Pernikahan 50 Juta

Pernikahan 50 Juta
74. Pulang


__ADS_3

Veln menelan ludahnya dengan pandangan mata menatap kearah luar pintu apartemennya.


" Rosi " Pandangan Veln beralih kesosok sebelah Rosi. " Yas "


" Kak V " Ucap Rosi.


" V, jadi benar yang selama ini aku lihat.. ternyata benar kau? "


Tanpa menunggu dipersilahkan, Rosi dan Yas menerobos masuk.


" Kak V, apa terjadi sesuatu dengan kalian? dengan kak Ray? " Rosi langsung membrondong pertanyaan.


" Duduklah dulu " Lalu Veln menuju dapur untuk meminta bu Ani membuatkan minuman buat Rosi dan Yas.


" Katakan V, apa terjadi sesuatu dengan mu dan kak Ray? " Yas yang kini membrondong pertanyaan kearah Veln.


" Tidak ada, hanya kesalah pahaman yang wajar dalam berumah tangga " Sekali lagi Veln menjawab dengan santai seperti biasanya.


" Benar? " Yas memastikan.


" Hem "


" Kalau hanya kesalah pahaman, lalu kenapa kalian harus sampai pisah tempat tinggal segala? " Rosi tidak mau percaya begitu saja.


" Aku yang minta, selain ingin saling mengintropeksi diri alasan kedua karena aku masih merasa sebal ketika melihat wajah kakak mu " Veln terkekeh, berusaha menutupi kenyataan pahitnya. " Tunggu, bagaimana kalian bisa tau, aku tinggal diapartemen ini? " Veln ingin memastikan, meskipun mungkin saja mereka bisa mengetahuinya dari cerita Renand.


" Aku melihat kedatangan mu untuk pertama kalinya saat bersama Sam " Cletuk Yasmin. " Secara tidak sengaja aku melihat kalian saat hendak menemui temanku yang kebetulan tinggal digedung yang sama dengan mu " Tangan Yas menyaut gelas yang baru diletakkan bu Ani diatas meja, dan Yas meminum air didalamnya. " Lalu aku terus mengawasi mu dan melaporkan kejadian ini kepada Rosi " Lanjut Yas kemudian.


" Bagaimana dengan Mami, apa dia sudah tau? " Veln beralih menatap Rosi.


" Mami tidak tau, Rosi saja baru hari ini diberitahukan oleh Yas dan segera langsung membuktikan kebenarannya " Ujar Rosi.


" Baguslah, jangan sampai Mami tau ya.. aku tidak mau membuat Mami khawatir " Lebih tepatnya, Veln tidak mau menyeret Mami Rosa kedalam masalahnya. Apalagi kesalahan terdahulu yang dilakukan Mami Rosa sangat berkaitan dengan masalahnya dengan Ray.


Rosi dan Yas mengacungkan jempol mereka tanda setuju, lalu mereka pun mengobrol-ngobrol ringan dengan santai.


Rosi dan Yas sama sekali tidak menaruh curiga apa pun, mereka cukup percaya dengan penjelasan Veln.


Dengan ketenangan dan kepintaran Veln, Rosi dan Yas tidak akan pernah menyangka bahwa sedang ada badai topan besar dipernikahan Veln dan Ray.


Sampai sudah satu jam lamanya mereka berbincang-bincang, kembali pintu apartemen berbunyi.


Ternyata sekertaris Sam yang datang semalam ini, sekertaris Sam sedikit terkecut melihat ada dua orang duduk santai diruang tamu lalu dengan cepat Veln menjelaskannya dan diangguki Yas dan Rosi.


" Maaf nona, apa anda sudah membaca pesan yang dikirim oleh keluarga anda? "


Veln menggeleng " Ponsel ku kehabisan daya, sedang diisi dalam kondisi mati "


" Kalau begitu bisa kita bicara sebentar " Veln pun mengangguk dan membawa sekertaris Sam keruangan lain.


Begitu kondisinya memungkinkan, Sam memberitahukan maksud kedatangannya. Sam mengabari bahwa sepupu nonanya, Virina barusan menelfonnya, memberi tahukan bahwa paman Rian dalam keadaan tidak baik.


