Perjuangan Cinta CEO

Perjuangan Cinta CEO
Kehancuran


__ADS_3

Happy Reading 🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹


Sean menatap tak percaya video yang sedang beredar di media sosial. Mantan tunangan nya tengah melakukan hubungan intim dengan pria lain.


Sean mematikan layar ponselnya. Pria itu menyenderkan punggungnya sambil memijit-mijit pelipisnya.


"Bagaimana bisa Dea melakukan ini? Setelah lama menghilang. Dia ternyata melakukan hal sejijik ini". Sean menggeleng tak percaya.


"Permisi Tuan".


"Ada apa Will?". Sean menatap asisten nya


"Tuan Besar dan Nyonya Besar ingin bertemu anda Tuan".


Terdengar helaan nafas berat. Mau apa lagi kedua orangtuanya itu. Jika sudah menemui nya pasti ada mau nya.


"Suruh saja mereka masuk".


"Baik Tuan".


Sido dan Alice masuk kedalam ruangan putranya. Pasangan paruh baya itu tampak panik.


"Ada apa Mom Dad?". Tanya Sean menatap tak suka.


"Apa kau sudah melihat video itu Sean? Bagaimana bisa Dea melakukan hubungan intim dengan pria lain. Dia tunangan mu?". Ujar Alice


"Jangan tanyakan padaku Mom. Bukankah dia wanita pilihan mu. Harusnya kau yang lebih tahu siapa dia". Ketus Sean menatap dingin kedua orangtuanya.


Sido dan Alice duduk disoffa. Kedua nya cukup syok ketika melihat berita yang mengemparkan tentang tunangan putra mereka.


"Jadi apa ini alasan Dea menghilang?". Gumam Alice yang masih didengar oleh Sean.


Sean hanya tertawa sinis. Untung saja dia tidak pernah mencintai wanita itu. Dari awal dia sudah curiga jika Dea bukanlah wanita baik-baik terbukti saat dia menyakiti Echy.


"Lalu apa yang akan kalian lakukan setelah tahu siapa Dea? Kalian masih berniat menjodohkan wanita itu denganku?". Tatap Sean sinis sambil melipat kedua tangannya didada.


Untuk sejenak, Sido dan Alice terdiam membisu. Bukan tanpa alasan mereka memilih Dea sebagai calon menantunya. Selain cantik dan berkarir, Dea juga terlahir dari keluarga kaya dan terhormat. Tentu itu akan bisa menambah keuntungan tersendiri bagi mereka.


"Maafkan Mommy Son". Alice menatap putranya "Kau benar, kami tidak bisa memaksamu". Ucap Alice.

__ADS_1


Sean merasa terenyuh mendengar lirihan Alice. Dia menghela nafas panjang lalu menatap pasangan paruh baya itu.


"Dad. Mom. Please biarkan aku menentukan pasangan ku sendiri. Jangan paksa aku lagi dengan wanita yang tidak aku cintai. Aku ingin bahagia bersama pilihanku. Bukan pilihan kalian. Mengerti lah". Sean sedikit memohon.


Sido tersenyum kearah putranya "Iya Son. Maafkan kami yaaa". Ujar Sido "Dad dan Mom berencana untuk pulang ke Australia. Kami memberi kebebasan padamu untuk memilih pasangan sendiri". Ucap Sido lagi.


Sean mengangguk "Terima kasih Dad. Mom. Sudah mengerti".


Sean bernafas lega. Setidaknya kedua orangtuanya tidak lagi mendesak nya untuk segera menikah. Dia juga tidak suka dijodoh-jodohkan. Dia bisa memilih pasangan hidupnya sendiri tanpa bantuan orang lain.


.


.


.


.


Dea menutup wajahnya malu. Bidikkan kamera terdengar saling bersahutan berlomba-lomba memotret wajahnya. Pertanyaan-pertanyaan dari wartawan juga membuatnya tak bisa menjawab.


Video syur yang tersebar di media sosial telah menyeret namanya menghadap hukum.


Dea terbelalak melihat Jerry juga ada disana.


Jerry adalah teman ranjang Dea. Dia yang sudah sering bergonta-ganti pasangan itu tentu mengenal siapa Jerry. Jerry juga yang membantu nya mengembangkan bisnis dan butik nya.


Jerry juga menatap Dea heran. Sudah lama dia tidak bertemu wanita cantik itu. Wanita yang dengan sukarela menyerahkan tubuhnya hanya demi uang dan ketenaran.


