
Happy Reading 🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹
Setelah bernegosiasi dan berperang dengan pikirannya sendiri, demi Rein. Akhirnya Echy menerima tawaran Ben. Meski dalam hati benar-benar tidak sanggup bertemu Regan setiap hari. Namun Echy tak mau egois. Rein sedang butuh uang dan Echy harus bekerja untuk mencari uang itu. Tidak ada waktu untuk bermanja-manja atau merenggek. Yang berlalu biarlah berlalu. Meski sampai kapan pun dia takkan melupakan apa yang sudah Regan lakukan padanya.
Echy dan Kelly tengah bersiap-siap. Kelly memakai baju sebagus mungkin. Berharap dia juga akan diterima disana. Semuanya dipersiapkan dengan matang. CV lamaran dia masukkan kedalam amplop besar berwarna coklat.
Sementara Echy seperti biasa hanya memakai baju kemeja berwarna putih dengan lengan sampai siku, lalu dipadukan dengan rok span berwarna hitam. Tak perlu repot-repot cantik. Apa adanya saja sudah lebih dari cukup.
"Ayo Chy".
Echy menyelidik penampilan Kelly. Kelly seperti bukan ingin ke kantor tapi malah terlihat seperti ingin ke sebuah pesta.
"Kau mau bekerja atau mau ke pesta?". Sindir Echy.
"Tentu saja bekerja". Sahut Kelly memperbaiki bajunya
"Ya baiklah itu terserah mu". Ketus Echy
"Ayo".
Kedua gadis itu keluar dari Apartement. Senyuman menggembang diwajah Kelly. Tapi tidak diwajah Echy. Kaki nya terasa berat melangkah. Tapi tidak ada pilihan.
Kelly memesan taksi online untuk mereka berdua. Berkali-kali gadis itu melihat dirinya dipantulan cermin kecil yang dia bawa kemana-mana.
"Sudah cantik belum?". Tanya sambil menambah lisptik dibibirnya.
"Tidak. Masih aku yang cantik". Sahut Echy
"Ck, percaya diri sekali dirimu Nona". Singgung Kelly.
"Kan aku memang cantik. No debat. No protes". Ujar Echy tertawa lebar.
Kelly mencebik kesal. Echy memang cantik tapi tidak perlu seperti itu juga, bukan?
Sampai disebuah gedung pencakar langit yang menjulang tinggi. Gedung itu tampak mencolok dari gedung-gedung lainnya.
Echy dan Kelly turun dari taksi. Ini kali keduanya Echy datang ke sini setelah dia meeting bersama Sean tempo hari.
Kaki Echy terasa begitu berat untuk melangkah. Jika saja Kelly tahu bahwa jauh didalam hati Echy dia sama sekali tidak siap. Namun demi Rein dia rela melakukan apa saja.
"Ayo Chy". Ajak Kelly.
Mereka berdua masuk. Tangan Echy meremas ujung rok nya menahan gugup. Dia benar-benar gugup.
"Permisi Nona kami rekomendasi dari Tuan Ben. Atas nama Rexy Viollitha". Ucap Kelly pada resepsionis
Echy menoel lengan Kelly yang menjual namanya. Dia tampak kesal pada sahabat nya itu.
"Tunggu sebentar Nona".
__ADS_1
Sang resepsionis menekan intercom nya mungkin terhubung langsung dengan Ben.
"Sebentar lagi Tuan Ben datang kesini Nona. Mohon bersabar sebentar".
"Baik". Sahut Kelly.
Tidak lama kemudian Ben datang dengan senyuman lebar. Akhirya Echy menerima tawaran nya.
"Selamat siang Nona Echy". Sapa Ben
"Siang Tuan". Sahut Echy memberi hormat pada Ben.
"Mari ikut saya". Ajak Ben.
"Ehem, maaf Tuan. Ini teman saya dia juga ingin melamar disini". Echy menunjuk Kelly. Hingga membuat wanita itu salah tingkah
"Ohh iya. Nanti surat lamaran nya diserahkan kepada HRD". Ucap Ben "Apa anda membawanya?". Ben menatap Kelly
"Ada". Kelly membuka tasnya dan mengambil surat lamaran itu "Ini Tuan". Kelly menyerah amplop berwarna coklat itu.
"Lisa, tolong antarkan lamaran ini ke ruangan HRD". Perintah Ben memberikan surat lamaran Kelly.
