
Kini sebulan sudah berlalu dari malam panas yang terjadi di antara gresia dan gibran, dan selama itu semua kehidupan berjalan dengan seperti biasa, tak ada yang aneh cuman akhir-akhir ini gresia nampak sedikit pucat dari biasanya, dan gibran setiap hatinya mual tak karuan yang membuat alex yang masih ada di rumah gresia itu menjadi aneh sendiri, melihat kedua pasutri itu.
"Kak....??? apa kakak sakit....?? " tanya alex dengan hati-hati.
"Tidak...!! kenapa emang...??? " jawab gresia dengan lahap memakan makanan yang terhidang di piring nya.
"Wajahmu pucat sekali kak seperti orang mati... " jawab alex.
"Oh... ini aku tak menggunakan lipstik saja makan terlihat pucat " dalih nya.
"Emh.... oh iya mana kak gibran kok gak ikut sarapan?..? " tanya alex yang sedari tadi rak melihat gibran turun untuk ikut sarapan.
"Mana aku tau, kau cari sendiri aku tak ada waktu mengurusinya, pekerjaan ku saja masih menumpuk untuk apa memikirkan dia, toh dia juga sudah dewasa, jika lapar atau butuh apa pun bisa iya lakukan sendiri " jawab gresia dengan acuh.
"Bukan begitu kak soalnya, kak gibran itu akhir-akhir ini aku liat dia sering mondar-mandir ke kamar mandi, dan wajahnya juga sangat pucat seperti nya iya sakit " alex, mencoba menjelaskan keadaan gibran pada gresia atas apa yang iya liat.
Gresia hanya bersikap acuh tak peduli dengan penjelasan alex dia yang telah selesai dengan acara sarapan nya langsung bergegas untuk pergi ke kantor, karena hari ini juga iya ada pengecekan langsung ke lokasi pembangunan rumah sakit, jadi iya buru-buru tanpa memedulikan jika suaminya sedang sakit kali ini.
Alex hanya menggelengkan kepalanya dan tak lama melihat gibran yang menuruni tangga untuk sarapan, alex melihat gibran dengan sedikit mengerutkan keningnya karena wajah gibran memang tampak pucat seperti orang mati.
"Kak... apa kau baik-baik saja...??? kau tampak tidak sehat ..??bagai mana kalo aku antar kakak ke dokter??? " alex meng khawatir kan
kondisi gibran tersebut.
"Aku tak apa lex mungkin hanya masuk angin saja, tak perlu aku hanya butuh istirahat dan minum obat saja nanti juga membaik, oh iya apa kah nona gresia sudah berangkat...?? " jawab gibran dengan mencoba meyakinkan alex jika iya baik-baik saja, dan iya bertanya tentang gresia.
"Dia sudah berangkat... mungkin ada pekerjaan penting makanya terburu-buru " jawab alex sembari terus menatap gibran.
Di tengah percakapan mereka, Tiba-tiba ponsel gibran bergetar tanda ada pesan masuk ke ponselnya, ponsel yang ada di sebelah lengan gibran itu menampakan notifikasi pesan dari orang yang mengirim pesan, gibran yang melihat siapa yang mengirim pesan iya pun langsung mengambil nya, dan membaca isi pesan itu dengan seksama.
"Kenapa...??? siapa yang mengirim pesan kak..?? " alex mulai kepo sebab gibran sangat serius memandangi isi pesan yang ada di ponselnya itu.
"Ahhh.... tak ada.. hanya masalah pekerjaan " pungkas gibran sembari kembali menaruh ponselnya lagi.
"Oh... aku kira ada apa..??? kakak memandangi ponsel segitu serius nya " balasnya sembari duduk menemani gibran sarapan iya membuka laptop nya.
"Aaaaahhhh..... mimpi apa tadi malam ....?? gresia pagi ini perhatian pada ku,..?? apa dia tau kalo aku tak enak badan...?? " gumam gibran salam hatinya.
Gibran yang mendapatkan pesan itu sedari tadi langsung senyum-senyum sendiri yang membuat, alex sedari tadi di buat aneh oleh kelakuan gibran jadi semakin bingung.
"Demam sampek jadi gila kah...?? " rutuk nya sembari menggelengkan kepalanya.
