Pernikahan 50 Juta

Pernikahan 50 Juta
38.Berdua


__ADS_3

Veln masih terduduk diatas sofa kamar ruang tv ketika Ray kembali dari kamar mandi.


" Tahan.. jangan tidur dulu " Ucap Ray ketika menatap mata setengah watt Veln.


" Kondisikan matamu tetap terbuka V sampai satu jam kedepan " Lanjutnya lagi.


" Huft.." Veln menghembuskan nafasnya berat " Kantuk ku semakin tak bisa dikendalikan, apalagi dengan kondisi perut ku yang sudah begitu kenyang.. membuat kadar kantukku bertambah " Dengan wajah datar tak berekspresi dan mata sayunya menatap kearah Ray. Ray meraih remot tv dan mendudukan diri disamping Veln, menarik kepala Veln dan menyandarkan dibahunya. Ibu jarinya memencet tombol merah menyalakan televisi dan segera mencari channel yang dapat membuat Veln tertarik. Ray menghentikan pencariannya setelah menemukan acara yang sedang menampilkan korean drama. Ray berfikir korean drama pasti akan sukses untuk membuat mata Veln terbuka lebar.


" Kita nonton ini.. diepisode ini lagi seru-serunya, siapa tau dapat membantu melebarkan matamu, paling tidak sampai makan malammu tergiling sempurna diperut ratamu "


" Kau penyuka drakor? " Veln mengangkat kepalanya, penasaran dengan ekspresi pria tampan ini saat sedang menyaksikan drama korea.


" Hemm " Dengan senyum tercetak dibibirnya, senang merasa berhasil membuat Veln tertarik untuk tidak melanjutkan tidurnya sementara waktu.


" Ray.. ceritakan awal cerita drama ini? " Veln kembali menyandarkan kepalanya dibahu Ray dan sedikit memancing untuk memastikan apa laki-laki yang ketampanannya tak kalah dari lee min hoo ini benar-benar penyuka drama korea?


" Aku lupa.. karena sibuk sehingga banyak episode yang tertinggal " Ray nyengir kuda. Jujur bukan karena tidak menyukai atau sebaliknya. Hanya saja untuk seorang Ray kadang tidak ada waktu untuk bersantai-santai didepan televisi karena kesibukannya.


Akhirnya sementara waktu mereka berdua terlihat menikmati acara televisi, sampai Ray menyadari mata Veln kini sudah tertutup kembali.


" V.."


" Hem "


" Tahan "


" Tidak bisa, aku ngantuk sekali " Dengan menjawab malas.


" Kau benar-benar akan melewatkan drama ini? "


" Iya "


" Kau akan menyesal "


" Tidak "


" Aktornya ganteng "


" Lebih ganteng kamu " Menjawab masih dengan memejamkan matanya, dan jawaban Veln sukses membuat Ray senyum-senyum.


" Baiklah kali ini aku ijinkan kau tidur tapi tidak untuk lain hari ketika sehabis makan tidak boleh langsung tidur " Ray memindahkan Veln diatas kasur yang sebelumnya meraih remot dan mematikan televisinya.


Begitu mendarat dibed empuknya Veln langsung mencari posisi ternyamannya.


" V.. Kau benar-benar bukan penyuka korean drama? " Ray begitu penasaran, pasalnya sangat jarang kaum hawa seperti istrinya yang tidak tertarik dengan aktor korea, mengingat halnya Yas yang begitu mengidolakan hampir sebagian dari rakyat Bapak Moon Jae-in ini.


" Hem " Veln menganggukkan kepalanya dengan pelan yang sebagian wajahnya tenggelam diatas bantal.


Tentu saja Veln hanya asal jawab, untuk menghentikan kecerewetan Ray yang selalu bertanya terus-menerus. Siapa sie yang tidak tergoda dengan ketampanan para aktor korea, ditambah dengan drama-dramanya yang selalu romantis dan bikin baper.


○○○


Dengan konyolnya Ray malah ikut tidur disamping Veln dengan memeluk mengusap-usap perut istrinya dan menenggelapkan wajahnya diceruk leher wanitanya.


Sesaat sepi, hanya terdengar deru nafas yang teratur diruangan itu. Mereka sama-sama terlelap melewati waktu yang hampir menunjukkan tengah malam.


Geliat-geliat kecil nampak dari tubuh Veln, membuat posisi tidur mereka berubah.. Ray yang terlentang dengan satu tangan memeluk Veln yang posisinya miring kearahnya, sedangkan sebelah tangannya bertumpu dikening.


Belum begitu lama Veln kembali menggeliatkan tubuhnya, yang membuat Ray otomatis ikut mengganti posisinya.


