
Malam hari ketika Veln dan bu Ani bersiap untuk memejamkan mata, harus rela terganggu akibat kedatangan Ray yang terdengar begitu berisik.
" Tok tok tok " Terdengar bunyi ketukan pintu yang terus menerus dan secara beruntun. " Bu, bu Aniii " Ray juga memanggil-manggil nama bu Ani tanpa henti.
Dan terus seperti itu dalam waktu yang lumayan lama, sungguh benar-benar mengganggu bukan. Membuat Veln dan bu Ani pun harus keluar kamarnya secara bersamaan.
Bu Ani dan Veln saling berpandangan, mereka pun bersama-sama menuju ruang depan. Bukan untuk membantu Ray membukakan pintunya, tapi justru Veln dan bu Ani hanya diam berdiri disana hanya untuk menunggui seberapa besar usaha Ray untuk dapat masuk kedalam rumah ini.
Untuk Veln, sudah pasti perempuan itu tidak akan sudi membantu Ray membukakan kunci pintunya.
Apalagi rasa jengkelnya bertambah tatkala mendengar pernyataan Ray tentang rumah ini, tentang dari mana asal uang yang dirinya gunakan untuk membeli rumah ini.
Sementara bu Ani pun sama tidak akan berani membantu membukakan pintu untuk tuan muda majikannya, karena sudah mendapatkan perintah dari nonanya untuk tidak membiarkan tuannya masuk kedalam.
Akhirnya bu Ani memutuskan untuk ikut menemani nonanya diruang depan.
Sebenarnya Veln sudah menyuruh bu Ani untuk istirahat dan tidur, namun karena bu Ani takut terjadi hal-hal yang tidak diinginkan jadi lebih memilih untuk ikut berada diruangan itu.
○○○
Diluar rumah, Ray terlihat sudah sedikit tenang. Dia sudah tidak mengetuk-ngetuk dan memanggil-manggil bu Ani lagi.
Ray berkacak pinggang dan membuang nafasnya, Ray sadar ini pasti disengaja.. Ray tau kalo Veln sengaja tidak mengijinkannya masuk. Tapi pria itu tidak marah, hanya sedikit kesal itu wajar.
Ray pergi meninggalkan travel bag dan kotak karton yang berisi pakaian dan beberapa keperluannya yang dia ambil dari rumah sebelum menuju kemari didepan pintu.
Ray akan menggunakan kecerdasannya untuk menyelesaikan masalah ini, dia tidak akan menggunakan emosinya yang malah akan membuatnya rugi.
Ray memasuki sebuah mini market untuk membeli sesuatu, dan menghampiri mobilnya untuk mengambil toolbox. Kemudian dia tenteng hingga menuju rumah keduanya, rumah tinggal yang dihuni seseorang yang dia sayang dan dia puja.
Tepat didepan pintu, sudah tentu apalagi yang akan dilakukan Ray selain mambongkar handle pintu dengan peralatan miliknya.
Tak tak tak..
Tik tik..
Bunyi peralatan dari aksi yang dilakukan Ray membuat Veln dan bu Ani saling pandang dan mengerutkan keningnya.
" Non "
" Tidak apa bu, Ray tidak akan marah. Paling juga nanti dia cuma kesal saja " Veln tau kekhawatiran diwajah bu Ani.
Brag brag..
Bruught.
Clentraaaaaang.
Brak.. Pintu pun berhasil terbuka.
Akhirnya, Ray berhasil menyelesaikan satu masalahnya. Ray bergegas masuk.. dan terang saja dia sedikit kaget dan agak merasa kesal menyaksikan dua orang dihadapannya yang dengan nyata mengetahui apa yang dilakukan dirinya untuk dapat masuk kedalam rumah ini.
__ADS_1
" Maaf, aku mengganggu tidur kalian " Ray nyengir kuda untuk menutupi rasa dongkolnya.
Marah dan meluapkan emosinya seperti hanya mimpi untuk Ray, mana berani dia melakukan itu yang ada dirinya nanti akan ditendang mentah-mentah oleh Veln dan usaha yang barusan dia lakulan hanya akan sia-sia saja.
Ray mendekati Veln setelah meletakkan travel bag dan kotak kartonnya kesembarang tempat.
" Sayang maaf, Papa sudah mengganggu tidur mu " Ray mengusap calon janinnya lalu mengecup beberapa kali. " Lanjutkan tidur mu V " Ray mengacak sayang rambut Veln.
Nyata, memang tak ada rasa marah dan kesal terhadap perempuan itu. Melihat wajahnya justru malah membuat Ray ingin menciuminya, beruntung ada bu Ani yang secara tidak sengaja ikut membantu menekan hasratnya.
