Perjuangan Cinta CEO

Perjuangan Cinta CEO
Hancur


__ADS_3

Happy Reading 🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹


Deska menyingkirkan tangan Sean yang melingkar di perutnya. Dia melirik pria itu dengan tatapan penuh kebencian. Tidak akan pernah dia memaafkan pria ini sampai kapan pun.


Wanita itu turun dari ranjang dengan langkah tertatih. Area sensitif nya sangat sakit. Ini adalah pertama kalinya dia berhubungan intim dengan seorang pria. Dia adalah wanita yang menjaga kehormatan tapi lihatlah kehormatan yang telah dia jaga direnggut dengan paksa oleh bajingan seperti Sean.


Lagi-lagi hati Deska teriris sakit melihat pakaian hampir tak berbentuk yang berserakan dilantai. Seragam kebanggaan nya itu koyak dan kancing nya terlepas entah kemana.


"Hiks hiks hiks apa yang harus kukatakan pada suami ku kelak? Tidak akan ada pria yang mau pada wanita yang sudah tidak perawan". Deska terisak.


Wanita itu mengambil kemeja Sean berwarna putih. Lalu memakainya. Kemeja itu sangat panjang hingga menutupi bagian paha atasnya. Tubuh Sean sangat besar jika dibandingkan dengan Deska mungkin bisa tiga kali lipat lebih besar.


"Setidaknya baju ini bisa menutupi tubuhku". Gumamnya pelan


"Aku harus segera pergi dari sini. Aku tidak mau bertemu pria brengsekkkk seperti dia lagi".


Deska menatap Sean dengan kebencian yang terlihat jelas dibola mata gadis yang sudah menjadi wanita itu. Tangannya terkepal kuat. Sampai kapanpun dia tidak akan melupakan kejadian ini.


Sementara Sean tidur terlelap tanpa dosa. Dia belum sadar jika dia tak memakai sehelai benang pun.


Sean tengah makan siang bersama kedua orangtua Dea hingga sore. Entah obat apa yang dimasukkan kedalam minuman pria itu.


Langkah kaki Sean menuntun nya untuk kembali ke kantor. Dia tidak tahu kenapa perasaan nya menyuruhnya melangkah kesana. Saat melihat Deska yang tengah membersihkan ruangan gairah nya semakin menggebu-gebu hingga dia memaksa gadis itu untuk bersetubuh dengannya.


Deska keluar dari kamar pribadi Sean. ************ nya sangat sakit. Deska tidak pernah tahu jika pertama kali berhubungan intim akan sesakit ini. Apakah karena dia perawan?


"Ibu, Dilsa. Maafkan aku. Aku mengecewakan kalian".


Deska menyambar tasnya. Dia membuka benda pipih itu dan melihat pesan Dilsa bahwa Ibu nya sudah pulang ke rumah.

__ADS_1


Deska menyeka air matanya. Dia kembali melanjutkan langkah kakinya tanpa alas kaki. Sendalnya entah kemana? Penampilan nya berantakkan. Rambut acak-acakan. Beberapa tanda merah terlihat jelas dileher wanita itu. Siapapun yang melihatnya akan tahu jika dia baru saja melakukan hubungan suami istri.


Gadis itu berjalan dengan tatapan kosong sambil memeluk tangannya. Tubuhnya serasa remuk redam. Sean yang dia lihat semalam seperti bukan Sean yang biasa dia kenal. Pria itu berubah menjadi iblis yang menjijikan.


"Selamat malam Nona Deska. Kenapa anda baru pulang?". Sapa satpam yang berjaga.


Wanita itu tak menjawab dia berjalan lurus seolah tak mendengar sapaan satpam yang memanggil namanya.


Sang satpam hanya menggeleng saja. Dia ingin bertanya tapi sepertinya Deska sama sekali tidak mau meliriknya. Ada apa dengan wanita itu? Kenapa dengan penampilan nya.


Dikeheningan malam Deska berjalan menyusuri jalanan aspal seorang diri. Harusnya dia takut jalan malam-malam seperti ini. Bisa saja ada orang jahat yang mencelekainya. Namun hatinya sama sekali tidak berpikir kesana. Yang ada dikepalanya bagaimana dia dan masa depannya nanti. Bagaimana hidupnya nanti setelah kehilangan harta paling berharga dalam hidupnya?


Deska berdiri didepan rumah sederhana itu. Rumah yang menyimpan banyak kenangan bersama dengan Ayahnya.


