Pernikahan 50 Juta

Pernikahan 50 Juta
58. Tentang Mami Rosa


__ADS_3

Dua minggu sudah berlalu, sejak pertemuan keluarga itu kembali terulang setelah sekian lama.


Dan memberikan dampak baik bagi masing-masing dari mereka. Meski tak dipungkiri masih ada sedikit yang mengganjal dihati Ray, Ray masih belum bisa menerima dengan sepenuh hati untuk memaafkan kesalahan dimasa lalu yang dilakukan Mami Rosa.


Sebuah kesalahan yang benar-benar fatal. Pada awalnya sudah jelas Ray menolak keras kedatangan Ibu sambung dalam hidupnya, untuk menggantikan Ibu kandungnya yang sudah meninggal. Apalagi saat itu Ray kecil benar-benar dalam keadaan kacau dan down.


Namun sepeninggal Nyonya Hanita yang tak lain Ibu kandung dari Yas, Ray harus rela kembali pulang kekeluarganya. Ditambah lagi usia Ray dan Yas semakin tumbuh dewasa, dan itu sangat tidak baik untuk mereka yang notabennya berjenis kelamin berbeda harus tinggal dan terus bersama-bersama.


Awal kepulangan Ray remaja kembali kerumah melunturkan kesan ketidak sukaannya terhadap Rosa. Karena ternyata Rosa tak seburuk apa yang Ray kira. Rosa begitu baik, sayang dan perhatian sama seperti perlakuan Nyonya Hanita terhadapnya.


Sampai suatu hari Ray mendapati Rosa yang diam-diam bertemu dengan mantan suaminya disuatu tempat, dan fatalnya sedang berkomplot merencanakan sesuatu yang tidak baik untuk menghancurkan keluarganya. Rosa berniat mengambil alih seluruh milik ayahnya, dan setelah niatnya terwujud dia berencana untuk menendang ayah,nenek dan juga termasuk dirinya kejalanan.


Memang sudah sejak awal, niat perempuan itu menikah dengan ayahnya hanya untuk menguasai seluruh milik ayahnya. Dia dapat mendekati Rendra Wiratama dengan mudah karena Rosa merupakan mantan kekasih ayahnya sewaktu sekolah dulu.


Sampai pada akhirnya rencananya harus gagal karena ketahuan, Ray mengancam Rosa kalau dia tidak menghentikan aksinya maka dia yang akan menendangnya keluar kejalanan. Akhirnya Rosa menerima kesepakatan itu, bahwa dia tidak akan melanjutkan rencana jahatnya. Rosa memilih untuk benar-benar jadi wanita layaknya seorang istri sesungguhnya. Dan terbukti, Rosa insaf dan benar-benar menjadi ibu rumah tangga pada umumnya, tetapi itu tidak membuat Ray terkesan. Entah, Ray selalu merasa muak ketika mendengar suara apalagi menatap wajah Ibu sambungnya. Ray sudah terlalu meradang dan terlanjur benci terhadapnya.Akhirnya Ray memutuskan untuk keluar dari rumah itu, dia takut tidak bisa menahan emosinya jika terus-terusan berada didekat ibu tirinya. Ray hengkang dan memilih melanjutkan kuliahnya diluar negri. Tentu tak lupa dengan tetap mengawasi pergerakan Rosa lewat orang suruhannya, tanpa sepengetahuan orang yang bersangkutan.


○○○


Setelah sekian lama adem ayem, Ray mulai bernafas lega. Laporan rutin yang selalu dia dapatkan dari orang suruhannya selama ini tidak ada tanda-tanda penyimpangan dari perilaku Rosa. Ray berfikir rupanya Ibu sambungnya sudah benar-benar kembali kejalan yang lurus dan seharusnya.


Sampai pada suatu waktu Ray mendapatkan laporan yang mengejutkan.


🤳 " Untuk yang pertama kalinya, Nyonya Rosa kembali bertemu dengan mantan suaminya, bos. Dan sepertinya rencana awal yang tertunda akan mereka lancarkan kembali " Ujar sang pesuruh.


🤳 " Terus awasi perempuan itu, dan kumpulkan setiap bukti-bukti kejahatan yang akan dilakukan mereka berdua. Sementara ini biarkan mereka berada diatas angin, kita tinggal menunggu waktu yang tepat untuk menangkap basah mereka " Perintah Ray terhadap pesuruhnya.


○○○


Nyonya Rosa terlihat tersenyum bahagia didalam kamarnya, lebih tepatnya kamar yang ditempati dirinya dan suaminya Rendra alias ayah dari Ray.


