Pernikahan 50 Juta

Pernikahan 50 Juta
78. Rencana A


__ADS_3

Kini pandangan Sam kembali difokuskan kearah tuannya.


" Tuan, sudah waktuya anda rapat dengan bagian perencanaan dilantai lima " Ucap Sam mengingatkan.


Ray membuang nafasnya, lalu kembali menatap Veln dalam. Ray sebenarmya enggan untuk meninggalkan perempuan dihadapannya, tapi semakin malas akan semakin menumpuk pekerjaannya. Dan semakin menumpuk akan semakin menyita waktunya. Dan semua itu akan semakin membuat menghambat dirinya untuk segera meluangkan waktu dan menghabiskannya bersama Veln, hanya berdua bersama wanitanya. Setidaknya itulah yang sekarang ada didalam benaknya.


Ray mencium perut Veln cukup lama, mengendus aroma khas tubuh Veln yang sudah lama tidak mampir diindera pembaunya.


" Sayang, baik-baik ya sama Mami. Papa tinggal dulu sebentar " Ray berbisik pelan namun masih terdengar jelas oleh telinga Veln bahkan telinga sekertaris Sam. Ray mengecup berkali-kali perut datar Veln, lalu dia membenarkan posisinya dan bersiap untuk pergi dari ruangannya.


Sam menganggukkan kepala sebagai bentuk permisi kepada nona mudanya, lalu secepatnya mengekori tuan mudanya menuju ruang rapat yang sudah ditentukan.


" Huffffffffft " Veln membuang nafasnya lega sepeninggal sekertaris Sam dan pria menyebalkan itu. Untuk saat ini buat Veln, Ray adalah pria yang paling menyebalkan sedunia. " Sayang, kau senangkan bisa bertemu lagi dengan ayah mu? " Veln berucap dengan mengelus-elus perut ratanya. " Pasti kau sangat bahagia dan puas karena dapat berdekatan dalam waktu yang lama. Ok, sekarang sudah saatnya kita angkat kaki dari tempat ini "


Veln pun bangun dan bangkit dari duduknya, dia sudah bersiap hendak angkat kaki dan kabur dari gedung ini.


Tapi, sebentar dia urungkankan niatnya saat mendapati sebuah bingkai foto terpajang diatas meja kebesaran Ray diruangan itu.


Veln tertarik dengan keberadaan benda tersebut. Dia pun mendekat dan cepat meraihnya. Ternyata.. foto yang terbingkai indah diatas meja kerja Ray adalah foto dirinya yang mengenakan setelan seragam sekolah menengah atas dengan posisi berdiri memunggungi, yang merupakan foto yang sama yang terpampang dilayar dekstop laptop milik Ray.


Setelah puas, Veln meletakkan kembali bingkainya. Namun dengan posisi tengkurab seolah disengaja.


" Sayang, kau setuju kan dengan keputusan Mami? kita angkat kaki dari tempat ini, secepatnya. Sebelum ayah mu kembali "


Veln pun dengan cepat keluar dari ruangan Ray, dan entah ini hambatan untuknya atau bukan? Veln harus berpapasan dengan Lisa sekertaris pembantu perempuan Ray yang terlihat sibuk membawa nampan yang berisi air minum dan beberapa makanan ringan.


" Nona, anda mau kemana? "


" Saya mau pulang, saya lupa ada yang harus saya kerjakan dirumah sekarang " Kilah Veln.


" Begitu ya. Nona, anda tidak ingin minum terlebih dahulu? "


" Tidak, terimakasih. Saya buru-buru, maaf sudah merepotkan mu " Sesal Veln.


" O, tidak sama sekali nona. Ini sudah tugas saya "


" Kalau begitu, saya permisi " Veln bersiap melangkahkan kembali kakinya.


" Tapi, tunggu nona. Kalau pak Ryu menanyakan anda bagaimana? "


" Katakan saja pada atasan mu, kalau saya pulang duluan " Lalu Veln dengan cepat segera keluar dari gedung tersebut.


Dengan berlari kecil dan sedikit mendapat perhatian dari beberapa karyawan diperusahaan itu khususnya yang tidak tau asal-usul kedatangan Veln, perempuan itu menembus melewati mereka semua.


Sudah pasti Veln mendapatkan pusat perhatian dari mereka karena selain wajah asingnya, yang lebih membuat mata mereka tertarik akan keberadaannya yaitu karena Veln keluar dari lift khusus yang biasa petinggi perusahaan ini gunakan.


