Perjuangan Cinta CEO

Perjuangan Cinta CEO
Berubah


__ADS_3

Happy Reading 🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹


Echy menghela nafas panjang. Hari ini adalah pertemuan nya dengan Jerry Miller.


"Kak, doakan aku ya Kak". Echy mengecup kening Regan yang masih betah terpejam


Echy menghampiri Dae dan Rein yang sudah menunggu nya dengan sabar.


"Ayo Kak".


"Tunggu sebentar".


Dae memperbaiki rambut Echy yang sedikit bergeser. Pria itu tersenyum menggejek pada Regan yang tampak memincingkan satu matanya.


Dalam hati Dae tertawa puas melihat Regan hidung Regan yang kembang kempis menahan cemburu. Siapa suruh pura-pura koma? Ledek Dae.


"Ayo sayang". Dae menggandeng tangan Echy.


"Ayo Kak. Ayo Rein".


Dae menjulurkan lidahnya pada Regan, yang sudah memasang wajah masam. Rasanya pria itu ingin tertawa lepas saat Regan membalas tatapannya dengan horor.


"Kenapa tanganmh dingin Chy?". Tanya Dae yang menggandeng tangan Echy.


"Iya Kak. Kenapa dengan tangan Kakak". Sambung Rein yang juga menggandeng tangan Echy.


"Hanya gugup". Sahut Echy dia benar-benar gugup "Lima tahun lamanya aku tidak bertemu dengan Paman Jerry. Wajah nya saja aku hampir lupa". Celetuk gadis itu.


"Tenang ada Kakak bersamamu". Dae menggenggam tangan Echy dan berusaha menyalurkan kekuatan pada adiknya itu.


"Terima kasih Kak".


Mereka masuk kedalam mobil. Rein akan kembali ke kampus seperti biasa. Sedangkan Dae akan kekantor Regan dan membantu Echy menyiapkan data kerjasama mereka.


"Pagi Nona. Pagi Tuan". Sapa Ben membungkuk hormat dan sudah menunggu didepan gedung pencakar langit itu.

__ADS_1


"Pagi Kak". Sapa Echy sambil berjalan masuk bersama Dae "Kak Ben apa Kakak sudah siapkan berkas itu?". Tanya masuk kedalam lift.


"Sudah Tuan". Sahut Ben.


Dae tersenyum bangga ada Echy. Gadis pekerja keras. Sejak menggantikan Regan, Echy bekerja dengan begitu baik. Semua masalah perusahaan Regan bisa dia tuntaskan.


"Duduk dulu Kak".


"Iya sayang".


Dae duduk disofa ruangan Regan. Tak berubah sama sekali ruangan ini. Masih sama seperti dulu. Nyaman dan terjaga kebersihannya.


"Ini Nona". Ben menyerahkan satu dokumen.


"Terima kasih Kak". Echy membuka dokumen itu dan membaca isinya.


Gadis itu tampak serius membaca dokumen ditangannya. Sesekali dia manggut-manggut.


"Baik Kak. Kita segera temui mereka". Echy menutup berkasnya.


Disebuah restorant mewah. Echy dan Dae turun dari mobil. Ben dan Rio selalu setia menemani Tuan dan Nona-nya itu.


"Selamat datang Tua_". Suara Jerry tercekat ketika melihat siapa yang datang "Echy. Dae". Gumam pria paruh baya itu.


"Apa kabar Paman?". Echy mengulurkan tangannya dan tersenyum semanis mungkin pada saudara tiri Ayahnya itu.


"B-baik". Sahut Jerry gugup sambil menyambut uluran tangan Echy.


Dae langsung duduk tanpa dipersilahkan. Dia tidak suka basa-basi pada pria itu.


"Kau apa kabar juga Chy? Paman merindukan mu". Jerry menampilkan senyum semanis mungkin "Bagaimana bisa kau menjadi perwakilan RDW Group? Bukankah perusahaan itu milik Regan?". Tanya Jerry menatap keponakan nya.


Echy duduk disamping Dae sebelum menjawab pertanyaan Paman nya itu. Dalam hati gadis itu sudah mencibir pada sifat Paman nya yang sok ramah dan baik itu.


"Langsung ke inti nya saja Tuan". Echy malas menjawab pertanyaan pria tua itu "Silahkan anda baca Tuan". Echy menyerahkan dokumen pada Jerry.

__ADS_1


Jerry sedikit terkejut melihat perubahan Echy. Biasanya gadis ini sangat sopan dan santun padanya tapi kenapa seperti tidak kenal saja.


"Saya mengajukan harga saham diatas satu triliun. Bagaimana?".


Mendengar angka uang tidak sedikit itu rasanya liur Jerry ingin menetes. Uang satu triliun itu sangat banyak. Entah berapa lembar jumlahnya?


"Baik". Jerry tersenyum smirk "Anda akan menjadi pemegang saham terbesar diperusahaan saya".


Banyak yang mereka bahas. Echy benar-benar merasa jenggah dengan Paman nya itu.


.


.


.


.


Echy mengunjungi Mansion mewah Regan. Dia ingin bertemu kembaran kekasih nya itu, yaitu Megan.


"Mommy".


"Gian".


Gadis itu berjongkok menyambut pelukkan bocah berusia lima tahun itu.


"Mommy Gian lindu Mommy". Peluk nya manja.


"Mommy juga rindu Gian sangat rindu". Dia menciumi wajah tampan bocah itu.


"Eittsss jangan digendong biar Kakak yang gendong". Cegah Dae. Echy tidak boleh mengangkat barang yang berat-berat.


"Gian sini sama Uncle Ae". Dae mengulurkan tangannya menyambut Gian.


"Iya Uncle". Gian menurut saja.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2