Pernikahan 50 Juta

Pernikahan 50 Juta
77. Pertemuan kedua


__ADS_3

Saat diparkiran, Renand yang sudah lebih dulu menuju mobilnya dengan Rosi yang sibuk melakukan panggilan menggunakan ponselnya tiba-tiba sekertaris Sam menghentikan langkah Veln.


" Nona "


" Iya, ada apa sekertaris Sam? "


" Aku setuju dengan apa yang dikatakan Rosi didalam. Aku siap menggantikan tuan muda menjadi suami dan ayah untuk calon bayi anda " Lalu dengan tanpa dosa, sekertaris Sam melangkah pergi menuju mobilnya yang terparkir disana. Meninggalkan Veln yang berdiri termangu, seolah habis merasakan bisikan surga dari seorang malaikat baik hati ditelinganya.


Seketika lamunan perempuan itu buyar saat klakson mobil sekertaris Sam berbunyi, menyimbolkan ucapan perpisahan untuknya.


" Sayang kau dengarkan? banyak sekali yang sayang dan menginginkan kita, karena itu kau harus kuat " Veln mengelus perut datarnya. " Kau tidak boleh kaget ya, ketika sudah lahir dan melihat kecantikan Mami mu " Veln terkekeh geli. " Karena inilah yang mungkin membuat mereka ingin berebut menjadi ayah mu " Ha ha haa, Veln semakin menyeruakkan tawanya merasa konyol sendiri sampai suara mobil Renand yang mendekat menghentikannya.


○○○


Keesokan harinya, Veln sibuk wara-wiri untuk mempersiapkan semua yang dia butuhkan.


Dia sudah menemukan rumah kecil sederhana untuk dirinya tinggali dan sudah mendapatkan beberapa distributor untuk dia memulai usaha online shopnya.


Tentu semua uang yang dia gunakan untuk modal dan membeli sebuah rumah kecil sederhananya, jelas didapatkan dari hasil merampok kartu ajaib milik Ray.


Veln terlihat serius saat memilih beberapa prabotan untuk mengisi dan memenuhi ruang rumah sederhananya.


Setelah dirasa cukup berkutat dengan perlengkapan rumah, Veln meluncur ketempat lain untuk menemui salah satu distibutor yang akan memasok dagangannya.


Begitu semua urusannya beres, dia terlihat keluar dari sebuah kedai ice cream tempat pertemuannya dengan seorang rekan bisnisnya.


Veln berjalan menyusuri tepian jalan, menikmati pemandangan sekitar. Tak nampak rasa lelah diwajahnya, rona wajahnya justru menyiratkan semangat dan kebahagian.


Janin dalam perutnya benar-benar memberikan kekuatan yang begitu sangat luar biasa. Dia bahkan cukup mengerti dengan keadaan ibunya, hingga dari semenjak itu Veln sama sekali tidak merasakan rewel atas keberadaannya.


○○○


Disiang hari yang menjelang sore itu Ray terlihat duduk santai bersandar dikursi dekat jendela cafe tempatnya melakukan pertemuan dengan seorang klien beberapa menit yang lalu.


Ray menikmati pemandangan jalanan diluar jendela, sembari menunggu sekertaris Sam yang sedang ijin ketoilet untuk menunaikan hajatnya yang sedikit tertahan akibat pertemuan tadi.


Seorang perempuan melintas diluar cafe, menyusuri jalanan luar tempat Ray duduk dan tertangkap oleh kornea mata Ray. Lalu seketika itu membuatnya bangkit dan terburu keluar untuk mengejarnya.


Entah apa yang dipikirkan Ray saat itu, yang dia inginkan hanya secepat kilat menghentikan langkah perempuan tadi.


Ray meraih lengan perempuan itu, membuatnya menoleh dan terlonjak kaget.


" Maaf " Ucap Ray dan segera melepas lengan perempuan itu.


Dahi perempuan itu mengernyit heran, melihat seorang yang tampan rupawan menahan langkahnya.


" Saya fikir, anda istri saya " Perempuan itu tersenyum. Lalu segera melanjutkan langkahnya.


