Pernikahan 50 Juta

Pernikahan 50 Juta
46.Berkelanjutan


__ADS_3

Untuk part ini lebih baik yang masih dibawah umur diskip lagi ya 😄😅🤣


Happy reading 😙


Kasur king size diruangan itu terlihat porak poranda tak karuan, sementara dua penghuninya masih asik menikmati tidur nyenyaknya. Mereka berdua begitu kelelahan akibat pertarungan yang dilakukan berkali-kali semalaman. Bahkan bercak merah yang menodai sprei putih itu terlihat sudah hampir mengering.


Terlihat Veln membuka matanya perlahan, lelah dan remuk itulah yang terasa sekarang dalam tubuhnya. Veln mendongakkan wajahnya keatas, menatap Ray yang memeluk tubuhnya dari belakang.. saat ini mereka tidur dengan posisi miring dengan Ray yang memeluk tubuh Veln dari belakang.


Ray terlihat masih larut dalam tidurnya, nafasnya teratur berhembus menyentuh tengkuk leher Veln.


Pelan, Veln mengangkat tangan Ray yang melingkar dipinggangnya.. Dia hendak kekamar mandi untuk membersihkan diri, baru saja hendak beranjak bangun tiba-tiba kaki besar suaminya mendarat diatas kedua kakinya.


Melirik kearah suaminya, yang ternyata masih terlihat lelap dalam tidurnya. Dengan susah payah Veln memindahkan kaki Ray dan segera hendak bangkit, namun sekali lagi tangan Ray yang begitu cepat melingkar menghentikan langkahnya.


Huft.. Veln menghela nafas panjang, dan kembali menyingkirkan tangan Ray yang memeluk pinggangnya erat. Bukannya berpindah tempat, Ray malah menambah beban tubuhnya keatas tubuh istrinya dengan kembali menumpukan kaki panjangnya tepat dikedua kaki Veln. Dan saat itu juga terasa dada bidang Ray yang bergoyang dibalik punggung Veln.


Veln langsung membalikkan tubuhnya menghadap Ray.


Cup cup cup.. mengecup bibir Ray tiga kali dengan cepat.


" Kau sedang mengerjaiku ya? " Tak ada jawaban, mata Ray masih terpejam seolah masih berada dalam mimpi " Aku mau mandi " Langsung menepis pelukan Ray, kali ini dengan terang-terangan tidak seperti barusan yang begitu dengan sangat hati-hati karena takut membangunkan suaminya " Lepas Ray " Bukannya melepaskan, Ray malah mengeratkan pelukannya " Aku tau kau sudah terbangun, berhentilah berpura-pura tidur.. tidakkah kau merasa malu, tawamu yang tertahan itu bisa aku rasakan dari getaran dadamu barusan " Karena sebal Veln menonjok bahu Ray pelan.


" Sssstttt " Veln semakin kesal karena Ray masih saja tak bergeming, berpura-pura masih terlelap. Veln menyosor kebibir suaminya, ******* sesaat lalu menggigitnya pelan.. bahkan sangat pelan, sengaja untuk memancing Ray agar mau membuka matanya dan melepaskan pelukannya.


" Hmmppptt " Alih-alih terlepas, Ray malah menahan tengkuknya dan mencium dirinya dengan begitu rakus.


" Mmmmmmmmm" Suara Veln tertahan akibat paksaan morning kiss dari Ray. Setelah dirasa puas Ray melepaskan bibirnya dan memandang Veln terkekeh puas.


" Dasar " Mencubit kecil lengan Ray dengan kesal " Lepas, aku mau mandi "


" Nanti saja " Veln membulatkan matanya " Aku masih mau berpelukan "


" Tapi tubuhku terasa remuk dan lengket "


" Sebentar lagi " Membenamkan wajah Veln ke dada bidangnya, sepuluh menit kemudian Veln mulai menggeliatkan tubuhnya " Nanti lima menit lagi " Hampir tujuh menit berlalu kembali Veln menggerakkan tubuhnya " Tetap seperti ini tiga menit lagi "


" Ray biarkan aku mandi terlebih dahulu "


" Hem, tunggu dua menit lagi " Dan pada akhirnya tiga puluh menit pun telah berlalu, Ray terbahak kaku dengan melepaskan rengkuhannya.


" Beraninya kau mengerjaiku " Veln menyepakkan kakinya kekaki suaminya.


" Ya ampun V.. Kau masih belum jinak juga ya rupanya " Lalu terkekeh geli.


" Minggir " Sedikit mendorong tubuh suaminya " Berani sekali ya, sudah mengerjaiku, berbuat curang pula " Berucap dengan sedikit kesal.


" Maksudnya? curang dimananya? "


" Tidak lihat, aku yang masih telanjang bulat begini sementara kau sudah mengenakan piyamamu? "


" Sexy, so hot.. so.. yummy " Ray terkekeh kembali.


