
Ray keluar apartemen dengan lesu, Raut frustasi nampak jelas diwajahnya. Ray menuju mobilnya, dan bersiap melajukan kearah rumah. Ray berharap, Veln berada dirumahnya saat ini.
🤳 Ray " Sam, bisa kau kirimkan nomor ponsel V? " Sungguh dia sangat menyesali keadaan ini, bahkan dia merasa tidak habis pikir dengan dirinya sendiri bagaimana bisa dirinya sampai tidak memiliki nomor ponsel wanitanya. Nomor yang seharusnya digunakan oleh dirinya untuk bertukar suara melepas rindu ketika sedang berjauhan.
Ray sangat begitu menyesali sekali saat diwaktu itu. Diwaktu dirinya berada ditingkat ego tertingginya, ponselnya dipenuhi dengan panggilan tak terjawab hingga puluhan kali tanpa dirinya hiraukan dan dirinya tidak menyempatkan diri untuk menyimpan nomornya. Nomor yang sudah dipastikan milik wanitanya. Dan benar saja saat Sam memberikan nomor Veln, terlihat tidak asing dipandangan mata. Nomor yang sama dengan yang pernah menghubungi ponselnya, jelas terlihat dari enam digit bagian belakangnya yang diulang-ulang menggunakan dua nomor yang sama dan berurutan.
Kalau saja Lisa langsung melaporkan padanya mengenai kepergian Veln dari kantornya, mungkin dia dapat secepatnya untuk menahan dan mencegah Veln agar tidak kabur dan menghilang dari hadapannya. Tidak akan sampai seterlambat ini.
Nyatanya dewi fortuna nampaknya sedang berpihak pada V. Dengan Ray yang tinggal menunggu waktu, menunggu pembalasan yang diberikan oleh Tuhan atas semua perlakuan tidak menyenangkannya belum lama ini terhadap seorang Veln.
Ray tiba dirumahnya dengan membawa kehaluan tingkat dewa. Kamar tujuan utamanya, Ray merasa bahwa V nya sedang menunggu dirinya disana. Sekali lagi, pengharapan tingkat tingginya harus menelan kekecewaan. Dia tidak menemukan seseorang yang Ray harapkan.
Sebelah tangannya tak henti menghubungi nomor Veln yang tak pernah terangkat, hingga sampai mengeluarkan bunyi suara yang tak asing ditelinga.
Maaf, nomor yang anda tuju sedang diluar jangkauan.
Dan hingga semalaman, Ray sedikit seperti orang yang kurang kerjaan. Ray menyusuri jalan sekitaran tempat apartemen yang Veln tinggali, berharap menemukan perempuan itu melintas dihadapannya dengan tanpa disengaja.
Nampaknya efek penyesalan yang begitu mendalam membuat Ray gila dan lupa dengan kekuatan dan kedasyatan uang yang dimilikinya.
â—‹â—‹â—‹
Pagi hari setelah melakukan sarapan, dan waktu sudah menunjukan jam-jam sibuk alias jam-jam seseorang melakukan aktifitasnya, Veln pun ikut terjun memulai rutinitasnya. Dia, dengan menggunakan ponselnya menghubungi beberapa distributor. Meminta semua barang yang sudah dirinya pesan untuk segera dikirim kealamat rumah yang sekarang dirinya tinggali.
Veln akan secepatnya merealisasikan rencana keduanya yaitu mencoba untuk mencari peruntungan lewat online shop yang baru saja dirinya rintis.
Veln juga tak lupa untuk selalu menjaga kesehatan dirinya dan bayinya. Dengan makan dan minum teratur susu hamil dan vitaminnya. Dan yang tak kalah penting yaitu menenangkan fikirannya, Veln tidak mau sampai stres yang memberi pengaruh kurang baik terhadap kandungannya.
Berbeda dengan Ray, seperti biasa untuk mengawali pagi harinya akan selalu berat dia rasa.
Pusing dan pening dikepala bercampur dengan rasa mual yang teramat sangat akan membuat Ray terkapar beberapa menit dikamarnya.
Ditambah lagi dengan stres yang melandanya akibat menghilangnya Veln dari dirinya semakin membuat Ray hampir mati saat itu juga.
Hoek hoek..
Seperti itulah suasana pagi harinya, harus merasakan tubuh yang terlihat segar dan bugar dari luar, namun terasa terhantam ribuan ton bebatuan didalamnya. Ditambah lagi dengan kenyataan yang ada, kaburnya Veln membuat bermilyar-milyar rasa stresnya. Dan itu rasanya melebihi seperti kalah tender yang bernilai fantastis.
" Bagaimana Sam? sudah ada kabar mengenai keberadaan V ku dan janin dalam perutnya? "
" Belum tuan " Sekertaris Sam menggelengkan kepalanya.