Otak Ray dari dulu hingga sekarang memang selalu dipenuhi dengan Veln dan Veln. Pun saat mengetahui kenyataan yang ada, Veln masih ada dalam fikirannya. Hanya saja dengan kenyataan itu fikiran Ray yang dipenuhi Veln menjadi satu dengan berselimut ego dan kebencian.


Sampai pada pertemuan tanpa sengajanya waktu itu, fikiran Ray masih berputar tentang Veln. Namun kali ini dengan perasaan dan fikiran yang berbeda yang sulit diartikan dan sulit untuk diucapkan dengan kata-kata. Tidak ada benci disana, egonya pun seolah menghilang dan tak nampak.


Entah bagaimana prosesnya, semua itu terjadi tak terkendali dalam dirinya. Kejadian ketidak sengajaan itu membuat hatinya kembali bergetar dan jantungnya merdetak memompa lebih kuat diluar kebiasaan.


Persis layaknya seperti seseorang yang sedang jatuh cinta. Ah, mungkinkan Ray merasakan jatuh hati untuk yang kedua kalinya dengan perempuannya?


Rasanya benar-benar meledak-ledak didada, seolah ingin segera diucapkan, ditunjukkan dan diutarakan. Bahkan jika sampai tak disambut, Ray sudah merasa pasti akan gila dibuatnya.


Ray berkacak pinggang menyesali perbuatannya yang diluar akal, dengan spontan dan tiba-tiba menghentikan langkah seorang perempuan dengan perut buncit tanpa dia kenali. Perempuan yang sepertinya sedang hamil tua, dengan perut yang terlihat jelas membesar.

__ADS_1


Dan lebih konyolnya lagi, Ray beranggapan jika perempuan itu adalah Veln istrinya yang sama-sama sedang dalam keadaan mengandung.


Hellooo, V memang sudah mengandung tapi mungkin Ray lupa kalau perut Veln belum sebesar itu. Karena usia kandungan Veln belum setua perempuan tadi, yang sepertinya sudah memasuki trimester terakhir. Tinggal menunggu waktu sampai bayinya sudah siap dan benar-benar ingin dikeluarkan.


Ray menolehkan pandangannya mengikuti arah perempuan hamil tadi yang mulai melanjutkan langkahnya.


Dan.. Blaaaaaaaaas. Ray seakan mendapat keberuntungan yang luar biasa, Ray merasa mendapatkan durian runtuh bahkan hingga sekaligus dia merasa ketimpa bulan disiang yang menjelang sore ini.


Iris matanya menangkap sesosok perempuan ayu yang berdiri tegak tak jauh darinya. Bahkan Ray melihat jelas saat perempuan hamil tua itu melewati Veln, perempuan yang selalu membuatnya gila dan tergila-gila.


Veln yang dengan santainya berjalan menyusuri tepian pertokoan terpaksa menghentikan langkahnya, saat menyadari pemandangan dihadapannya.


Perempuan itu menyadari keberadaan Ray terlebih dahulu yang sedang berinteraksi dengan perempuan hamil tua yang dia tidak kenal.


Namun saat Veln ingin segera membalikkan arah tujuannya, Ray keburu menangkap sosoknya.


Dengan tenang dia akan pertahankan gengsinya, dia tidak akan lari begitu saja disaat dirinya sudah tertangkap bola mata pria itu.


Veln akan membuktikan pada laki-laki itu, bahwa dirinya sudah bangun dan benar-benar bangkit dari imbas perbuatannya. Dia akan menunjukan betapa hebat, kuat dan tegarnya dirinya. Perempuan ini yang pernah singgah dalam hidup pria tersebut, sekarang hingga sampai nanti pun akan tidak terpengaruh lagi dengan apa pun yang dilakukan laki-laki dihadapannya.


Veln melangkah dengan santainya, melanjutkan tujuan perjalanannya. Dia melenggang begitu saja melewati keberadaan Ray yang sedari tadi menatapnya lekat.


Veln seakan cuek tak peduli, perempuan itu benar-benar menganggap Ray orang asing yang tak dikenal olehnya.


Veln begitu sangat percaya diri dengan keadaan ini. Dia bahkan terlihat tenang luar biasa. Veln dengan begitu sempurna menunjukan ketangguhannya dihadapan Ray.


Ray yang iris matanya terus memperhatikan perempuan yang selalu memenuhi otak, hati, pikiran dan perasaannya tanpa sengaja melengkungkan senyuman diujung bibirnya.


