
Setelah semuanya terurai dengan jelas, hubungan Ray dan Veln semakin romantis. Veln yang kalem tidak banyak tingkah dan penurut semakin membuat Ray jatuh hati lebih dalam.. ditambah lagi semakin lama istrinya semakin mempesona dan menggemaskan membuatnya selalu ingin tersenyum dan tersenyum lagi, entah mengapa bongkahan es kutub utara mendadak cair dan meleleh ketika berhadapan dengan wanita ayu itu.
Disabtu siang itu, Veln yang sedang asyik tiduran diatas sofa dengan menikmati acara tv dihadapannya tiba-tiba terganggu dengan suara pintu kamar yang diketuk.
" Kak " Suara itu berasal dari mulut Renand adik iparnya yang tepat sedang berdiri didepan pintu kamar dengan kaos casualnya.
" Ada apa Rey? " Veln mengulas senyum.
" Tidak bosan terus-terusan mendekam didalam kamar? " Veln menjawab tidak, dengan isyarat gelengan " Yaaaaa..h " Rey mendesah kecewa.
" Memang kenapa? "
" Temani aku, kita jalan " Rey mengerling nakal.
" Kalau kau seperti ini sulit untukku menolak ajakanmu " Veln terkekeh meladeni kecentilan adik iparnya yang diikuti tawa kecil Rey " Ada tapinya.. kalau Kakakmu mengijinkan "
" Kak Ray mengijinkan, aku sudah menelfonnya "
" Ok " Veln menyatukan ibu jari dan telunjuknya membentuk huruf O.
" Aku tunggu dibawah.. dandan yang cantik Kak " Renand pun berlalu dengan senyuman usilnya.
Lima belas menit kemudian Veln turun dengan make up naturalnya yang begitu pas dengan raut wajah kalem dan sendunya.
" Kau tampak sepuluh taun lebih muda Kak " Rey terpukau sedikit terpesona dengan dandanan Veln yang nampak seperti anak remaja " Wajahmu yang imut saja bisa menipu usiamu, apalagi dengan dandanan yang seperti ini membuat kita terlihat sepantaran " Mulut Rey tak henti-hentinya mengeluarkan kata puji-pujian untuk Kakak iparnya.
" Kau pandai menggombal ya boy " Rey terkekeh diiringi senyum mengembang Kakak iparnya.
" Tapi sungguh, Kak V cantik dan tampak lebih muda dari usianya "
○○○
Dengan berjalan beriringan mereka pun keluar menuju halaman, tentu tak lupa setelah berpamitan kepada Bi Ana alias Bibi Stela dan Pak Dim selaku kepala pelayan dirumah itu.
Rey nyengir kuda sembari mengulurkan helm kearah Kakak iparnya " Kita pakai ini, tidak apa-apa kan Kak V ? " Menunjuk motor gedenya.
" Tidak masalah boy, aku juga kangen sudah lama tidak menaiki kendaraan roda dua " Dengan sibuk mengenakan helm diatas kepalanya. Sementara Rey sedang bersiap menyalakan mesin kendaraan kesayangannya.
" Berikan tanganmu Kak " Renand menarik tangan Kakak iparnya yang sudah duduk diatas motor tepat dibelakang punggungnya dan melingkarkan kepinggangnya " Kita meluncur " Dengan gaya menyetir Renand yang lihai, kendaraan roda dua itu pun membelah jalanan.
○○○
Renand memarkirkan motornya disalah satu mall ternama yang sering dia kunjungi bersama kawan-kawannya dan mereka pun langsung melesat masuk kedalam.
" Kita nonton ya, ada film bagus " Ajak Renand kepada Kakak iparnya, Veln pun mengangguk menyetujui.
Mereka pun melenggang untuk menuju gedung bioskop, dengan jari tangan Rey menaut kejari-jari lembut Veln dan menggenggamnya.
" Ahahahaa.. " Tiba-tiba tawa kecil menyeruak dari bibir Renand, membuat Veln mendelik dan menatap dengan sorot bertanya " Kita seperti sepasang kekasih yang sedang melakukan kencan, kalau Kak Ray lihat pasti aku bisa babak belur ditonjokin akibat cemburu butanya " Kembali Renand terkekeh.
" Benar, kenapa kau tidak kencan dengan pacarmu? hem "
" Aku tidak punya pacar " Jawab Rey tenang dengan terus berjalan menggandeng Veln kearah tempat tujuan.
