Perjuangan Cinta CEO

Perjuangan Cinta CEO
Harus siap


__ADS_3

Happy Reading 🌹🌹🌹🌹 🌹🌹🌹🌹🌹🌹


Echy membantu suaminya membereskan barang-barang mereka. Hari ini Regan akan mengajak Echy ke Inggris. Kondisi Echy sudah lebih membaik. Meski harus melakukan beberapa treatment karena kemoterapi yang mengenai tulang Echy.


“Senang?”. Tanya Regan menutup kopernya.


“Senang-senang. Aku rindu Gian Kak”. Seru Echy “Tapi bagaimana keadaan Kak Megan? Apa kita akan pergi ke Inggris menyusulnya?”.


Regan terdiam sejenak. Dia duduk disamping istrinya menatap wanita itu. Tangan Regan mengusap kepala Echy dengan sayang. Harta paling berharga dalam hidup Regan adalah Echy. Echy segalanya. Regan tak bisa bayangkan seperti apa hidupnya tanpa Echy.


“Kenapa Kak?”. Echy heran melihat Kakak nya. Jika sudah seperti ini pasti ada sesuatu yang Regan ingin katakan


“Sayang”. Suara Regan seolah tercekat “Apapun yang terjadi pada Megan. Kau tidak perlu takut ya. Aku selalu berada disampingmu”. Ucap Regan


Echy menatap suaminya, apa yang dimaksud pria ini. Memangnya Megan kenapa? Apa yang akan terjadi pada adik Iparnya itu.


“Maksud Kakak?”. Echy masih belum mengerti


“Kondisi Megan semakin menurun. Aku tidak tahu apakah dia akan bangun atau tertidur untuk selamanya. Ini sudah lebih dari lima tahun dia tidak bangun-bangun. Megan mengalami koma terpanjang”.


Seluruh tubuh Echy serasa membeku. Aliran darah dalam tubuhnya seakan berhenti mengalir. Jantungnya terasa berhenti berdetak. Apakah dia tidak akan pernah lagi bertemu sahabat sekaligus adik iparnya itu? Echy sangat menyanyangi Megan.


“Sayang”. Regan merengkuh tubuh wanita itu dan memeluknya “Kau harus kuat demi Gian. Sampai hari ini Gian belum tahu jika Megan adalah Ibu kandungnya. Aku belum siap mengatakan padanya. Aku takut dia terluka. Dia masih terlalu kecil untuk memahami arti dari kehilangan”. Ucap Regan.


Tangis Echy pecah. Bahkan wanita itu memberontak tidak sanggup. Echy belum bertemu Megan. Dia ingin berbicara dengan sahabatnya itu. Ada banyak hal yang ingin Echy ceritakan pada Megan. Kenapa harus terjadi? Boleh Echy meminta kepada Tuhan agar membangunkan Megan? Kenapa harus Megan? Kenapa tidak Echy saja yang pergi duluan?


“Kak Megan”. Teriak Echy.


Regan tak ingin mengatakan kondisi Megan tapi lambat laun pun Echy akan tahu.


“Kita akan pulang ke Inggris. Kelly, Dae, Gian dan Rein akan menyusul”. Ucap Regan memeluk istrinya.


“Kak aku tidak mau kehilangan Kak Megan, Kak. Bagaimana pun caranya Kak Megan tidak boleh pergi Kak. Tidak boleh”. Ucap Wanita itu putus asa.

__ADS_1


Regan tak dapat berkata apa-apa lagi. Dia juga tidak mau kehilangan adiknya itu. Tapi apa ada orang yang bisa melawan takdir dan kehendak Tuhan. Hidup ini adalah misteri. Kematian dan perpisahan adalah hal yang tidak bisa dihindari manusia. Kemana pun pergi kematian itu pasti akan mengejar setiap manusia.


“Kakak”. Echy masih terisak “Kak, aku tidak mau kehilangan Kak Megan Kak”. Renggek Echy


“Sayang”. Tangan Regan menempel dipipi wanita itu “Kau harus kuat yaaa. Jangan sedih, Gian akan terluka jika melihatmu begini”. Regan mengusap pipi istrinya


“Tapi Kak_”.


“Sayang, kita tidak bisa menghindari perpisahan. Kemana pun. Dimana pun. Jika saatnya tiba perpisahaan itu pasti akan datang. Kita harus siap. Kita harus kuat. Ada aku dan Gian yang selalu ada untukmu. Saling saling menguatkan yaaaa?”. Ujar Regan.