"Alex... apa kau tak kerja hari ini... bukan kah perusahaan sudah kau tinggalkan satu bulan,..?? " tanya gibran yang melihat alex sedari tadi hanya duduk menatap laptopnya.
"Ngusir nih... ceritanya..??? "tanya alex sembari menampakan muka seriusnya.
" E.. eh.. ti.. tidak seperti itu alex maksudku, perusahaan jangan terlalu di tinggal lama, nanti kamu kena marah gresia "gibran jadi gugup menanggapi pertanyaan alex.
" Emh.... tak akan dia tak akan berani memarahi ku.. santai saja perusahaan akan tetap berjalan tanpa aku harus menampakan diri di sana "jawab alex dengan santai.
" Oh.. bagus lah kalo begitu, emh... aku akan ke kantor kau mau ikut..? "tanya gibran telah usai sarapan nya .
" Tidak aku akan ada Meitthing dengan rekan bisnis, kalo mau pergi saja, tapi sebaiknya kau cek dulu saja ke dokter sebelum kau mati di jalan... "celetuknya sembari asik menatap layar laptop nya.
Gibran tak menjawab iya berjalan untuk segera ke kantor, karena iya masih ada pekerjaan yang harus segera iya selesaikan, Alex juga bangkit dari duduk nya dan menuju ke kamar untuk segera bersiap untuk pergi.
Sedangkan sekarang di lokasi kontruksi yang mana gresia dan salah satu mandor di sana sedang menemani gresia berkeliling di bagian kontruksi untu memastikan bahan bangunan dan perkembangan pengerjaan susah sampai di mana, secepat ini.
"Ini seperti nya ada yang salah...??? " gumam gresia sembari melihat daftar semua bahan bangunan yang sudah tersedia.
"Di bagian mana yang tidak benar nona...???" tanya mandor
Gresia hanya menatap datar dan melanjutkan berkeliling, namun gresia merasakan ada yang tak beres dengan badannya, sebenarnya sedari tadi pagi cuman iya tak menganggap nya.
"Nona anda kenapa apa perlu untuk istirahat...?? " tanya sang mandor saat melihat gresia sedikit sempoyongan.
"Tidak... " jawab nya dan gresia terus melanjutkan berkeliling.
Namun baru setengah perjalanan tiba-tiba gresia merasa kepalanya sangat pusing dan tubuhnya terhuyung ke depan untung saja orang di sebelahnya dengan sigap dan cepat menangkap badan gresia hingga tak menyentuh tanah.
"Nona... nona.. sadar lah... nona" orang itu terus menepuk pelan pipi gresia untuk membangun kan gresia.
Karena tak ada tanggapan atau respon dari gresia, pria itu pun membawa gresia kerumah sakit swasta yang cukup besar.
"Dia kenapa..?? " tanya dokter yang tak lain adalah dokter zainal yang sedang bertugas di rumah sakit tersebut.
"Saya tidak tau dok cuman tadi sedang berkeliling dengan saya tiba-tiba nona jatuh pingsan " jawab pria itu.
__ADS_1
Zainal langsung masuk untuk segera memeriksa keadaan gresia, karena iya melihat tadi gresia sangat pucat.
"Bagaimana Sus...??? " tanya zainal pada suster yang sudah ada lebih dulu di dalam ruangan.
"Nona hanya kelelahan , dan beliau juga sedang dalam ke adaan mengandung " ujar suster itu.
Zainal yang sedikit terkejut dan ada rasa bahagia juga, mengambil alih untuk dia yang memeriksa lebih lanjut, setelah di periksa dengan teliti tampak lah raut wajah bahagia yang di tampak kan Zainal.
"Wah... ternyata mereka akan segera punya baby " gumam Zainal.
Saat sudah selesai di periksa Zainal pun memindahkan gresia ke ruang inap, dan dia telah mengabari cristian jika gresia tengah hamil muda, entah kenapa gresia yang hamil tapi pasangan itu yang sangat bahagia mendengar kabar tersebut.
Ternyata pasutri itu baru tahu satu bukan lalu kalo pernikahan gibran dan gresia bukan lah berdasarkan cinta, meski keduanya saling mencintai tapi tak ada yang berani mengutarakan nya , dan hingga terjadi pernikahan di atas kertas saja, meski tak di buat perjanjian atau kontrak.