Sementara beberapa karyawan yang melihat kedatangannya bersama bos besar langsung menundukkan kepala memberi hormat, saat melihat perempuan itu melintas. Mengerti bahwa kemungkinan besar perempuan ayu ini adalah kekasih dari bos besarnya.


○○○


Veln berlalu meninggalkan perusahaan Ray dengan menggunakan taxi online. Kepergiannya langsung ditujukan keapartemen yang belum lama ini dia tempati.


Dengan gesit Veln masuk keunit apartemennya, dia langsung menuju dapur dan membuat segelas susu hamil untuk dirinya. Veln langsung menenggak habis susunya dengan lancar.


" Sayang, serap habis ya nutrisi dari susu yang Mami minum. Biar kamu kuat, kita akan sangat bekerja keras hari ini " Veln mengajak bicara janin dalam perutnya, memberi kekuatan sekaligus menguatkan dirinya sendiri. Dia hendak bersiap merealisasikan salah satu rencana yang sudah perempuan itu buat.


" Non, sudah pulang " Bu Ani yang sewaktu Veln datang sedang berada dikamarnya, langsung keluar dapur tatkala mendengar suara dari pergerakan majikannya.

__ADS_1


" Bu, beresi dan kemasi semua pakaian ibu dan bawa semua barang-barang penting milik ibu " Ucap Veln memberi perintah.


" Ibu dipecat non? " Bu Ani langsung berfikiran tidak enak mendengar perintah nona mudanya.


" Tidak bu, kita pindah dari apartemen ini "


" Sekarang non? "


" Hem. Hari ini juga, secepatnya. Sebelum seseorang menemukan kita " Ujar Veln.


Bu Ani pun menurut saja tanpa banyak bertanya, apalagi perempuan baya itu merasa sudah dibayarkan gajinya dimuka oleh Veln selama dua tahun kedepan lamanya beserta bonus-bonusnya. Veln benar-benar memanfaatkan pundi-pundi uang yang dia dapatkan dari Ray.


Veln pun dengan cekatan mengemasi dan memasukkan seluruh baju-baju dan barang-barang penting miliknya kedalam koper dan sebagian kecil dimasukkan kedalam travel bag miliknya.


Bu Ani yang lebih dulu menyelesaikan packingannya segera menghampiri majikannya yang berada didalam kamar. Bu Ani ikut membantu membereskan beberapa barang milik Veln yang belum tertata rapi.


Tanpa memakan banyak waktu, seluruh pakaian didalam lemari sudah berpindah masuk didalam koper begitu juga barang-barang penting lainnya seperti kartu identitas dan beberapa barang berharga dan surat-surat penting.


Mereka segera turun setelah taxi online yang dipesan Veln datang. Mereka pergi dari gedung itu, dengan meninggalkan tempat dan barang-barang yang sama yang sedari awal sudah tersedia dengan komplit sebelum keduanya datang dan menempatinya.


Setelah menempuh perjalanan kurang lebih satu setengah jam lamanya dikarenakan ada sedikit kendala yaitu kemacetan jalan raya, mereka pun turun dan segera memasuki sebuah rumah kecil nan mungil.


Rumah sederhana, rumah masa depannya yang akan dia tempati bersama calon anaknya. Rumah yang hanya memiliki dua kamar dengan satu kamar mandi dan dua ruangan lain yaitu ruang tamu dan dapur yang menyatu dengan meja makan.


" Sayang, kamu pasti lelah ya? " Veln langsung duduk dilantai diruang depan dengan berselonjor, karena disana belum tersedia sofa atau kursi semacamnya. Dan Veln pun memang sengaja tidak membelinya, karena ruangan itu akan dia gunakan sebagai tempat penyimpanan barang dagangannya nanti. Veln membiarkan barang-barangnya tergeletak begitu saja disamping dirinya.


" Non istirahat saja, biar nanti ibu yang membereskan semuanya "


" Iya, makasih bu " Ucap tulus Veln yang ditunjukan pada bu Ani. " Bu, sepertinya bayi aku lapar " Veln menunjuk perutnya. Bu Ani pun mengerti apa yang harus dilakukan, bu Ani keluar dan menuju kedepan menghampiri sebuah warung makan yang berada dipersimpangan jalan. Membeli dua bungkus makanan dan segera kembali pulang untuk menyantapnya bersama sang majikan.


