
Teriakan suara dari dua perempuan yang lebih senior yaitu Tante Susan dan Mami Rosa diruangan itu tak didengar dan tak digubris oleh para pejantan tangguh penegak keadilan.
Renand terlihat masih sibuk meronta ingin lepas dari cengkeraman Denis karena sudah tidak sabar ingin meninju kakaknya. Sementara Danis yang berhasil lolos dari Yas langsung menghambur kearah Ray dan bersiap mengangkat tangannya, namun lagi-lagi terhalang oleh Yas yang langsung bangkit dari jatuhnya dan segera memeluk tubuh Danis dari belakang untuk menghentikan tinjuan tangannya yang hendak diarahkan kewajah Ray.
" Hentikan, jangan lakukan itu " Teriak Yas, dengan memeluk erat tubuh Danis.
" Heh, lepas perempuan ganjen " Menggerak-gerakan tubuhnya agar Yas melepaskan pelukannya. " Aku harus buat perhitungan dengan kak Ray, karena sudah membuat Veln menangis " Teriak Danis frustasi mana kala tubuh Yas semakin menempel erat dipunggungnya.
" Aku tidak akan membiarkan wajah tampan kak Ray babak belur oleh mu " Bela Yas, menggelikan.
" Dasar perempuan sinting, kak Ray pantas pendapatkan itu "
" Tidak " Yas kekeh dengan prinsipnya. " Kita bisa menghukum kak Ray dengan cara lain "
" Aku bilang lepas, dasar perempuan tengil " Berontak Ray dengan tak henti-hentinya mengibaskan tubuhnya agar Yas melepaskan pelukannya. Yas tak peduli, dia justru semakin melengket seperti lintah.
" Diamlah, dadaku bergetar akibat gerakan mu. Dan itu membuat ku geli " Protes Yas.
Dan pemandangan kisruh itu semakin membuat tangis Veln yang tak bersuara semakin menjadi, derai air matanya semakin melaju deras.
Mami Rosa dan Rosi langsung menghampiri Veln, Rosi memeluk kakak iparnya dengan ikut menangis dengan Mami Rosa yang mengelus-elus punggung menantunya. Mencoba untuk menenangkan. Sementara Tante Susan melipir mendekat kearah Ray, dan karena kesal dan geram langsung menjitak kepala Ray yang asik duduk santai menikmati kerusuhan yang dia buat.
Rosi melepaskan pelukannya, dan menyingkir, menjauhi kakak iparnya diikuti Mami Rosa tatkala melihat pergerakan Ray yang mendekat kearah istrinya.
Gerakan Ray pun spontan membuat keributan yang terjadi diruangan itu mereda. Sepasang mata mereka sibuk menatapi dan memperhatikan Ray yang sedang menghampiri Veln.
Ray tepat berdiri dihadapan Veln duduk, dia setengah menjongkokkan tubuhnya sedikit kearah istrinya dengan satu tangan bertumpu pada sandaran sofa.
Sebelah tangannya mengusap sisa-sisa air mata Veln yang tiba-tiba lajunya terhenti membasahi seluruh wajahnya yang putih mulus menjadi kemerahan akibat tangis dan mata sedikit sembab.
Perempuan ayu itu hanya diam tak bergeming, dia merasa tidak berdaya. Mau protes pun tidak sanggup. Menunggu keputusan Ray, hanya itu yang bisa dia lakukan. Jalan apa pun yang Ray ambil nantinya, cukup, dia hanya harus pasrah dan menerima. Setidaknya kalimat itu lah yang sementara dapat membuatnya sedikit terhibur.
Dengan wajah sendunya, Veln masih berani mendongak menatap wajah suaminya yang tepat berada dihadapannya.
" Kamu cinta kan? dan sayang sama aku? "
Entah keberanian darimana kata-kata itu keluar dari mulut si brengsek Ray setelah Stela datang dengan membawa keributan akibat ulahnya. Itulah serentetan cibiran dari mulut Denis, Danis dan Renand adik kecilnya atas pernyataan permohonan kepastian cinta dan sayangnya terhadap Veln.