Echy menangguk dan kembali memeluk suaminya. Bagaimana pun siapnya seseorang selalu teledor dengan yang namanya kehilangan dan perpisahan. Hal itu benar-benar menyakitkan.


.


.


.


.


“Aunty, memangnya Daddy dan Mommy ada disana?”. Ujar Gian.


“Iya sayang kenapa?”. Kelly mengusap kepala Gian dengan sayang .


“Bukannya Daddy dan Mommy ada di Amerika, kenapa sekarang ada di Inggris?”. Tanyanya heran.


“Mereka liburan”. Jawab Gian asal


“Sudah ya Son. Sini pakai jacketnya dulu”. Dae memasangkan jacket itu ke tubuh munggil Gian “Gian jangan nakal yaa, nanti Mommy marah”. Ucapnya lagi


“Iya Uncle”. Gian menurut saja. Meski dia tidak tahu apa tujuan mereka datang kesana


Rein menarik kopernya mengikuti langkah kaki Kelly dan Dae yang sedang menggendong Gian seperti putra kandungnya sendiri.

__ADS_1


“Semoga Kak Echy baik-baik saja”. Gumam Rein.


Sebenarnya Rein keberatan meninggalkan Dilsa. Gadis itu sekarang sedang rapuh-rapuhnya. Apalagi Rein turut membantu Sean untuk membujuk Deska agar mau menikah dengannya. Namun tetap usaha Rein juga sia-sia.


Deska sampai depresi seperti orang yang tak memiliki gairah hidup. Kejadian itu benar-benar menguncang seluruh jiwanya. Setiap hari hanya duduk melamun dengan tatapan kosong dan bahkan enggan diajak bicara. Dia malah ketakutan bertemu orang luar termasuk Rein. Bayangan kejadian itu membayangi Deska, membuatnya mengurung diri didalam kamarnya karena ketakutan.


Mereka masuk kedalam jet pribadi Dae. Perjalanan dari Indonesia ke Inggris cukup memakan waktu yang panjang.


Rein duduk didekat Dae. Sementara Kelly duduk berhadapan dengan memangku Gian.


“Sayang, kalau kau capek biar aku saja yang pangku Gian”. Pinta Dae, dia kasihan melihat Kelly yang memangku Gian, apalagi badan Gian cukup besar untuk ukuran wanita seperti Kelly


“Tidak sayang. Biarkan saja Gian dipangkuanku”. Senyum Kelly mengusap kepala Gian


Kelly tersenyum hangat menatap Gian yang terlelap didalam pelukkannya. Dia tidak bisa bayangkan jika menjadi Gian. Pria sekecil itu sudah harus kehilangan orangtuanya.


“Bagaimana kondisi Kak Megan Kak?”. Tanya Rein memecahkan keheningan


Dae menggeleng “Inilah tujuan kita kesana. Megan tidak ada perubahan”. Sahut Dae menghela nafas panjang.


Kelly terdiam sejenak. Dia memeluk Gian. Menangis dalam kesunyian. Sebagai adik ipar, tentu Kelly cukup dekat dengan Megan. Dan akan sangat merasa kehilangan.


“Apa tidak ada cara lain Kak?”. Tanya Rein penuh harap, barangkali ada keajaiban yang terjadi dan Megan masih bisa diselamatkan.


“Para dokter sudah angkat tangan”.


Yang Rein pikirkan adalah Echy. Kakak nya itu sangat dekat dengan Megan. Jika sampai Megan benar-benar pergi, Kakanya itu pasti akan sedih. Dan akan berpengaruh pada kondisi kesehatannya. Apalagi sekarang kondisi Echy sudah sedikit membaik.


“Sayang aku baik-baik saja?”. Dae mengusap kepala Kelly yang memeluk Gian.


“Aku belum siap kehilangan Kak Megan, Kak. Bagaimana dengan Gian dan Echy, apalagi Kak Regan. Kak Regan pasti rapuh Kak”. Kelly menyeka air matanya. Dia tidak mau kelihatan menangis kuat takut jika Gian terbangun dan melihatnya pasti, pria kecil itu akn bertanya-tanya “Kasihan Gian, bahkan dia belum pernah melihat wajah Ibu nya. Bagaimana perasaannya jika tahu yang sebenarnya Kak”. Lirih Kelly menatap wajah damai Gian


Bersambung....

__ADS_1


__ADS_2