Rosa berfikir, dia sudah berhasil mengelabui semuanya.. dia juga senang karena sudah berhasil memasukkan mantan suaminya keperusahaan RV Group. Tentu dengan dalih demi putrinya Rosi. Rosa memohon untuk mempekerjakan mantan suaminya keperusahaan Rendra, agar mantan suaminya tidak menjadi pengangguran, setelah usaha yang dirintisnya bangkrut. Demi putrinya juga agat tidak harus malu memiliki ayah yang pengangguran dan luntang-lantung.

__ADS_1


Selama bekerja, mantan suami Rosa berhasil menggelapkan banyak uang perusahaan. Bukannya Ray tidak tau, namun dia sengaja membiarkannya untuk memperbanyak bukti kejahatan mereka. Agar Ray nanti dapat dengan sangat mudah untuk menendang mereka keneraka yang paling terdalam.


Ambang batas kesabaran Ray pun habis, Ray memerintahkan orang suruhannya untuk membongkar semua kejahatan Rosa kepada ayahnya.


Pesuruh Ray datang menemui tuan Rendra, saat ini Rendra sedang mengunjungi adik iparnya yaitu Aldo dan Susan sembari mengunjungi hotel cabangnya yang berada dikota tempat Aldo dan Susan tinggal.


Rendra begitu kaget dan syok atas laporan dari seseorang yang merupakan orang suruhan putra sulungnya. Untung saja dia tidak sampai mendapatkan serangan jantung.


🤳 " Nak " Rendra langsung menghubungi Ray via telfon, meminta penjelasan langsung.


🤳 " Seperti yang papa dengar, semuanya nyata. Maaf, Ray merahasiakannya. Ray fikir, Ray harus menunggu waktu yang tepat memberitahukan papa. Dan saat inilah, sudah waktunya untuk memberi mereka pelajaran "


🤳 " Menurut mu, apa yang harus papa lakukan? "


🤳 " Aku hanya minta papa ceraikan perempuan itu, dan jerat mantan suaminya kejalur hukum. Dan mengenai Renand dan Rosi, Ray serahkan ketangan papa. Ray tidak mau ikut campur " Lalu Ray kembali melanjutkan perjalanannya menuju tanah air.


○○○


Suara sirine bergema disepanjang jalan menuju rumah sakit, laju jalan raya pun terhambat. Aroma anyir darah segar menyeruak, dan terlihat beberapa kendaraan malang melintang tak beraturan. Dan mengharuskan petugas lalu lintas turun tangan dan sedikit bekerja keras.


○○○


Setelah acara pemakaman selesai terlihat keluarga inti, beberapa orang kepercayaan dan ayah kandung Rosi berkumpul disebuah ruangan.


Tuan Rendra meregang nyawa dalam kecelakaan maut tersebut. Naas.


" Ampun Bu, saya mohon ampun.. Ray, Mami menyesal. Mami benar-benar menyesal kali ini " Rosa berlutut bergantian menghadap Nenek Lusiana dan Ray putra sambungnya dengan penuh penyesalan dan derai air mata.


Setelah acara pemakaman itu, Ray tidak sabar dan langsung membongkar aib yang dilakukan Rosa kepada seluruh orang yang berada diruangan tersebut.


Kaget, jangan ditanya lagi Lusiana begitu tak habis pikir dan benar-benar merasa kecewa terhadap menantu keduanya. Sementara Renand terlihat begitu syok, sampai air mata duka yang dia teteskan karena kepergian ayahnya terhenti seketika. Raut wajah sedihnya berubah menjadi merah padam, akibat kelakuan ibunya. Sementara Rosi yang polos, mendapati kenyataan ini hanya bisa menangis dengan sesenggukan.

__ADS_1


Rosi yang menghadiri acara pemakaman ayah sambungnya, berderai air mata karena merasa kehilangan sosok yang ikut andil dalam mendidik dan membesarkannya. Ditambah lagi kenyataan yang ibu dan ayah kandungnya lakukan semakin membuat tangisnya terisak-isak.


" Om, urus mereka sampai keakarnya " Ray memerintah kepada Om Ben orang terdekat dan kepercayaan keluarga mereka. " Dan pastikan kedepannya jangan sampai mereka kembali menjadi benalu dikeluargaku, sudah cukup aku memberi mereka kesempatan yang tidak dimanfaatkan dengan baik " Suara Ray meledak tegas penuh emosi.


" Baik tuan muda, saya akan membereskan dan melaporkan mereka secepatnya kejalur hukum "


Mendengar itu Rosi langsung panik dan kalang kabut.