Lama.. Veln hanya menatapi wajah tampan Ray, tak menjawab iya atau bahkan mengangguk. Dan semua itu membuat orang-orang yang berada diruangan itu semakin penasaran akan ada amukan dari singa betina atau hanya perlakuan lembut bak kucing anggora.
Ternyata Veln mengangguk dengan tanpa ragu-ragu. Sungguh luar biasa.
__ADS_1
" Kamu percayakan sama aku? " Dia mengangguk lagi, tak ada kemarahan dan kejengkelan disana. Membuat bibir yang lain hanya bisa membentuk huruf o tak percaya.
Tiba-tiba dengan tidak tau malunya Ray mencium bibir Veln lembut, menyatukan bibirnya dengan perempuan itu. Tak lupa sebelah tangannya yang menganggur menahan tengkuk istrinya. Tak peduli dengan semua yang berada disana. Bahkan senyum menyeringainya sebelum melakukan hal gila dihadapan semuanya terlihat jelas diwajahnya.
Denis langsung mendorong kebawah kepala Renand " Menunduk, adegan memalukan ini bukan untuk anak ingusan seperti mu " Dengan mata menatap panas kearah dua orang mesum itu, Denis menenggelamkan tubuh Renand dibalik punggung sofa.
Begitu juga dengan Danis, dia berbalik kearah Yas dan langsung menutup kedua bola mata Yas dengan telapak tangannya.
" Tutup mata mu, ini tidak pantas untuk mata mu yang masih dibawah umur "
" Harusnya aku yang melakukan ini terhadap mu " Protes Yas. " Aku lebih berpengalaman darimu, bagaimanapun aku sudah pernah merasakan menikah walau masih belum buka segel dan pada akhirnya gagal " Dengan pandangannya yang gelap akibat tertutup telapak tangan Danis, Yas nyerocos tanpa jeda.
" Diam, menurutlah. Cerewet sekali, kau itu sedang promo atau apa? menyatakan dirimu masih segel!!! "
Benar, Yas sebentar lagi akan bersetatus menjadi seorang janda. Lebih tepatnya janda muda. Karena Dimas pria yang sebentar lagi akan menjadi mantan suaminya yang dulunya lebih memilih mempertahankan pacarnya dibandingkan mencoba menjalin hubungan dengannya, ternyata pada akhirnya Dimas memilih berbalik kearah Yas saat mengetahui kebenarannya bahwa perempuan yang selama ini dipacarinya hanya memanfaatkan uangnya. Terbukti atas adanya kenyataan pacarnya hamil dengan selingkuhannya. Dimas selama ini sama sekali belum pernah menyentuh pacarnya secuil pun. Karena itu, dia meyakini kalau perempuan yang dia pertahankan mati-matian memang hamil dengan selingkuhannya. Hal itu membuat Dimas sadar dan mencoba untuk berpaling kearah Yas, tapi Yas bersi keras lebih memilih pisah. Karena dia sudah terlalu sakit mendapat perlakuan tidak menyenangkan dari Dimas. Yas sudah terlanjur habis batas kesabarannya, yang mengharuskan Dimas menerima untuk menelan pil pahit dalam pernikahan ini. Mau tidak mau Dimas harus rela mengakhiri pernikahan ini dan melepas Yas.
Sementara yang terjadi dengan Rosi tak kalah mencengangkan, saat matanya telah menikmati adegan romantis itu tiba-tiba ada yang menarik pergelangan tangannya. Membalik tubuhnya dan menenggelamkan didada bidangnya.
Sontak Rosi merasa terkejut dan langsung mendongak kearah wajah pemilik dada bidang itu.
" Sam " Rosi memekik kaget. Sam tak menghiraukan, dia kembali menenggelamkan wajah Rosi didadanya dan itu sukses membuat jantung Rosi dag dig dug jedeeeeer. Aroma maskulin Sam yang menguar dilubang hidungnya, dekapan dan dada bidangnya sukses membuat dada Rosi bergemuruh hebat.
