Pernikahan 50 Juta

Pernikahan 50 Juta
33.Flashback end


__ADS_3

Semakin hari kedekatan mereka semakin akrab, sudah layaknya seperti saudara kandung.


Ray pun berangsur-angsur kembali menjalani hidup dan beraktifitas seperti biasanya, seperti layaknya orang-orang normal. Kesedihan yang dia rasakan perlahan sudah mulai menghilang. Ray sudah bisa menerima kenyataan, kenyataan bahwa kini dia sudah tidak lagi memiliki seorang ibu. Tapi Ray percaya bahwa ibunya dimana pun dan kapan pun selalu mengawasi dan melindunginya dari kejauhan, begitu pun Ray akan selalu mengingat kenangan bersama ibunya dihati dan pikirannya.


○○○


Kini Ray memasuki sekolah menengah atas dan tumbuh menjadi remaja yang begitu tampan dan mempesona kalau cerdas jangan ditanya, otaknya yang encer diturunkan dari kedua orang tuanya dan semua itu membuat banyak gadis yang mengejar-ngejarnya bahkan jumlahnya lebih banyak dari waktu dia masih duduk disekolah tingkat pertama. Bahkan sedari tingkat dasar pun banyak yang sudah centil menggodanya termasuk Yas.


Dan beruntunglah karena dia memiliki Yas jadi tidak perlu harus mengusir satu persatu setiap perempuan yang mendekatinya, karena dengan tanpa adanya perintah dari Ray, Yas akan turun tangan menjauhkan para perempuan-perempuan itu dengan dalih bahwa dirinya adalah calon tunangan dan calon istri masa depan Ray yang sudah disepakati kedua belah pihak keluarga. Dan timbal baliknya Ray harus rela mendengarkan ocehan Yas soal gebetannya yang dia kejar-kejar dari semenjak tingkat taman kanak-kanak, sampai sekarang tingkat menengah pertama. Yas mengikuti dimana pun laki-laki itu bersekolah, Yas benar-benar terobsesi olehnya.


○○○


Sampai pada suatu hari duka kedua datang menghampiri Ray diusia remajanya, Nyonya Hanita yang merupakan ibunda Yas yang sudah dianggap sebagai ibu keduanya meninggal dunia.


Namun meski jelas terlihat duka yang mendalam diraut wajahnya, Ray tetap harus tegar demi Yas.


Dan ketegaran Ray sukses membuat Yas mengikhlaskan kepergian Mami tercintanya.


Setelah kepergian Nyonya Hanita Ray kembali tinggal dirumahnya, karena tidak mau merepotkan tuan Ben. Namun tetap tak mempengaruhi hubungan akrabnya bersama Yas.


Hari terberat pun datang, Ray memutuskan untuk melanjutkan kuliahnya diluar negeri. Untuk menghindari tinggal satu atap dengan Ayah dan yang lainnya. Membuatnya harus rela meninggalkan Yas.


" Kak Ray.. hikhikhik " Isak tangis Yas tak henti-hentinya sedari berangkat sampai dibandara. Ray mengusap-usap lembut rambut Yas yang berada dalam pelukannya sembari sesekali menciumi puncak kepalanya.


" Berhentilah menangis, aku tidak suka melihat gadis cengeng " Ujar Ray, menenangkan dengan caranya sendiri.


" Ini semua karena perbuatan mu Kak, kau begitu tega meninggalkan aku " Yas kembali mengeluarkan tangisnya.


" Cih. Kau ini kenapa begitu drama sekali hanya ditinggal sementara oleh ku yang bukan siapa-siapa sampai menangis begitu, sedangkan demi laki-laki itu kau rela melakukan apapun.. dari tingkat kanak-kanak sampai sekarang kau mengikuti dimana pun dia bersekolah, dengan tak gentarnya kau memepednya padahal sama sekali lelaki itu tidak menganggap mu ada. Tak menghiraukan mu yang cantik ini tapi tak terlihat tangis dan perasaan sedih sama sekali diwajah mu. Dan sekarang terhadap ku perlakuan mu seolah-olah berasa dipatahkan hati mu oleh pria pujaan mu itu " Yas melepaskan pelukannya dan wajahnya mendongak kearah Ray.