Dan terus berkelanjutan, Veln mulai berulah menggonta-ganti posisi tidurnya hingga berkali-kali.


" Diam " Ray menangkubkan kedua tangan dan sebelah kakinya ketubuh Veln. Berusaha menghentikan tubuh perempuannya yang sedari tadi trus bergerak mengganggu tidurnya.


Veln mengerjapkan matanya dan perlahan membuka kedua kelopaknya menyesuaikan dengan cahaya disekitar. Setelah dirasa kesadarannya sudah penuh, dia berusaha melepaskan diri dari pelukan Ray dengan cara sedikit menggeliat berharap Ray mengubah posisi tidurnya. Namun bukannya merubah posisinya Ray malah mengeratkan pelukannya.


" Lepas.. Ray " Dengan menggeliatkan lagi tubuhnya, Namun Ray masih tidak bergeming.


" Ray " Sedikit memberikan gerakan yang memberontak.


"Jangan banyak bergerak.. nanti kau bisa membangunkan yang lainnya " Senyum menyeringai tercetak disudut bibir Ray.


" Aku mau kekamar mandi " Ray langsung melepaskan rengkuhannya tanpa paksaan mendengar perkataan Veln.


Veln pun langsung bergegas menuju kamar mandi. Dengan mata yang masih belum terbuka sempurna Ray mengambil ponselnya yang berada diatas nakas, matanya mendapati angka 12.00 am. Ray mengembalikan ponselnya ditempat semula hendak melanjutkan tidurnya dengan mengubah posisi menjadi bertelungkub.


Terdengar suara kasur yang sedikit bergoyang akibat gerakan Veln yang menaikinya, dia kembali keposisi semula, hanya saja sekarang Veln lebih memilih duduk berselonjor dengan punggung yang disandarkan dikepala tempat tidur. Veln tak berniat melanjutkan tidurnya, karena merasa sepertinya matanya sudah lelah untuk terpejam


" Ray "


" Hem "


" Aku boleh meminjam ponsel mu? "


Ray melentangkan posisinya, kelopak matanya terlihat berair karena habis menguap. Sebentar Ray menyempatkan mengusap kedua ujung mata dengan ibu jarinya, lalu tanpa pemberitahuan Ray menarik Veln dengan erat menuju dekapannya. Sedikit perlawanan dari Veln sama sekali tidak membantunya untuk tidak masuk kedalam rengkuhan Ray.


" Ray " Masih mencoba meronta namun sia-sia.

__ADS_1


" Hem " Menindihkan kaki panjang dan beratnya ketubuh Veln.


" Berat Ray " Berusaha menepiskan kaki lelakinya tetapi gagal.


" Aku pinjam pon_ " Ucapan Veln yang belum terselesaikan terpotong.


" Tidak boleh "


" Dasar pelit " Mengibaskan bahunya menunjukan ketidak sukaan.


" Pantas kau bisa sekaya raya ini.. ternyata kau pelit "


" Bukan begitu sayaaaang " Suara Ray mendadak membuat merinding.


"Jangan mulai deh "


" Kau yang menggoda ku duluan, membangunkan ku hanya untuk meminjam ponsel " Jari jemari Ray memulai mengusap-usap perut Veln.


" Tidak usah dibahas lagi pula kau tidak mau meminjamkan ponsel mu kan? "


" Untuk sekarang tidak.. karena tengah malam begini sudah seharusnya digunakan untuk tidur "


Veln hanya bisa terdiam, pasrah dengan mata yang semakin membuka lebar. Mungkin karena sebelumnya dia sudah terlalu lama tertidur.


Berkali-kali Veln menggeliatkan tubuhnya membuat Ray pun ikut bergerak.


" Sudah ku bilang diamlah.. gerakan mu itu bisa membangunkan yang lainnya " Protes Ray karena merasa tidurnya terganggu.


" Kalau begitu lepas.. Aku masih mau membuka mataku, aku akan menonton televisi "


" Cantik tapi pembangkang.. disuruh tidur malah tidak mau, disuruh membuka mata malah lebih memilih terlelap " Dengan salah satu telapak tangannya menutup paksa kedua bola mata Veln.


" Maaf.. " Lalu Veln terkekeh kecil.


" Ayo tidurlah, pejamkan matamu "


" Singkirkan telapak tangan mu Ray "


" Hem.. tapi nanti, menunggu sampai kau terlelap " Sembari mengencangkan telapak tangannya menutup kedua mata Veln.


" Tapi, aku masih belum mau melanjutkan tidur "


" Kalau masih saja berisik nanti aku cium " Ancaman Ray dengan senyum menyeringainya membuat Veln langsung terdiam.