"Ayah jika engkau masih ada apakah Ayah akan terluka melihatku hancur begini? Maafkan aku Ayah, harta yang ku jaga dengan susah payah kini telah direnggut dengan paksa. Maafkan aku yang sudah mengecewakanmu. Maafkan aku Ayah. Aku tidak tahu kemana aku akan pergi membawa diri ini. Tolong aku Ayah. Apa yang harus aku lakukan? Bagaimana jika dia hadir didalam sana? Aku akan menjadi cibiran orang-orang". Deska terisak dengan nafas tersengal-sengal. Dia tidak peduli lagi dengan kakinya yang luka-luka akibat kerikil jalanan yang dia injak.


Tok tok tok tok


"Kakak". Dilsa terkejut melihat penampilan Kakaknya "Kakak kenapa Kak? Kenapa dengan Kakak?". Cecar Dilsa.


"Dil, hiks hiks".


Deska langsung memeluk adiknya. Dia tidak tahu bagaimana menjelaskan pada Dilsa nantinya. Adiknya pasti akan kecewa. Adiknya pasti akan menganggapnya wanita murahan.


"Kak". Dilsa mengelus punggung Deska "Cerita pada Dilsa Kak. Siapa tahu Dilsa bisa bantu Kakak". Ucapnya. Meski usia mereka terbilang sangat jauh tapi Dilsa dan Deska terbiasa berbagi cerita satu sama lain.


"Dil, Kakak hiks hiks". Lidah Deska terasa kelu menjelaskan kejadian tadi. Dia tidak ingin mengingatnya.


"Kak ayo masuk kamar".

__ADS_1


Dilsa mengandeng tangan Kakak nya masuk kedalam kamarnya. Karena rumah itu sangat kecil jadi mereka berdua satu kamar.


Dilsa sengaja membawa Kakaknya kedalam kamar takut jika sang Ibu nanti mendengar percakapan mereka. Apalagi Lisa baru sembuh dari sakitnya, jika dia mendengar hal yang tidak baik dari kedua putrinya itu akan membuat kesehatan nya kembali memburuk.


"Cerita Kak". Mereka duduk dibibir ranjang "Rambut Kakak berantakkan sekali. Astaga Kak ini bekas apa?". Dilsa menutup mulut nya melihat banyak bekas tanda merah dileher Deska. Tentu dia tahu walaupun masih dibawah umur.


"Dil Kakak".


Deska menatap adiknya. Adik kecilnya ini selalu bersikap dewasa didepannya padahal dia tahu Dilsa adalah gadis manja tapi mereka berdua harus dewasa sebelum waktunya. Hidup tanpa seorang Ayah nyatanya tak semudah yang dibayangkan.


"Kakak".


"Tarik nafas dalam-dalam Kak. Dilsa siap mendengarkan apa saja yang ingin Kakak ceritakan". Ujar gadis itu lembut sambil menggenggam Kakak nya "Dilsa janji tidak akan menceritakan nya pada Ibu". Tutur nya menyakinkan Kakak nya itu.


Deska menarik nafas nya dalam lalu menghembuskannya perlahan.


Sambil terisak wanita itu menjelaskan apa yang terjadi padanya. Bagaimana sesuatu yang dia jaga hilang begitu saja. Bagaimana perasaan nya hancur setelah kehilangan apa yang begitu berarti dalam hidupnya.


"Kakak".


"Kakak sudah kotor, Dil. Kakak sudah tidak suci lagi. Tidak ada lagi yang bisa Kakak banggakan. Kakak tidak jauh bedanya dengan pelacur diluar saja". Deska memukul wajahnya frustasi malu sudah pasti.


"Kak, jangan menyakiti diri Kakak".


Dilsa memeluk Deska yang memberontak dan ingin menyakiti dirinya. Dia juga terluka. Bahkan gadis kecil itu ikutan menangis. Dia bisa paham bagaimana perasaan Kakaknya. Jika dia berada diposisi Kakak nya pun pasti akan merasa frustasi dan tidak layak dan yang pasti akan membenci pria itu sampai mendarah daging.


"Kakak masih berharga untuk Dilsa dan Ibu. Kami menyanyangi Kakak. Jangan berpikir begitu Kak. Semua manusia tidak ada yang suci. Kita bisa memperbaiki diri dan Dilsa yakin suatu hari nanti Kakak akan bertemu pria yang mencintai Kakak". Ucap Dilsa, gadis itu menyeka air matanya.


Deska masih menangis dipelukkan adiknya. Hancur. Semua hancur. Impian dan masa depan. Tidak ada satu pun yang tersisa.

__ADS_1


Bersambung.....


__ADS_2