" Yang benar? " Veln sedikit tak percaya dan menghentikan langkah mereka berdua " Tidak mungkin kan boy pria setampanmu tidak laku? " Renand tersenyum simpul.
" Tentu tidak. Aku laku bahkan laku keras Kak.. banyak cewek yang antri buat jadi pacarku " Mencubit bahunya hingga mengedik menyombongkan diri.
" Kayak sembako dong laku keras diburu ibu-ibu " Veln tertawa meledek diikuti tawa Ray " Lantas kenapa dong masih jomblo? "
" Karena masih merasa nyaman menikmati kesendirian " Bibir mereka pun mengembang saling memberi senyum.
__ADS_1
Mereka pun bersiap untuk melanjutkan langkahnya, namun terhenti tatkala mendengar sebuah suara ditelinga.
" Rey " Seorang ibu-ibu terlihat mendekat kearah mereka.
" Mami " Tiba-tiba terdengar suara lagi, seorang gadis yang baru kelur dari sebuah butik dan ikut menghampiri tempat dimana Renand dan Veln berdiri " Rey, kau disini?ngapain? kencan? " Rosi melirik kearah Veln dan melempar senyum yang tentunya dibalas dengan melempar senyum juga oleh Veln.
Rosi adalah Kakak perempuan Renand satu Ibu, umurnya seusia dengan Veln. Dia tinggal dirumah besar utama bersama perempuan yang dia panggil Mami barusan, satu atap dengan Nenek Lusiana. Dan Ibu-ibu yang Rosi panggil Mami itu adalah Nyonya Rosa yang merupakan ibu dari Rosi dan Renand.
" Benar kalian sedang kencan? " Ucap Mami Rosa mengulangi pertanyaan putrinya tanpa dipedulikan oleh Renand, Veln yang masih dalam keadaan bingung dengan dua orang itu hanya bisa menyunggingkan senyum " Putraku ternyata sudah besar, sudah mengerti tentang berkencan " Lanjut Mami lagi dengan meraih lengan Veln dan mengusap punggung tangannya.
Mendengar kalimat itu 'Putra Ku' Veln buru-buru mencium punggung tangan Mami Rosa, dengan senang hati Mami Rosa pun menerimanya.
" Mi, gimana kalau kita ngobrol disana aja " Rosi memberikan ide yang disetujui oleh Maminya, menunjuk sebuah cafe yang berada dekat disekitaran situ. Namun tidak dengan Renand, dia seolah enggan berlama-lama dengan dua orang itu.
" Maaf kita buru-buru, mau nonton " Tolak Rey jutek.
" Masih ada waktu, jam putar film berikutnya masih sekitar satu jam an lagi " Dengan melirikkan matanya kearah jam tangan yang melingkar dilengannya Rosi berbicara.
Akhirnya dengan terpaksa Renand mengikuti ide Kakak perempuannya, Veln pun menurut saja dengan terlintas dibenaknya sepertinya ada yang tidak beres dengan hubungan mereka.
Kini mereka pun sudah duduk manis diatas kursi didalam cafe, terkecuali Renand yang sepertinya hanya mendudukkan setengah pantatnya karena enggan berlama-lama dengan mereka.
" Siapa namamu nak? " Mami Rosa bertanya dengan menggenggam tangan Veln dan mengusap-usapnya pelan.
" Veln tante "
" Mami, panggil Mami jangan tante "
" Aku Rosi, Kakak perempuan Rey " Rosi menyambar memperkenalkan diri.
"Sudah cukup,jangan ganggu atau pegang-pegang Kak V"Mami dan Rosi menatap heran kearah Renand.
"Kak V?"Rosi seolah memberi kode untuk diberi penjelasan.
"Ray?.. jadi ini Kakak ipar Mu?maaf ya nak Aku sama sekali tidak pernah mengunjungi Mu,karena Ray tidak suka kalau Mami menginjakkan kaki dirumahnya"dengan penuh penyesalan karena tidak mengenali menantunya sendiri Rosa berucap.
"Aku yang harusnya minta maaf tante.."
"Mami"Mami Rosi meralat panggilan Veln untuknya.
