Perjuangan Cinta CEO

Perjuangan Cinta CEO
Berjuang


__ADS_3

Happy Reading 🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹


Echy sedang menulis surat lamaran baru. Rencana nya dia ingin pindah kerja saja. Sebagai apa pun dia mau. Echy tidak mau terus bermasalah dengan keluarga Sean.


"Kakak".


Rein menghampiri Echy. Dia melihat Kakak nya yang tampak serius sambil menulis.


"Kakak yakin mau resign dari perusahaan Kak Sean?". Rein duduk disamping Echy.


Echy mengangguk "Kakak tidak mau punya masalah lagi Rein". Sahut Echy memasukkan surat lamaran itu kedalam amplop berwarna coklat.


"Maafkan Rein ya Kak. Rein belum bisa bantu Kakak. Rein hanya jadi beban saja".


Echy menggelleng "Tidak Rein. Kau segalanya untuk Kakak. Jangan merasa jadi beban. Rein harus selesaikan kuliah tepat waktu biar jadi orang sukses".


Rein berkaca-kaca. Dia memeluk Kakaknya. Echy bukan hanya sebagai Kakak tapi juga Ibu. Kakak nya ini sedang sakit, tapi selalu menampilkan wajah ceria.


Echy memutuskan resign dari perusahaan Sean. Kejadian Dea menyerangnya menjadi bumerang bagi Echy. Dia trauma. Dia takut hal itu terjadi lagi.


"Ayo Kak. Rein antar".


Kedua nya keluar dari Apartement. Echy akan mengantar surat pengunduran dirinya pada Sean.


"Pegangan Kak".


Echy memeluk pinggang Rein dengan manja. Dagunya dia sangkutkan pada bahu Rein. Itu adalah kesukaan Echy. Setiap moment berharga yang dia lewati bersama Rein selalu membuat nya bahagia. Echy tidak tahu kapan usia akan menjemput nya pergi dari dunia ini. Dia ingin bahagia. Ingin merasa tenang diakhir usianya.


Sampai digedung perusahaan Sean. Echy langsung turun. Seperti biasa. Rein akan membuka helm Kakaknya. Kakaknya ini manja.


"Mau ditemani?".


Echy menggeleng "Rein tunggu disini saja. Biar Kakak yang selesaikan".


"Hati-hati. Kalau ada apa-apa segera hubungi Rein". Tangan Rein mengusap kepala Kakaknya.


Echy mengangguk dengan senyum. Gadis itu masuk kedalam gedung pencakar langit.


"Selamat siang Nona". Sapa satpam.


"Siang Paman". Balas Echy menampilkan senyum terbaiknya.


Echy masuk dengan senyuman sumringah. Jabatannya sebagai kepala bagian cukup menjanjikan. Tapi dia tidak mau bermasalah lagi. Sudah cukup kejadian kemarin sebagai pelajaran. Echy tak mau terulang kembali.


"Chy".


"Kelly".


Kelly berhambur memeluk Echy. Dia merindukan sahabat nya ini. Setelah mendengar apa yang terjadi. Kelly merasa begitu kasihan pada Echy.

__ADS_1


"Kau baik-baik saja?". Kelly melepaskan pelukannya


"Aku baik-baik saja Kel". Sahut Echy "Aku mau resign". Echy tersenyum getir


"Kau serius?". Tanya Kelly kasihan.


"Aku sudah melamar dibeberapa perusahaan semoga diterima". Ujar Echy


"Aku juga akan resign". Kelly menujukkan surat pengunduran dirinya.


"Kel_".


"Aku sudah berjanji akan selalu bersamamu Chy. Jika kau keluar aku juga akan keluar. Kita akan bersama-sama mencari pekerjaan". Ujar Kelly.


"Hiks Kel". Echy terharu dan kembali memeluk sahabatnya itu "Terima kasih". Ucap Echy.


"Sama-sama Chy. Kau tidak pernah sendirian. Jadi jangan takut yaaa?". Kelly mengelus punggung sahabat nya itu.


Echy melepaskan pelukannya. Dan mengangguk paham


"Ayo kita keruangan HRD". Ajak Kelly mengandeng tangan Echy


Echy mengangguk. Kedua gadis itu mellengang pergi ke ruangan HRD.


