Perjuangan Cinta CEO

Perjuangan Cinta CEO
Bebas


__ADS_3

Happy Reading 🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹


Echy mengeliat dibalik selimut tebal. Perutnya terasa berat. Dia membuka matanya. Tangan Regan melingkar diperut wanita itu. Mereka telah melakukan malam pertama nya. Echy bersyukur akhirnya Regan berani menyentuh nya. Dia tahu pria itu sangat mencintainya sehingga tidak mau jika dia terluka tapi Echy selalu menyakinkan Regan bahwa semua nya akan baik-baik saja.


"Morning istriku". Sapa Regan tanpa membuka matanya.


"Kakak sudah bangun?".


Regan membuka matanya dan terkekeh. Dia sampai ketagihan gara-gara malam pertama itu. Sebagai pria normal dia benar-benar dibuat mabuk. Apalagi istrinya masih tersegel dan belum pernah dijamah pria lain. Regan benar-benar bangga. Jika tidak memikirkan Echy dia ingin mengulang kembali malam panas mereka.


"Morning kiss sayang".


Regan menghujani wajah Echy dengan ciuman bertubi-tubi. Kening. Pipi. Hidung. Kelopak mata. Hingga bibir. Pria itu selalu suka melihat istrinya yang malu-malu kucing.


"Ayo mandi". Regan langsung bangun padahal dia tidak memakai pakaian.


"Astaga Kak". Echy menutup matanya malu. Apalagi milik suaminya sudah berdiri tegak.


"Kenapa sayang?". Regan tersenyum menggoda


"Kakak malu". Echy menutup matanya dengan bantal.


Regan terkekeh gemes "Kenapa harus malu? Bukankah semalam kau sudah menikmati nya sayang?". Goda pria itu sambil tertawa melihat wajah istrinya yang sudah memerah seperti tomat.


"Kakak". Renggut Echy kesal.


"Sudah ayo mandi".


Regan menarik selimut istrinya. Hingga menampilkan seluruh tubuh Echy yang tanpa pakaian.


"Kak".


Tak mau mendengar protes istrinya. Regan langsung menggendong wanita itu, mereka berdua sama-sama tanpa pakaian.


"Awwwwwwww". Rintih Echy menyembunyikan wajahnya didada bidang Regan


"Sayang kenapa? Apa ada yang sakit?". Regan panik dan kembali mendudukan istrinya.


Wajah Echy sudah merah. Malu sekali rasanya.


"Kak, anu ku sakit". Adu Echy. Meski malu wanita itu tetap mengakui nya


"Sakit sekali ya sayang? Maaf ya, awal-awal memang sakit. Tapi nanti kalau sudah sering dan biasa tidak akan sakit lagi sayang. Maafkan aku ya?". Regan merasa bersalah. Habisnya terlena dengan kenikmatan dia sampai lupa dengan istri nya yang masih perawan itu.

__ADS_1


"Biar aku lihat yaaaa?".


"Tapi Kak aku malu". Echy menutup bagian bawahnya. Bagaimana mungkin dia mengizinkan suaminya melihat miliknya, mau ditaruh dimana wajahnya?


"Kenapa harus malu? Aku suamimu. Aku bahkan sudah melihat setiap inci tubuh mu. Biar kan aku melihat nya yaa?". Regan tetap Keukeh. Dia takut milik istrinya luka atau apalah namanya


Dengan malu Echy mengangguk. Dia memang merasakan sakit. Regan ganas juga diranjang bahkan mereka melakukannya beberapa kali.


Regan melihat milik istrinya dan memang sedikit memerah. Mungkin karena keganasan dirinya.


"Sayang tunggu sebentar yaa aku akan kompres dengan air panas".


"Kak jangan". Cegah Echy dia masih malu.


"Sayang aku akan tetap mengompres nya aku takut infeksi dan kau merasa tidak nyaman". Jelas Regan "Pakai baju dulu, aku takut nanti sayang masuk angin". Regan memasang baju terusan ditubuh istrinya. Dia memperlakukan Echy seperti ratu


Echy menurut dan tidak protes lagi. Dia berusaha menahan rasa malunya. Sekarang Regan adalah suaminya. Tidak ada satu hal yang tersembunyi antara suami dan istri. Jadi apapun bisa dilihat dan terlihat.


Regan meminta pelayan itu membawakan air panas dan kain basah.


"Sayang aku akan kompres yaaa?".


