Pernikahan 50 Juta

Pernikahan 50 Juta
44.Kejutan manis


__ADS_3

Veln sudah tak ambil pusing dengan perkataan Renand mengenai Stela dan kucingnya, dia sudah terbiasa dengan setiap kejutan yang ada dikehidupan Ray. Toh terlalu banyak mulutnya bertanya terhadap yang bersangkutan pun tidak akan membuat soal-soal matematika terurai begitu saja meski jelas terpampang nyata rumus didepannya, ujung-ujungnya dia hanya akan menelan kekecewaan tanpa mendapatkan penerangan apa pun.


Veln beranjak menuju wastafel kamar mandi, membasuh mukanya hingga rasa segar menyapu seluruh wajahnya. Lalu kakinya dilangkahkan menuju deretan pintu lemari dan mengambil satu baju tidur.


Perempuan cantik itu mendaratkan tubuhnya dengan segera diatas kasur king sizenya, tanpa menunggu lama dia terlelap, nafasnya mulai teratur berhembus dengan halus. Benar-benar melepaskan penatnya yang berharap berganti menjadi mimpi indah dalam tidurnya. Menghadapi Renand siang tadi benar-benar melelahkan, harus rela menahan emosinya sampai perutnya keram. Kata-kata pedasnya yang seperti cabai satu kilo dan tingkah kurang ajarnya benar-benar membuat Veln lelah. Beruntunglah spot kesukaannya yaitu kamar utama, setidaknya untuk sementara setelah makan malam menjadi pertemuan terakhir bersama Renand.


○○○


¤ Kejadian setelah makan malam


Renand membuntuti langkah kaki Kakak iparnya, seperti biasa dia sengaja ingin membuat kerusuhan kecil dengan perempuan cantik itu.vSebenarnya sama sekali tidak ada rasa benci pada perempuan itu, hanya perasaan sedikit kesal saja tanpa tau awal mula duduk persoalannya terhadap Kakak iparnya karena sudah membuat Kakaknya harus menikah dengan tidak benar dan terkesan terburu-buru. Renand begitu tidak relan melihat seorang Ryu Saka Wiratama menikah tanpa adanya persiapan matang, gelaran pesta dan kemewahan.


" Blug " Veln menghentikan langkahnya sejenak ketika mendapatkan lemparan kecil diatas kepalanya. Dengan cueknya dia melanjutkan kembali langkahnya, dalam benaknya sudah menduga ini pasti kerjaan Adik kecilnya.


" Blug " Dan untuk kedua kalinya terpaksa dia harus berbalik kearah Renand setelah mengambil nafas panjang.


" Kenapa Adik kecilku? " Menghadap Renand dengan tangan bersidakep didepan dadanya " Wah.. rupanya kau sudah tidak membutuhkan uang jajan, sampai lembaran seratus ribuan dijadikan umpan tembakan kearahku " Sembari melirik dua lembar seratus ribuan yang bentuknya sudah terkepal tergeletak diatas lantai.


" Tepat sekali.. karena diusiaku yang sekarang ini aku sudah hebat seperti Kakakku, aku sudah bisa menghasilkan pundi-pundi uang sendiri "


" Aku beri dua jempol untukmu " Veln menunjukan dua jempolnya kearah Renand, dan dengan sombongnya Rey mencubit kecil kaos yang dikenakannya dan mengedikkan sebelah bahunya.


" Katakan bagaimana caramu memperdaya Kak Ray? pasti kau menggodanya dengan cara murahan "


" Kau benar-benar penasaran? "


" Hem "


" Tanyakan langsung pada Kakakmu kalau dia pulang nanti " Veln berbalik dan berlalu dari hadapan Renand.


" Hey.. Kakak ipar, aku belum selesai bicara denganmu " Veln menghentikan langkahnya dan menengokkan wajahnya kebelakang " Kau pasti sengaja membuat dirimu hamil kan? " Lanjut Renand dengan perasaan menyesal sampai berpikiran sejauh itu terhadap perempuan yang berada dihadapannya.


" Tenanglah Adik kecilku, aku pasti akan memberikanmu keponakan yang lucu "

__ADS_1


"Jadi benarkan Kak Ray buru-buru menikahimu karena sudah ada janin didalam tubuhmu? " Veln menyunggingkan senyum manisnya dan benar-benar berlalu dari hadapan Renand.


○○○


Jam berdetak hampir menunjukkan tengah malam, terlihat gerakan kecil dari seorang perempuan yang tertidur diatas kasurnya menggeliat-geliatkan tubuhnya.


Merasa ada yang mengganggu Veln bangkit dari atas tempat tidurnya, tanpa ragu dia menuju kamar mandi untuk melakukan sesuatu yang sudah tidak sabar ingin segera dikeluarkan. Buang air kecil.. Veln berjalan terburu-buru masih dengan membawa rasa kantuknya.


Tak lama berselang dia pun keluar masih dengan cara berjalan sedikit sempoyongan karena kantuk.


Dug.. Veln jatuh tersungkur karena menyandung karpet yang terbentang diruang tv kamar.


" Auu " Mengaduh merasakan ngilu.


Tiba-tiba belum juga menegakkan tubuhnya dengan benar, begitu cepat dan sigap seseorang menarik lengannya.


" Hapmmmmmmt " Veln terbelalak kaget mendapati bibirnya yang langsung dilumat habis oleh pria yang dikenalnya.


Huft huft huft.. terdengar deru nafas yang sudah tidak sabar untuk menghirup oksigen dalam-dalam.


" Nakal.. sudah sejak kapan kau tidur dengan mengenakan gaun tidur seseksi ini? " Ray menentengkan kedua tangannya diatas pinggang.