Bu Ani menyelesaikan pekerjaannya hingga petang, setelah semuanya beres bu Ani terlihat menuju dapur dan membuatkan susu hamil untuk Veln.


Veln tersenyum, lalu segera meminum susunya hingga habis. " Tidak ada bu "


" Lalu, kenapa kita pindah dengan terburu-buru? " Bu Ani terlihat tidak puas mendapatkan jawaban pertama dari nonanya.


" Saya bertemu dengan ayah dari calon bayi yang ada diperut saya secara tidak sengaja " Veln menghela nafas, sementara raut wajah bu Ani terlihat semakin penasaran. " Dia terlihat sudah kembali kepengaturan awal " Lalu Veln terkekeh geli. " Tapi, .. " Veln menggantung ucapannya. Dia menyempatka diri untuk meraup oksigen banyak-banyak. " Sepertinya, hati saya terluka begitu dalam. Saya tidak bisa memaafkan perlakuannya, ketika dengan sangat lantang dan percaya dirinya menyatakan seolah dia tidak menginginkan bayi yang ada diperut saya, tidak menginginkan darah dagingnya sendiri " Veln tersenyum kecut. " Saya tidak salahkan bu? jika saya melakukan ini terhadapnya? menjauhkan calon bayi saya dengan ayahnya? "


Bu Ani mengelus pundak Veln lembut " Lakukan, nona berhak melakukan itu. Biar waktu yang akan menjawab, menunggu hingga nona siap memutuskan hal terbaik untuk masa depan keluarga nona "


" Terimakasih bu " Veln memeluk tubuh bu Ani untuk mencari kehangatan disana.


Didalam kamar yang tidak terlalu besar itu, Veln terlihat duduk santai menyandarkan tubuhnya dikepala ranjang.


Dia tersenyum sendiri saat menatap buku pink ditangannya. Buku kia yang merupakan buku catatan kesehatan dirinya dan calon bayinya.


Veln pun dibuat tertawa sendiri, manakala bayangan sekertaris Sam terlintas dipelupuk matanya.


" Maaf kan aku, sekertaris Sam " Veln bergumam.


Veln sudah membayangkan apa yang terjadi dengan sekertaris Sam, saat tuan mudanya mengetahui dirinya telah menghilang dari ruangannya.


Dan saat itulah mungkin akan sangat melelahkan pula untuk sekertaris Sam, saat mereka semua menyadari bahwa dirinya dengan calon bayinya sudah kabur dan angkat kaki dari apartemen tempat pembuangannya. Tanpa meninggalkan jejak apapun, pelarian yang begitu sempurna menurut perempuan itu.


Sebenarnya saat itu, saat pertemuan ketidak sengajaan yang kedua kalinya itu begitu Veln merasakan jari-jemari Ray menyelusup kedalam telapak tangannya setelah melewati Ray begitu saja ingin rasanya Veln mengibaskan tangan Ray dengan kasar.


Dan saat Ray mulai menuntun dirinya sesuai keinginan pria itu, Veln pun rasanya ingin segera kabur dan pergi jauh dari hadapan laki-laki itu. Satu lagi yang tak terlewatkan, saat Ray mengulurkan sebotol air mineral, terlihat jelas dimata Veln seolah Ray menyerahkan perisainya sendiri untuk dihantamkan dikepalanya.

__ADS_1


Namun apa daya, Veln menyadari bahwa dirinya hanya seorang perempuan. Dengan cara memberontak terang-terangan untuk menghadapi seorang pria sudah pasti dia akan kalah telak. Apalagi saat ini dia dalam kondisi berbadan dua, Veln tidak mau mengambil resiko dengan melukai calon bayinya hanya untuk dapat bergulat dengan ayahnya.


Karena itu dengan fikiran jernihnya, Veln memilih menggunakan otaknya untuk bisa kabur dari perangkap Ray.


Untuk beberapa saat, Veln membiarkan apa pun yang Ray lakukan. Dia memilih untuk menurut dan seolah pasrah dengan keadaan. Sampai pada satu kesempatan yang ada secepat kilat dia lari, kabur, dan menghilang.


○○○


Malam hari, setelah menyelesaikan rapatnya Ray berjalan kembali menuju ruangannya dengan semangat dan pancaran aura yang berbinar.


Ray kembali melewati Lisa begitu saja yang terlihat berdiri dan menunduk saat melihat kedatangan bos besarnya.