" Bu, maaf sudah mengganggu istirahat mu " Bu Ani mengangguk dengan memberi senyum menanggapi permintaan maaf Ray.
" Tok tok tok, permisi " Mereka saling pandang mendengar suara seseorang yang bertamu dijam malam seperti ini.
Bu Ani lekas memperlebar pintu yang sudah sedikit terbuka. Ternyata Pak rt yang datang. Awalnya mereka kaget dan penasaran atas maksud dari kedatangan Pak rt tapi akhirnya mereka mengerti dan memgetahuinya.
" Begini Mbak, saya mendapat laporan dari Pak Abi dan Pak Yon " Pak rt menunjuk dua orang warganya yang ikut bersamanya. " Ketika mereka melewati rumah Mbak Veln, secara tidak sengaja mereka melihat pintu rumah Mbak Veln ada yang mengotak-ngatik " Sekilas Pak rt melirik kearah Ray, seperti mempertanyakan keberadaan laki-laki tersebut.
Veln tersenyum dan seketika ide gilanya muncul begitu saja. " Kebetulan Pak, belakangan pria ini terus mengganggu saya dan itu membuat saya risih " Mata Ray membola begitu pun bu Ani yang ikut sedikit kaget mendengar ucapan nona mudanya.
" Maaf, bisa lebih diperjelas Mbak Veln? "
" Seperti mantan yang diajak paksa balikan, seperti itulah keadaan saya karena pria ini Pak "
Veln begitu bersemangat menuturkan hal yang tidak-tidak terhadap Pak rt, membuat Pak rt dan warganya yang menaroh curiga terhadap Ray bersiap untuk mengusir keberadaannya.
Namun, entah bisikan apa yang dilakukan oleh Ray terhadap Pak rt, Pak Abi dan Pak Yon sehingga mereka malah ngopi-ngopi atas ajakan Ray dengan menunggu sesuatu.
Sampai begitu terlihat kedatangan Pak Dim, tak lama kemudian tiga orang tersebut pamit undur diri seperti terusir. Disusul pula oleh Pak Dim yang ikut segera kembali menuju rumah besar milik Ray.
○○○
Ray masuk dengan membawa toolboxnya, setelah itu dia mulai kembali disibukkan dengan handle pintu yang sempat dirinya buka paksa beberapa jam yang lalu.
Ray kembali memasangkan handle pintu yang kini dalam kondisi seadanya. Pikirnya yang terpenting untuk malam ini, pintu dapat terkunci dengan aman meski dengan cara yang kurang epik.
Setelahnya, Ray bergegas menuju kamar mandi untuk membersihkan diri dengan air seadanya yang sudah tersedia dibak.
Kini, Ray sudah nampak segar dengan baju piyamanya dan mencoba peruntungan membuka pintu kamar Veln.
Klek.. ceklek.
Ray seolah mendapat bonus, ternyata pintu kamar yang dihuni Veln tidak terkunci. Ray langsung merebahkan tubuhnya miring mengikuti Veln. Ray menyelusupkan tangannya dan dalam hitungan menit kini Veln sudah dalam dekapan Ray dengan posisi memunggungi.
" V " Telapak tangan Ray mengelus perut istrinya. " Aku tau, kau belum terlelap " Seperti biasa, Veln hanya diam tak merespon bagai patung manekin ditoko pakaian. " Kalau hanya tidak diperbolehkan untuk memasuki kamar ini, aku bisa terima " Ray mendusel-duselkan wajahnya dirambut Veln. " Tapi, kalau dipersulit untuk masuk rumah ini. Apapun akan aku lakukan. Karena aku tidak sanggup jika harus berjauhan dengan mu dan janin kita " Ucapan Ray terdengar so sweet bukan? tapi tidak untuk pendengaran Veln, itu malah terdengar sangat biasa saja. " V, kau tidak penasaran bagaimana aku bisa meyakinkan Pak rt dan yang lainnya? " Tentulah, Veln begitu sangat penasaran.
Sangat jelas betapa kesal dan dongkolnya Veln saat harus rela melihat mereka malah ngopi-ngopi ganteng bersama Ray. Bukannya malah mengusir Ray dengan paksa. Karena itu Veln memutuskan untuk masuk lebih dulu kedalam kamarnya dengan disusul bu Ani untuk meredam rasa kesalnya.
" Aku bilang kepada mereka bahwa istri aku yang cantik ini sedang ngambek dan merajuk, aku juga bilang belakangan V ku jadi sensitif karena janin yang ada diperutnya " Ray terkekeh sendiri. " Dan karena mereka tidak mempercayainya begitu saja jadi dengan sangat terpaksa aku meminta Pak Dim untuk membawakan senjata terampuh yaitu buku nikah kita. Buku yang membuktikan bahwa kita memang pasangan suami istri untuk sekarang dan seterusnya " Ray tertawa renyah penuh kemenangan.
