
Demi Aku


__ADS_3

Happy Reading 🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹


Regan menyeka air mata Echy. Dia merasakan hal yang benar-benar takut. Bagaimana jika benar Echy akan menghilanng dan meninggalkannya.


“Apapun yang terjadi jangan pernah pergi sayang. Kau segalanya untukku. Aku akan berjuang menyembuhkan penyakitmu. Aku yakin setiap penyakit ada obatnya”. Regan menempelkan tangannya diwajah Echy.


“Kak”. Echy memegang tangan Regan yang menempel diwajahnya “Bantu aku yaaa. Aku kuat jika bersama Kakak”. Lirihnya


“Iya sayang. Demi aku bertahanlah”. Ucap Regan lagi “Ya sudah aku rapikan rambutmu yaaa. Setelah ini kita sarapan. Daddy dan Mommy sudah menunggu”. Ucap Regan menyisir rambut istrinya


“Aku gendong ya sayang”.


“Jangan Kak. Bantu saja aku berdiri. Aku tidak mau terus merepotkanmu”.


“Tapi sayang_”.


“Kak aku kuat kok. Kan ada Kakak”. Senyum Echy menyakinkan suaminya.


Akhirnya Regan mengalah dan memapah istrinya. Dia khawatir jika Echy akan jatuh oleh sebab itu dia harus memastikan bahwa istrinya itu akan baiki-baik saja.


Echy bahagia karena Regan begitu mencintainya dan tak memandang fisiknya yang sedang lemah saat ini. Echy berjanji akan melawan penyakitnya dan berjuang bersama Regan.


“Selamat pagi Daddy. Mommy”. Sapa Echy


“Pagi sayang”.


“Pagi Echy”.


“Pagi Mommy”.


Ellena menyambut menantunya itu. Senyum bahagia menggembang diwajahnya.


“Makan Nak”.


“Terima kasih Mom”.


Mereka makan. Sesekali Echy dan Gian saling bercanda satu sama lain. Keduanya tampak seperti Ibu dan anak saja.


“Mommy, kenapa lambut Mommy lontok”. Gian mengambil sehelai rambut Echy yang tidak sengaja jatuh dibahu wanita yang baru saja sah menjadi istri dari seorang CEO ternama.


“Ohh ini Mommy salah pakai shampoo sayang”. Jawab Echy beralasan


“Gian lanjut makan yaaa”. Ucap Domain agar cucu nya itu tidak terus bertanya.


Gian adalah bocah polos yang rasa ingin tahunya selalu besar dan lebih banyak penasarannya tentu saja dia tidak akan puas dengan jawaban Echy.

__ADS_1


“Tapi Grandfa_”.


“Gian ayo lanjut makan Son”. Sambung Regan


Pria kecil itu menurut saja meski sebenarnya ada banyak hal yang berlarian dikepala munggilnya rasa penasaran dan rasa ingin tahu.


Setelah sarapan Regan segera membawa istrinya ke rumah sakit untuk melanjutkan pemeriksaan lebih lanjut. Harusnya mereka sibuk menyiapkan Honey Moon mereka.


“Kak”. Echy mendongrakkan kepalanya menatap wajah Regan


”Iya sayang kenapa?”. Sahut Regan mengelus kepala wanita itu.


"Kakak tidak lelah?". Tanyanya


Regan menggeleng walau sebenarnya tidak mengerti dengan pertanyaan Echy.


"Terima kasih Kak". Wanita itu kembali merebahkan kepalanya didada bidang sang suami.


Regan mengigit bibir bawahnya menahan tangis. Air mata sudah menganak dipelupuk matanya seolah ingin membanjiri ingin membanjiri pipi tampannya. Dia tak berkata apapun selain mengeratkan pelukannya pada tubuh munggil wanita itu.


"Kanker getah bening yang diderita oleh Nona Echy telah menyebar di bagian syaraf nya yang lain. Kita harus segera melakukan operasi selanjutnya Tuan". Ucapan Zora masih terus terngiang ditelinga Regan.


"Kenapa Kakak menangis?". Echy menatap wajah suaminya.


"Tidak sayang. Aku hanya bahagia karena telah memiliki mu". Jawab Regan mencoba menahan kegetiran didalam hatinya.


"Selamat siang Tuan Regan. Nona Echy". Sapa Zora sambil membungkuk memberi hormat kepada dua orang itu.


"Siang Dok". Balas Echy tersenyum ramah. Sementara Regan hanya diam saja.