" Kak Ray, kau memang bukan siapa-siapa sekarang.. tapi kau itu ban serep ku, kalau aku tidak mendapatkannya sampai aku lelah mengejarnya maka Kak Ray yang akan menggantikannya untuk jadi suami ku " Senyum centil Yas muncul disudut bibirnya.


" Dasar nakal ya kau ini.." Ray menjitak kepala Yas pelan.


" Dari semenjak pertama bertemu sampai sekarang otak mu hanya dipenuhi tentang ketampanan ku, laki-laki pujaan mu, percintaan, pernikahan.. hah, malang sekali Paman dan Bibi sampai memiliki putri seperti mu " Lanjut Ray lagi dengan sedikit meledek Yas.


Tiba waktunya mereka pun harus berpisah, Ray mencium kening Yas tanda sayang dan Yas membalasnya dengan memberikan senyum semanis mungkin untuk Ray.


○○○


Baru satu tahun Ray mengenyam bangku kuliah, tiba-tiba Ray dipaksa untuk pulang ketanah air dikarenakan ayahnya mengalami kecelakaan.

__ADS_1


Dan kecelakaan maut tersebut membuat Ray harus kehilangan Ayahnya. Tuan Rendra meninggal dunia karena luka dalam akibat tragedi tersebut.


Karena hal itu diusia mudanya Ray sudah harus terjun menyambi kedunia bisnis untuk meneruskan jejak ayahnya dengan tetap melanjutkan kuliah. Tentu saja tetap dengan setia Paman Ben mendampingi dan membimbing Ray hingga mahir.


Dibawah tangan dingin Ray, RV Wiratama Group kini tidak hanya fokus didunia perhotelan dan pariwisata saja. Kini sudah merambah keberbagai sektor mulai dari e-commerce, perdagangan dan retail, kontruksi dan properti, pertambangan dan masih banyak sektor lainnya yang dijamah oleh RV Wiratama Group.


Sampai akhirnya kini Ray dilepas oleh tuan Ben untuk mengurus semua bisnisnya, karena telah dianggap mampu dan telah berhasil menamatkan pendidikan terakhirnya.


○○○


Disuatu siang duduklah seorang gadis manis diruangan private sebuah restaurant berhadapan dengan seorang laki-laki yang tampan mempesona, yang tak lain adalah Yas dan Ray.


" Pokoknya aku tidak mau Kak Ray, kau harus bisa meyakinkan Papi " Yas terlihat merajuk dengan sesekali buliran air mata jatuh dikedua pipinya.


" Ah.. Kau ini cengeng sekali, kenapa setiap kali bertemu kau selalu menangis begini. Mungkin kalau orang lain lihat, aku seperti telah melakukan kejahatan terhadap mu " Dikeadaan seperti ini Ray masih sempat-sempatnya menggoda Yas.


" Pokoknya sudah aku putuskan, aku tidak mau dijodohkan. Aku hanya mau menikah dengan gebetan ku. Selain dengan dia, aku hanya akan memilih mu sebagai pilihan keduanya. Tidak mau yang lainnya" Yas mengusap kasar airmatanya yang masih mengalir dikedua pipinya.


Melihat putrinya yang usianya sudah cukup matang untuk dinikahkan akhirnya tuan Ben hendak mewujudkan perjanjian yang dibuat dengan sahabat kecilnya yaitu hendak menikahkan putra-putri mereka untuk lebih mempererat lagi talisilaturahmi diantara mereka.


Yas yang merasa gagal meski sudah mengejarnya dengan mati-matian mendapatkan pria idamannya akhirnya memutar balik kearah Ray.