"Iya,Mami.. Aku menyesal karena harus bertemu dengan Mami dan putri Mami dengan cara seperti ini"
"Tidak apa sayang,Mami yang salah ketika Kamu berkunjung Mami tidak sedang berada dirumah"terlihat kelegaan dibenak perempuan yang paling tua sendiri dari yang lainnya,karena mendapati Ray telah menemukan wanita yang tepat dalam hidupnya.Matanya melihat perempuan dihadapannya begitu cantik,sopan,kalem dan ada kebaikan beserta ketulusan didalamnya.Dan semua itu cocok disandingkan dengan Ray putra sambungnya.
"Wah berarti Aku harus memanggil Mu Kak V"Rosi menyambar lagi"Kapan-kapan kita jalan ya Kak V.. kesalon dan shoping"kata Rosi penuh akrab yang diangguki Veln dengan senyum.
Atas perintah Maminya,Rosi pun mengangkat tangannya memberi kode pada pelayan cafe untuk mendekat,sepertinya mereka hendak memesan sajian hidangan ditempat tersebut.
Mata ketiga perempuan itu sibuk menatap buku menu,sementara Renand masih tetap acuh dan enggan dengan situasi ini.
"Aku pesan jus alpukat ya"suara Rosi tertuju untuk pelayan cafe yang berada disampingnya"Mami mau pesan apa?"
"Mami samain deh dengan punya Kamu"
"Kak V,pesen apa?"
"Coklat dingin sepertinya enak"
"Jus alpukat dua dan satu coklat dingin ya mba.. Rey,kamu mau pesen apa?"suara Rosi kembali terdengar.
"Aku tidak pesan,lagi pula Aku tidak mau berlama-lama disini.. kurasa sudah cukup perkenalannya,ayo kita pergi Kak V"Rey beranjak bersiap untuk pergi.
__ADS_1
"Tunggu boy.. sebentar lagi ya,paling tidak sampai minuman Ku datang.Aku haus setelah kepanasan dibonceng oleh Mu"hanya itu yang bisa Veln lakukan saat ini,sengaja menahan diri lebih lama untuk berada ditempat tersebut.Karena Veln yakin sebenarnya diantara mata mereka tersirat kerinduan namun karena ada sesuatu yang Dia tidak ketahui membuat adik kecilnya terpaksa jual mahal dan menjaga jarak dengan keluarganya.
"Jus nanas sepertinya cocok untuk Mu boy"Veln memesankan jus nanas kesukaan suaminya untuk Rey,karena Rey masih keras kepala untuk tidak memesan apapun.Satu yang Veln ingat bahwa semua yang disuka oleh suaminya otomatis Rey pun menyukainya karena itu Dia memesankan jus nanas untuk Rey.
Akhirnya mereka pun dapat mengobrol lebih lama dengan tanpa canggung berkat minuman yang mereka pesan,tentu dengan suara Renand yang hanya jarang-jarang terdengar itu pun terpaksa dikeluarkan karena harus meladeni pertanyaan yang benar-benar harus dijawab.Perkenalan yang singkat namun menimbulkan keakraban itu membuat Mami Rosi semakin jatuh hati terhadap menantunya,yang sudah mau mengerti dengan keinginannya membuat putra kecilnya mau ikut serta berlama-lama duduk berbincang bersamanya.
○○○
"Kak,kita makan disini tidak apa-apa kan?"Renand menghentikan laju motornya disebuah gerobak mie ayam kesukaannya.
Mereka tidak jadi nonton,Renand membatalkannya karena moodnya mendadak tidak tertarik untuk nonton dan berlama-lama didalam mall sana.Tau sendiri lah ya penyebabnya,dan Veln pun hanya menurut saja berusaha untuk tidak ikut campur dan pura-pura tidak mengerti urusan mereka.Karena itu seusainya Veln tak mau membahas atau terlalu banyak bertanya terhadap Rey mengenai pertemuan tak disengaja tadi.
"Sebenarnya Aku sedikit kecewa,masa kencan pertama kita berakhir digerobak mie ayam"berakting dengan mimik penuh kekecewaan"Seharusnya Kau membawa Ku kerestaurant mewah yang penuh kesan romantis"
"Ok,ayo Kak kita cari restaurant dekat sini"
"Tidak-tidak.. Aku bercanda boy"Veln terkekeh.gila saja kalau Veln harus beranjak dari tempat itu sementara aroma wangi dari mie ayam tersebut sudah mengundang dan mengoyak dalam perutnya ,bisa ileran nanti kalau Dia memilih untuk beranjak.