Orangtua Dea depresi dan stress berat. Bagaimana tidak, seorang anak pengusaha terlibat video dewasa yang juga membawa perusahan mereka diujung kebangkrutan.


Jerry dan Dea dibawa ke meja persidangan. Kedua orang itu duduk berdampingan sambil menghadap hakim.


Kedua orang itu disidang bersamaan. Kasus Jerry tidak hanya pembunuhan tapi juga korupsi dan lain-lain.


Sedangkan Dea, selain kekerasan ada Echy dia juga terlibat dalam video dewasa yang tengah beredar di media sosial.


Keduanya dijatuhi hukuman penjara selama sepuluh tahun. Tak bisa mengelak itu lah kesalahan.


Orangtua Dea sampai tak berkutip apapun. Cukup syok dan tak menyangka. Kecewa dan marah sudah pasti ada. Namun semua akan menjadi pelajaran nantinya.

__ADS_1


Dae duduk dengan santai sambil memasukkan kedua tangannya disaku celananya.


Dia tersenyum puas melihat kehancuran Jerry dan Dea.


"Itu akibatnya berani berurusan denganku". Dia tersenyum licik ketika melihat wajah ketakutan Dea.


"Dad. Mom. Aku sudah membalaskan dendam kalian pada pria tua itu. Lihatlah dia, dia lebih menderita dari pada kalian". Batin nya


Dae tak habis pikir kenapa Jerry tega membunuh kedua orangtuanya dan orangtua Echy? Pria tua itu tidak jera-jera juga.


Dae benar-benar membalaskan dendam nya. Mungkin dia bisa terima saat Jerry membunuh kedua orangtuanya. Tapi Dae tidak terima jika Jerry menyakiti Echy. Sangat tidak terima. Apalagi Jerry merebut semua milik Echy.


Setelah persidangan. Dea dan Jerry dimasukkan kedalam sel sambil menunggu persidangan selanjutnya.


Dae melangkahkan kaki nya dengan lebar. Dia berjalan kearah sel dimana disana ada Dea yang menatapnya dengan kebencian.


"Hai sayang bagaimana kabarmu? Apa kau suka dengan tempat tinggal barumu?". Pria itu tersenyum mengejek.


"Dasar brengsekkkk. Ini semua gara-gara kau". Teriak Dea menunjuk wajah pria itu dengan kebencian.


"Stttttt. Jangan marah-marah sayang. Nanti kau cepat tua". Ledek nya "Selamat bersenang-senang yaaa sayang. Ini masih belum seberapa, ada beberapa kejutan lagi yang ingin aku tunjukkan padamu". Ucapnya sedikit menjauh.


Dae beralih pada sel Jerry. Dia menatap pria itu dengan kebencian mendalam. Jerry yang membunuh kedua orangtuanya. Jerry yang membuat Echy menderita selama lima tahun.


"Dae, Paman mohon. Lepaskan Paman Dae. Maafkan Paman". Jerry sampai berlutut meminta dibebaskan.


Dae melipat kedua tangannya didada. Sebenarnya dia bisa menghukum Jerry dengan caranya sendiri. Tapi ya sudahlah biarkan pihak berwajib saja yang memberikan hukuman yang setimpal dengan perbuatannya.


"Jika kau bisa menghidupkan kedua orangtuaku dan kedua orangtua Echy. Mungkin aku bisa membebaskan mu". Ujarnya.


Jerry tersungkur lemes. Ketamakan nya membuatnya hancur sendiri dan kehilangan segalanya. Dia tega menelantarkannya anak dan istrinya demi ambisinya itu dan mencapai semua keinginan nya dengan kecurangan dan mengorbankan nyawa orang lain.


Dae melengang pergi. Tugasnya sudah selesai melindungi Echy dan menyingkirkan orang-orang yang mencoba menganggu adik nya itu.


Dae tersenyum puas. Takkan dia biarkan siapapun bernafas lega jika berurusan dengan orang-orang yang dia sayangi.


Echy dan Rein adalah dua orang yang begitu berarti dihidup Dae. Karena kedua orang itu yang dia miliki sekarang.


Bersambung....

__ADS_1


Hai guys makasih buat yang masih setia nungguin Echy dan Regan..


Mohon maaf Author update cuma satu bab perhari. tapi author usahain update banyak2 hehee.


__ADS_2