Yas meminta Ray yang dianggapnya sebagai ban serep untuk menikahinya dari pada harus menerima untuk dijodohkan ayahnya.


Namun, ketika Ray meminta Yas kepada tuan Ben untuk dinikahi dan dijadikan istri olehnya, tuan Ben menolak keras. Keputusan tuan Ben untuk menjodohkan putrinya dengan putra teman kecilnya sudah bulat tidak bisa diganggu gugat lagi.


" Yas, untuk kali ini menurut saja dulu kemauan Paman " Ray sedikit mendekatkan posisi duduknya kearah Yas dan membantu mengusap air mata Yas dengan punggung tangannya.


" Toh untuk hari ini, kalian hanya dipertemukan dulu.. tidak langsung dinikahkan " Lanjut Ray lagi dengan tetap berusaha menenangkan Yas. Yas pun dengan berat hati hanya bisa mengangguk.


" Bereskan wajah mu yang kusut itu, dan cepatlah temui Paman dan calon keluarga baru mu. Aku akan menunggu disini sampai pertemuan kalian berakhir, baru nanti kita putuskan hasil akhirnya " Yas pun beranjak pergi untuk menemui ayah dan calon keluarga barunya, masih disatu restautant tersebut hanya beda ruangan saja.


○○○


Satu jam berlalu, Yas terlihat kembali menghampiri Ray yang kini sibuk dengan laptopnya, dengan wajah sumringah berseri-seri dan mata yang berbinar-binar seperti habis mendapatkan jackpot.


Berbeda sekali hampir tiga ratus enam puluh derajat dari sebelumnya.


Ray menyandarkan punggungnya untuk duduk lebih santai dengan jari telunjuknya mengusap-usap bibir sendiri. Matanya lekat menatap Yas yang sedang memancarkan aura kebahagiaan yang tak terhitung jumlahnya.


" Katakan.." Ray langsung menghardik perempuan yang duduk tepat dihadapannya.

__ADS_1


" Kak Ray, sepertinya aku akan mencampakkan mu " Dengan senyum merekahnya dan tanpa rasa bersalah Yas mengatakannya. Mendengar itu Ray hanya bisa tersenyum lebar dan menggeleng-gelengkan kepalanya.


" Sudah aku putuskan, aku akan menerima perjodohan ini.. bahkan dengan senang hati, kau tau kak Ray ternyata laki-laki yang dijodohkan dengan ku itu laki-laki yang sudah bertahun-tahun aku kejar-kejar. Mereka orang yang sama " Yas beranjak dari duduknya dan memutari meja bundar dengan sedikit berjingkrak-jingkrak layaknya anak kecil yang mendapatkan hadiah permen.


" Kau tau Kak? Aku berasa seperti mendapat jackpot dari Papi" Yas kembali mendudukkan tubuhnya.


" Bagus lah, berarti aku tidak perlu repot-repot untuk menikahi perempuan childish dan manja seperti mu " Ray mengusap-usap ujung kepala Yas. Dan bergegas mengantarkan Yas untuk pulang.


" Kau harus datang keacara pernikahan ku Kak, jangan karena aku sudah mematahkan hati mu lalu kau tidak mau hadir diacara sekali dalam seumur hidup ku " Yas mengundang Ray dengan penuh penekanan.


" Pasti.. lagi pula aku begitu penasaran dengan pria idaman mu yang mati-matian kau sembunyikan dari ku " Memang selama ini Ray hanya mendengar dari cerita Yas saja mengenai pria yang akan menjadi suami Yas tersebut, tanpa pernah tau orangnya. Karena rencana Yas baru akan mengenalkannya ketika laki-laki itu sudah benar-benar menerimanya.


○○○


Ray tepat memarkirkan mobilnya dihalaman depan rumah tuan Ben, terlihat Yas turun dari mobil setelah Ray membantu membukakan pintunya.