Lagi, Veln sibuk menggeliat-geliatkan tubuhnya yang sudah merasa lelah terus-terusan berbaring sedari siang. Apalagi dengan mata yang kini melebar sempurna rasanya benar-benar ingin segera bangun.


" Aaaah " Veln menjerit frustasi karena sudah tidak tahan lagi ingin segera beranjak dari tidurnya. Dan karena jeritannya membuat Ray menyerah, bangun dengan masih setengah sadar dan meraih ponselnya.


Dengan senyum semanis mungkin Veln mengambil alih ponsel Ray, dan sibuk menarikan jari jemarinya diatas layar pipih tersebut. Sementara Ray terlihat berlalu entah kemana, mungkin kekamar mandi.


Beberapa menit kemudian Ray kembali dengan wajah seluruhnya basah terkena air, sepertinya Ray habis mencuci mukanya. Dilihatnya Veln yang duduk bersila diatas tempat tidur sedang asik menikmati korean drama yang sore tadi diputar ditelevisi.


"Jadi kau mengganggu tidur ku hanya untuk menonton korean drama? "


" Hem " Menjawab mantap tanpa mengalihkan pandangnya dari layar mini tersebut. Dengan perasaan sedikit kesal Ray pun kembali berlalu pergi, dan tak lama Ray nongol dengan laptop ditangannya.


" V.. ganti pakai ini saja, agar kau lebih leluasa menontonnya " Tanpa protes Veln mengambil laptop dari genggaman Ray dan melenggang menuju sofa yang diikuti oleh Ray.


Veln mendudukan diri diatas lantai dibawah sofa, sementara Ray memilih merentangkan tubuhnya dikursi yang panjang dan empuk itu.


Veln langsung membuka dan menyalakan laptopnya yang dia letakkan diatas meja,dan Ray hanya memperhatikan dari balik punggung Veln dengan tangan yang menjulur kearah perut Veln dan mengusap-usapnya.


Veln langsung mendelik kearah Ray dengan Raut wajah sedikit kesal mendapati gambar seorang gadis berpakaian seragam SMU dengan posisi memunggungi dilayar desktop laptop Ray.


" Gambarnya, aku ganti ya? " Dengan nada sedikit ketus.


"Jangan "


" Ini pasti foto Yas tersayang mu?menyebalkan " Dengan kesal Veln langsung menuju laman yang hendak dia kunjungi. Senyum bahagia tercetak disudut bibir Ray.


" Kau cemburu? "


" Tidak sama sekali " Mengibaskan tangan Ray yang asik mengusap area vaforite ditubuh Veln, membuat Ray mengeluarkan tawa kecilnya.


" Kalau aku bilang ia, apa kau akan mengijinkan untuk menggantinya? " Lanjutnya lagi dengan menengok sebal kearah Ray.


" Tidak " Tawa renyah Ray terdengar membuat Veln melengos kesal.


" Ambil laptop mu, aku sudah tidak mood lagi untuk menonton drama " Veln langsung beranjak dan hendak meninggalkan Ray.


Cih. Dasar brengsek!!! sudah menikahi ku tapi masih menggunakan foto gadis lain dilayar desktopnya.


Langkah Veln tertahan karena Ray dengan sigap menarik lengan Veln hingga berbalik dan terjerembab kearahnya.


Bruuuugh


Kedua bibir mereka bertemu tanpa disengaja, tak mau melewati kesempatan yang ada Ray langsung mencekal tengkuk dan pinggang Veln dengan kuat dan ******* bibir manis istrinya. Rontaan Veln tak berarti karena Ray kini sudah berhasil membawa tubuh Veln menindih diatas tubuhnya. Sampai dirasa cukup Ray menghentikan ciumannya tanpa melepaskan dekapan ketubuh istrinya.

__ADS_1


Tiba-tiba terdengar suara isakan yang memilukan..


Hikh hikh hikh


Veln menangis tersedu dengan membenamkan belakang kepalanya keceruk leher Ray. Dia begitu pilu menumpahkan rasa sakit yang ada dalam hatinya.


Cup


Satu kecupan mendarat dikepala Veln, sementara Veln masih sibuk terisak diatas tubuh Ray.


" Kau benar-benar cemburu? " Tak ada jawaban dari pertanyaan Ray. Veln justru sibuk membasahi sebelah bahu Ray dengan air matanya.


Ray semakin mengeratkan pelukannya dengan satu telapak tangannya mengelus lembut punggung istrinya. Membiarkan perempuannya menenangkan diri dengan tangisnya.


Beberapa menit berlalu, Veln mendongakkan wajahnya dengan kedua tangan bertumpu didada bidang Ray.