" Dasar mesum "


" Bukan mesum sayaang, tapi normal "

__ADS_1


" Tapi curang "


" Curang bagaimana? bahkan dada bidangku saja masih aku relakan terhempas angin begitu saja "


" Tuh " Menunjuk bagian piyama bawah Ray yang sudah menempel dengan benar dikaki panjangnya.


" Ini pengecualian sayang.. kalau dibiarkan terbuka takut adik kecilku tak terkontrol dan melayang menuju sarangnya " Ray cekikikan membuat Veln merona malu mengingat kejadian semalam.


Ray bangkit dan bersiap-siap untuk membopong istrinya menuju kamar mandi.


" Stop stop.. mau ngapain? "


" Membawamu kekamar mandi "


" Tidak perlu Ray, aku bisa sendiri "


" Yakin? "


" Tentu saja, memangnya apa yang kamu khawatirkan? " Veln langsung melilitkan selimut ketubuhnya dan beranjak menuju kamar mandi.


" Aa auuu " Veln meringis kesakitan, kakinya sedikit bergetar dan pangkal pahanya terasa nyeri.


Ray tersenyum menyeringai " Jadi.. mau tidak aku bantu menuju kekamar mandi? " Veln meringis sembari mendelik kearah suaminya " Sakit sekali ya? " Mengacak asal rambut Veln, lalu menciumnya lembut " Maaf " Dan tanpa pikir panjang Ray langsung mengangkat istrinya masuk kedalam kamar mandi.


â—‹â—‹â—‹


Ray menurunkan Veln dan mendudukkannya diatas pinggiran bathup.


Senyumnya merekah, lalu diciumnya kening wanitanya hangat " Maaf " Kata itu lolos kembali dari mulut Ray dengan ibu jari menyapu lembut bibir ranum istrinya. Veln menengadahkan wajahnya dan membalas dengan melemparkan senyum termanisnya.


Ray menyiapkan segala keperluan mandinya dari mulai menyiapkan handuk, mengisi bathup dan menuangkan sabun. Sementara Veln sibuk senyum-senyum sendiri memperhatikan kegiatan suaminya.


" Berikan, aku akan menggosok gigiku sendiri " Dengan sabar Ray menunggui istrinya yang sedang menggosok giginya, setelah selesai Ray meletakkan kembali peralatan yang baru saja digunakan Veln ketempatnya dan kembali berbalik menuju istrinya.


" Bangun sayang " Veln menurut begitu saja, namun dapat dengan cepat menghalangi tangan suaminya saat hendak melepaskan lilitan selimut yang membungkus tubuhnya.


" Biar aku saja " Ray tersenyum lalu mencuri satu kecupan mendarat dibibir istrinya.


" Manjakan tubuhmu, aku akan menggosok gigi ku sebentar " Ray berlalu menuju wastafel dan Veln pun menanggalkan selimutnya bersiap untuk berendam didalam bathup.


Tak lama berselang Ray muncul dan menanggalkan piyama bagian bawahnya membuat Veln terkesiap menatapnya dari dalam bathup.


" Ray "


" Hem " Sembari bersiap turun kedalam bathup.


" Keluarlah.. tunggu sampai aku selesai, baru kau bisa menggunakan ini " Veln memalingkan pandang kearah lain dan bergerak panik dengan berusaha menutupi tubuh telanjangnya denga busa sabun.


" Aku paling tidak suka menunggu.. kita berendam bersama-sama "


" Tidak-tidak " Veln semakin bergerak panik.


" Apa kau sedang menggodaku? " Tampak senyum menyeringainya.


" Sudahku duga, otak mesummu pasti bekerja secara sempurna.. kalau kau tidak menurut pasti akan lain ceritanya, bukannya berendam dan mandi dengan benar sesuatu yang lain pasti akan terjadi "

__ADS_1


" Kalau begitu diamlah dan berendam dengan benar, jangan terus-terusan menggerak-gerakkan tubuhmu yang membuatku menginginkan sesuatu yang lain terjadi "


" Ray " Veln mengangkat kakinya, hendak menendangkan kearah tubuh Ray namun menyadari bahaya dengan posisi seperti itu ketika sebelah kakinya terangkat agak lebih tinggi dengan cepat dia turunkan kembali.


" Hahahaa " Ray terbahak melihat ketidak berdayaan istrinya "Janji sayaang, kita hanya akan mandi " Ray menyelipkan tubuhnya dibelakang tubuh Veln, berendam dengan posisi Veln memunggungi dada bidang Ray. Ray menarik tubuh istrinya untuk disandarkan didada bidangnya dan membuat Veln merasa ketidak nyamanan dibawah pantatnya "Jangan khawatir V.. Aku sedang tidak berfikiran mesum, jadi dapat dengan mudah mengendalikan adik kecilku " Veln menunduk malu dan mulutnya meniup-niupkan busa sabun untuk mengusir rasa grogi.


