Perjuangan Cinta CEO

Perjuangan Cinta CEO
Hari baru


__ADS_3

Happy Reading 🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹


Regan tersenyum simpul. Diam-diam dia memasang kamera CCTV yang terhubung langsung dengan ruangan Echy. Kamera itu tepat dia letakkan didekat meja Echy sehingga Regan bisa melihat wajah Echy yang tengah serius.


"Dalam keadaan serius saja dia sangat menggemaskan. Apalagi dia sedang tersenyum". Regan geleng-geleng kepala sambil tersimpul manis.


"Gadis yang layak diperjuangkan. Semoga kelak kau kembali ke pelukanku sayang. Aku berjanji akan terus memperjuangkan mu sampai titik darah penghabisan". Ucapnya dengan yakin.


Regan sengaja meletakkan posisi Echy di bagian Marketing. Kalau bukan karena saran Ben mungkin Regan sudah menjadikan Echy sebagai sekretaris nya.


"Tuan".


"Ehem".


Ben menghela nafas panjang "Seperti nya Tuan Dae tidak terima saat kita memblokir semua akses tentang Nona Echy". Ujar Ben


"Lalu?". Tanya Regan tanpa melihat Ben dia masih fokus menatap wajah Echy dilayar laptop nya.


"Saya takut dia membocorkan semuanya pada Nona Echy". Ujar Ben lagi


"Tidak usah dipikirkan. Dae tidak memiliki keberanian menemui gadisku. Apalagi dia tidak tahu apa-apa". Ucap Regan dingin.


"Bagaimana dengan biaya praktek Rein, apa kau sudah melunasi nya?". Timpal Regan lagi


"Saya belum_".


"Kenapa belum?". Regan menatap Ben tajam "Apa saja kerjaanmu?". Ketus Regan.


Ben menghembuskan nafas sabar, tidak boleh emosi. Harimau ganas itu bisa menerjangnya kapan saja.


"Maksud saya begini Tuan. Jika kita melunasi biaya praktek Tuan Rein bukankah itu akan membuat Nona Echy dan Rein curiga Tuan Rein curiga? Kenapa tiba-tiba bisa terlunasi? Siapa yang melunasi nya? Pasti pertanyaan-pertanyaan itu akan muncul dibenak Nona Echy".


"Tuan tidak boleh gegabah. Bagaimana pun di mata Nona Echy, Tuan lah yang bersalah. Jangan sampai nanti Nona Echy semakin menjauh dari anda karena ketidaksabaran anda, Tuan".


"Nona Echy itu tidak hanya keras kepala tapi dia juga teguh pada pendirian nya. Dia tidak peduli siapa yang dia lawan, selama ini bertangangan dengan keinginan nya maka dia takkan segan-segan".

__ADS_1


"Sebaiknya Tuan tetap tenang. Jangan gegabah. Biasa saja. Anggap saja tidak terjadi sesuatu apapun antara anda dan Nona Echy".


Regan malah menatap asisten nya itu dengan tatapan elangnya. Sementara Ben menelan salivanya. Dalam hati pria itu berkata salah lagi. Padahal dia hanya mengutarakan perasaannya sana.


.


.


.


.


Echy tampak serius dengan komputer didepannya. Gadis yang sudah biasa dengan alat-alat teknologi seperti komputer itu tak canggung lagi. Jari-jari munggilnya berlarian dengan lincah seperti mesin jahit.


"Chy".


"Ehem".


"Makan siang yuk". Ajak Kelly.


Echy melirik sahabat nya "Jam berapa?". Tanya Echy padahal ditangannya melingkar arloji dan dikomputer bagian sudut kanannya ada jam yang tertera disana


Echy mengangguk karena dia memang sudah lapar juga.


Hari baru bagi Echy dan Kelly. Bekerja di perusahaan besar tanpa harus melalui proses interview terlebih dahulu. Setelah dibacklist dari sejumlah perusahaan membuat keduanya mengucapkan banyak rasa syukur


"Hai. Kalian karyawan baru kan?". Sapa pria tampan menghampiri meja keduanya "Aku Faza, staff Marketing". Pria itu mengulurkan tangannya


"Kelly". Kelly menyambut tangan Faza


"Echy". Sementara Echy hanya menyebutkan nama saja dia tidak tertarik menyambut tangan Faza.


"Kalian mau ke kantin?". Faza mengalihkan pembicaraan setelah Echy menolak uluran tangannya


"Iya".

__ADS_1


Mereka bertiga keluar dari ruangan. Kantor ini memang mewah. Kantinnya saja seperti restorant mahal. Tertata begitu rapih dan bersih.


Faza membuat kedua gadis itu duduk dimeja paling pojok. Sekalian memperkenalkan kepada Echy dan Kelly menu masakan di kantin ini.


"Wahh CEO kita itu tampan sekali ya".


"Iya sangat tampan. Andai saja dia mau sama aku. Aku rela dehh tidur diranjang bersamanya".


"Iya kira-kira dia sudah menikah belum yaa?".


"Tapi yang ku dengar dia sudah memiliki seorang putra yang begitu tampan. Bahkan beberapa waktu lalu dia mengajak putranya kesini. Tapi yang anehnya kenapa wajah mereka berbeda?".


Bisik-bisik para karyawan yang tidak jauh dari mereka. Echy tak merespon apapun. Gadis itu hanya diam sambil memainkan ponselnya.


"Kalian pesan apa?". Faza membuka buku menu makanan.


"Samakan saja". Sahut Echy


"Ingat Chy, jangan makan yang pedas, dingin dan asam". Ucap Kelly menasihati.


"Iya-iya Bawel". Ketus Echy


"Ohh ya Faza, memangnya CEO kita itu sudah menikah?". Tanya Kelly kepo.


"Aku tidak tahu Kel. Tapi memang beberapa hari yang lalu dia mengajak seorang bocah tampan kesini dan wajah bocah itu sama sekali tidak mirip dengannya". Sahut Faza


"Apa itu bukan anaknya?". Tebak Kelly


"Entahlah, aku juga tidak tahu".


Pesanan mereka datang. Echy makan dengan lahap sekali. Dia sudah sangat lapar. Tadi pagi hanya sarapan bubur saja, karena Echy tidak boleh makan-makanan yang berat dipagi hari.


Faza sampai menelan salivanya ketika melihat Echy makan. Gadis itu makan dengan lahap tanpa menjaga image didepannya.


Suasana yang tadi riuh tiba-tiba senyap. Saat seorang pria tampan berjalan memasuki area kantin.

__ADS_1


Kelly dan Faza melihat kearah pria itu. Sementara Echy tak peduli. Gadis itu malah makan saja.


Bersambung....


__ADS_2