Diruang tamu terlihat tuan Ben duduk santai dengan kedua tangan sibuk memegang cangkir kopi.


Ray menyalami tuan Ben dengan hormat, begitu juga Yas. Dan Yas langsung berlalu masuk kedalam meninggalkan Ray dan ayahnya.


" Tuan muda, apa kau punya sedikit waktu untuk ku? Aku ingin bicara sebentar dengan mu" Ucap tuan Ben penuh harap.


" Tentu Paman, bisakah Paman tidak berbicara seformil itu? berhenti memanggil ku tuan muda. Bukankah aku sudah menganggap mu sebagai ayah kedua ku? jadi sungguh kata-kata itu tidak enak didengar " Tuan Ben tersenyum dan menepuk bahu Ray.


" Ikut aku, kita bicara diruang baca " Tuan Ben mendahului langkahnya yang diikuti Ray dibelakannya.


¤Diruang baca


" Nak, maaf kalau selama ini putri kecil ku selalu merepotkan mu " Dengan suara khas kebapakannya tuan Ben memulai obrolan.


" Tidak Paman, justru aku yang harus berterima kasih terhadap kalian karena telah menyelamatkan masa depan ku " Dengan suara tidak kalah berwibawanya dari tuan Ben.


" Itu sudah menjadi tanggung jawab saya Nak, untuk menyelamatkan dan membawa mu sampai ketitik ini. Bahkan hutang budi yang saya bayarkan dengan cara apapun mungkin tidak akan pernah bisa melunasi atas kebaikan yang telah keluarga mu berikan dulu bahkan sampai sekarang terhadap keluarga ku " Terdengar suara yang seolah membayar dengan cara apa pun bahkan sampai nyawa pun yang diberikan tidak akan bisa membalas kebaikan-kebaikan yang sudah dirasakan oleh tuan Ben yang diberikan dari mulai kakek buyut Ray masih hidup.


" Kau pasti sudah dengar dari Yas, sebenarnya kalau bukan karena janji yang sudah kami buat dulu untuk menjodohkan putra-putri kami, aku akan sangat senang untuk melepas putri ku ketangan mu. Apalagi kau yang memintanya sendiri kepada ku, meskipun aku tau kau melakukan itu juga karena atas paksaan Yas yang meminta mu untuk menikahinya " Tuan Ben terkekeh yang diikuti oleh tawa kecil Ray atas kenakalan Yas.


" Dia itu memang nakal dan manja sekali terhadap mu, bahkan dengan sangat liciknya putri ku slalu menghalangi perempuan yang hendak mendekati mu. Maaf kan dia ya Nak " Ray hanya bisa tersenyum dengan penuturan tuan Ben.


" Nak, kau lebih pantas mendapatkan yang lebih dari putri ku. Paling tidak kau bisa memilih pendamping mu sendiri sesuai dengan keinginan mu. Dan untuk perjodohan ini, aku sangat berterimakasih. Pasti karena ada campur tangan mu sehingga Yas mau menuruti keinginan ku. Satu lagi, aku akan sangat memohon kepada mu nak.Jangan datang kepernikahan Yas, dan menghilanglah dulu darinya sampai dia benar-benar menjadi seorang istri. Kalau kau slalu ada disekelilingnya, aku takut putri ku berubah pikiran " Dengan suara beratnya, tuan Ben terdengar begitu memohon.


" Baiklah Paman, tidak usah khawatir. Aku akan mekakukan semua perintah Paman " Ray terlihat begitu sangat menyanggupinya perintah tuan Ben.

__ADS_1


Paman, sebenarnya sekalipun aku mengacaukan rencana pernikahannya.. sebelum kau bertindak untuk mencegah ku pun, putri mu pasti akan lebih dulu membunuh ku karena berani menghalanginya untuk jadi istri dari pria yang sudah dia kejar-kejar sejak dulu.


Bersambung..


__ADS_2