Perjuangan Cinta CEO

Perjuangan Cinta CEO
Sepupu


__ADS_3

Happy Reading 🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹


Dae menatap Echy yang sedang membersihkan tubuh Regan. Dae meminta untuk menjengguk Regan. Meski sempat ditolak keras oleh Ben, namun pria itu berhasil membujuknya.


"Selain cantik dia baik. Sabar dan telaten. Jika Regan menyia-nyiakan lagi, aku rasa Regan orang paling bodoh yang pernah ada. Dan jika Regan menyakiti nya untuk yang kedua kalinya, aku akan maju untuk membawanya pergi". Batin Dae


"Bagaimana kondisimu?". Dae menatap wig yang dipakai Echy.


Echy menoleh kearah Dae sambil tangannya masih menggelap lengan Regan.


"Sudah lebih baik Kak". Senyum gadis itu.


Dan tahu kah Echy. Senyumnya itu membuat pria yang tengah berbicara dengannya itu menjadi salah tingkah dan bahkan melonggo terpesona.


"Ada yang ingin aku bicarakan padamu". Ucap Dae matanya sama sekali tak beralih dari gadis cantik itu.


"Sebentar yaa Kak". Echy menyimpan kain basahnya.


Echy menatap Regan dengan senyuman menggembang. Pria ini benar-benar tampan, dalam keadaan tidur saja tampannya berkali-kali lipat.


"Kak, kapan bangun? Tidak lelah tidur terus. Aku sudah bertemu Kak Megan, dia juga tidur sama seperti mu. Ahhh kalian berdua ini benar-benar merepotkan". Celetuk Echy dengan mulut menggerecut kesal "Cepat bangun ya sayangku. Cintaku. Pacarku ehh salah mantanku". Echy menepuk bibirnya sambil cenggesan menampilkan rentetan gigi putih ya seakan Regan melihat dirinya.


Echy menaikkan selimut pria itu. Tangannya terulur mengusap kepala Regan. Meski tidak mandi, pria ini tetap wangi. Entah berapa harga parfum yang dia pakai, sudah berminggu-minggu koma tetap saja wangi parfumnya masih melekat.


"Kakak mau bicara apa?". Echy berbalik pada Dae "Kita mau bicara disini atau ditempat lain?". Echy menatap Dae


"Ditaman saja". Senyum Dae


"Ayo Kak".


Mereka berdua keluar dari ruang rawat inap Regan, Regan sudah dipindahkan ke ruangan VVIP, tidak lagi diruang ICU.


"Kak Ben, jaga Kak Regan sebentar. Aku ingin ke taman bersama Kak Dae".


"Iya Nona". Ben membungkuk hormat.


Ben menatap punggung Dae dan Echy yang menjauh darinya. Pria itu menatap tak suka. Dia takut jika Dae menculik Echy dan membawanya pergi. Dan tak lupa Ben memperketat pengawal bayangan untuk Echy supaya bisa melihat pergerakan Dae.

__ADS_1


Echy dan Dae menuju taman rumah sakit. Echy terus saja berceloteh lucu, menceritakan kekonyolan nya hingga membuat pria yang berjalan disampingnya itu menggeleng sambil tersenyum gemes.


Para dokter dan perawat serta penunggu pasien yang berjumpa dengan mereka, menatap kagum dan damba pada kedua orang itu. Tampan dan cantik. Sangat serasi.


Echy duduk dibangku taman rumah sakit dma diikuti oleh Dae.


Sejenak keduanya terdiam, menatap kedepan menghirup udara segar siang ini.


"Chy".


Echy menoleh "Iya Kak?". Tak lupa senyumnya


"Ada yang ingin kukatakan tentang Regan. Dan aku juga mau pamit padamu". Ucap Dae terasa berat


"Pamit? Kakak mau kemana?". Echy menatap Dae serius.


"Aku akan kembali ke China". Dae tersenyum getir "Chy, sebelum kau mengenal Regan. Aku dan dia adalah sahabat sejak kecil. Kami sangat dekat. Hingga karena keseringan Regan datang ke rumahku, adikku jatuh cinta padanya. Seiring berjalan waktu kami sama-sama tumbuh dewasa. Adikku semakin mencintai Regan tapi Regan sama sekali tidak mau melihat adikku. Dia hanya menganggapnya sebagai adik kandungnya. Hingga Regan bertemu denganmu, dan jatuh cinta padamu. Adikku tidak terima. Dia melakukan segala cara untuk mendapatkan Regan kembali, tapi tetap saja Regan gak menatapnya sama sekali. Karena putus asa adikku memilih mengakhiri hidupnya dengan menusuk perut sendiri". Dae menunduk. Mengingat adiknya itu hatinya begitu perih.


