
Happy Reading 🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹
Echy menghempaskan tubuhnya diatas ranjang milik nya. Begitu juga dengan Kelly. Hari ini mereka berjalan cukup jauh karena harus keliling untuk mencari pekerjaan.
"Hufft kenapa susah sekali cari kerja?". Keluh Echy menutup matanya "Kenapa jadi serasa jawab teka-teki". Gumamnya lagi.
Kelly melirik sahabat nya. Gadis itu terdiam menatap wajah sahabat nya yang tampak frustasi karena tidak mendapat pekerjaan.
"Apa kau kasih menolak Chy?". Tanya Kelly menatap sahabatnya.
Echy mengangguk "Aku tidak bisa berada dekat Kak Regan. Aku takut semakin membencinya. Aku akan berusaha menemukan pekerjaan baru". Ucap Echy yakin "Aku yakin pasti masih ada tempat untuk ku". Ujarnya lagi.
Kelly menghela nafas panjang. Dia menatap langit-langit kamar. Tak enak menjadi beban sahabat nya tapi dia juga tidak tahu akan kemana? Karena sahabat Echy satu-satunya hanya Echy.
"Chy, ayolah. Jangan egois. Jika kau menerima tawaran itu aku juga bisa melamar disana dan kita bisa bayar uang praktek Rein. Apa kau tidak kasihan pada Rein? Keinginan nya untuk menjadi dokter sangat kuat". Ucap Kelly menasihati.
Echy terdiam sejenak. Dia tidak tahu harus apa? Tapi jujur dia tidak ingin lagi mengenal pria bernama Regan itu. Terlalu banyak hal yang menyakitkan yang sudah ditanamkan Regan dihatinya.
Echy bangun. Gadis itu duduk sambil menghela nafas panjang.
"Aku akan coba cari pekerjaan lain". Gadis itu keluar dari kamarnya.
Kelly menatap punggung Echy yang menghilang dibalik pintu. Gadis itu menggeleng saja. Echy memang keras kepala. Gadis itu dari dulu susah diatur. Selalu mementingkan perasaan nya sendiri. Apalagi sejak kematian orang tuanya Echy menjadi gadis mandiri yang tidak mau menerima bantuan orang lain.
"Maafkan aku Chy. Aku tidak bermaksud menghianati mu. Tapi ini demi kebaikan mu. Demi menjagamu. Aku berharap kau menerima tawaran Kak Regan". Gumam Kelly
Kelly duduk lalu gadis itu berdiri dan menyambar tas munggilnya. Dia berjalan keluar kamar. Apartement Echy hanya memiliki dua kamar tidur saja. Yaitu kamarnya dan Rein.
"Astaga Chy kau makan mie?". Kelly menggeleng "Kau ingat tidak Dokter Zora melarangmu makan, makanan ini, nanti kau_".
"Sttttttttttt. Tidak usah protes. Persediaan makanan hanya mie saja. Memangnya mau makan apalagi, sesekali tidak apa. Lagian ada Rein, dia dokter kalau aku sakit nanti dia bisa merawat ku". Celetuk Echy.
"Dodol". Dengan gemes Kelly menyonor kening sahabat nya itu.
"Aishhh kau ini Kel. Kejam sekali. Kenapa suka sekali membuat keningku pusing". Gerutu Echy
"Yang pusing itu kepala Echy, bukan kening". Ralat Kelly kesal "Awas kalau kau makan mie lagi, aku akan bawa kau tinggal dirumah sakit". Ancam Kelly menatap sahabatnya tajam
"Cihh, kau selalu suka mengancam ku. Kau pikir aku tidak takut?". Ketus Echy.
"Sudahlah. Ini terakhir kalinya kau makan mie. Awas jika kau makan mie lagi, aku akan demo pabrik mie". Tatap Kelly.
__ADS_1
Echy malah mentertawakan sahabat nya itu. Jika masalah omel mengomel Kelly memang jagonya. Tapi Echy tidak peduli.
"Sudahlah, berbicara denganmu membuat darahku naik saja. Aku izin keluar sebentar. Jangan lupa minum obatnya cinta". Goda Kelly mengedipkan matanya.
"Terima kasih sayang. Cup".
"Echyyyy". Kelly mengusap pipinya dengan kasar saat Echy mencium pipinya "Aku masih normal Echy". Ketus Kelly menatap sahabatnya jijik.
Echy malah tertawa lebar. Padahal Kelly yang duluan memanggilnya cinta sekali dibalas malah sahabat nya itu yang kesal.
Kelly melangkah lebar meninggalkan Echy yang masih mentertawakan nya. Dia hanya menggeleng sambil tersenyum gemes. Melihat Echy tertawa membuatnya merasa senang, karena Echy jarang sekali tertawa.