Echy bekerja keras selama lima tahun agar bska menjabat sebagai kepala bagian. Prestasi nya tak main-main. Tapi Echy harus ikhlas melepaskan semuanya demi kebaikan.


"Selamat siang Pak Antonio". Sapa Echy "Maaf Pak saya ingin mengajukan surat pengunduran diri". Echy meletakkan surat itu diatas meja.


"Ini punya saya juga Pak". Kelly ikut meletakkan surat itu keatas meja.


"Tapi_".


"Kami permisi Pak". Kelly segera menarik tangan Echy.


Sementara Antonio tercengang. Echy adalah karyawan paling berprestasi. Bahkan dia salah satu staff termuda yang selalu mendapat penghargaan setiap tahunnya.


Echy dan Kelly membereskan barang-barang mereka. Sementara semua bawahan Echy hanya melihat saja. Mereka akan kehilangan sosok pemimpin baik seperti Echy.


"Nona". Melda menatap Echy dengan sendu "Nona yakin ingin keluar?". Melda berharap Echy berubah


"Iya Mel. Kalian kerja yang bagus yaa. Maaf jika saya banyak salah pada kalian". Ucap Echy.


"Iya Nona". Sahut mereka serentak. Bahkan ada diantara mereka yang menyeka air mata mereka.


Echy tersenyum. Dia juga tidak sanggup sebenarnya meninggalkan pekerjaan nya. Tapi ini jalan terbaik untuknya.


"Echy".


Mereka semua menatap kearah pintu masuk. Tampak Sean dengan wajah sendunya bahkan penampilan pria itu tampak berantakan.

__ADS_1


Sean melangkah masuk. Sementara para karyawan yang lain keluar. Mereka memberi ruang kepada dua orang itu untuk berbicara. Termasuk Kelly juga keluar.


"Chy".


Echy menghela nafas panjang. Dia menatap Sean.


"Kak, maaf. Aku pamit keluar dari perusahaan Kakak. Terima kasih sudah mau menerima ku selama ini". Ucap Echy.


"Chy, aku minta maaf. Aku_".


"Lupakan Kak Sean. Aku tidak mau menganggumu lagi. Tolong Kak, setelah ini jangan temui aku lagi. Aku tidak mau semakin salah paham. Kakak berhak menemukan cinta yang lain. Terima Kak Dea dengan tulus".


Echy mengangkat kardus yang berisi barang-barang nya.


"Chy". Sean menahan Echy "Aku mohon jangan keluar".


Echy menggeleng "Maaf Kak. Ini pilhanku. Jangan membuatnya semakin rumit".


Echy meninggalkan Sean yang masih mematung ditempatnya. Sean meringgis menahan sakit hatinya. Wanita itu telah memilih pergi dari hidupnya. Salahnya sendiri yang tidak bisa membuat Echy merasa nyaman. Padahal dia berharap gadis itu selalu berada disampingnya.


.


.


.


.


Dae tersenyum licik saat dia membaca CV Echy. Tidak perlu repot-repot mencari cara untuk mendekati gadis itu. Akhirnya gadis itu mendekat dengan sendirinya.


"Rio".


"Iya Tuan?". Rio mendekat.


"Segera lakukan interview pada gadis itu. Tempatkan dia menjadi sekretaris ku". Tintah Dae.


"Baik Tuan". Sahut Rio.


"Tawarkan juga gaji yang besar padanya. Kurasa banyak perusahaan yang ingin mengajaknya bergabung dan pastikan dia memilih kita". Ujarnya


"Siap Tuan. Akan saya laksanakan". Sahut Rio.


Dae kembali tersenyum sinis. Ahh rasanya dia tidak sabar bertemu gadis itu. Misi balas dendam dimulai. Regan akan hancur dan akan merasakan kehilangan seperti yang dia rasakan.


"Gadis unik. Kau akan jadi milikku. Regan akan hancur. Rasanya aku tidak sabar melihat kehancuran nya. Ahh ternyata tidak perlu susah payah memancingmu, kau sendiri yang datang padaku". Dae tersenyum licik


**Bersambung.......


Janhan lupa tanda cinta buat author**....

__ADS_1


__ADS_2