Dengan bergerak cepat Ray mengejar langkah Veln, dia meraih lengan perempuan itu dan menyelusupkan jari jemarinya ketelapak tangan Veln untuk ditautkan.


Sungguh, kalau bukan tidak tau malu mungkin julukan yang cocok atas tingkahnya adalah si tidak tau diri. Atau jika ada yang lebih cocok dan lebih buruk dari itu mungkin Veln akan menggunakan untuk menyematkannya pada diri Ray.


Ray memegang erat tangan Veln dan membawa perempuan itu masuk menuju meja cafe yang Ray kunjungi.


Ray mengambil beberapa barang pribadinya, dan jangan lupakan kunci mobil pun dia bawa juga.


Dengan berjalan menuju parkiran, Ray melakukan panggilan suara. Terdengar jelas dia bertukar suara dengan sekertaris Sam.


" Sam, aku duluan. Kau kembalilah kekantor dengan menggunakan taxi " Ray meninggalkan sekertaris Sam yang sepertinya masih bergelut dengan panggilan alamnya ditempat itu.


Ray membukakan pintu mobil untuk Veln bisa masuk, tak lupa dengan lengannya menempel dipenyangga pintu untuk memperkecil kesempatan Veln terbentur.


Lalu dia berputar, dan duduk dibalik kemudi. Ray bersiap melajukan kendaraan roda empatnya.


Ray melirik kearah Veln yang sedang menatap lurus kearah jalanan. Telapak lebarnya mengusap pelipis Veln yang berkeringat hasil dari langkah kakinya menyusuri jalanan.


Ray mengulurkan sebotol air mineral kearah perempuan itu, dan diluar ekspektasinya Veln menerima dan mengambil alih dari tangan Ray dengan baik meski tanpa meminumnya.Karena setelahnya Veln hanya menggenggam dan memegang diatas pangkuannya.


Perkiraan yang difikirkan Ray, ketika dia menawarkan sebotol air mineral kearah Veln sudah dipastikan mungkin akan ada beberapa benda yang hancur dalam mobilnya. Dan kemungkinan terbesarnya mungkin akan ada beberapa kaca mobil yang pecah akibat lemparan botol tersebut, atau kemungkinan yang lebih parahnya kepalanya, satu-satunya yang Ray miliki mungkin akan bocor dan terluka. Namun sungguh semua itu hanya merupakan pemikirannya saja. Kenyataannya, Veln bersikap diluar dugaan Ray yang semakin membuat Ray lebih berani untuk menculik dan membawa perempuan itu lebih dekat dan akan dia letakkan ditempat semestinya. Dikedudukan asalnya, menjadi nyonya Ryu Saka Wiratama.


Seketika Ray mengingat perkataan sekertaris sekaligus asistennya, bawasannya benar apa yang Sam sudah katakan bahwa dirinya itu sudah menikahi perempuan yang hebat, tangguh dan sangat luar biasa. Dengan sangat sempurna wanitanya dapat menguasai emosi dan dirinya sendiri.


○○○


Ray menghentikan laju kendaraan digedung kebanggaan milik tuan muda itu. Ray membawa Veln kekantornya. Dia membawa masuk Veln kedalam menuju ruangannya dengan menggandeng dan memegang erat jemari Veln.


Seluruh para karyawan yang tanpa sengaja berpapasan dengan bos besarnya seperti biasa akan menunduk sopan memberi hormat, tentu kelakuan Ray yang menggandeng seorang perempuan dengan penuh cinta disorot matanya sukses membuat seluruh karyawan kepo dan berisik seperti air mendidih sepeninggal bos besarnya.


Kini mereka berdua sedang berada didalam lift khusus yang biasa Ray pakai. Ray melirik kearah Veln yang menatap lurus pintu lift masih dengan mulut yang membisu tanpa suara.

__ADS_1


Ray tersenyum dan mengikuti arah pandang Veln yang menatap lurus kedepan, dengan jemari masih menggenggam telapak tangan perempuan disampingnya.


Pandangan mata Veln yang lurus menatap kedepan dengan raut wajah yang datar mampu menutupi kekaguman dalam benaknya. Keterpukauan atas gedung yang menjulang sangat tinggi dan besar, dan memiliki desain eksterior dan interior yang luar biasa yang sangat mencerminkan pribadi pemiliknya.


