
Pagi kini telah tiba burung-burung telah menyambut dengan kicau merdunya begitu juga dengan matahari sudah menyinari dedaunan yang basah karena embun, mulai menyelinap masuk ke celah jendela dan menerpa dua insan yang masih setia dalam tidurnya, hingga si gadis merasa terganggu karena secerca cahaya menerpa mata indahnya yang sedang tertutup itu hingga perlahan mengerjapkan matanya.
"Emh... aauuhhh... isssshh... kenapa badan berat sekali " keluhnya sembari meritih menahan rasa sakit di badan.
perlahan gresia melihat apa yang menindih badannya itu, dia sedikit terkejut ada tangan pria yang melingkar di perutnya.
"Uuuggghh.... sial emh... sudah lah " dengus nya kesal dan perlahan melepaskan tangan pria itu dari tubuhnya.
Gresia memunguti pakaian nya yang berserakan di lantai dan pergi menuju kamar mandi dengan jalan yang tertitah-titah.
"Untung saja masih suami yang ku tidur.... awas aja kau akan mati mengenaskan di tangan ku " umpatnya sembari membersihkan diri karena lengket bekas peluh di seluruh tubuhnya.
Gresia yang sedang asik mandi gibran yang baru terbangun iya mulai meraba sekitar dan mencari seseorang yang ada di sebelah nya namun iya tak menemukan nya, dian pun langsung terduduk dan mengedarkan pandangan ke seluruh ruangan kamar, namun tak menemukan orang yang iya cari sedari tadi.
"Kemana gresia pergi...??? eh... oh sedang mandi rupanya aku kira pergi begitu saja " gumamnya dan seketika iya mendengar gemericik air dari kamar mandi.
Gibran pun bangun dan memunguti bajunya setelah itu menghubungi orang-orang nyan untuk mengantarkan satu set pakaian pria dan wanita, setelah itu iya duduk santai di sofa sembari membuka ponselnya melihat e-mail masuk.
Gresia telah selesai dengan mandinya iya pun keluar kamar mandi dan melihat gibran yang masih fokus dengan ponselnya.
"Eh... udah selesai gres.... aku sudah menyuruh orang untuk mengantar pakaian nanti kesini, ya sudah aku mandi dulu " ujar nya yang sadar gresia sudah keluar kamar mandi.
"Hem.. " jawab nya singkat seperti biasa.
Gresia mengambil ponsel nya yang ada di atas nakas di samping tempat tidur dan memeriksa pesan singkat yang masuk dari bawahan nya, dan di sana ada pesan jika orang yang menjebak nya sudah di tangkap tinggal menunggu perintah nya saja ingin di apakan.
"Heh.... kebahagiaan menanti " racaunya sembari menyeringai.
Gibran yang baru saja keluar dari kamar mandi melihat gresia menyeringai membuat iya takut sendiri,iya bergas langsung mengambil baju ayang ada di atas kursi yang tak jauh dari kamar mandi tersebut, dan masuk kembali untuk mengenakan baju.
"Gue.. kok punya suami gini amat sih lebih lama dari cewe di kamar emang apa yang dia lakukan??? " gresia ngedumel sendiri sembari memakan sarapan yang telah iya pesan dari pelayanan hotel.
Gibran keluar kamar mandi dengan ada rasa takut karena tadi melihat senyum gresia, dia mencoba menetralkan ke adaan dan mengambil ponsel nya yang ada di atas meja di hadapan gresia, ditabrak berani berbicara atau bertanya si saat gresia sedang makan.
"Makan lah... makanan mu setelah ini kita pergi ke markas...! " gresia angkat bicara saat melihat gibran yang menjulurkan tangan nya yang akan meraih ponselnya.
"Emh... tida nona anda saja terlebih dahulu setelah itu baru saya " jawab gibran dengan hati-hati.
"Aku tak ada waktu untuk menunggu kamu makan, jadi makan lah ...!? " tegas gresia lagi.
"Emh... baik..." gibran langsung duduk dan mengambil makannya.