Kelly masuk kedalam taksi yang dia pesan dari tadi. Wanita itu tampak terdiam sambil memejamkan matanya. Dia juga lelah. Tapi tugasnya adalah menjaga Echy dan memastikan jika gadis itu akan baik-baik saja bersamanya.
Sampai dirumah mewah. Kelly turun tentunya setelah membayar ongkos taksi
"Aunty Kelly".
"Hai kesayangan Aunty". Gadis itu berjongkok menerima pelukkan hangat dari pria kecil "Makin tampan saja keponakan Aunty ini". Godanya sambil menoel hidung pria kecil itu dengan gemes
"Gian rindu Aunty". Renggek pria kecil itu.
"Aunty juga rindu Gian". Kelly menggendong pria kecil itu "Dimana Daddy?". Tanyanya
"Kak".
Pria itu mengangkat pandangan. Dia mengangguk tanpa tersenyum sedikit pun. Wajahnya memang selalu seperti itu. Seperti patung hidup. Tanpa ekspresi. Atau bahkan terlihat tak memiliki perasaan apapun.
Kelly meletakkan pria kecil itu di soffa.
"Gian main dulu ya. Aunty ada urusan sebentar dengan Daddy".
"Iya Aunty".
Kelly memberikan kecupan hangat pada kening pria kecil itu. Pria kecil yang sudah dia anggap seperti putranya sendiri.
"Kak". Kelly menghela nafas panjang.
"Bagaimana?". Tanya pria itu tanpa menatap Echy. Dia masih fokus dengan laptop dipangkuannya.
"Dia masih menolak Kak".
__ADS_1
Pria itu terdiam. Tak ada respon sama sekali dari nya. Tangannya menekan tombol-tombol demi tombol keyboard laptop nya.
"Aku sudah membujuknya. Tapi dia malah selalu menolak Kak". Desah Kelly "Aku bahkan bingung harus melakukan apa lagi". Imbuh Kelly.
Pria itu tetap terdiam. Seolah omongan Kelly adalah angin yang lewat. Kelly mendengus kesal. Pria disampingnya itu seperti patung bernyawa yang terlihat hidup tapi tak bergerak sama sekali.
"Kak". Renggek Kelly "Kau dengar tidak apa kataku?". Gerutu Kelly.
"Hmmmm". Pria itu menutup laptopnya. Lalu menatap Kelly "Lakukan sesuatu agar dia menerima tawaran ku. Satu lagi Kelly, tugasmu adalah mengawasinya. Jangan biarkan orang lain mendekati nya. Dia tidak akan mendapatkan pekerjaan karena aku sudah memblokir semua akses dan tidak akan ada yang berani menerima nya". Ujarnya
"Kak aku sudah memaksanya tapi dia tetap tidak mau". Kelly merenggek seperti anak kecil.
"Kau kan sahabat nya. Kau cari saja kelemahan. Kenapa hal seperti itu saja susah?". Ketusnya
"Cihh kenapa tidak Kakak sendiri saja yang bujuk". Gerutu Kelly
"Kalau Kakak bisa, Kakak tidak akan meminta bantuan mu". Sergahnya "Kau ini selalu banyak alasan". Ujar pria itu memincingkan matanya.
"Ya ya Kakak memang selalu benar dan aku selalu salah. Aku akan berusaha membujuk gadis pujaan mu itu sampai dia mau menerima tawaran mu". Kelly mengalah dari pada berdebat.
"Gadis pintar". Tangannya terulur mengacak kepala Kelly.
"Aishhh Kakak. Jangan pegang-pegang. Rambutku jadi berantakan". Kelly menepis tangan pria itu.
Pria itu menjauhkan tangannya. Wajahnya yang dingin tak berekspresi sama sekali.
"Ya sudah Kak. Kalau begitu aku pulang. Aku tidak bisa lama-lama disini. Jangan lupa kirim uang bulanan ke rekening ku. Di Apartement stok makanan sudah habis dan Kakak perlu tahu bahwa gadis kesayangan Kakak itu makan mie". Ujar Kelly
"Apa?". Dia terkejut "Kenapa kau biarkan. Dia tidak boleh menyentuh makanan itu?". Protes nya.
"Astaga Kak. Siapa juga yang membiarkan nya?". Kelly mengusap dadanya "Sudahlah Kak, hanya sekali saja. Dan Kakak jangan ngadi-ngadi apalagi mengirim makanan ke Apartement, aku tidak mau dia curiga". Setelah berkata seperti itu. Kelly mellengang pergi dari sana.
Sementara pria itu malah terdiam. Dia mengusap wajahnya dengan kasar. Dia takut gadisnya itu akan kembali drop memakan mie instan. Makanan yang tidak cocok untuk kesehatan.
**Bersambung...
Siapakah pria itu??
Ada hubungan apa dia dengan Kelly??
penasaran?? Sama😂😁
__ADS_1
Yuk ikutin terus yaaaa**