Pernikahan 50 Juta

Pernikahan 50 Juta
30.Oleh-oleh


__ADS_3

Matahari yang tadinya terlihat malu-malu bersinar kini mulai meninggi menampakkan cahayanya yang mulai panas dirasa, membuat Ray dan rombongan angkat kaki dari tempat itu.


Dan karena rasa haus yang melanda mereka pun mampir ke kafe untuk minum-minum sebentar menghilangkan rasa kering ditenggorokan.


Veln terlihat sibuk memilih minuman untuk suami, sekertaris Sam dan dirinya sendiri. Juga tak lupa memesan beberapa camilan sebagai pendampingnya.


" Sam, jam berapa besok kita angkat kaki dari sini? apa kau sudah mempersiapkan semuanya? " Ray menatap kearah Sam yang duduk tepat didepannya dengan tangan membelai lembut rambut Veln.


" Sekertaris Sam, kalau bisa besok pagi-pagi angkat kaki dari sini " Veln terlihat tidak sabaran ingin secepatnya pulang kerumah Ray.


" Tidak usah terburu-buru Sam, lakukan sesuai jadwal yang sudah Kau tentukan " Sepertinya Ray menangkap keinginan istrinya yang terburu-buru untuk pulang dengan otak yang sudah dipenuhi dengan berbagai rencana dan penyelidikan.


" Baik tuan " Hanya itu jawaban yang diberikan sekertaris Sam yang membuat Veln kesal dan menyaut minuman Sam dan meneguknya sampai habis tak tersisa yang baru saja diletakkan oleh seorang pelayan dihadapan Sam. Tak berhenti disitu bahkan Veln pun menjauhkan semua camilan dari jangkauan sekertaris Sam, namun sekertaris Sam hanya diam dengan wajah datarnya.


" Kenapa kau meminum minuman sekertaris Sam? " Ray menanyakan sesuatu yang sudah dia ketahui jawabannya.


" Siapa bilang ini minuman sekertaris Sam? ini minuman ku, kau tidak lihat tadi aku yang memesan ini " Dengan nada yang seolah-olah dibuat biasa saja.


" Ini juga punya ku, aku memesan dua minuman sekaligus karena sekarang aku benar-benar merasa kehausan " Veln langsung meneguk sedikit isi gelas yang satunya, lalu meletakkannya kembali seolah memberikan jawaban atas pandangan mata Ray kearah satu minuman yang berada tepat dihadapannya.


" Sam, ambil punya ku.. Aku akan berbagi minuman dengan wanita ku " Ray mengulurkan minumannya kearah Sam, lalu tangannya menjangkau gelas minuman Veln dan meminumnya. Begitu juga dengan Sam tanpa ragu dia meminum minumannya yang diberikan oleh Ray. Melihat pemandangan tersebut membuat Veln sedikit merengut tidak suka, namun pikiran positife menyadarkannya. Tidak masalah sekalipun besok jadwal kepulangannya tertunda, lagi pula selama ini juga Ray memperlakukannya dengan baik. Tidak ada yang perlu dikhawatirkan toh kalaupun sudah waktunya juga pasti akan pulang juga kerumah Ray.


○○○


Disebuah pusat perbelanjaan oleh-oleh terbesar Veln melangkahkan kakinya mendahului Ray dan sekertaris Sam.


Tangannya meraih keranjang troly yang paling besar, seolah mengisyaratkan kepada suaminya hendak menguras isi dompetnya.


Veln pun mendorong trolynya mengelilingi setiap lorong rak yang berjejer rapih diikuti oleh Ray dan sekertaris Sam, namun yang mengherankan belum ada satu barang pun yang mendarat diatas trolynya.


" V.. memangnya kau sedang mencari apa?biar Sam membantu mu untuk menemukan barang yang Kau cari " Setelah berlangsung setengah jam lamanya menelusuri tempat itu, namun mendapati belum satu pun barang yang masuk ketroly istrinya.


" Tidak ada " Veln menjawab dengan entengnya.


" Maksudnya? tidak ada barang yang hendak kau beli? " Menegaskan dengan mengerutkan keningnya.


