
Kini gibran dan cristian sudah ada di G'A group , gibran berjalan menghampiri ruangan Gresia untuk, meminta izin pulang ke kediaman Aditama.
'Tok... tok. tok. '
"Masuk... " jawab dari dalam ruangan.
Gibran membuka pintu setelah mendapat jawaban dari dalam.
'Cekleekkk.. . '
Gresia masih saja sibuk dengan pekerjaannya tanpa menghiraukan siapa yang masuk.
"Nona.. saya kesini untuk meminta izin pada anda.. " ucap gibran saat sudah ada di depan meja kerja Gresia.
Gresia menghentikan kegiatan yang dan menatap dingin pada gibran.
"🤨🤨Haruskah? kau meminta izin pada ku? saat ingin pulang ke keluargamu?? " tanya nya dengan pandangan dingin dan menaikan satu alisnya.
"Aaahh 😁saya meminta izin karena, saya akan pulang sekarang nona, pekerjaan saya sudah selesai, dan mungkin saya pulang sekitar 4 hari, di sini juga saya izin cuti " jelas gibran yang mulai salah tingkah dengan perkataannya.
"😒 Emh " jawab singkat Gresia , dan kembali menatap komputer nya lagi, dan berkutat dengan pekerjaannya.
"Oh iya nona saya baru saja mendapat kabar kalo mereka sudah menyadari, kalo yang berangkat ke Colorado bukan lah alex, lalu apa rencana kita kedepannya" gibran kembali cool , iya juga memberi tahu jika lawan sudah tahu masalah alex.
Iya pun menanyakan persiapan kedepannya. Gresia masih saja fokus dan tak menghiraukan gibran yang sedang berbicara padanya, dan tiba-tiba di menengadah ke arah atas langit-langit ruangan tersebut sembari bersandar di kursi.
"Segera kirim bara ke Florida tapi melalui pesawat dari Borneo ke Denver, baru lah ke Florida, " ucap Gresia yang mampu membuat gibran pusing tujuh keliling.
Gibran berpikir kenapa harus berputar-putar, kenapa tak pergi langsung saja ke Florida.
"Aku tau apa yang kau pikirkan, aku sengaja melakukan itu dan katakan pada bara setelah sampai di Florida bawa alex pergi ke kota St. Louis karena di sana lah aku akan menempatkan nya . " ucap Gresia sembari memberikan perintah yang harus berputar-putar di negara Amerika.
"Baik nona akan segera saya perintah kan bara, pergi sekarang menyusul alex di sana " pungkas gibran dengan cool.
"Dan ini berikan pada bara, ingat untuk lebih berhati-hati saat di Amerika " Gresia memberikan sebuah amplop coklat pada gibran untuk di berikan pada bara.
"Baik jika begitu saya pamit undur diri " gibran berpamitan sembari membungkukkan tubuhnya sejenak, dan berlalu pergi meninggalkan ruangan.
"Heh ternyata cepat juga mereka mendapat info, dan sudah menyadari jika dia tertipu. " ucap Gresia dan di kembali berkutat dengan komputer nya lagi.
Saat di luar ruangan gibran berpapasan dengan cristian, yang dia juga hendak ke ruangan Gresia.
"Gimana di kasih izin ama bos?? " tanya cristian saat melihat gibran keluar dari ruangan CEO, yang sudah tau apa tujuan gibran masuk ke sana.
"Ya dia mengizinkan nya, oh kau juga hendak ke sana ada masalah apa?? " jawab gibran dan dia melihat cristian membawa map dan hendak menuju ruangan CEO.
"Ini masalah proyek yang akan berjalan, aku ingin meminta tanda tangannya ya sudah aku duluan " jawab cristian sembari tersenyum dan berlalu.
"Iya " gibran pun berlalu melanjutkan langkahnya untuk menemui bara.
*********
__ADS_1
Alex yang sedang berada di dalam pesawat dia hanya dapat menatap ke luar jendela melihat gedung-gedung yang menjulang dari ketinggian 280° derajat, di termenung dan terlintas perkataan Gresia jika iya jangan kembali ke negara itu jika tak dapat izin darinya.
"Memang apa alasannya untuk dia melarang ku kembali, toh negara ini adalah tanah kelahiran ku " gumamnya di sela lamunannya itu.
"Hai nak kamu sendiri saja??, mana keluargamu?? " tanya penumpang yang di sebelah alex.
Alex tersadar dari lamunan nya dan menoleh ke sebelah, melihat penumpang yang ada di sebelahnya.
"Aku tak punya keluarga " jawab alex dingin dan kembali memandang ke luar jendela pesawat.
"Oh, kau pergi ke Florida untuk sekolah ya, saya lihat kamu masih seorang siswa SMP sepertinya? " ucap penumpang itu lagi.
Alex tak menanggapi dia tetap fokus pada pandangannya.
"Oh iya siapa nama mu?? dan perkenalkan aku Pramudja Anastasya sering di panggil Mumu " ucap penumpang itu sembari mengulurkan tangan dan memperkenalkan dirinya dengan ramah.
Namun alex hanya melihat ukuran tangannya gadis ya seusia dengannya itu tanpa mau menjabat nya.
Mumu atau Pramudja jadi merasa malu dan menarik kembali tangannya dengan senyum kecut.
"Nama ku Sea Aidyn(alex youn)" jawab nya dingin.
"Oh bagus juga namanya, salam kenal ya semoga kita bisa jadi teman baik, mungkin kita nanti satu sekolah " ucap mumu.