"Masalah tadi malam aku akan memberikan mu kompensasi.. atas kerugian yang telah aku ambil, tak perlu khawatir apa yang kamu ingin kan akan aku beri" ujar gresia di sela makan nya.
"Uhuk.. uhuk.... uhuk... " gibran tersedak saat mendengar ucapan gresia.
Ternyata gresia masih saja tak dengan ikhlas melayani suaminya masih saja ingin iya membayar, gibran sebagai suami merasa tak ada harganya iya di sama kan dengan gigolo di luaran sana.
"Emh.... gers... harus kah kau perhitungan dengan ku... aku ini... aku ini... emh.. suami mu sendiri... apa kah harus kau samakan dengan gigolo di luaran sana , jika tak bersedia kenapa tadi malam kau tetap mau melakukannya...? bukan kah aku sudah bertanya dulu sebelum melakukan...? " Kata-kata yang cukup lirih terdengar di indra pendengaran milik gresia yang cukup menusuk juga saat setiap katanya masuk.
"Heh... suami apa kau tak sadar dengan perkataan mu...?? " ketus gresia yang membuat tersayat hati siapa pun yang mendengarnya.
"Maaf nona saya lancang " gibran seketika menjadi murung dan muram, dan iya juga sadar akan posisi nya, karena iya hanya budak di mata gresia.
"Aahhggg... aku tak mau merasakan trauma di masa lalu dalam percintaan, itu cukup menyakitkan dan membuat aku gila, aku tau perasaan mu gib... tapi maaf aku hanya dengan kata itu aku bisa menerima mu di sisi ku, jika aku mengganggap atau memanggil mu dengan sebutan suami, aku tak sanggup untuk membayangkan, di kemudian harinya, jika kau bosan dengan ku kau akan mencari wanita lain, aku tak sanggup membayangkan itu gib... "gumam gresia sendu di dalam hatinya sembari sesekali melihat wajah sendu suami nya itu.
__ADS_1
Kini keduanya makan dengan hening tanpa ada kata lagi, tak lama gresia pun selesai dengan acara makan nya, dia langsung berdiri dan beranjak dari duduk nya mengambil minum yang tak jauh dari tempat mereka duduk, dan kembali memberikan segelas air pada gibran dan duduk kembali.
Gresia melihat di sudut bibir gibran ada saus dia menatap nya dengan lekat, mengangkat tangan nya untuk mengelap namun iya tarik kembali, namun iya angkat kembali dan dengan cepat iya mengelapnya dengan tisu.
Gibran terkejut dan terhenti dari aksi makannya itu dan tertegun sesaat, karena iya menerima perlakuan gresia barusan.
"Cepat lah... kau lebih lamban dari wanita...!!! " ketus gresia yang menyadarkan gibran.
"Maaf nona " gibran dengan sedikit gugup dan melanjutkan makan nya yang tinggal beberapa suap lagi itu.
"Aaaahhh apa yang kau lakukan gres..... bodoh... bodoh.... tangan sialan.... tak bisa menahan apa.. " umpatnya pada tangan nya sendiri dalam hatinya.
Gresia mengambil ponsel untuk menyibukkan durinya sendiri namun ternyata iya salah mengambil ponsel, namun iya masih tak sadar, saat iya melihat-lihat aplikasi di ponsel itu dia sedikit bingung.. karena agak sedikit berbeda, namun ya sudah lah iya juga mungkin penasaran dengan ponsel suaminya itu, dia membuka aplikasi pesan singkat dan melihat isi pasan yang pernah di terima.
Di sana tak aneh.. pesan yang iya terima, selain dari bawahan Gresia dan orang yang Gresia kenal semua dan di situ isi pesan juga masalah pekerjaan saja tak ada hal lain nya lagi.
Sudah puas menjelajah ponsel suaminya iya pun menyimpan nya kembali di meja dan mengambil ponsel nya yang benar.
"Apa yang Gresia lihat.. apa kah iya mencoba memeriksa ponsel ku..??? " gumam gibran dalam hatinya saat melihat Gresia memainkan ponselnya.