" Hem " Dengan raut polosnya, membuat Ray gemas dan mengalihkan pandangannya kesembarang tempat dan memejamkan mata sebentar.

__ADS_1


" Lalu untuk apa kau mendorong-dorong troly sebesar ini kalau tidak ada yang ingin dibeli? " Ray sedikit merasa tidak habis pikir dengan istrinya, sementara Sam hanya dapat tersenyum dengan sembunyi melihat kelakuan Nonanya.


" Untuk mu dan juga sekertaris Sam, mungkin ada yang ingin kalian beli? " Masih dengan tampang polosnya.


" Memang kau sama sekali tidak ingin berbelanja membeli pernak-pernik? atau oleh-oleh semacamnya? " Ucap Ray kembali.


" Tidak. Lagi pula aku bingung mau memberi oleh-oleh untuk siapa? karena aku sama sekali tidak tau dengan orang-orang yang berada dirumah mu. Aku hanya mengenal sikembar Lala dan Lili dan satu nama yang sering kau sebut yaitu Bibi stela, sedangkan yang lainnya aku sama sekali tidak tau. Kalau aku hanya membelikan mereka saja nanti takut menimbulkan kecemburuan terhadap yang lainnya " Veln berkata panjang lebar, dan perkataan Veln membuat Ray sedikit merasa bersalah terhadap istrinya. Karena pernikahan yang berlangsung diluar rencana membuat dua belah pihak keluarga belum benar-benar saling mengenali.


" Tidak usah memikirkan mereka, karena Sam sudah menyiapkannya. Kalau begitu lalu untuk apa kita kemari? " Dahi Ray mengkerut kembali.


" Mana kutau, bukankah kau yang memaksa ku untuk kemari " Dengan masih menyusuri tiap sudut rak, yang tanpa terasa mereka kini sudah berada dilantai berikutnya.


" Kalau begitu belanja untuk dirimu sendiri " Ray mengambil alih troly kosong yang sedari tadi didorong-dorong oleh Veln.


" Benar Ray, Aku tidak menginginkan apapun " Mata Veln melirik kearah sekertaris Sam, membuat sekertaris Sam cepat mengangkat tangannya membentuk gerakan da da mengerti atas maksud Nonanya menanyakan apa ada sesuatu yang hendak dirinya beli.


" Tatap isi rak ini dengan seksama siapa tau Kau tertarik ingin membelinya " Dengan tangan meraih dagu Veln dan mengarahkan wajah istrinya kearah barang-barang yang tertata diatas Rak tersebut. Seketika mata Veln berbinar mengingat Nenek Lusiana.


" Aku akan membelikan sesuatu untuk Nenek" Veln terlihat bersemangat.


" Benar tidak usah? " Memastikan.


" Hem.. ayo belilah sesuatu lalu kita keluar dari tempat ini " Memaksa istrinya untuk berbelanja.


○○○


Didalam mobil sekertaris Sam terlihat fokus melajukan kendaraan roda empatnya.


Sementara dikursi belakang Veln terlihat sibuk membuka kantung belanjaannya, Veln mengambil satu buah gelang yang terbuat dari rajutan benang dengan diselipi satu buah manik berbentuk tulang ikan.


" Ray kemarikan lengan mu " Veln menadahkan salah satu telapak tangannya. Ray pun mengulurkan kedua lengannya dengan senang hati.


" Disini saja, benar disini saja.. " Veln memakaekan gelang rajut benang hitam tersebut kelengan kiri Ray berdampingan dengan Jam tangan mahalnya.


" Cocok, ini bahkan tidak mengurangi nilai dari jam tangan mu " Veln tersenyum lebar, membuat Ray pun ikut tersenyum senang.


" Sekertaris Sam, Aku belikan ini untuk mu" " Veln mengulurkan sebuah kantung berisi jam pasir kearah sekertaris Sam, yang langsung disambut baik oleh tangan Sam.

__ADS_1


Ya memang hanya dua barang itu saja yang mereka beli dari tempat pusat perbelanjaan oleh-oleh tadi. Satu gelang rajut benang berwarna hitam dengan diselipi satu manik tulang ikan untuk Ray suaminya dan satu jam pasir untuk sekertaris Sam. Dan ajaibnya Ray terlihat begitu sangat senang dibelikan gelang rajut benang yang harganya tak seberapa, malah harga barang yang diberikan kesekertaris Sam lebih mahal.