Maka dari biru Zainal dan cristian sangat bahagia saat mendengar dan mengetahui kalo gresia telah hamil.
"Bagai mana zai.... dia udah sadar...??? " tanya cristian yang baru datang dan langsung ke ruangan suaminya itu.
"Tadi sih belum tapi tak tau kalo sekarang... kamu lihat saja dulu aku juga masih ada pasien yang harus segara di tangani " jelas Zainal dengan pertanyaan cristian.
Cristian mengangguk dan pergi dari ruang suaminya dan berjalan ke ruangan gresia.
Saat cristian membuka pintu iya langsung tertuju pada wanita yang sedang terduduk di atas ranjang rumah sakit sepertinya dia baru sadar dan masih bingung.
"Hai... gres..... gimana udah baikan..??? " sapa nya sembari menghampiri gresia.
"Emh.... gue mau balik kantor..." gresia ingin turun dari tempat tidur namun di cegah oleh cristian.
Gresia mengngerinyitkan keningnya kala mendengar perkataan cristian yang menyebutkan anak , karena iya belum tahu jika iya sedang hamil.
"Anak... apa maksud mu...??? " tanya nya penuh selidik.
"Iya anak... disini sekarang dia sedang tumbuh... jadi kamu harus menjaganya dan jangan terlalu lelah, kasihan dia " jawab nya sembari mengusap perut gresia.
Gresia melihat ke arah perutnya dengan ekspresi datarnya dan iya pun memegang perutnya iya tak menyangka ternyata kini ada janin yang sedang bersemayam di dalam rahimnya, tanpa ada paksaan dia pun langsung merebahkan badannya dan memejamkan kembali matanya.
"Eh.... gres.... kok aku gak lihat gibran sedari tadi...??? dia di mana..?? " tanya nya yang baru sadar sedari tadi iya tak melihat gibran.
"Tak tau...! " jawab nya santai .
"Nah suami sendiri kok gak tau... harusnya kamu itu tau kemana perginya suami kamu... " cerutu nya sembari duduk di sebelah tempat tidur gresia.
"Hanya suami sebatas formalitas.. di atas kertas, untuk apa aku ikut campur urusannya, sudah sana aku ingin istirahat keluar sana, jangan ganggu aku " ketua nya sembari membalikan badan membelakangi cristian.
"Emh... ok istirahat lah aku juga masih ada urusan sebenarnya kesini " cristian beranjak dari duduk nya dan berjalan keluar meninggalkan gresia untuk istirahat.
Setelah kepergian cristian gresia kembali duduk dan mengusap perutnya iya merasa masih tak yakin jika iya kini sedang hamil, dia tersenyum tipis, dan beranjak dari tempat tidurnya dan berjalan ke arah dinding kaca ruangan nya dan menatap sendu ke luar sana.
"Sayang.... semoga kamu bahagia hadir di antara kami.. meskipun diriku ini jahat, hingga ayah mu sendiri menjadi korban kejahatan ibu.. semoga atas kehadiran mu dapat membuat ibu berubah " gumam nya dengan seara lirih dan sendu sembari terus mengusap perutnya yang masih rata itu.
__ADS_1
"Selamat siang nona...! mari kita periksa dulu " sapa suster yang bertugas untuk mengecek keadaan gresia.
Gresia menoleh dan hanya memberi tatapan dingin, dan iya mengikuti perintah suster untuk berbaring, dan di periksa.
"Sus kalo boleh tau berapa usia kandungan ku ini...?? " tanya gresia yang penasaran.
"Oh... usia kandungan nona sekitar 3minggu , apakah ibu tak merasakan keluhan saat di awal kehamilan ini..?? " jelas suster itu dan bertanya.
"Tidak.. aku hanya merasa sedikit lelah selain itu tak ada " jawab gresia dengan santai.
Suster itu mengangguk paham dengan kondisi gresia, yang tak merasakan gejala apapun di awal kehamilan nya ini.
"Calon anak nona sangat adil pada orang tuanya, dia yang ingin menyusahkan sang ibu dia membagi rata dengan sang ayah, dia tau kalo ibunya sudah susah untuk membawanya kemanapun, jadi dia membagi kesusahan untuk sang ayah " ucap suster itu d ngan tersenyum.