" Minta cium boleh? " Veln mendelik judes kearah Ray.


" Hahahaa.. cuma cium " Dan hmmmmmmpt, Ray langsung ******* bibir merekah istrinya.


Dua jempol untuk Ray, karena selama proses membersihkan diri tadi memang sama sekali tidak terjadi hal-hal yang diinginkan. Ray hanya menyelipkan beberapa ciuman saja diprosesi yang dilakukan diruangan itu, selebihnya hanya bergantian mencuci rambut dan menggosok tubuh menghilangkan daki dikulit.


Ray terlebih dahulu membersihkan tubuhnya dengan air shower sementara Veln masih berendam didalam. Setelah mengenakan handuknya yang sebatas pinggang Ray menghampiri istrinya untuk mengajaknya segera beranjak dari atas bathup.


" Sudah terlalu lama V.. saatnya untuk membersihkan busa yang menempel ditubuhmu " Veln mengangguk namun sama sekali tidak bergerak didalam sana.


" Ray, kau bisa keluar terlebih dahulu? Aku malu kalau harus berdiri bertelanjang bulat dihadapanmu " Ray tersenyum tipis.


" Ayo lah V.. Aku bahkan sudah menyentuh semua jengkal lekukan tubuhmu " Ray terkekeh geli.


" Tetap saja aku merasa malu " Menutupi bagian bawah wajahnya dengan sebelah punggung tangannya.


" Kalau begitu lakukan dengan mata terpejam "


" Ck " Veln berdecak kesal yang membuat Ray mengeluarkan tawa kecilnya dan dengan terpaksa dirinya bangkit dengan tanpa benang sehelai pun mendekat menuju shower. Dengan telaten Ray membantu membersihkan busa yang melekat ditubuh istrinya, setelah dirasa cukup Ray membantu memakaikan handuk kimono dan mengangkat tubuh Veln menuju walk in closet.


" Ray "


" Hem "


Veln mengecup bibir Ray cepat saat masih berada digendongan " Terimakasih " Kata itu keluar dari mulut Veln sebelum Ray mendaratkan tubuh istrinya disebuah kotak besar seperti meja tempat penyimpanan dasi, jam tangan miliknya, aksesoris dan beberapa perhiasan yang sengaja Ray sediakan untuk istrinya.


" untuk "


"Janji kamu, tidak melakukan hal yang ia-ia saat mandi tadi " Ray tersenyum lebar.


" Minta cium lagi boleh? " Smirknya muncul disudut bibirnya. Veln mengangguk malu, mempersilahkan. Tanpa menunggu lama terjadilah ciuman hangat diantara mereka.


â—‹â—‹â—‹


" Jangan bergerak, tetaplah duduk disini.. Aku yang akan mengambil pakaian gantimu " Ray membuka pintu lemari yang menyimpan rapih pakaian milik istrinya. Matanya menatapi baju yang tersusun didalam sana dengan berfikir baju apa yang hendak akan dia ambil.


Ray menoleh kearah wanitanya hendak menawarkan baju jenis apa yang Veln ingin kenakan dan mendapati Veln yang sedang menguap dengan ekspresi menggemaskan lalu tak lama menggeliatkan tubuhnya seakan meregangkan sendi-sendi ototnya agar tidak terasa kaku dengan gerakan begitu gemulai dan menggoda dimata Ray. Gagal sudah benteng pertahanan Ray, setelah bersusah payah menahan diri waktu melihat kemolekan tubuh istrinya dikamar mandi sepertinya untuk saat ini sudah tidak bisa lagi untuk tidak menerjangnya.


" Maaf V " Ray meninggalkan pintu lemari yangberisi baju-baju istrinya dan mendekat kearah Veln lalu menyambar bibir Veln dengan gairah, Veln yang terkaget hanya bisa membulatkan matanya " Sepertinya aku gagal menepati janji, kau terlalu menggoda.. hmmmmmmpt " Kembali Ray melahap bibir seksi istrinya dengan penuh gairah dan menjalar kebagian tubuh lainnya membuat Veln hanya dapat menikmati dan melenguh manja.


Ray berdiri tegap dihadapan Veln yang masih terduduk ditempat semula, dengan Veln yang masih mengalungkan kedua tangannya dileher Ray, wajah ayunya terbenam didada Ray.


" Kita mandi lagi ya "


" Hm " Veln menjawab lirih dengan menganggukkan kepalanya yang masih setia menempel dibagian tubuh Ray.


*Tinggalin jejak kalian ya buat author, like n coment ditiap partnya.. votenya juga jangan ketinggalan.


Muaach.. 😙

__ADS_1


Jaga kesehatan dan semoga kita selalu dalam perlindungan.Amin.


Bersambung*..


__ADS_2