
Happy Reading 🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹
Echy menatap para staff nya dengan tatapan dingin. Entah Regan yang bodoh atau memang sengaja untuk membuat umpan baru.
"Yang disebutkan namanya tadi silahkan memisahkan diri".
Mereka yang disebut namanya memisahkan diri disamping kiri Echy, cukup banyak sekitar dua puluh orang.
Echy menggeleng kepala saja. Gemes sudah pasti. Dia memang tidak berpengalaman dan hal memimpin perusahaan tapi dia bisa melihat orang-orang yang kerjanya tidak becus.
"Kalian tahu kesalahan kalian?". Echy berjalan mondar mandir didepan dua puluh orang itu.
"Maaf Nona".
Badan mereka bergetar. Takut sudah pasti jika dipecat. Tidak mudah masuk ke perusahaan ini. Selain seleksi yang ketat gaji mereka juga sangat tinggi.
"Mulai besok kalian jangan datang lagi kesini. Dan ambil pesangon kalian hanya tiga bulan gaji".
Mereka semua terkejut dan berbisik-bisik. Ada yang langsung lemes. Ada yang mendengar tak percaya.
"Tapi Nona_".
"Saya tidak suka memberi orang makan dengan gaji buta. Semua perusahaan punya aturan. Tiga hari dalam sebulan tidak masuk tanpa keterangan, dapat surat panggilan pertama. Tapi kalian lebih dari tiga hari. Dan sebenarnya kalian mau bekerja atau fashion show? Kantor bukan untuk pamer-pamer dada, atau pamer-pamer paha, kalian bukan CFC".
"Prufffttttt". Ben menahan tawa. Pria itu menutup mulutnya sambil menunduk saat Echy menatapnya tajam.
"Dan kalian hanya datang saja. Tapi pekerjaan tidak beres. Itu adalah kesalahan fatal untuk kalian dan tidak ada toleransi lagi". Imbuh Echy.
"Silahkan kalian keluar dan ambil pesangon kalian".
"Tapi Nona_".
"Apa perlu saya panggilkan satpam untuk menyeret kalian keluar?". Echy menatap mereka tajam dengan tatapan horor nya "Atau kalian lupa pintu keluar karena sudah memakan sebagian uang perusahaan?". Mereka langsung ketar ketir mendengar Echy "Keluar".
Dengan langkah berat karyawan yang disebut namanya keluar. Dalam hati mereka sudah mengumpat kasar dan menatap Echy dengan benci. Tapi Echy tidak peduli, dia akan menyingkirkan orang-orang yang tidak bekerja dengan baik.
"Untuk kalian yang masih bertahan". Echy menatap beberapa orang yang masih berdiri dan berbaris rapih didepannya.
"Iya Nona?". Sahut mereka serentak menatap Echy
"Terima kasih untuk kerja samanya. Saya harap kalian tetap bekerja dengan baik dan jujur. Ingat sekali saja saya menemukan kesalahan, dipastikan kalian tidak bisa melihat kantor ini lagi". Dia tersenyum licik.
"Baik Nona". Mereka mengangguk paham
"Kalian boleh keluar dan selamat bekerja". Tintahnya tegas.
__ADS_1
"Baik Nona. Kami permisi".
Mereka keluar dengan mengelus dada lega. Syukurlah mereka bekerja dengan jujur sehingga masih bisa bertahan diperusahaan ini.
Tak disangka seorang gadis yang mereka sepelekan ternyata memiliki ketegasan yang luar biasa. Regan selama ini tidak memperhatikan mereka dan melihat kinerja mereka, karena sibuk dengan pikiran nya pada Echy.
Echy keluar dari ruangan meeting. Wajahnya tegas dan pesona nya membuat kaum Adam berlomba-lomba hanya untuk menjadi pengawalnya
"Kak Ben". Panggil Echy.
"Iya Nona?". Ben maju dan tak lupa membungkuk hormat. Echy lebih killer dari pada Regan.
"Buka lowongan baru dan cari karyawan berpotensi dan punya niat untuk bekerja. Seleksi menjadi lima puluh orang dan terima mereka bekerja disini".
"Untuk karyawan berprestasi berikan mereka apresiasi dengan menaikkan pangkat mereka".
"Baik Nona. Saya permisi".
Echy menyenderkan punggungnya. Hari pertama menjadi seorang CEO cukup melelahkan kan.