Virina terpaksa menghampiri Denis ke Manja Coffe, untuk meminta nomor telfon siapapun yang dapat tersambung dengan Veln. Karena ponsel Veln sedang diluar jangkauan saat dihubungi.


Dari situlah terpaksa Denis memberikan nomor telfon Sam, sekertaris sekaligus asisten Ray, karena Denis tidak akan memberikan nomor Ray kesembarang orang.


" Saya akan mengantar anda pulang kekampung halaman, sebaiknya anda bersiap nona " Veln pun menurut.

__ADS_1


" Apa perlu saya terlebih dahulu menghubungi Virina atau Mba Del? "


" Tidak perlu nona, saya sudah memberi tahu mereka kalau anda akan pulang. Untuk tuan muda dia ada pekerjaan penting jadi tidak bisa ikut " Bohong sekertaris Sam.


" Saya mengerti sekertaris Sam, saya paham tidak perlu anda menutupinya. Tuan mu pasti menolakkan untuk ikut serta pulang kekampung halamanku " Sam hanya menjawab dengan tersenyum.


Sementara Veln bersiap, Sam kembali menuju ruang tamu dan duduk tegak diatas sofa tanpa mempedulikan Rosi apalagi Yas.


" Sam dimana kak V? "


" Nona dikamar "


" Ngapain? V ingatkan ada kita didepan? "


Sam tersenyum dan.. " Sebaiknya kalian pulang, sudah malam "


" Lalu kau sendiri? " Ujar Yas.


" Aku masih ada yang harus diselesaikan terlebih dahulu "


" Kalau begitu kami akan menemani kalian untuk menyelesaikan sesuatu yang harus diselesaikan itu " Ucap Rosi.


" Terserah kalian saja " Sam menyerah dan memilih masa bodo.


Tak lama Veln pun kelar dengan membawa travel bagnya.


" Kak V, separah itu kah masalah mu dengan kak Ray? " Dengan wajah Rosi yang penuh tanya, Rosi yakin dilihat dari raut wajah kakak iparnya yang terlihat sedih tidak mungkin dia akan kembali pulang kerumah kakaknya Ray. Karena yang terlihat dimata Rosi, Veln seperti hendak kabur menjauh dari kehidupan kakaknya bukannya ingin kembali pulang kerumah besar milik kakak tirinya.


Yas bangkit dari duduknya dengan bersemangat " Sepertinya kak Ray minta dihajar oleh ku karena sudah berani menyakiti kaum perempuan, aku yang masih segel saja nyeri disakiti kaum laki-laki apalagi kau yang sudah dibobol olehnya " Yas hendak melangkah, namun seketika terhenti.


" Kalau begitu terpaksa aku yang harus bertindak " Rosi turun tangan, bangkit dan langsung menuju pintu keluar apartemen dengan membawa keyakinan dan kekuatan untuk membuat perhitungan dengan kak Raynya.


Namun secepat kilat Sam bangkit mencegahnya. Sam menarik baju bagian belakang leher Rosi dengan kuat, mendudukkan Rosi ketempat semula.


" Jika kau masih menginginkan ku jadi suami masa depan mu, duduk dan diamlah " Rosi melongo dan mengedip-ngedipkan kelopak matanya merasa syok.


Yas pun tak kalah tercengangnya, dia menutup mulutnya yang membentuk huruf O dengan kedua telapak tangannya.


Veln yang mendapati kilau asmara dikedua pasang mata milik sekertaris Sam dan adik iparnya Rosi hanya dapat menggeleng dan menyungging senyum.


" Aku akan pulang kampung. Sepupu ku mengabari sekertaris Sam, katanya paman ku dalam keadaan kurang baik "


Mereka pun keluar menuju parkiran, tentu sebelumnya berpamitan terlebih dahulu kepada bu Ani.


Rosi dan Yas memutuskan untuk ikut bersama Veln dan sekertaris Sam meski tanpa membawa persiapan apa pun. Mereka memiliki pemikiran yang sama asal ada beberapa lembar uang didompet dan dua kartu yaitu kartu debit dan kartu kredit ketika membutuhkan pakaian ganti atau apa pun tinggal melenggang saja menuju mall.


○○○


Entah mengapa didalam mobil Veln nampak merasa tidak enak hati, bayangan pamannya terus menerus berkelebat dipelupuk matanya.