" Kak, Rosi mohon ampuni mereka " Lari menuju arah Ray dan memohon dengan bersujud penuh air mata. " Nenek " Rosi mengalihkan pandangan kearah Lusiana yang matanya menyorotkan makna yang sulit untuk diartikan. " Setidaknya bebaskan salah satu dari mereka, hikhikhik.. biarkan salah satu dari mereka menemaniku menjalankan hidup, hikhikhik " Ray tak bergeming, masih berkacak pinggang dengan wajah angkuh dan marahnya.


" Kak Ray, Rosi mohon " Rosa semakin lemas dan air matanya semakin tak terkendali. Bagaimana bisa dia tidak memikirkan akibat yang berimbas pada putrinya jikalau rencananya gagal seperti ini. Kalau dirinya dan mantan suaminya masuk buih bagaimana nasib Rosi kedepannya? sementara usianya masih sangat muda, belum mengerti tentang pahit manisnya kehidupan.


" Nak, saya mohon lepaskan ibu dari putri kandung saya. Biarkan mereka untuk hidup bersama-sama. Serahkan hukumannya kepada saya, biar saya yang menanggung semuanya " Ayah kandung Rosi ikut memohon, kali ini dia benar-benar mencemaskan akan kelangsungan hidup putrinya jika tanpa dirinya apalagi tanpa Rosa ibunya.


Melihat Ray yang masih tak bergeming, Rosi semakin menangis sesenggukan. Matanya langsung dia arahkan keadik kecilnya, Renand.


" Rey, kakak mohon bantu kakak untuk membujuk kak Ray. Hikhikhik. Kakak tidak punya siapa pun selain Mami, tolong Rey "


" Kau tau kak Rosi, mulai dengan detik ini aku sama sekali tidak perduli dengan Mami mu. Meskipun dia yang melahirkan ku, tapi aku akan berdiri dibelakang kak Ray. Karena dengan menyakiti papaku, otomatis dia juga telah menyakiti aku " Dengan nada datarnya Rey tak berniat membantu keselamatan ibunya. " Dan untuk nasib mu kak, aku serahkan ditangan kak Ray "


" Hikhikhikhik " Rosi sudah tidak bisa berkata-kata lagi, dia hanya bisa menangis dan terus menangis menyesali atas perbuatan yang dilakukan kedua orang tuanya.


Satu keputusan akhirnya Ray ambil, Ray memutuskan untuk membebaskan Rosa demi Rosi dan melimpahkan semua hukuman ketangan ayah kandung Rosi dengan syarat mereka berdua tidak boleh saling bertemu seumur hidup dengan Bram dengan atau tanpa alasan apapun. Ray membiarkan putri dan ibunya tetap tinggal dirumah besar itu, agar lebih mudah memastikan bahwa diantara mereka tidak terjadi pertemuan. Nenek Lusiana pun hanya bisa menyetujuinya, toh nasi sudah menjadi bubur. Lagi pula Lusiana melihat sorot mata Rosa benar-benar penuh penyesalan dan bagaimana pun dia juga merupakan ibu dari cucunya, ditambah lagi Lusiana iba terhadap nasib Rosi.


Dan dari semenjak itu kebencian mendarah daging ditubuh Ray dan Rey terhadap Rosa. Mereka berdua berpendapat bahwa Rosa ikut andil dalam kematian papa mereka. Saking muaknya, Renand sampai angkat kaki dari rumah tersebut. Dia memilih ngekos.


Tiga bulan berlalu, terdengar kabar Bram ayah kandung dari Rosi meninggal dunia. Selama dibuih, Bram sakit-sakitan karena terus-terusan memikirkan nasib Rosi dan mantan istrinya. Apalagi dari semenjak dipenjara, Bram sama sekali belum pernah bertemu mereka berdua, dan itu membuat Bram bertambah pikiran dan semakin frustasi.


Sementara Rosa pun tidak kalah menderita, tubuhnya semakin mengecil karena jarang makan dan tidak bisa tidur nyenyak. Rosa tidak bisa menjalani hidupnya dengan baik, karena mendapatkan perlakuan yang memang pantas dia dapatkan dan kebencian dari dua putranya. Terlebih lagi dari putra kandungnya sendiri.


Renand lebih memilih berada dibalik kakaknya, karena dia pikir, dirinya dan kakaknya merupakan korban kerugian dari kelakuan yang dilakukan oleh perempuan yang biasa dia sebut Mami itu. Dan tentu sikap Renand yang seperti itu otomatis membuat Ray merasa beruntung, karena tanpa harus dirinya mempengaruhi adik kecilnya.. justru Renand sudah melakukannya sendiri dengan suka rela. Bisa dibayangkan bagaimana terlukanya saat melihat putranya sendiri membencinya dan menjauhi dirinya dengan secara terang-terangan.

__ADS_1


Bersambung..


__ADS_2