Perjuangan Cinta CEO

Perjuangan Cinta CEO
Menggantikan


__ADS_3

Happy Reading 🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹


"Kakak yakin mau gantiin posisi Kak Regan?". Rein sedikit ragu. Kakak nya ini tidak boleh lelah.


"Yup. Kasihan Kak Ben sendirian". Ucap Echy sambil memasukkan ponselnya kedalam tas munggilnya.


"Ya sudah Kak, ayo Rein antar. Kak Kelly tidak ikut Kak?". Mereka berdua keluar dari Apartement.


"Kelly sedang pulang ke Inggris menemui kedua orangtuanya". Sahut Echy.


"Pasangin". Seperti biasa gadis manja itu akan meminta adiknya memasangkan helm.


"Dasar manja". Cibir Rein terkekeh pelan sambil memasangkan helm itu dikepala sang Kakak


"Pelan-pelan naiknya".


"Iya iya bawel".


Echy naik keatas motor. Untung saja dia pakai celana. Kalau pakai rok pasti ribet.


Seperti biasa gadis itu akan memeluk adiknya dari belakang dan menyangkutkan dagu nya dibahu Rein. Sambil menggeserkan dagu nya jahil. Rein menggeleng sambil tersenyum gemes.


Echy memutuskan untuk menggantikan Regan sementara waktu. Pria itu masih belum sadar dari komanya. Kondisinya sudah sedikit membaik. Mungkin akibat benturan keras dikepalanya sehingga membuat pria itu sulit untuk bangun.


Sesuai dengan rencana Echy dan Dae, mereka akan bekerjasama untuk mengambil kembali harta warisan milik Adam. Dae juga sedang menyelidiki kematian kedua orangtua Echy.


Sebenarnya Dae mengajak Echy dan Rein untuk tinggal bersamanya. Hanya saja kedua Kakak beradik itu belum menyanggupi.


Sampai di RDW Group. Rein memarkir motornya. Dan tak lupa si Echy yang manja meminta adiknya agar membuka tali helm nya.


"Kakak hati-hati kerjanya. Jam makan siang Kak Dae, mengajak kita makan siang bersama. Nanti Rein jemput Kakak". Ucap pria itu meletakkan helm Echy didepan motornya.


"Tidak Rein. Jam makan siang Kakak akan kerumah sakit". Tolak Echy.


"Sekalian Kak. Ini pasti alasan Kakak supaya makan sendiri dan bisa makan apa saja kan?". Tuding Rein curiga.


"Hehhe. Ketahuan dehh". Gadis itu cenggesan sambil mengangguk tengguknya. Rein sudah tahu kenakalan Echy.


"Ya sudah Kakak masuk sana. Jangan capek-capek". Rein mengacak wig Kakak nya


"Rein". Gadis itu memukul lengan adiknya pelan.


"Selamat pagi Nona". Ben datang menyambut Echy. Sebenarnya dia ingin menjemput gadis itu. Tapi Echy menolak


"Pagi Kak". Balas Echy


"Pagi Tuan Rein".

__ADS_1


"Pagi Kak Ben". Sahut Rein "Kak, Rein berangkat yaaa. Jangan lupa diminum obatnya". Pesan calon dokter itu.


"Iya Pak Dokter". Ketus Echy. Adiknya seperti wanita saja cerewet bukan main. Rein berangkat.


"Mari Nona".


Raut wajah Echy langsung berubah. Gadis itu merubah mimik wajahnya menjadi tegas dan juga dingin.


Dia berjalan gontai dengan diikuti oleh Ben dari belakang nya. Para karyawan memberi hormat padanya. Sebab sebelumnya sudah diberitahu bahwa Echy akan menggantikan Regan sementara waktu.


Mereka tidak tahu apa penyebabnya. Ben mengatakan bahwa Regan sedang kembali ke Inggris dan dalam hati mereka bertanya-tanya kenapa Echy yang menggantikan Regan. Padahal gadis itu karyawan baru, yang baru masuk beberapa Minggu yang lalu.


Echy berhenti didepan semua karyawan nya. Dia menatap mereka satu persatu. Echy tentu saja lebih pintar dari Regan, walaupun wanita dia memiliki kemampuan dan keberanian.


"Selamat pagi Nona" Sapa mereka.


"Pagi". Balas Echy menatap satu persatu karyawan nya


"Kumpulkan laporan lima bulan yang lalu. Laporan pendapatan, laba rugi, arus kas dan pengeluaran. Berikan padaku data karyawan yang sudah tidak masuk lewat dari tiga hari". Tintahnya


"Baik Nona". Sahut mereka semua menunduk.