Sepertinya Sam sedikit sengaja untuk tidak langsung melaksanakan perintah tuan mudanya untuk melacak dimana keberadaan Veln saat ini.
Sekalipun dalam usaha pencarian nona mudanya akan berjalan dengan mudah dan gampang, tapi sepertinya Sam sedikit ingin memberi pelajaran terhadap tuannya.
Sam tidak akan dengan gampang dan semudah itu nanti untuk melapor dan memberi tahukan keberadaan nonanya kepada tuan mudanya.
Sam ingin memberi sedikit penyiksaan, agar Ray merasakan penyesalan yang mendalam atas perlakuan buruk yang telah Ray lakukan terhadap nonanya.
Bukan cinta yang dirasakan Sam terhadap Veln, tidak seperti perasaannya terhadap Rosi. Namun rasa kasihan dan iba yang luar biasa yang dia rasakan terhadap nonanya.
Dengan kondisi yatim piatu, hingga menjadi sebatang kara.. Sam tau benar bagaimana sulitnya perjalanan hidup Veln.
__ADS_1
Dan yang membuat sekertaris Sam tidak habis pikir, sebagian penderitaan nonanya diakibatkan oleh tuannya sendiri.
Jadi sudah sepantasnya Sam akan membuat Ray menderita untuk seharian ini, Sam tau penderitaan Ray kehilangan Veln meski hanya dirasa dalam sehari tapi akan terasa sewindu oleh Ray.
" Lakukan dengan cepat Sam " Ray memijit pelipisnya, dengan sudah mengenakan pakaian kantor namun masih berada didalam kamarnya duduk bersandar disofa.
Ray belum berniat untuk memulai aktifitasnya, dia saat ini masih sibuk dengan rasa yang menyiksa ditubuh dan fikirannya.
" Baik tuan "
" Secepatnya "
" Tunggulah hingga esok hari tuan "
" Tidak, sore ini kau harus sudah mendapatkan keberadaan mereka " Ray menghembuskan nafasnya " Aku tidak habis pikir kenapa kau jadi lamban seperti ini? jangan-jangan kau sengaja ya? kau senangkan melihat aku tersiksa? "
" Benar tuan "
" Kau " Ray memelototkan matanya.
" Saya permisi dulu tuan, saya akan berangkat kekantor lebih dulu. Ada banyak pekerjaan yang harus segera diselesaikan " Sam pun segera berlalu meninggalkan tuannya, sekaligus untuk menghindari kejengkelan bosnya.
â—‹â—‹â—‹
Siang hari Veln terlihat sibuk mengecek seluruh barang orderan yang belum lama ini mendarat didalam rumahnya dengan dibantu oleh bu Ani.
Dia mencocokkan pesanannya lewat resi pembayaran, setelah semuanya selesai Veln mulai mengkode beberapa barang dagangannya dan mulai menentukan harga jual.
Nampaknya perempuan ini sudah benar-benar yakin jika dirinya aman dan cukup jauh dari jangkauan Ray.
Dia justru sibuk memutari dan menyusuri jalanan sekitar gedung apartemen yang pernah Veln tinggali.
Masih dengan alasan yang sama yaitu Ray berharap bertemu dengan perempuannya secara tidak sengaja ketika Veln sedang melintas disalah satu jalan yang berdekatan dengan gedung apartemen tersebut.
Entah kali ini otak cerdasnya mendadak tumpul, yang bisa Ray lakukan hanya itu dengan diiringi meneror terus menerus sekertaris Sam.
Menanyakan sudah sejauh mana sekertaris sekaligus asisten pribadinya bertindak dalam pencarian calon bayi dan istrinya.
Seketika Ray teringat dengan adik kecilnya, Renand pasti tau dengan keberadaan kakak iparnya.
Bukannya mendapatkan jawaban, Renand malah dibuat terkejut atas menghilangnya Veln.
Rosi pun demikian, karena sehari sebelum Veln dinyatakan menghilang dia masih mengunjungi dan bertemu kakak ipar dipagi harinya.
Alhasil, Ray malah dibuat lebih panik namun masih terlihat wajar. Hanya fikirannya saja sedikit kacau dan kecerdasan otaknya belum berjalan seperti biasanya.
Ray pun lupa dengan satu kekuatan yang dimilikinya, yaitu Kekuatan uangnya yang dapat berbicara dan bertindak dengan cepat untuk memecah semua masalahnya.
â—‹â—‹â—‹
Malam hari terdengar suara pintu diketuk, bu Ani yang sedang menemani Veln membuat daftar harga dan menyalin harga modal disebuah buku dengan duduk dikursi meja makan mau tidak mau harus bangkit dan segera menuju pintu.
Rasa lelah yang menghampiri Veln pun membuatnya terpaksa menutup buku catatannya. Dia pun ikut terbangun dari duduk dan berniat untuk masuk menuju kamar.
