Perjuangan Cinta CEO

Perjuangan Cinta CEO
Regan Domain Walkie


__ADS_3

Happy Reading 🌹🌹 🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹


Seorang pria melangkah memasuki gedung Perusahaan milik nya. Perusahaan yang pernah dia tinggalkan lima tahun lamanya. Kini bisa dia injak kembali lantainya.


Perusahaan baru yang dia rintis secara diam-diam dengan nama yang baru tentunya.


Semua karyawan memberi hormat padanya. Selama ini mereka tidak pernah berjumpa dengan pemilik perusahaan ini dan mereka begitu kagum melihat ketampanan CEO mereka.


"Selamat datang Tuan".


Namun dari tak merespon sama sekali. Hanya wajah datar tanpa ekspresi yang dia tunjukkan seolah dirinya tak tersentuh oleh apapun.


Pria itu masuk kedalam ruangan nya. Dia menghela nafas berat. Rasanya sulit sekali bernafas ketika mengingat penyakit gadisnya.


"Bagaimana Ben? Kapan kita bisa bertemu dengan pemilik Amstrong Group?".


"Saya sudah jadwalka besok Tuan". Jawab Ben.


"Baik atur sedetail mungkin. Pastikan pertemuanku dengan gadisku". Ujarnya "Apa kau sudah menemukan dokter yang ku perintah kan?". Imbuhnya lagi.


"Sudah Tuan. Bulan depan dia akan segera meluncur ke Indonesia". Sahut Ben.


"Tidak bisakah cepat sedikit Ben? Bagaimana jika gadisku tidak mampu menahan sakitnya. Kau mau membuatku gila?". Sentak nya menatap Ben tajam.


"Ba-baik Tuan akan saya usahakan".


Dia membuang muka. Perasaan nya kacau. Dia ingin berlari menemui gadisnya itu. Tapi itu percuma. Gadisnya malah akan semakin membencinya.

__ADS_1


"Arggghhhhh". Dia mengusar kepalanya dengan kasar.


Pria itu memejamkan matanya. Menahan gejolak yang membeku didalam sana. Tanpa sadar air matanya luruh. Lima tahun yang dia lewati. Dia pikir semua akan baik-baik saja ternyata salah.


Regan membuka ponselnya. Dia menatap foto prewedding mereka lima tahun yang lalu. Foto itu masih tersimpan utuh diponselnya.


"Maafkan aku sayang". Dia mengusap wajah gadis yang terdapat dalam foto itu "Aku merindukanmu sangat merindukanmu". Lirihnya "Berikan aku kesempatan sekali saja. Aku mohon". Dia menangis terisak.


Untung Ben sudah keluar dari ruangan Regan, sehingga dia tidak melihat kerapuhan pria itu.


.


.


.


.


"Sebentar Kel, aku selesaikan dulu". Ucapnya serius menekan tombol demi tombol komputer.


Kelly memperhatikan wajah Echy yang sedikit berbeda. Kenapa Kelly bisa melihat bintik-bintik merah dibagian wajah Echy?


"Chy, apa kau salah pakai cream?". Tangan Kelly terulur mengusap pipi Echy.


"He iya salah pakai. Jadi kulitku alergi Kel". Sahut Echy asal.


"Lain kali jangan pakai cream sembarangan". Omel Kelly.

__ADS_1


"Heheh... Iya bawel".


Setelah menyelesaikan pekerjaan nya. Kedua gadis itu melangkah menuju kantin. Seperti biasa para lelaki akan tersihir dengan kehadiran Echy. Cantik sangat mencolok dari gadis-gadis lainnya. Pintar dan berprestasi.


Kedua nya duduk sambil memesan makanan. Kedua gadis seusia itu makan sambil berceloteh. Maklum perempuan memang paling suka sekali berisik.


"Chy, selama tiga hari ini kau sakit apa? Kenapa wajahmu pucat sekali?". Tanya Kelly penasaran.


"Aku hanya kelelahan Kel". Jawab Echy asal.


"Kau sedang tidak berbohong kan?". Tanya Kelly menyelidik.


"Cihh, kau suka sekali berprasangka buruk padamu". Ketus Echy.


Kelly hanya terkekeh. Mereka kembali melanjutkan makan dengan obrolan-obrolan yang membuat keduanya tergelak.


Mereka berdua menjadi pusat perhatian. Jika. para lelaki menatap dengan kagum, maka para wanita menatap iri dan tidak suka.


Bersambung....


Hai guys mohon maaf hanya bisa up satu bab perhari. Oleh sebab karena author tinggal dikampung dan sinyal suka hilang. Ini aja author ke tempat WiFi biar bisa up buat kalian.


mohon maaf ya guys. semoga sinyal segera kembali dan kita bisa bersama lagi..


tetap dukung author yaa. Author usahain up banyak2...


author cinta kalian.

__ADS_1


__ADS_2