"Aahhh.... kau berkhayal terlalu tinggi gibran. mungkin iya tadi tak sadar jika telah mengambil ponsel yang salah. " gumam nya lagi mengelak akan ucapannya tadi.
Kini gibran sudah selesai dengan sarapan nya Gresia yang melihat itu iya langsung berdiri dari duduk nya dan bersiap untuk pergi, begitu juga gibran setelah iya meneguk air di gelas nya habis, iya pun ikut beranjak dan pergi mengikuti Gresia.
"Apa kah ada masalah di markas nona??? " gibran memberanikan diri untuk bertanya.
"Tidak.. " jawabnya ketus.
Gibran kembali diam dan menatap fokus pada jalan, dia masih ada terpikir permainannya tadi malam dengan Gresia yang sangat panas dan semua hasrat sudah tercurahkan rasanya.
"Sebaiknya jika nanti akan terjadi lagi akun saja yang memimpin, kalo seperti ini terus badan ku hancur.... " terus saja Gresia ini mengeluh sembari memegang pinggang nya.
"Maaf gres.... kamu jadi kesakitan gara-gara aku " gumam gibran pelan.
Gresia yang mendengar perkataan gibran dia hanya mengernyitkan keningnya dan tersenyum tipis hingga hampir tak terlihat.
"Aaaaahhhhh.....rasanya ingin ku terkam ingin ku terkam lagi jika badan ini sudah tak terasa sakit..... " gumam Gresia dalam hatinya, sembari melirik gibran sesekali.
Keduanya tak ada yang berbicara hanya bergelut dengan hati mereka sendiri, dan tak lama kini gibran pun telah membawa masuk mobil ke sebuah pekarangan yang luas namun terlihat suram, yang mana kini mobil itu sudah masuk ke area markas Golden Eyes.
Turun lah keduanya dari mobil dan di sambut oleh orang-orang yang ada di sana di sana juga ada bob dan caca.
"Hus.... liat queen... kenapa iya berjalan sepertinya sedikit menyeret kaki nya " bisik bob pada caca yang mana kini caca adalah istri dari bob.
"Kau seperti tak taun saja.... jangan kepo sama urusan queen.. tapi aku kasih tau ya tebakan ku pasti tadi malam permainan tuan gibran sangt ganas.. " balas bisik caca pada suami nya itu.
Bob yang paham hanya menjawab dengan anggukan dan membungkuk saat Gresia melewatinya, dengan ada tatapan dingin yang mengarah pada bob dari sorot mata Gresia.
"Awas kalian... akan aku beri pelajaran.. nanti " gumam Gresia dalam hati .
Gresia langsung berjalan ke ruang tahanan dan gibran bergabung dengan yang lain, di ruang komputer.
"Tuan.... emh... gibran... aku mau tanya nih...??? " ujar bob. yang memeng mereka sudah sangat dekat tak merasa ada jarak di antara mereka lagi seperti dulu, jarak antara bawahan dan atasan.
"Mau tanya apa...???jangan aneh-aneh tapi " pungkas gibran degan tatapan penuh selidik.
__ADS_1
"Gak..... gak aneh.. aku cuman mau tanya... tadi malam bermain sampai berapa ronde....???? " tanya bob dengan jahil nya.
"Uhuk.... apa yang kau tanyakan ronde apa? , aku tak ada berlatih boxing tadi malam?!, aku lelah dan langsung tertidur saat pulang dari mengantar queen ke salah satu bar untuk masalah pekerjaan " jawab gibran yang sok tak mengerti dengan maksud perkataan bob.
"Ya elah gib... kita inginkan dah kenal lama apa lagi kita juga kan udah punya istri masa sih kamu gak ngerti...? gak usah pura-pura gitu deh?, gimana mantep gak tuh tadi malem??? " ledek bob lagi masih terus mendesak gibran.
"Apa kau ingin mati sekarang bob??? dan membiarkan caca menjadi janda?? " Tiba-tiba ada orang yang bertanya dengan dingin.
"Eh... qu.. queen... sudah selesai...?? " tanya nya dengan sedikit gelagapan.
"Kau mau tau urusan orang.... hidup mu itu terlalu gak ada kerjaan apa...??? " Gresia berjalan ke meja komputer dan duduk.