Sudah sejak dulu Rosi jatuh hati dan mengincar Sam. Namun karena mengerti benar hubungan tuannya dengan Ibunda Rosi, Sam tidak mau dianggap sebagai penghianat oleh tuannya yang pada akhirnya Sam tidak menggubris segala bentuk usaha yang Rosi lakukan untuk bisa dekat dengannya. Lagi pula Sam sendiri pun belum yakin atas hatinya, atas perasaannya terhadap perempuan yang saat ini terpaksa dia dekap dalam pelukannya untuk menjauhkan otak Rosi yang masih bersih dan polos dari pemandangan yang memabukan.
Dan kelakuan Ray yang tak kunjung berhenti membuat Denis geram, panas dan tersulut emosi.
" KAU.. benar-benar brengsek ya, bisa-bisanya bermesraan disituasi genting seperti ini " Denis menarik pundak Ray kuat, hingga membuat tubuh Ray kini menghadapnya dan sebuah bogeman siap mendarat. Hanya tinggal beberapa centi tangan Denis langsung dicekal Om Aldo yang datang dengan terburu-buru akibat pintu kamar mandi yang digedor-gedor kuat oleh seorang pelayan untuk melaporkan bahwa telah terjadi perang dunia ke sepuluh dibawah sana. Mendengar itu, Om Aldo yang sedang melakukan panggilan alam langsung terbirit-birit menuju tempat kejadian perkara.
" Hey bocah, cepat bantu aku " Teriak Om aldo kepada Renand dan Danis anak bungsunya tatkala Denis meronta saat dilerai dan terus mencengkeram kuat kerah baju Ray. Sementara Ray yang menjadi sasaran utama dihari itu hanya menyungging senyum yang sulit untuk diartikan. Veln terbangun dari duduknya dan hanya bisa berdiri bingung dan gemetaran.
" Ehem ehem " Deheman dari seorang gadis yang tak lain adalah Stela sukses menghentikan aksi kerusuhan itu.
Sebenarnya Stela sudah kembali masuk kedalam tepat bersama Sam, yang sebelumnya mereka sempat mengobrol bertukar sapa dan kabar diluar. Namun tidak ada yang menyadarinya. " Ada apa ini? kenapa kalian jadi rusuh begini? " Dengan wajah tak bersalahnya.
Ray tersenyum lebar kearah Stela dan direspon baik oleh perempuan itu. Dia pun melangkah mendekati Ray dengan gaya anggunnya.
" Ini anak kita Ray? Dia sudah sebesar ini? " Stelah tersenyum senang dan menciuminya.
" Dia punya dua Mami sekarang " ujar Ray datar dan biasa. Stela mengernyit dan sedikit mengerti saat Ray menarik Veln dan merangkul pundaknya. Apalagi dia pun melihat jelas adegan mesra itu.
" Ini pacar mu? " Nadanya melemah penuh kecewa.
__ADS_1
" Dia istriku " Ucapan Ray sontak membuat Stela sedikit tak dapat mengimbangi tubuhnya karena kaget.
" Sekarang aku benar-benar paham dan mengerti sudah ditolak mentah-mentah oleh mu " Stela pasrah atas kenyataan yang tidak menyenangkan ini. " Tadinya, aku berniat untuk melancarkan serangan kembali untuk mengejar mu. Tapi sepertinya aku harus benar-benar mundur teratur "
" Maaf sudah membuat mu bekerja keras untuk mendapatkan aku " Kata maaf Ray sedikit membuat Stela sedikit mengerti.
" Meong meong meong " Sweety terus mengeong dalam genggaman Stela dan jari kakinya dijulur-julurkan kearah Veln. Sepertinya kucing anggora itu ingin pindah gendongan kearah Mami keduanya.