"Kak, maaf selama ini aku yang membuatmu kacau. Tapi aku berjanji Kak akan memulihkan semua keadaan. Cepat sembuh sayangku". Echy mengusap foto Regan "Tampan sekali pacarku ini ehh salah mantan pacar". Dia terkekeh pelan. Tak bisa Echy pungkiri bahwa dia rindu pada Regan
"Echy".
Echy menoleh kearah pintu masuk. Dia tersenyum menatap siapa yang datang.
"Bagaimana hari pertama mu bekerja?". Dae duduk disoffa.
"Seperti yang Kakak lihat". Echy duduk disamping Dae.
"Bagaimana rencana kita Kak?". Echy menatap Dae.
"Itu yang ingin Kakak bicarakan padamu". Dae menghela nafas panjang "Minggu depan kita akan bertemu tua Bangka itu. Dia pasti terkejut melihatmu bersama Kakak. Tapi pura-pura tidak kenal dia saja. Dan Miller Groups itu milik Ayah mu Chy. Kita akan berjuang untuk mengambil hak mu, dan seandainya Regan sudah sadar dia pasti bisa membantu karena dia orang berpengaruh dan syukurlah nya tua Bangka itu menerima kerja sama kita". Jelas Dae
"Lalu bagaimana dengan perusahaan Kak Sean? Apakah dia juga menerima kerjasama dengan Amstrong Group?".
"Kakak tidak tahu pasti apakah dia menerima atau menolak. Tapi Kakak yakin jika tua Bangka itu akan mengadu domba kita, saat itulah kita akan menyusup untuk mengambil hak mu. Kakak sudah menyewa notaris untuk mengubah semua aset perusahaan atas namamu". Ujar Dae lagi.
"Jahat sekali dia Kak". Echy menghembuskan nafasnya dengan berat "Lalu bagaimana kalau kita tidak mampu melawannya Kak? Paman Jerry sangat licik". Desah Echy.
"Kakak tahu Echy. Tapi kita harus melawan nya. Kita bisa". Dae tersenyum mengusap kepala gadis itu "Apa sudah makan siang dan minum obat?". Tanya Dae lembut.
"Belum Kak. Aku mau ke rumah sakit menemui Kak Regan". Sahut Echy
"Jangan". Sergah Dae "Maksud Kakak, Kakak ingin mengajakmu dan Rein makan siang bersama". Ajak Dae.
__ADS_1
"Tapi Kak bag_".
"Ayolah Kakak sudah lama tidak makan siang denganmu". Renggek Dae
Echy mencebik kesal. Dae tidak jauh beda dengan Regan. Suka pemaksa sekali.
"Baiklah. Setelah makan siang aku akan kembali ke rumah sakit". Ketus Echy
"Iya iyaaaa". Dae mengacak rambut gadis itu hingga membuat wig Echy bergeser.
"Kakak".
Dae tertawa melihat Echy yang kesal. Sungguh lucu dan menggemaskan. Andai saja bukan adiknya. Ingin rasanya Dae menculik Echy dan menikahi gadis itu.
.
.
.
.
Ben memarkir mobilnya diparkiran rumah sakit. Dia tidak ikut makan siang bersama Echy dan malah kembali ke rumah sakit.
Ben berjalan gontai menelusuri koridor rumah sakit. Langkah kakinya tampak tergesa-gesa.
"Selamat siang Tuan". Sapanya membungkuk pada seorang pria yang duduk diranjang rumah sakit
"Kau kemana saja sih Ben? Lama sekali?". Omelnya
"Maaf Tuan, tadi saya menemani Nona Echy untuk meeting". Ben membela diri tidak ikhlas dimarahi terus oleh Tuan-nya itu
Mendengar nama gadisnya wajah pria itu langsung sumringah. Setelah perjuangan panjang dan pengorbanan diri akhirnya dia bisa memiliki gadis itu lagi. Ahh dia tidak sabar ingin bertemu gadisnya. Tapi tidak bisa, sesuai rencana nya akan memberi gadis itu kejutan.
"Bagaimana dengan gadisku? Bagaimana pekerjaan nya? Apa dia baik-baik saja?". Cecar nya wajah pucatnya langsung tersenyum sumringah.
Ben mendelik kearah sang Tuan. Pengaruh cinta ini luar biasa. Orang sedingin dan tak tersentuh seperti Tuan nya itu bisa bucin tingkat dewa.
**Bersambung....
Jangan lupa like
Komen
Vote nya buat author yaaa
__ADS_1
sajen juga jangan lupakan yaaaaaw**