"Eh... masih ada pekerjaan yang haru aku kerjakan maaf tuan queen saya permisi " bob pergi dengan terbirit-birit karena takut saat melihat ekspresi Gresia.
Sedangkan gibran hanya diam dan melihat komputer yang ada di hadapannya, entah apa yang sedang iya kerjakan di sana.
"Untuk seminggu ke depan kita libur, perusahaan biar keren yang menghandel.. kau ikut dengan ku..? " ujar Gresia berbicara dengan gibran namun tanpa melihat pada orangnya.
"Baik queen, dan maaf untuk masalah tadi... saya telah membuat anda malu " ujarnya sembari menunduk.
"Hem... " dehem nya.
Kini keduanya menjadi terdiam kembali, mereka sibuk dengan pekerjaan mereka, hingga Gresia mendapatkan pesan singkat dari ponselnya, dengan nama si pengirim Alex.
"𝙺𝚊𝚔 𝚔𝚊𝚞 𝚍𝚒 𝚖𝚊𝚗𝚊 𝚔𝚎𝚗𝚊𝚙𝚊 𝚍𝚊𝚛𝚒 𝚔𝚊𝚛𝚎𝚗 𝚜𝚒𝚊𝚗𝚐 𝚔𝚊𝚞 𝚝𝚊𝚔 𝚊𝚍𝚊 𝚔𝚎𝚖𝚋𝚊𝚕𝚒...??? 𝚊𝚙𝚊 𝚊𝚍𝚊 𝚖𝚊𝚜𝚊𝚕𝚊𝚑?? "
Kurang lebih seperti itulah isi pesan dari alex, Gresia hanya mengacuhkannya begitu saja tanpa ada niat untuk membalas pesan tersebut.
"Ayok pulang... " ajak nya sembari berlalu, gibran pun bangkit dadi duduk nya dan mengikuti Gresia dari belakang menuju ke mobil nya .
"Kunci....!! " pintanya sembari menengadahkan tangannya meminta.
Gibran merogok kantong celana nya dan mengambil kunci dan menyerahkan pada Gresia kunci tersebut, gibran selama perjalanan hanya diam tak ada satu kata pun yang keluar dari mulutnya.
Begitu juga dengan Gresia dia hanya fokus dengan jalanan, dan terus, menaikan ke cepatan laju mobilnya tersebut.
Dengan kecepatan yang tinggi Gresia untuk sampai ke kediaman nya tak butuh. enakan waktu lama mereka pun sudah sampai, Gresia melihat di halaman nya ada terparkir banyak sekali mobil, iya bingung cuman satu malam iya tak pulang ke apa pas pulang ke rumah, di rumah ada keramaian tanpa selain.
Gresia masuk dengan geram melihat keramaian di rumahnya itu, gibran hanya mengikuti dari belakangnya, dia juga sedang berpikir sedang ada apa di rumah tersebut.
"Selamat siang nona...?? " sapa pelayan yang asa si dekat pintu masuk.
"Hem.... " jawabnya sembari terus berjalan ke depan nya ..