○○○
Begitu kandas mie ayam dalam mangkok mereka,Renand membawa Kakak iparnya ketempat mesin pencetak uangnya yaitu bengkel motor dan toko spare part miliknya.Dia mengenalkan tempat kebanggaannya yang disambut acungan jembol oleh Kakak iparnya dan itu membuat Renand senang dan semakin ingin lebih mandiri lagi.
Renand membawa Veln berkeliling tempat itu,dan mengenalkan pada beberapa karyawannya yang tak lain adalah sahabatnya sendiri.Ya salah satu karyawan Renand merupakan teman sekolahnya yang kebetulan ekonomi keluarganya kurang beruntung,sehingga ikut bekerja paroh waktu ditempat Renand.
"Kurasa cukup kencan kita hari ini Kak"setelah puas Renand mengajak Veln berkeliling bengkel dan toko spare part,Dia pun mengajak Veln untuk kembali kerumah.
Tak butuh waktu lama mereka pun tiba ketika jam menunjukan pukul lima sore.Begitu memasuki ruangan Veln sedikit kaget mendapati suaminya yang sudah kembali dari kantor,duduk dengan pesona tampan dan aura berwibawanya diatas sofa ruang tamu.
Veln pun langsung mendekatkan diri kearah suaminya namun seketika sedikit ragu membuatnya memelankan langkah kakinya mendapati Ray yang langsung berdiri dengan tatapan matanya yang terlihat dingin,tatapan yang sama saat pertama bertemu disesi wawancara.Cuek dan juteknya muncul kembali membuat Veln sedikit merinding.
"Ray,sudah pulang?"Veln berpikir sepertinya suaminya marah karena hampir setengah harinya dihabiskan diluaran.
"Bagus,Kau semakin kesini semakin berani membangkang.. berkeliaran diluaran tanpa meminta ijin kepada Ku!"
Benarkan,Ray marah karena itu.
Ray datang lima belas menit lebih cepat dari mereka,dan langsung menanyakan keberadaan istrinya kepada Pak Dim lalu beliau pun menjawab sesuai dengan kenyataan bahwa Nona mudanya sedang keluar dengan tuan Muda kedua sedari siang tadi dan belum kembali.Karena itu Ray sengaja duduk diruangan itu untuk menunggu sementara dua orang kesayangannya siapa tau sebentar lagi mereka kembali.
"Maaf Ray,Aku mengaku salah berkeliaran hampir setengah hari penuh.. tapi bukankah Renand sudah menelfon Mu untuk meminta ijin?"dengan nada agak sedikit takut-takut.
"Sekali pun anak nakal itu sudah menelfon Ku,sudah seharusnya Kau meminta ijin langsung pada Ku"Ray menunjuk Renand yang berada dua langkah dibelakang Veln.
"Maaf"cepat-cepat Veln kembali mengakui kesalahannya.
"Jangan terlalu keras Kak,Aku hanya kasihan melihat Kak V terus berada dirumah.Kau sama sekali tidak pernah mengajaknya keluar jalan-jalan"Renand angkat bicara.
"Diam,kalau mau selamat cepat pergi dan naik kekamar Mu"suara tegas dengan ekspresi dingin itu membuat suasana ruangan itu mendingin.
"Maaf Kak V,Aku tidak bisa menolong Mu.. satu lagi Aku beri tau,fakta bahwa sebenarnya Aku tidak pernah menelfon Kak Ray untuk meminta ijin"deg.. "Selamat bekerja keras,semoga sukses"Renand buru-buru melesat menuju keatas menyelamatkan diri meninggalkan Kakak iparnya yang terbelit masalah dengan suaminya tentu akibat ulahnya.
Renand sudah tentu lebih memilih kabur dibanding berurusan dengan Kakaknya,karena Dia sudah paham betul gimana idolanya marah ketika sesuatu miliknya diusik atau diganggu tanpa kehendaknya.Salah satu imbasnya bisa ditutup mesin pencetak uangnya.
Boy.. Kau benar-benar adik ipar durhaka,setelah memberi Ku makan dan kesenangan Kau lempar Aku begitu saja kemulut singa.
Veln membatin dengan memperhatikan pergerakan dan suara Ray dan Rey bergantian.
*Jangan lupa like..
Kasih comentnya..
Vote n ratenya juga ya..
__ADS_1
matur tks you 😙*
Bersambung..