Sebelum Stela menuju rumah besar Wiratama, Dia mendatangi rumah Ray terlebih dahulu. Dia pikir Ray saat ini sudah berada dikediamanya, namun pelayan rumah Ray memberitahukan bahwa majikannya saat ini masih berada dikediaman rumah utama Wiratama. Akhirnya Stela kemari. Kerumah ini, rumah yang sempat dia bikin heboh penghuninya. Stela membawa serta sweety yang dia bawa dari kediaman Ray. Ya sweety yang dia klaim sebagai anaknya dan juga anak Ray, yang dia hadiahkan untuk Ray sewaktu masih bayi sebagai bentuk rasa sayang dan cintanya terhadap Ray dan yang tak pernah terbalaskan sampai kini. Sampai dia harus menerima kenyataan bahwa Ray sudah memiliki seorang istri.
Stela mengulurkan sweety kearah Veln, karena semenjak tadi kucing anggora itu mengeong ingin digendong Veln. Veln pun dengan senang hati menerimanya.
" Kamu mau ikut dengan Mami kedua mu manis? baiklah " Ucap Stela sembari memberikan sweety kepelukan Veln. " Kenapa kalian tidak mengundang ku keacara pernikahan kalian? " Stela berusaha tersenyum tegar.
" Maaf, karena kami hanya mengadakan acara pernikahan dengan sederhana saja. Kami hanya mengundang beberapa kerabat dekat saja " Terang Ray simple.
" Aku mengerti, kalau begitu aku ucapkan selamat ya semoga bahagia selalu. Meski terlambat ku kira tidak apa-apa dari pada tidak sama sekali " Stela menyungging senyum dan memberikan cipika-cipiki kearah Veln. " Baiklah, aku pulang dulu. Baik-baik ya anakku bersama Mami baru mu " dengan tangannya mengelus puncak kepala sweety. " Ku rasa, aku akan meninggalkan anakku bersamamu. Dia terlihat lebih menyukai mu dibanding Maminya. Mungkin dia mengerti karena merasa sudah ditelantarkan oleh ku " Stela dan Veln terkekeh geli.
Stela pun berlalu meninggalkan semuanya, meninggalkan cintanya. Cinta yang dulu dia kejar-kejar mati-matian tanpa dapat pembalaskan, sampai dia memilih untuk beristirahat sebentar untuk menata hatinya dengan memberi Ray kado sebuah anak kucing dengan tujuan agar Ray selalu mengingat keberadaannya dan berharap suatu saat Ray akan membuka hatinya untuk dirinya. Dan berita duka ini, sekalian dia gunakan untuk kembali mengejar cintanya. Sampai pada akhirnya dia harus menelan kekecewaan.
" Hah " Denis mengumpat kesal, meraup wajahnya kasar dan berkacak pinggang.
Renand dan Danis pun tak kalah kesal, menghentakkan kakinya kuat kelantai dan menghempaskan tubuhnya kasar kearah sofa.
Hahahaa.. Ray tertawa puas melihat wajah-wajah kesal mereka. Tante Susan dan Mami Rosa mengelus dadanya lega dengan ikut tersenyum atas kelakuan Ray.
Om Aldo yang bingung dengan situasi yang belum bisa dia mengerti harus cukup puas dengan mendapatkan kode kedipan dari istrinya.
Sementara Veln hanya bisa bergeleng kepala, dan kini dapat melepas rasa berat dan sesak didada atas kesalah pahaman ini. Kini Veln sibuk membelai sweety bersama Yas.
Dengan Rosi, jangan ditanya. Dia masih berada dalam pelukan Sam. Namun wajahnya sudah tak ia benamkan, sehingga dia bisa melihat jelas kesemua arah termasuk mata mereka semua yang kini sudah terfokus kearahnya.
" Sam, berani kau mengambil kesempatan " Ucapan Ray spontan melerai pelukan mereka. " Bersiaplah, minggu depan kalian akan aku nikahkan "
Duaaaaaar...
*Bersambung..
Terus ya berikan coment, like, rate, n votenya buat author.. author ucapin banyak-banyak terimakasih atas perhatian kalian.
Dan buat kalian yang tidak menyukai adanya pelakor, berarti kita sama.Hee.
__ADS_1
Salam sehat selalu 😙*