Satu setengah jam yang lalu Ray tiba, dan langsung menuju kamarnya. Cukup lama Ray memandangi istrinya yang sedang tertidur lelap diatas kasur dengan selimut yang menutupi seluruh tubuhnya, hanya menyisakan wajah yang begitu ayu. Setelah puas menatapi Ray beranjak menuju kamar mandi dan berendam merilekskan diri, begitu dirasa cukup dia langsung menuju lemari pakaian. Ray mengambil satu stel piyama dan cekatan memakaikan ketubuhnya.


Ray mengancingkan piyama bagian atasnya dengan berjalan menuju kamar, namun langkahnya terhenti seketika mendengar langkah kaki seseorang yang berjalan sempoyongan dengan gaun tidur seksinya menuju kamar mandi.


Senyum menyeringainya keluar disudut bibirnya, Ray mengikuti langkah kaki Veln yang hendak kembali kekasur king sizenya. Dan dengan jelas menyaksikan kecerobohan Veln hingga membuatnya tersandung dan jatuh tersungkur, dan jangan lupakan tentu dengan gaun tidur kurang bahannya yang porak-poranda tak jelas posisinya.


" Ray " Veln membulatkan matanya kaget, matanya menelisik tubuh suaminya dari ujung kaki hingga ujung kepala " Ini benar-benar tuan muda Ray yang selalu membuatku kesalkan? " Masih berusaha meyakinkan diri " Kurasa memang benar.. telapak kakimu masih menyentuh lantai " Berbicara dengan memastikan apakah kaki suaminya masih benar-benar menyentuh lantai.


" Ck, Kau fikir aku hantu "


" Hanya memastikan, kau tau Ray tidakkah kau merasa kalau tingkahmu yang barusan itu seperti hantu, setan atau sejenisnya.. menampakkan diri begitu saja tanpa diundang membuatku kaget saja, dan satu lagi kau juga berusaha merasukiku melalui bibir seksi ini " Veln terkekeh geli.

__ADS_1


" Bukan aku yang merasukimu, tapi kau.. setan betina yang sudah berani menggodaku dengan gaun tidur yang kekurangan bahan itu " Seketika Veln menyadari pakaian yang dikenakannya, Veln menggeleng dengan memejamkan matanya menyesali atas keberaniannya mengenakan gaun tidur yang seseksi ini. Gaun yang mengeksplor bagian pundak dan punggungnya yang terbuka sempurna dengan panjang jauh diatas lutut.


Veln memundurkan langkahnya dengan sibuk menarik-narik ujung gaun yang dikenakan dengan harapan dapat menutupi sedikit bagian tubuhnya yang putih itu. Sementara Ray sibuk mendekatkan langkahnya, sudah tentu dengan senyum menyeringai dan full mengembang diwajahnya.


Veln terduduk disandaran tangan sofa dan hampir terjungkal kebelakang karena perasaan gugup bercampur malu menjadi satu, untung Ray dengan sigap menjegalnya.


Ray menatap intim kearah mata istrinya, membuat Veln menelan ludahnya gemetar.


" Em.. m.. m.. R..ay " Memundurkan wajahnya dari wajah Ray yang semakin mendekat " Aku hanya penasaran, ingin mencoba bagaimana rasanya tidur dengan pakaian yang kurang bahan seperti ini " Veln melanjutkan kata-katanya dengan begitu cepat, seolah memberikan penjelasan yang sejelas-jelasnya. Ray hanya menunjukan senyum nakalnya dan mengecup bibir Veln berkali-kali lalu berpindah membenamkan wajahnya keceruk leher wanitanya, menghirup aroma khas tubuh istrinya.


" Melihatmu menyambutku seseksi ini, membuatku tidak menyesal atas malam pertama kita yang tertunda dengan begitu lamanya " Ray menurunkan wajahnya sedikit dan mencium lembut dua gundukan yang menyembul indah ditubuh istrinya.


" Ray " Lirih suara Veln merasakan ada getaran aneh ketika untuk yang pertama kalinya Ray menyentuh dengan bibirnya salah satu aset berharga miliknya.


" Kau pasti kedinginan tidur dengan mengenakan gaun ini? "


" Hem " Menjawab tegas dengan mengangguk pasti, berharap dilain waktu agar supaya tidak akan sampai ada perintah paksaan dari mulut Ray untuk dirinya mengenakan kembali gaun tidur semacam ini lagi. Sudah cukup untuk hari ini saja, itu pun dengan pertimbangan yang cukup matang karena perkiraan bahwa Ray akan kembali besok. Dan sekarang mana tau, kenyataannya Ray pulang lebih awal dengan mendapatkan hadiah kejutan termanis.. yaitu penampilan perdana terseksi wanitanya.


" Tidak masalah, karena aku siap untuk menghangatkanmu " Kekehan kecil keluar dari mulut Ray.


To we we weeeeeeng..


Aaaaah.. tidak sesuai harapannn, bukannya menyuruhku untuk mengganti piyama malah mendapatkan tawaran gila.


" Bagaimana pun aku ini laki-laki normal V.. melihatmu seperti ini tentu aku senang, bahkan sangat senang dan sangat aku harapkan " Tawa mesumnya lepas begitu saja.


Habislah kau V.. ditangan tuan muda ini, sekarang juga akibat ulahmu yang sudah berani menantangnya dengan gaun malam yang menggoda ini.


Bersambung..


Tks ya yang udah mau kasih like dan comentnya.. author auto seneng n bersemangat kalau liat like n comentnya bertambah.


Jaga kesehatan.. semoga kita semua selalu dalam lindunganNya.Amin.

__ADS_1


__ADS_2