"Silahkan duduk, Tuan. Nona". Ajak Zora sambil menunjukkan soffa ruang kerjanya.


"Terima kasih Dok".


"Pelan-pelan sayang". Regan membantu istrinya duduk "Jika ada yang tidak nyaman bilang ya sayang jangan ditahan". Ucap nya wajahnya selalu menampilkan kekhawatiran.


Mereka berdua duduk dan tak lupa Zora menyungguhkan minuman untuk tamu terhormat nya.


"Bagaimana Dokter?". Regan menatap Zora dengan tatapan dinginnya.


"Saya akan melakukan pemeriksaan kembali Tuan". Jawab Zora "Nona Echy bagaimana perasaan anda Nona?". Zora tersenyum ramah tangannya mengusap lengan wanita itu.


"Saya baik-baik saja Dok. Sudah kuat". Serunya semangat.


Regan dan Zora terkekeh. Walau kondisinya tak pernah baik-baik saja. Echy selalu menampilkan senyum kuat. Tak ada yang tahu bahwa sebenarnya itu adalah senyum untuk menutupi lukanya.

__ADS_1


.


.


.


.


"Kak kita mau kemana sih?". Protes Kelly.


"Kemana saja boleh". Jawab pria itu dingin. Dia saja tidak tahu mau kemana?


Kelly mengerecutkan bibirnya kesal. Apa coba maksud laki-laki ini? Padahal tadi dia sudah senang setengah mati saat Joshua mengajaknya jalan.


Sementara Dae menyembunyikan senyumnya. Dia takkan membiarkan Kelly didekati pria lain. Enak saja. Kelly lebih dulu mengejarnya, kenapa sekarang harus kalah dan malah berlabuh pada pria lain? Dae takkan rela.


Rio yang menyetir didepan hanya menggeleng sambil tersenyum gemes. Padahal sama-sama ada rasa, hanya saja masih gengsi untuk mengakui perasaannya. Nanti ada yang menyelip malah kecewa lagi.


"Rio kita kerumah sakit menyusul Regan dan Echy".


"Baik Tuan".


"Lho, Echy masuk rumah sakit lagi Kak?". Wajah Kelly langsung berubah. Jika masalah Echy dia takkan bisa tenang.


Dae mengangguk "Kita langsung kesana".


Kelly duduk dengan tidak tenang memikirkan Echy. Perasaan takut itu kembali menyerangnya. Echy tidak hanya Kakaj ipar tapi juga sahabat sehidup semati nya. Dan Kelly sudah menganggap Echy sebagai saudara kandungnya sendiri.


Dae dan Kelly berjalan dengan cepat memasuki koridor rumah sakit. Beberapa dokter dan perawat yang berjumpa dengan mereka memberi hormat.


Langkah keduanya terhenti didepan ruangan Zora.


"Ini sangat serius Tuan. Secepatnya kita akan melakukan operasi. Kanker getah bening yang menghindap ditubuh Nona Echy berkembang dengan cepat sehingga membuat beberapa sel dalam tubuhnya ikut terserang".


Keduanya mematung didepan pintu. Seluruh tubuh Kelly serasa tak memiliki jiwa. Dia sampai berpegangan pada tembok untuk menopang kaki nya yang hampir tak mampu berdiri.


Dae juga tak kalah syok. Dia memejamkan matanya, menahan air mata yang sudah menumpuk dipelopak matanya. Tidak, Echy tidak boleh pergi. Echy adalah adiknya. Meski tidak sedarah tapi dia menyanyangi wanita itu seperti adik kandungnya sendiri.


"Echy". Lirih Kelly menggeleng tak percaya "Kau tidak boleh pergi Echy. Kau harus bertahan. Demi aku. Kau bilang ingin bertemu Kak Megan. Ayo kita bangunkan Kak Megan bersama-sama". Lirihnya.


"Kita duduk Kel".


Dae memapah Kelly duduk dikursi tunggu depan ruangan Zora.


Keduanya terdiam dan sibuk dengan pikiran masing-masing. Kelly sedari tadi sudah menangis. Dia tak bisa menahan air matanya. Tidakkah cukup penderitaan sahabatnya itu. Kenapa harus Echy yang mengalami ini? Kenapa tidak Kelly saja.

__ADS_1


Dae menyenderkan punggungnya nafasnya sudah tersengal-sengal. Matanya memerah dan berkaca-kaca. Wajahnya frustasi tak menentu. Tidak tahu apa yang harus dia lakukan untuk membantu Regan menyembuhkan Echy.


Bersambung.....


__ADS_2