"Persahabatan ku dengan Regan putus. Aku membenci pria itu. Sangat membencinya dan berniat balas dendam dengan mengambilmu".


"Sejak kecil aku dan keluargaku tinggal di Inggris".


"Tapi saat melihat Regan mengorbankan nyawanya untukmu, aku jadi sadar bahwa perasaan Regan tidak main-main padamu. Maafkan aku Echy". Dae menatap Echy "Aku ingin berdamai dengan masa laluku. Ingin melupakan semua rasa sakit itu. Kau tahu? Aku juga sama seperti mu, sendirian dan tidak memiliki siapa-siapa". Dae tersenyum kecut "Tidak punya saudara dan sahabat. Regan adalah satu-satunya sahabat ku. Hingga saat kamu putus hubungan aku benar-benar tak memiliki siapa-siapa".


Echy menatap Dae. Dia tidak tahu apa yang harus dia katakan untuk cerita Dae. Jadi selama ini pria itu berniat balas dendam padanya.


"Dan ada banyak hal yang harus kau tahu Echy". Dae menghadap Echy dia menatap gadis yang masih tampak kebingungan dengan ceritanya.


"Tentang kematian kedua orangtuamu".


"Maksud Kakak?". Echy tak mengerti.


"Kematian orang tua mu itu disabotase. Aku curiga Ayahmu bukan mati serangan jantung. Kematian orangtua mu sama sekali tidak diselidiki". Ucap Dae


"Maksud Kakak orangtuaku dibunuh?". Ulang Echy.


Dae menggangguk "Iya. Apa kau ada ditempat kejadian saat orangtua mu meninggal?".

__ADS_1


Echy menggeleng "Saat aku disana mereka sudah tidak ada". Echy menghela nafas panjang.


"Maaf tidak bermaksud mengungkit masa lalu orangtuamu. Tapi aku hanya ingin masalah ini cepat selesai". Ucap Dae.


"Apa ada orang yang Kakak curigai? Atau tahu?". Echy menyelidik.


"Aku curiga ada Jerry Miller, saudara tiri Ayah mu".


"Bagaimana Kakak bisa mengenal Pamanku?". Echy menatap tak percaya


"Jerry Miller juga pamanku. Saudara kandung Ayah". Jawab Dae


"Berarti kita ada saudara donk Kak?". Seru Echy benar-benar tak percaya


Dae tersenyum mengangguk "Iya Echy. Kau adalah adik sepupuku". Ujar Dae "Maaf ya Kakak pernah berencana melukaimu".


Echy berkaca-kaca. Tak percaya tentu nya. Dia memang tidak akrab dengan saudara tiri Ayah nya itu. Ayah nya tinggal tidak memiliki saudara yang lain selain Jerry Miller.


"Kakak". Echy berhambur memeluk pria tampan itu "Hiks Kak. Kenapa kau tidak bilang dari awal?". Isak Echy.


Dae mengusap kepala gadis itu "Kakak juga baru tahu Echy setelah Rio menyelidiki semuanya". Ucap Dae "Maafkan Kakak yaaaa... Kakak berharap kau dan Regan akan bahagia selamanya. Jika Regan menyakiti mu lagi, Kakak yang akan membawamu pergi jauh dari nya".


Echy melepaskan pelukkannya sambil mengusap air matanya.


"Hiks. Jangan bicara seperti itu Kak".


Dae terkekeh "Kakak pamit yaaa. Kakak mau kembali ke China".


Echy menggelleng "Kak jangan pergi. Bantu aku menggungkapkan kematian kedua orangtuaku. Kakak kan mengenal Paman Jerry, jadi tolong jangan pergi Kak". Ucap Echy sedikit memaksa dan memohon.


Dae tersenyum simpul. Jika Echy yang melarangnya pergi maka dia akan menurut. Sejujurnya dia juga tidak bisa jauh dari gadis yang baru dia tahu ternyata adik sepupunya


"Iya. Kakak tidak akan pergi".


"Terima kasih Kak".


Keduanya kembali saling memeluk. Dae juga hampir tak percaya ketika tahu bahwa Jerry Miller itu adalah saudara kandung Ayah nya yang memang selama ini hilang tanpa jejak.

__ADS_1


Kedua orangtua Dae sudah meninggal sejak dia remaja. Sementara Paman nya Jerry Miller tidak peduli sama sekali padanya.


__ADS_2