" Tuan muda, katakan alasan sebenarnya kau menikahi aku? " Dengan tatapan yang seolah mengintimidasi namun dimata Ray malah terkesan menggelikan.


" Tanpa kau menjawab pun aku sudah tau " Pertanyaannya merasa diabaikan, bukannya menjawab Ray malah lebih menikmati menghapus sisa-sisa airmata dipipi istrinya yang tentu saja mendapat tolakan keras dari Veln.


" Aku hanya dijadikan pelariankan oleh mu? " Sedikit sakit kerongkongannya mengucapkan asumsinya sendiri. Sementara Ray malah sibuk menatapinya saja dengan sedikit menyembulkan senyum tipis yang justru diartikan Veln sebagai senyum penghinaan.


" Baiklah, ciuman yang tadi dan yang sebelum-sebelumnya anggap saja sebagai bonus dariku, karena bagaimana pun juga aku ikut menikmatinya " Veln bergegas duduk dan hendak menuruni tubuh Ray, namun sekali lagi tertahan oleh Ray. Kini dengan posisi terlentang diatas Ray Veln mencoba melepaskan diri.


" V.. Aku mau bertanya sesuatu kepadamu " Ray menjedah sebentar ucapnya, sementara Veln sibuk melebarkan matanya menatap langit-langit mendengar perkataan Ray.


" Ketika seorang laki-laki menikahi seorang perempuan berarti siperempuan hendak dijadikan apa? "


" Tentu saja dijadikan istri " Menjawab dengan suara sedikit meninggi.


" Sudah tau jawabannya, kenapa masih juga menanyakan itu " Veln menghentakan kakinya kekaki Ray karena merasa dipermainkan membuat Ray mengaduh kecil.


Tiba-tiba senyum menyeringai Veln terpahat diwajahnya.


" Kalau begitu bolehkan kalau aku mengganti fotonya? ingat ini merupakan permintaan seorang istri dan salah satu upaya istri untuk melindungi suaminya dari sang mantan "


"Jangan "


" Ok, tidak apa-apa. Kalau begitu kau cukup menjawab satu pertanyaan.." Membuang nafas kasar lalu melanjutkan kembali ucapannya.


" Apakah foto yang memakai seragam itu Yas? " Veln memiringkan dan mendongakkan kepalanya kearah Ray, karena tidak mau tertinggal melihat ekspresi Ray saat menjawab pertanyaannya.


" Bukan V.."


" Kalau bukan Yas lalu siapa? " Mempertegas.


" Mana ku tau, itu ulah Sam. Sam yang mengganti gambar dilayar dekstop ku "


" Aaaaaah " Veln menjerit frustasi menahan malu atas cemburu yang membabi butanya, membuat Ray tertawa terbahak.


" Lepas Ray.. Aku mau menonton drama " Kali ini suka rela Ray melepaskan pelukannya. Dan Veln pun kembali keposisi semula duduk diatas lantai dan bersiap memutar drama korea.


" Kau harus memberi ku bonus karena sudah meminjamkan mu laptop " Goda Ray diiringi tawanya.


" Kau tuan muda yang pandai memanfaatkan situasi " Menghadapkan wajahnya sebentar kewajah suaminya.


" Fokuslah, dramanya sudah mulai. Soal bonus bisa kita bicarakan nanti " Ray merapatkan kepalanya dilengan Veln dengan tangan seperti biasa bersarang diperut rata istrinya.


" Dasar "


" Siapa nama aktor utamanya? "


" Hyun bin "


" V.. Kau bilang bukan penyuka korean drama, tapi kau begitu cepat menjawab nama aktornya? "


" Siapa bilang? Aku malah penggemar berat serial drama korea "


" Kau sendiri yang bilang, kau malah mengatakan kalau aku lebih tampan dari aktor korea "


" Benarkah? mungkin karena saat itu aku dalam keadaan mengantuk " Nadanya sedikit dibuat-buat.


" Kau memang tampan " Menangkubkan kedua tangannya kewajah Ray " Tapi jelas mereka lebih tampan darimu Ray " Lanjutnya lagi membuat Ray mendesah kesal, melengos memilih membenamkan wajahnya dibantal sofa dengan membelakangi Veln.


Veln terkekeh senang karena sudah membuat Ray kesal dan mulai fokus menatapi layar laptop milik Ray.





Bersambung..


Jangan lupa like dan comentnya ya.. author ucapin terimakasih banyak buat para readernya yang sudah memberikan like dan comentnya.


Jaga kesehatan dan semoga kita semua selalu dalam lindunganNya. Amin.

__ADS_1


__ADS_2