Alex mengubah namanya sesuai dengan yang ada di data yang di berikan oleh gibran saat di bandara tadi, di situ Gresia memilihkan nama (sea Aidyn) itu untuk alex dan di situ juga usia nya sudah di tua akan oleh Gresia sekitar 2Tahun jadi sekarang alex (sea) berusia 15 tahun kurang 9bulan dari usia nya yang 13twhun kurang 9bulan.
Sea(alex) hanya cuek menanggapi perkataan gadis muda yang ada di sebelahnya itu.
Iya ke Florida hanya untuk menjemput saudaranya untuk peluang ke kota asal di St. Louis.
Alex hanya mengerutkan dahinya saat mendengar ucapan gadis itu, tapi dia tak menghiraukan nya dia tetap saja memandang ke arah luar jendela.
Tak terasa beberapa jam sudah berlalu Sea(alex) berada di pesawat, dan kini pesawat pun mendarat dengan sempurna di bandara internasional Florida .kini waktu di Florida dan kota M berbeda,sekarang iya di sana sudah pagi.
"Ahh sampek juga akhirnya", alex celingak celinguk mencari kendaraan untuk menuju ke alamat yang susah di berikan oleh gibran bersamanya dengan data dirinya.
" Hai kamu belum di jemput ya, sekalian aja bareng aku yok aku anter ke tempat tujuan "sapa Pramudja Anastasya yang melihat alex berdiri saja di depan pintu keluar.
Alex menoleh ke sampingnya dan melihat wanita itu tersenyum manis padanya.
" Tak perlu aku bisa sendiri "ucap nya acuh.
Saat mereka menunggu jemputan tiba-tiba ada orang yang mencurigakan merampas tas milik Pramudja.
" Aaaahh jambret... jambret.... "Pramudja kaget dan sontak berteriak karena tasnya di jambret orang.
Alex yang ada di sebelahnya hanya acuh, tapi saat melihat wanita di sampingnya itu berlari mengejar jambret dia merasa kasihan, dia pun berjalan menuju ke tempat keamanan dan menyimpan kopernya, dan dia berlari mengejar mereka.
Alex masih bisa mengejar jambret itu dan langsung menghadangnya.
"Cih minggir kau bocah, tak usah sok jadi pahlawan " decit jambret itu saat melihat alex di hadapannya.
__ADS_1
"Kembalikan tas itu, atau aku buat tak bisa lagi berjalan " gertak alex dengan tatapan dingin sembari menunjuk tas yang di pegang jambret.
"Kalo bisa kalah kan aku dulu? 😏 baru kau ambil ini " penjambret itu menantang alex untuk melawan nya.
"Orang yang banyak bicara akan cepat mati..!! " ujar alex lagi sambil berjalan maju dan.
'Duuukkk..... bbrruuukkkk..... bukkkk.... plaaakkkm.. '
Beberapa pukulan Melayang ke tubuh jambret tersebut dan kini iya tersungkur di aspal .
"Ternyata kau hebat juga bocah,lumayan juga tinju mu " ucap jambret dia kembali bangkit dan hendak membalas alex.
"Mati kau.... !!! " teriaknya sembari mengepal tinju yang mengarah ke alex.
Namun 'Tap.. pakkk.. Kraaakkk... '
"Aaahhh ampun...ampun... lepasin tangan gue ampun " jambret itu mengaduh kesakitan karena tangannya di buat hampir patah oleh alex.
"Heh lain kali cari uang yang halal, kali ini ku lepaskan..!! " alex melepaskannya dan dia mengambil tas yang di ambil jambret tadi dan berlalu pergi.
"Sea bagi mana dengan mu tak apakan?? " tanya Pramudja saat melihat sea(alex )dia memutar badan sea(alex ).
"Ini tas mu, dan kamu lepasin tangan lo dari badan gue " ketus sea(alex ) dengan memutar bola mata malas.
"Eehhh maaf, makasih udah bantuin aku, makasih banget ya, maaf ya soal barusan soalnya aku khawatir sama kamu yang lari kejer jambret nya " ucap Pramudja dengan rasa gugup.
Sea(alex) dia melangkah pergi tanpa memperdulikan ucapan gadis itu dia mengambil kopernya dan menyetop taksi di depan bandara, dan pergi menuju alamat yang ada di kertas yang iya pegang.
****
Sedangkan di tempat Gresia di kota M di sana kini hari sudah mulai beranjak tengah malam, tapi Gresia masih saja sibuk berkutat dengan semua pekerjaannya.
"Nona ini teh dan cemilan, sebaiknya anda segera istirahat karena hati sudah sangat larut " ucap Yuzi yang mengantarkan cemilan keruang kerja Gresia.
"Simpan saja di meja " ucap Gresia tanpa melihat ke lawan bicaranya.
Yuzi pergi meninggalkan ruangan kerja itu untuk beristirahat, karena hari sudah larut.
Gresia melihat jam dan ternyata jam sudah menunjukan pukul 23:56 yang mana hour tengah malam.
"📱Apa kah bocah itu sudah sampai??" gresia menelpon orang yang mengikuti alex secara diam-diam.
"📱Iya bos tuan muda sudah Sampai dan sekarang sedang menuju ke kediaman " jawab orang yang di sebrang telpon yang ada di Florida.
"📱Emh kau terus jaga saja bocah itu dari kejauhan jangan sampai dia menyadarinya " perintah gresia pada orang lawan bicaranya di telpon tersebut.
"📱Baik nona , dan sepertinya tuan muda memiliki teman baru, tadi biya menolong seorang gadis yang di jambret"laporan nya pada gresia atas kejadian penjambret tadi di bandara.
'Tut.. tut.. tut.. tut.. '
Sambungan telpon di matikan sepihak oleh gresia, dia lega mendengar kalo alex sudah sampai dengan selamat di sana, dia pun kembali berkutat dengan laptop nya lagi.
__ADS_1