__ADS_1
Namun rasa penasaran atas tamu yang datang yang membuat bu Ani tak kunjung kembali membuat Veln melangkah menuju ruang depan menghampiri bu Ani.
" Siapa bu? pak rt ya? "
Sungguh, Veln mendadak merasa berat menelan ludahnya.
Veln tau cepat atau lambat dirinya pasti akan ditemukan, tapi perempuan itu fikir tidak akan secepat ini.
Baru saja kemarin sore dia kabur dan menghilang, tapi belum juga satu hari dia sudah tertangkap dengan mudahnya.
Rencana A nya yang menurut dirinya sudah hebat, ternyata jauh dari kata sempurna.
Ray berdiri diambang pintu, dengan bu Ani dihadapannya yang merasa bingung kedatangan seseorang yang terlihat agak familiar dimata bu Ani. Tapi ketika bu Ani sedang berusaha mengingat-ingat, nona mudanya tiba-tiba muncul dari balik punggungnya.
Kini nafas Ray mendadak mulai normal kembali, sudah tidak terasa sesak dan terputus-putus lagi. Tatkala melihat kedatangan seorang perempuan dari balik punggung perempuan tua dihadapannya.
" Maaf permisi bu, bisakah ibu memberi saya jalan untuk saya bisa masuk? " Ucap Ray, yang hendak masuk namun terhalang tubuh bu Ani.
Bu Ani menoleh kearah Veln untuk meminta persetujuan dan jawaban atas keberadaan anak muda dihadapannya, namun dengan tidak sabaran Ray menerobos masuk begitu saja mendekati majikannya.
Dan seketika itu juga ingatan bu Ani tentang Renand yang merupakan adik ipar dari majikannya terlihat jelas.. pemuda ini begitu mirip dengan tuan Renand.
Seratus persen benar, memang itulah kenyataannya. Sesuai dengan pemikiran bu Ani, bahwa pemuda yang saat ini berada dihadapan nonanya adalah ayah dari janin yang dikandung oleh majikannya.
" Bu, sepertinya bayi aku lelah. Aku mau kekamar, mau istirahat " Seperti biasa perempuan ini terlihat tenang dan santai, pembawaannya sangat begitu luar biasa. Ekspresi wajahnya tidak terpengaruh sama sekali dengan kemunculan Ray dihadapannya.
Ray mengekori Veln, mengikuti perempuan itu persis seperti anak ayam mengikuti induknya masuk kedalam sebuah kamar yang ukurannya sedikit kecil dan sempit.
Sebenarnya, kabur dan menghilangnya Veln kali ini bukan perkara yang sulit untuk bisa dilacak keberadaannya.
Dengan kecerdasan otak Ray yang kembali berfungsi dan kekuatan lembaran kertas yang dirinya miliki, hanya dalam hitungan menit seharus Veln sudah bisa diketemukan.
Namun karena kepandaian Ray cukup sedikit terganggu akibat pengaruh menghilangnya V, sehingga Ray harus cukup puas dengan proses lamban dirinya baru bisa menemukan Veln.
Ditambah lagi seolah sekertaris Sam pun dengan sengaja memperlambat pencarian wanitanya.
Ray dapat menemukan Veln dengan sangat mudah dan gampang. Meski hanya membutuhkan waktu satu hari namun buat Ray itu merupakan waktu yang sangat lelet dalam pencarian wanitanya.
Karena banyaknya kecerobohan yang Veln lakukan saat pelariannya, memudahkan Ray untuk menemukannya.
Padahal, Veln pikir dirinya kabur dan menghilang sudah dengan cara yang aman dan sempurna. Namun nyatanya Veln harus menerima dengan lapang dada, karena terlalu cepat bahkan sangat cepat dirinya diketemukan.
Cctv yang berada diapartemen yang sempat Veln tinggali, sangat memudahkan untuk menemukan taxi online yang Veln naiki ketika kabur dari tempat itu.
Dan, jangan lupa nomor ponselnya. Lewat nomor yang masih Veln gunakan dapat dengan mudah melacak keberadaannya, tentu dengan meminta bantuan pihak yang terkait.
Satu lagi yang dilupakan perempuan ayu itu, ketika memilih menghilang dengan membawa serta bu Ani juga merupakan salah satu kesalahan terbesarnya. Karena lewat jasa yang menyalurkan bu Ani, akan sangat mudah dalam menemukan keberadaan perempuan paruh baya itu hanya dengan menggali informasi dari keluarganya.
Sepertinya bukan perkara yang mudah untuk bisa lari dari kehidupan Ray. Apalagi jika laki-laki ini benar-benar menginginkan kembali kehadiran seseorang dalam hidupnya.
.
.
__ADS_1
.
Bersambung..