Echy mengangguk "Tapi Kak aku malu". Echy mengigit bibir bawahnya.


"Aku suamimu. Suamimu sayang. Kita sudah satu bukan lagi dua. Aku dan kau adalah kita". Jelasnya dengan sabar.


Echy mengangguk dengan mata berkaca-kaca. Dia ingin hidup seratus tahun lagi bersama Regan. Menggarungi hiruk biduk rumah tangga yang bahagia. Semoga setelah ini, buah cinta mereka segera tumbuh didalam rahim Echy.


Regan mengompres milik istrinya dengan sabar dan telaten. Sementara Echy menutup wajahnya dengan bantal. Ahhh kenapa bisa seperti ini? Benar-benar malu. Malu sekali. Tidak bisa dijelaskan dengan kata-kata perasaan malu Echy.


"Sudah sayang". Regan meletakkan mangkuk besar itu keatas nakas.


"Ya sudah ayo mandi".


Regan kembali menggendong wanita itu dan masuk kedalam kamar mandi.


Setiap pagi. Siang. Sore mereka selalu mandi berdua. Regan tidak mengizinkan Echy mandi sendirian takut jika wanita itu nanti kelelahan dan bisa berpengaruh pada kesehatannya.


"Aku baru sadar kalau Kakak itu tampan". Goda Echy menatap suaminya yang tengah mengisi butuh up.


"Jangan menggodaku sayang". Ketus Regan menahan sesuatu. Adiknya bangkit lagi saat mendengar gombalan istrinya.


"Aku tidak menggoda Kak. Kan memang benar suamiku tampan". Tutur Echy sampai terkekeh.

__ADS_1


"Iya iya suamimu ini memang paling tampan dan kenapa bari sadar?". Regan memasukkan Echy kedalam buth up.


"Karena kemarin masih ada Kak Dae yang paling tampan Kak". Sahutnya santai.


Wajah Regan masam saat Echy memuji Dae. Tidak terima jelas.


"Jangan memuji laki-laki lain didepan suamimu sayang". Ketus Regan.


Echy ngakak sendiri melihat wajah suaminya yang cemberut dan kesal.


"Maaf sayangku".


Echy menciumi wajah Regan dengan banyak ciuman. Hingga membuat pria itu tersimpul kembali. Gemes sudah pasti


Regan bisa bernafas lega saat dokter mengatakan beberapa sel kanker didalam tubuh Echy sudah berhasil dimatikan dan tidak lagi menyerang syaraf nya. Tidak sia-sia Regan membawa istrinya berobat ke Amerika.


.


.


.


.


"Kakak mau membunuhku". Kelly mendorong dada Dae dengan nafas yang terengah-engah akibat Dae yang menciumnya dengan brutal.


Dae terkekeh pelan. Dia mengacak rambut Kelly.


"Ingat jangan dekat-dekat brondong itu lagi. Kau itu milikku". Tegas Dae


"Cihh, Kakak suka sekali mencap aku milik Kakak. Memangnya sejak kapan Kakak mengatakan cinta padaku?". Kelly melipat kedua tangannya didada kesal.


Dae menarik Kelly kedalam pelukannya. Kenapa dia baru saja jika memeluk Kelly senyaman ini? Sangat nyaman malah. Tidak pernah terpikir jatuh cinta pada sahabat adik nya itu


"Aku tidak tahu sejak kapan aku jatuh cinta. Dan aku tidak suka melihatmu dekat dengan brondong itu. Aku takut kehilangan mu. Jadi tolong menetaplah. Bertanggungjawab lah karena sudah membuatku jatuh cinta". Ucap Dae tulus.


Kelly tersenyum senang. Tentu saja senang. Sejak pertama melihat pria itu dia sudah jatuh cinta. Dia juga tidak pernah suka Joshua. Hanya pura-pura saja supaya Dae cemburu. Dan benar saja pria itu cemburu.


Tangan munggil Kelly melingkar dipinggang Dae. Membalas pelukkan hangat pria itu.


"Aku juga takut kehilangan Kakak. Aku menyukai Kakak sejak pertama kita bertemu Kak".


Dae tersenyum simpul sambil memeluk Kelly. Dia sudah tahu jika dari awal gadis ini menyukainya. Terlihat dari cara Kelly menatapnya. Siapa yang akan menolak pesona seorang Dae, kecuali Echy. Karena bagi Echy Regan tetaplah nomor satu pria paling tampan sejagat raya.

__ADS_1


Bersambung.....


__ADS_2