Sementara pendengaran Veln yang begitu dengan telitinya menyerap penuturan Ray, membuat Veln menyungging senyum tanpa sepengetahuan yang bersangkutan.
__ADS_1
" Satu lagi, aku akan memaafkan perselingkuhan mu " Ray memelorotkan tubuhnya, mensejajarkan wajahnya dipundak Veln. Dan dia membenamkan diri disana. " Jangan pernah lagi berfikiran untuk bertemu dengan ayah dari gadis kecil itu "
Sesaat hening.. hanya terdengar hembusan nafas dari mereka berdua.
" Aku tidak pernah selingkuh darimu " Suara lembut Veln yang begitu tiba-tiba, spontan membuat Ray tersenyum.
Seperti keyakinannya, mana mungkin V nya berbuat sekejam itu terhadapnya. V bukanlah tipe perempuan yang tidak setia, dia juga perempuan yang baik, yang sangat tidak cocok dan tidak mungkin melakukan hal itu.
" Aku tau "
" Kau tidak tau, kau sama sekali tidak tau itu.. " Veln menggantung ucapannya untuk memberinya waktu menelan salivanya. " Itu tidak bisa kau kategorikan sebagai perselingkuhan, karena pria itu tepat menemukan wanita ini ketika kau telah membuangnya "
Gleg.
Sungguh pernyataan Veln yang begitu tenang, terdengar lembut dengan tanpa dosa sukses membuat Ray seakan berada pada pusaran gelombang tsunami. Bisa dibayangkan bagaimana rasanya.
" Tolong V, jangan seperti ini " Parau suara pria itu terdengar.
" Bagaimana aku bisa menolaknya? dia bahkan sangat menerima kehadiran calon bayi ku ketika mengetahui fakta bahwa aku sedang mengandung. Dan dengan sangat senang hati calon buah hati ku akan dia hadiahkan pada putrinya Sasa sebagai seorang adik "
" Cukup V "
" Laki-laki itu tau dan cukup mengerti bagaimana cara memperlakukan perempuan seperti ku yang terbuang "
" Tidak, tidak mungkin. Mana mungkin aku membuang mu " Wajah Ray seketika basah tergenang bulir air mata.
" Nyatanya memang seperti itu, kau bahkan dengan tega tidak mengembalikan ku ketempat semula. Tempat dimana kau mengambilnya dari tangan almarhum Paman Rian " Rupanya, Veln benar-benar niat untuk membalaskan dendamnya. Terbukti kata-kata sepedas cabe berkilo-kilo dia lontarkan terus menerus untuk membalaskan perlakuan Ray terdahulu terhadap dirinya.
" Ampun, maafkan aku V. Maaf.. " Ray mempererat dekapannya.
Veln sendiri pun ikut terenyuh dengan pernyataannya sendiri. Bagaimana tidak, dengan aksi balas dendamnya ini secara tidak langsung ikut membuka kembali penderitaan yang begitu pedih dan menyedihkan yang telah dia lalui.
" Aku ingatkan satu hal padamu, karena sepertinya kau lupa. Pintu hati ini tidak akan terbuka lagi ketika aku sudah memutuskan untuk menutupnya " Ray menggelengkan kepalanya dan gerakan itu jelas sangat terasa dutubuh bagian belakang Veln.
" Aku akan mendobraknya "
" Percuma, karena kau tidak akan pernah bisa lagi masuk kedalamnya. Kecuali jika kau bisa membangunkan kedua orang tua ku dari kematiannya, dan memohon pengampunan langsung kepada mereka atas sikap kurang ajar mu "
Sungguh, Ray sudah tidak bisa berkata-kata lagi. Pernyataan Veln membuatnya kalah telak. Ray hanya bisa menyesali segalanya dengan memejamkan matanya lebih erat.
Ray menyadari berpuluh ribu kalimat maaf yang dia lontarkan pun tidak akan dapat menyembuhkan luka hati perempuan dalam dekapannya.
Veln sebenarnya pun tidak ingin melakukan ini, karena memang dia bukan tipe wanita pendendam. Namun, entah mengapa mulut pedasnya seakan gatal ingin menorehkan luka dihati Ray. Veln seolah menginginkan Ray juga ikut merasakan penderitaan yang dulu pernah dia lalui.
Tidak ada yang salah bukan dengan ini? Veln hanya ingin menunjukkan sedikit sikap keegoisannya. Bukan kesembarang orang, tapi keorang yang tepat. Yang memang pantas untuk mendapatkannya.
.
.
Hii.. enaknya kita satuin lagi mereka? atau membiarkam V untuk mencari ayah baru buat Ray junior nih? hee. 😙
__ADS_1