Ray membuka pintu ruangannya dengan tak sabar, sedikit merasakan kecewa dihati saat tatapan matanya tak menemui seseorang.


Ray melangkah masuk lebih dalam menuju ruangan khusus tempatnya dikala melepas lelah. Berharap Veln berada disana sedang mengistirahatkan tubuhnya, namun sekali lagi Ray harus menelan kecewa. Sampai pada kemungkinan terakhirnya, Ray membuka pintu kamar mandi dan tak menemukan Veln disana.


Ray kembali menuju ruangannya. " V, kabur " Sam mendongak kaget kearah Ray. " Sam, katakan dimana kau tempatkan V saat ini? "


" Diapartemen xx " Ray langsung berlari keluar yang diikuti oleh Sam, wajah Ray semakin kesal tatkala melihat Lisa yang sedang bersiap untuk pulang.


" Lisa, kau bisa jelaskan? dimana wanita ku sekarang? " Dengan nada kesal Ray melontarkan pertanyaan kearah Lisa.


" Nona bilang, dia pulang. Karena ada_ " Ucapannya yang terbata terpotong begitu saja oleh suara Ray.


" Kau ini benar-benar tidak becus, membiarkan wanita ku pergi begitu saja "


" Ma- maaf pak "


" Huh " Ray berdecak kesal. " Sam urus perempuan ini, kau tau kan apa yang harus kau lakukan! " Ray berlalu setelah mengeluarkan suara yang seolah memerintah. " Lakukan juga hal yang sama pada bagian keamanan, karena membiarkan V melewati pintu keluar kantor ku dengan begitu mudah " Dia menghentikan langkahnya sebentar, hanya untuk memberikan perintah keduanya. Kemudian, Ray benar-benar berlalu dari sana.


" Sekertaris Sam, bagaimana ini? apa aku benar-benar dipecat? " Lisa terlihat jelas begitu khawatir atas nasib pekerjaannya. Padahal dia pikir tidak ada yang salah dengan pekerjaan dan tindakannya membiarkan perempuan bos besarnya pulang kerumah. Wanita itu kan bukan tahanan! masa ia Lisa harus mengurungnya didalam ruangan kebesaran milik bosnya.


" Kemasi barang-barang mu, dan pulanglah " Lisa semakin tertunduk lesu mendengar ucapan Sam. " Dan besok, kembalilah bekerja seperti biasanya. Satu lagi jangan pernah mengulangi kesalahan yang sama. Kau mengertikan apa yang harus kau lakukan ketika kau bertemu kembali dengan perempuan ayu yang dibawa oleh pak Ryu? " Lisa langsung mengangguk paham dan mengucapkan terimakasih pada sekertaris Sam. Lisa janji, jika dia bertemu dengan pacar bosnya, dia akan segera melapor. Tunggu, apa maksudnya dengan semua ini? mungkinkah hubungan mereka sedang tidak harmonis? dan pacarnya memilih kabur karena masih merasa kesal terhadap si bos?!


○○○


Ray melajukan kendaraannya dengan cepat, terlambat sedikit saja sudah dipastikan dirinya tidak akan dapat menemukan V nya.


Ray berjalan dengan cepat menuju unit apartemen yang sempat Veln tinggali.


🤳 Ray " Sam, katakan berapa sandi pintu unit apartemen V? " Ray langsung memencet sandi unit apartemen dihadapannya ketika sudah mendapatkannya dari Sam.


Terlihat jelas dan rapih saat Ray sudah memasuki ruangan depan apartemen itu, Ray langsung menyusuri setiap ruangannya untuk mencari sosok Veln. Namun pencahayaan dari semua lampu yang dibiarkan menyala itu ternyata sama sekali tak mencerminkan bahwa apartemen itu masih berpenghuni.


Pada kenyataannya, saat Ray membuka salah satu pintu lemari pakaian yang terlihat kosong cukup membuktikan bahwa perempuannya sudah pergi meninggalkan dirinya.


.


.


.


.


Hallo, readers yang sabar ya.. author pasti up kok, author minta kesabaran dan pengertiannya. Ngarangnya berjam-jam tapi bacanya cukup lima menit kan kan timpang banget kan, hee.. karena itu readers harus auto sabar😙


Autor ucapin matur thank you buat kalian yang udah like, coment, rate n votenya.

__ADS_1


Semoga kita selalu diberikan kesehatan dan panjang umur. Amin.


__ADS_2