"Dan kau..". Echy menunjuk Lidya yang mengatakan jika Regan calon suaminya "Persiapkan ruang meeting. Besok-besok aku tidak ingin melihat mu memakai baju kurang bahan seperti ini. Aku wanita, jadi untuk apa kau menggodaku?". Tatap Echy tajam.


"B-baik Nona". Sahut Lidya menunduk tangannya terkepal sangat kuat. Siapa gadis ini? Kenapa bisa menggantikan posisi Regan?


Echy menatap foto yang sengaja Regan panjang dimeja kerjanya. Sudut bibir gadis itu tertarik. Regan masih menyimpan foto prewedding mereka. Tampak kebahagiaan diwajah keduanya, seolah takkan memudar oleh lekang waktu.


Echy duduk dikursi kebesaran Regan. Kesan pertama yang Echy dapatkan adalah nyaman.


"Kak Ben".


"Iya Nona. Ada yang bisa saya bantu?". Ben maju dan membungkuk hormat


"Berikan padaku data kerja sama dengan Miller Groups".


"Ini Nona". Ben memberikan map berisi dokumen pada Echy.


Echy mengambil nya dan membuka map itu. Gadis itu membaca poin-poin disana.


"Apa sebelumnya Kak Regan sudah bertemu dengan Tuan Jerry?". Tanyanya tanpa melihat Ben.


"Belum Nona. Tapi Tuan sudah menjadwalkan pertemuannya dengan Tuan Jerry". Sahut Ben


"Kapan?". Dia masih serius membaca poin-poin itu


"Minggu depan Nona". Jawab Ben.

__ADS_1


"Baik. Kak Ben, atur pertemuan ku dengannya. Aku ingin menawarkan harga yang lebih tinggi". Ucap Echy "Aku akan mengajak Woong Group untuk membantu". Imbuhnya


Ben melihat kearah Echy. Bukankah itu nama perusahaan Dae? Ben memang belum tahu hubungan Echy dan Dae.


"Tapi Nona_".


"Kenapa Kak? Ada yang salah?". Echy menatap Ben sambil melipat kedua tangannya didada


"Tidak Nona. Tapi saya takut jika Tuan Dae malah menipu kita". Ucap Ben sopan.


Echy tersenyum simpul "Kak Ben. Dengarkan aku. Kak Dae adalah Kakak sepupuku. Jadi dia tidak akan menipu adiknya sendiri. Dia yang akan membantu ku nanti". Jelas Echy.


Ben tersendak. Adik? Maksudnya apa? Adik sepupu. Dari mana?


"Maksud anda. Anda dan Tuan Dae, saudara?". Tanya Ben memastikan


Echy mengangguk "Iya Kak. Sudahlah Kak. cepat siapkan ruang meeting. Aku ingin melihat karyawan-karyawan Kak Regan bekerja". Suruhnya


"Baik Nona. Saya permisi". Ben mellengang pergi.


Echy kembali menatap foto itu. Dia mengambil foto itu dan mengusap nya.


"Waktu itu kita sangat bahagia. Aku tidak pernah tahu perjuangan mu seberat ini". Ucapnya lirih "Maafkan aku Kak. Terima kasih sudah mau memperjuangkan cintamu untukku. Cepatlah bangun, aku ingin memelukmu dan menangis dengan puas didalam pelukkanmu". Ucapnya lagi.


.


.


.


.


"Kapan RDW Groups ingin bertemu kita?".Tanya seorang pria paruh baya melihat dokumen kerjasama nya


"Minggu depan Tuan. Mereka menawarkan harga yang cukup fantastis. Mereka juga bekerja sama dengan Woong Group". Jelas sang sekretaris.


"Lalu bagaimana dengan Amstrong Group?".


"Mereka masih dipenawaran awal". Sahut sang sekretaris lagi.


"Bagus. Pastikan RDW Group dan Woong Group tetap menawarkan harga tinggi. Aku akan menerima kerjasama dengan mereka". Dia tersenyum licik


"Tapi Tuan, bukankah Tuan Dae adalah keponakan anda? Apa anda tidak curiga kalau dia merencanakan sesuatu untuk membalas anda atas kematian kedua orangtuanya?". Tanya sang sekretaris.


"Bocah ingusan itu tidak akan bisa melawan ku Han". Dia tertawa penuh kemenangan "Kalau dia berani, kupastikan dia akan menyusul kedua orangtuanya". Imbuhnya lagi.


Bersambung........

__ADS_1


__ADS_2