Veln berharap pamannya dalam keadaan baik-baik saja, sebenarnya Veln sudah merasa tidak enak ketika mendapat kabar dari Sam bahwa sepupunya menelfon dan meminta dirinya untuk pulang karena paman Rian dalam keadaan tidak baik. Namun dia berusaha menghalau pikiran-pikiran buruknya.


" V, kalau kau ingin menangis maka menangislah " Ujar Yas yang melihat ekspresi Veln seperti berselimut mendung.


" Terimakasih Yas, Aku tidak apa-apa. Aku hanya sedikit khawatir dengan keadaan pamanku" Veln menghela nafasnya lemah. " Apa aku boleh menyandarkan tubuh ku ditubuh mu Yas? " Yas mengangguk, tanpa ragu Veln pun bersandar ditubuh Yas yang kebetulan duduk bersebelahan dibelakang jok penumpang.


Rosi yang sedari tadi menolehkan wajahnya kebelakang pun, entah mengapa merasa iba terhadap kakak iparnya. Dia merasakan kesedihan yang melebihi kekhawatiran Veln terhadap pamannya.

__ADS_1


Rosi dan Yas memang sebenarnya merasakan beban berat dalam diri Veln, namun mereka tidak paham itu apa?


" Sam, cepat katakan apa yang sebenarnya terjadi dengan pamannya kak V? jangan membuat kak V diliputi dengan fikiran yang terus bertanya-tanya " Sam melirik sebentar kearah Rosi dan kembali fokus pada kemudinya.


" Aku juga tidak tau, sepupu nona Veln hanya mengatakan bahwa pamannya sedang tidak dalam keadaan baik "


" Lalu kenapa kak Ray tidak sekalian ikut bersama kita? "


" Jangan cerewet kalau tidak ingin aku turunkan dijalan "


" Coba saja kalau berani "


" Sepertinya membungkam mulut mu dengan mulut ku akan lebih efektif ketimbang dengan cara lain "


" Uuh, aku justru sangat mengharapkan itu dari mu, Sam "


Bletaaak.


" Au "


Yas melempar sepatunya kearah Rosi " Jangan berisik, hentikan otak binal mu. V sedang terlelap, jangan mengganggu tidurnya "


Mereka pun sepakat menutup mulutnya untuk tidak berisik, membiarkan Veln agar terlelap dalam tidurnya.


Entah karena Veln mengantuk atau karena lelah terlalu banyak beban dalam pikirannya, dengan tanpa sengaja matanya terlelap didekapan tubuh Yas.


○○○


Ketika waktu menunjukan tengah malam, mereka sampai dikota kecil tempat kelahiran Veln.


Untuk sementara Sam mengdrop mereka dihotel cabang RV Group.


Hingga pagi menjelang, Veln nampak gelisah ingin cepat-cepat menuju rumah pamannya. Bahkan dia tidak sarapan dengan baik pagi ini. Yas dan Rosi dibuat kelimpungan untuk membuat Veln memakan dengan benar sarapannya.


Akhirnya mereka berdua menuruti Veln untuk secepatnya keluar dari kamar meninggalkan sarapan paginya begitu saja.


Rosi menghubungi sekertaris Sam, meminta untuk secepatnya diantar kekediaman paman kakak iparnya.


Begitu sampai didepan loby hotel ternyata Sam sudah siaga menunggu kedatangan mereka bersama Renand.


Renand menyusul kakak iparnya satu jam setelah kepergian Veln. Rey datang keapartemen yang sekarang kakak iparnya tinggali, untuk menengok keadaan Veln. Karena sepanjang sehabis duel dengan kakaknya, Rey terus kepikiran kakak iparnya. Namun begitu sampai Rey diberitahu bu Ani bahwa kakak iparnya sedang pulang kekampung halamannya.


" Boy " Veln terkejut mendapati adik kecilnya berada diloby bersama sekertaris Sam.


" Kau? " Rosi tidak kalah terkejutnya. " Jangan bilang kau sudah mengetahui semua yang terjadi dengan kak Ray dan kak V "


" Cepat, bukan saatnya untuk mengobrol " Sergah sekertaris Sam.


Veln satu mobil bersama Renand atas permintannya, sementara Yasmin ikut mobil yang dibawa sekertaris Sam bersama Rosi.


.


.


.


Bersambung..

__ADS_1


__ADS_2