𝘉𝘶𝘢𝘵 𝘴𝘦𝘮𝘶𝘢 𝘱𝘢𝘳𝘢 𝘳𝘢𝘢𝘥𝘦𝘳𝘴 𝘢𝘶𝘵𝘩𝘰𝘳 𝘶𝘤𝘢𝘱𝘪𝘯 𝘛𝘦𝘳𝘪𝘮𝘢 𝘬𝘢𝘴𝘪𝘩 𝘢𝘵𝘢𝘴 𝘥𝘶𝘬𝘶𝘯𝘨𝘢𝘯 𝘥𝘢𝘳𝘪 𝘬𝘢𝘭𝘪𝘢𝘯 𝘴𝘦𝘮𝘶𝘢 𝘱𝘢𝘳𝘢 𝘳𝘦𝘢𝘥𝘦𝘳𝘴 , 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘵𝘦𝘭𝘢𝘩 𝘮𝘦𝘮𝘣𝘦𝘳𝘪 𝘭𝘪𝘬𝘦 𝘬𝘰𝘮𝘦𝘯 𝘯𝘺𝘢 𝘥𝘢𝘯 𝘩𝘢𝘥𝘪𝘢𝘩 𝘴𝘦𝘳𝘵𝘢 𝘷𝘰𝘵𝘦 𝘯𝘺𝘢 𝘣𝘶𝘢𝘵 𝘬𝘢𝘳𝘺𝘢 𝘢𝘶𝘵𝘩𝘰𝘳 𝘪𝘯𝘪, 𝘮𝘦𝘴𝘬𝘪 𝘤𝘦𝘳𝘪𝘵𝘢𝘯𝘺𝘢 𝘢𝘶𝘵𝘩𝘰𝘳 𝘴𝘦𝘯𝘥𝘪𝘳𝘪 𝘢𝘫𝘢 𝘯𝘨𝘦𝘳𝘢𝘴𝘢 𝘨𝘢𝘬 𝘮𝘦𝘮𝘶𝘢𝘴𝘬𝘢𝘯 𝘥𝘢𝘯 𝘵𝘢𝘬 𝘬𝘢𝘳𝘶𝘢𝘯 , 𝘵𝘢𝘱𝘪 𝘬𝘢𝘭𝘪𝘢𝘯 𝘴𝘦𝘭𝘢𝘭𝘶 𝘮𝘦𝘮𝘣𝘦𝘳𝘪 𝘮𝘰𝘵𝘪𝘧𝘢𝘴𝘪 𝘥𝘢𝘯 𝘢𝘶𝘵𝘩𝘰𝘳 𝘵𝘦𝘵𝘢𝘱 𝘴𝘦𝘮𝘢𝘯𝘨𝘦𝘵 𝘶𝘯𝘵𝘶𝘬 𝘯𝘶𝘭𝘪𝘴 𝘤𝘦𝘳𝘪𝘵𝘢 𝘪𝘯𝘪, 𝘮𝘰𝘩𝘰𝘯 𝘮𝘢𝘢𝘧 𝘮𝘦𝘮𝘢𝘯𝘨 𝘥𝘢𝘭𝘢𝘮 𝘱𝘦𝘯𝘶𝘭𝘪𝘴𝘢𝘯 𝘢𝘵𝘢𝘶 𝘬𝘢𝘵𝘢𝘯𝘺𝘢 𝘣𝘢𝘯𝘺𝘢𝘬 𝘬𝘦𝘴𝘢𝘭𝘢𝘩𝘢𝘯,
𝘈𝘶𝘵𝘩𝘰𝘳 𝘩𝘢𝘯𝘺𝘢 𝘪𝘯𝘨𝘪𝘯 𝘶𝘤𝘢𝘱𝘪𝘯 𝘛𝘦𝘳𝘪𝘮𝘢 𝘬𝘢𝘴𝘪𝘩 𝘣𝘢𝘯𝘺𝘢𝘬 𝘣𝘶𝘢𝘵 𝘬𝘢𝘭𝘪𝘢𝘯 𝘴𝘦𝘮𝘶𝘢 𝘱𝘢𝘵𝘢 𝘳𝘦𝘢𝘥𝘦𝘳𝘴, 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘮𝘦𝘮𝘣𝘶𝘢𝘵 𝘢𝘶𝘵𝘩𝘰𝘳 𝘵𝘦𝘳𝘶𝘴 𝘢𝘦𝘮𝘢𝘯𝘨𝘦𝘵 𝘣𝘶𝘢𝘵 𝘯𝘨𝘦𝘵𝘪𝘬 𝘪𝘯𝘪 𝘤𝘦𝘳𝘪𝘵𝘢.
𝘵𝘦𝘳𝘪𝘮𝘢𝘬𝘢𝘴𝘪𝘩 𝘴𝘦𝘮𝘶𝘢 𝘱𝘢𝘳𝘢 𝘳𝘦𝘢𝘥𝘦𝘳𝘴 😘😘😘😘😘😘☺☺☺☺☺😊😊😊😊.
__ADS_1