"Baik Tuan". Lisa langsung melaksanakan perintah Ben
"Ayo Nona ikut saya".
"Tenanglah Chy. Semua akan baik-baik saja. Tidak perlu takut. Kak Regan tidak akan berani menyakiti mu lagi. Aku akan selalu berada disampingmu". Kelly menepuk pundak Echy sambil berjalan "Kita akan hadapi bersama".
Echy mengangkat kepalanya menatap Kelly dan mengangguk paham. Meski ucapan Kelly tak membuat rasa gugupnya menghilang setidaknya masih ada yang peduli padanya.
Sampai didepan ruang CEO. Echy semakin gugup tak karuan. Dia yang menyuruh Regan pergi dan tidak muncul lagi dihadapannya. Tapi kini Echy menjilat ludahnya sendiri. Dia yang malah mendekat pada pria itu.
"Ayo Nona silahkan masuk".
Echy dan Kelly masuk kedalam. Tampak Regan tengah serius dengan laptop didepannya. Pria itu memang gila kerja. Untuk mengenyahkan segala pikiran nya dia memilih menyibukkan dirinya dengan pekerjaan.
"Tuan".
Regan mengangkat pandangan nya. Hingga tatapannya terarah pada seorang gadis yang menunduk seakan tak mau melihatnya.
"Ini Nona Echy Tuan. Mungkin anda ingin mewawancarai nya". Ujar Ben
"Tidak ada. Masukkan saja dia di divisi Marketing. Bawa langsung ke ruangan nya". Tintah Regan sedikit dingin. Padahal dalam hati ingin berlari memeluk gadis itu.
"Lalu bagaimana dengan temannya Tuan, Nona kelly?".
"Satukan saja".
"Baik Tuan".
__ADS_1
Echy dengan cepat membalikan badannya. Dia sama sekali tidak mau melihat Regan. Lebih tepatnya dia tidak sanggup. Dia bersyukur Regan tidak aneh-aneh.
Regan menatap punggung Echy dari jauh. Pria itu menghela nafasnya kasar.
"Aku tidak akan menyerah sayang. Walau kau sama sekali tak mau melihat ku. Tapi aku akan tetap memperjuangkan mu dan suatu saat nanti kita akan kembali bersama lagi. Aku berjanji". Gumam Regan
.
.
.
.
"Selamat pagi semuanya". Sapa Ben
"Pagi Tuan". Sahut mereka serentak
"Baiklah saya akan memperkenalkan dua staff baru yang akan bertugas disini. Nona Echy dan Nona Kelly. Saya harap kalian semua bisa bekerja sama dengan mereka berdua dan tolong kalian ajari mereka". Tintah Ben
"Baik Tuan". Sahut mereka bersamaan.
"Nona Echy dan Nona Kelly. Selamat bekerja yaa. Jika butuh sesuatu kalian bisa menghubungi saya. Dan jika ada keluhan atau ada yang kalian tidak mengerti kalian boleh tanya mereka yang ada disini". Ucap Ben
"Baik Tuan".
"Kalau begitu saya permisi". Ben keluar dari ruangan Marketing.
Kelly bernafas lega dan juga senang baru saja dia mengajukan surat lamaran tapi sudah diterima bekerja disini. Ajaib sekali, pikir Kelly.
"Selamat bergabung Nona Echy dan Nona Kelly". Sapa Yudha kepala bagian Marketing.
"Terima kasih Tuan. Mohon bimbingannya". Sahut Kelly mewakili.
"Ini meja kalian. Jika butuh apa-apa, kalian bisa menghubungi saya".
"Terima kasih Tuan".
Echy tersenyum senang mejanya dan meja Kelly berdekatan jadi dia bisa jahil sedikit pada sahabatnya itu.
"Ehem, seperti posisi lama saja Kel. Tapi disana menjadi kepala bagian dan disini menjadi karyawan". Desah Echy.
"Tenang saja Chy. Jika kau terus berjuang dan membuktikan merah mu pasti kau bisa menduduki posisi itu lagi". Ujar Kelly
Echy menggeleng "Aku tidak berminat lagi. Disini beda. Aku bisa bekerja disini saja sudah syukur. Tidak perlu sesuatu yang wow". Sahut Echy
"Baiklah kau memang suka merendah. Tapi lihat saja nanti, kau pasti jadi yang pertama". Goda Kelly.
Bersambung...
__ADS_1