Kunjungan perdananya dikantor Ray membuat Veln ingin menunjukan dua jempolnya kearah sang pemilik, namun tidak dia lakukan mengingat dengan kondisi yang sudah terjadi antara dirinya dan Ray.


Begitu lift terbuka, Ray langsung menuju ruangannya. Ray melewati begitu saja sekertaris perempuannya yang berdiri sopan dan menundukan kepalanya dengan otak penuh tanya mengenai perempuan yang dibawa atasannya.


Lisa langsung menepis segala pikiran positif dan negatifnya tentang bos dan perempuan yang dibawa masuk keruangan orang nomor satu digedung ini. Lisa tidak mau ambil resiko dengan jabatannya yang sudah membuatnya bangga dapat menjadi sekertaris pembantu untuk bos besar dikantor ini. Apalagi wajah dan tubuh atletisnya bisa untuk menyegarkan pandangan matanya, lumayan buat cuci-cuci mata kala dirinya sedang suntuk memikirkan masalah hidupnya.


Ray mendudukkan Veln disofa yang berada duruangannya, dia mengunci tubuh Veln dengan kedua tangan ditumpukan disandaran sofa.


Ray menatap lekat kearah wanita dihadapannya, yang membalas menatapnya dengan pandangan datar, santai dan biasa.


Ray melengkungkan senyum diujung bibirnya, tanpa mendapat balasan dari Veln. Lalu Ray agak mencondongkan wajahnya kearah Veln dan berkata " Maaf "


Satu kata itu mampu membuat hati Veln terenyuh, dengan jantung sedikit malu-malu menunjukan detaknya lebih keras.


Veln mlengos, saat Ray hendak mendaratkan ciuman dikeningnya. Tapi gerakan Veln sangat dimengerti oleh Ray.


Ray bangkit dan menyambungkan panggilan interkom, meminta Lisa untuk datang keruangannya.


Tak lama terdengar bunyi pintu diketuk dan Ray yang sudah kembali berdiri dihadapan Veln mempersilahkan Lisa untuk masuk.


" Masuk " Lisa pun masuk dengan sopan dan mengangguk kearah Veln yang dibalas senyum olehnya. Senyum yang sedari tadi Ray tunggu-tunggu.


" Ada yang bisa dibantu pak? "


" Tolong, layani perempuanku dengan baik. Aku akan meninggalkannya diruanganku untuk meeting dilantai 5 "


" Baik, pak "


" Buatkan minuman dan bawakan beberapa makanan ringan untuk wanita ku "


" Baik, pak. Kalau begitu saya permisi " Lisa pun berlalu dan bergegas melaksanakan perintah atasannya.


" Sayang, aku tinggal sebentar. Jika kau lelah beristirahatlah disana dikamar pribadiku " Ray menunjuk sebuah pintu dengan posisi tubuhnya yang seperti semula mengunci tubuh Veln dengan kedua tangannya.


Dan apa itu tadi? SAYANG!!! sungguh terdengar menggelikan ditelinga Veln.


Pintu ruangan Ray kembali terdengar ada yang mengetuk.


Tok tok tok.


" Masuk " Ray tak mengubah posisinya, hanya wajahnya saja dia tolehkan kearah pintu. Dan datanglah sosok sekertaris Sam.


Sam yang melihat nonanya berada diruangan tuan mudanya sedikit merasa dibuat terkejut.


" Nona " Sam menyapa sopan majikan perempuannya dan disambut hangat oleh Veln dengan senyuman manisnya. Senyuman yang tak lagi mengembang untuk diri Ray.


Melihat senyum Veln yang selalu mengembang untuk orang lain, sebenarnya sedikit membuat Ray merasa terabaikan oleh perempuan itu. Tapi mau bagaimana lagi, Ray sadar luka yang ditorehkan olehnya akibat keegoisan yang diatas rata-rata membuatnya pantas untuk mendapatkan perlakuan seperti itu dari perempuan dihadapannya.


.


.


.


*Bersambung..

__ADS_1


Terus setia ya menunggu kelanjutan cerita dari novel author.. matur thanks you buat coment, like, rate n votenya. 😙*


__ADS_2