" Kuharap benda itu bisa membuat mu lebih-lebih untuk disiplin lagi " Ucap Veln sembari tertawa kecil. Dimata Veln, sekertaris Sam selain kunci gembok suaminya dia juga seperti robot yang kendalinya dipegang oleh Ray. Setiap kali Ray memencet tombolnya untuk memerintah maka dengan patuh Sam akan menurutinya dan menjalankan setiap perintahnya tanpa ada bantahan sedikit pun.


" Kau benar-benar tidak membeli apa pun? " Veln hanya menjawab dengan menggelengkan kepalanya, memang tidak ada satu barang pun yang dia beli.


" Kenapa? bukankah aku sudah mengatakannya kepada mu, kau tidak usah takut membuat ku bangkrut dengan memakai uang ku " Mata Ray sibuk memandangi gelang yang melingkar dilengannya, Ray membolak-balikkan lengannya dengan tersenyum penuh.


" O iya Sam, kita makan siang direstaurant hotel saja " Ray memerintah Sam ketika menemukan jarum jam yang sudah menunjuk an kearah lewat dari jam makan siang.


" Baik tuan, Saya akan meminta seseorang untuk menyiapkan satu ruangan private " Sam cekatan mengambil ponselnya hendak menelfon seseorang.


" Private? " Cletuk Veln tanpa sengaja.


" Kau dengar itu Sam? artinya kau tau sendirikan kalau ada yang protes dengan ruangan tersebut " Mendengar itu Sam pun mengurungkan meminta satu ruangan private tersebut.


" V.. Kau belum menjawab pertanyaan Ku, kenapa kau tidak membeli apa pun? " Ray kembali fokus kepertanyaan semula.


" Aku tidak mau terlalu banyak berhutang kepada mu, Ray " Dengan suara lirih dan tatapan sendunya memandang kearah Ray. Mendengar itu mata Ray langsung menatap lekat-lekat kearah Veln seolah meminta penjelasan lebih.


" Hem, bahkan uang lima puluh, tidak, bukan maksud ku uang seratus juta mu saja aku membayarnya dengan pernikahan ini " Terrlihat rahang Ray mulai mengeras menahan emosi, perasaan senang tiada terkira karena mendapatkan hadiah gelang dari Veln seketika sirna.


" Pernikahan ini masih terlihat abu-abu buat ku, entahlah mungkin karena aku sampai sekarang masih belum mendapatkan jawaban dari tujuan mu menikahi ku dan mungkin karena kau masih terlihat asing oleh ku. Tapi, mungkin seiring berjalannya waktu dengan sendirinya aku akan mengerti dan memahami semua tentang mu, begitu juga alasan kau menikahi ku dan saat itu juga aku baru bisa memutuskan menolak atau menerima mu sepenuhnya " Veln bicara panjang lebar seolah mencurahkan segala isi hatinya yang sedang dia rasakan sekarang tanpa perduli air muka Ray yang sudah berubah merah padam seperti devil.


Pletak..


" Auuuu " Ray menjitak kepala Veln dengan keras, bahkan dengan benar-benar mengeluarkan tenaganya yang membuat mata Veln berkaca-kaca merasakan sakit.


" Tutup mulut mu, kalau kau masih berani mengeluarkan suara aku tidak akan segan-segan menyumpal mu dengan lap!!! " Veln begitu terkesiap dan tersontak kaget melihat Ray yang begitu terlihat marah. Veln baru menyadari kalau raut wajah Ray sangat begitu marah, benar kali ini mungkin Ray benar-benar mengeluarkan aura emosinya karena sekarang Ray terlihat begitu menakutkan tidak seperti sebelumnya ketika sedang marah tidak semenakutkan sekarang dan membuat nyali Veln mengkerut dan spontan membungkam mulutnya.


○○○


Buat para readernya author ucapin terima kasih buat likenya ya.. ditunggu comentnya.


Semoga kita selalu diberi kesehatan dan perlindungan oleh Nya.Amin.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2