"Maksudnya bagaimana..??? " tanya gresia yang tak paham dengan penuturan suster.
Suster itu tersenyum sebelum menjawab pertanyaan gresia yang tampak sedikit terkejut dan tak mengerti.
"Yang saya maksud adalah, nona mengalami kehamilan simpatik atau di sebut juga sindrom couvade terjadi ketika suami ikut merasakan tanda-tanda kehamilan yang di alami oleh sang istri, apakah akhir-akhir ini suami anda terlihat berbeda atau sering merasa mual-mual..?? "jelas sang suster.
" Ya sepertimu seminggu belakangan dia memeng sering mual-mual dan tak berselera makan "jawab gresia sembari mengigat-gingat.
" Ok.. selesai semuanya bagus nona hanya perlu istirahat yang cukup, dan meminum vitamin nya, kalo begitu saya pamit dulu nona " ujar suster itu dan dia pamit undur diri.
Gresia hanya tersenyum saat tau jika gibran merasakan apa yang di rasakan oleh gresia saat ini.
"Sayang kau jahat sekali kenapa kau membuat ayah mu ikut menderita, aahhh... tapi tak apa anak ibu memang pintar agar ayah mu juga tau bagai mana rasanya ngidam 🙂🙂" Gresia kembali berbaring dan kini matanya terpejam dan terhanyut dalam alam mimpinya.
Gresia yang merasa terganggu karena iya merasa di ruangannya sangat bising seperti ada yang mengadakan party di sana membuat iya membuka matanya dengan kesal, saat iya membuka mata Gresia terkejut di sana sangat banyak orang hingga kedua tantenya ada di sana dan ayahnya ada di sana juga.
"Gres... kamu sudah bangun...!??? " sapa seseorang di sebelah nya.
"Emh... kalian bising menggangu tidur ku...! " jawab Gresia ketus.
"Hai sayang bagaimana keadaan mu..?? " sapa wanita setengah baya itu pada Gresia.
"Aku baik-baik saja.. kenapa kalian ada di sini...?! " tanya Gresia dengan ketus.
"Kami di beritahu oleh cristian jika kamu masuk rumah sakit jadinya kami kesini karena khawatir sayang "ujarnya sembari mengelus kepala Gresia lembut.
" Gres.... sakit kok gak ada bilang sih... terus kamu juga tadi pergi sendiri lagi " ucap gibran yang khawatir dengan keadaan Gresia.
"Kalian bisa keluar tidak aku ingin istirahat dan kalian juga sudah liat bukan aku baik-baik saja jadi sekarang keluar lah " usir Gresia pada mereka.
Mereka pun pada keluar karena ingin memberi ruang untuk istirahat bagi Gresia.
"Kenapa kau tak ikut keluar....!!!? " ketus Gresia pada gibran yang masih ada di sebelahnya.
"Aku akan menemani anda nona, jika anda membutuhkan sesuatu akan lebih mudah jika saya di sini " jelas gibran.
"Sudah lah... aku lelah , apa bisa kau urus administrasi kepulangan aku akan pulang bosan di sini " rengek Gresia, yang membuat gibran terheran melihat perubahan sikap Gresia.
"Eh...tapi... " belum juga selesai ucapannya sudah di cela oleh gresia.
"Tak mau tau pokok nya aku mau pulang, jika tak boleh... aku marah nih" ujar gresia sembari cemberut.
"Eh.. ok.. sebentar nona akan saya kerjakan " gibran masih bingung dengan sikap gresia namun iya berlalu untuk melakukan perintah yang di berikan oleh gresia padanya.
"Hai... kak... aku dengar kau masuk rumah sakit karena pingsan saat memantau lokasi kontruksi...?? bagai mana keadaan mu sekarang... seingat ku seorang gresia tak pernah pingsan atau sakit, sampai pingsan ini kenapa , bukan kah ini aneh??? " tanya alex yang baru saja masuk.
"Aku juga manusia, bisa sakit " jawab ketus.
"Ya kan heran aja bukanya tubuhmu kebal akan segala nya, dan tak pernah kenal lelah bukanya kamu juga sering terkadang satu bulan penuh kau tak tidur sama sekali kau tak pernah jatuh pingsan " selidik alex yang masih bingung.
"Sudah lah banyak bacot.. nanti bilang kalo ada yang bertanya, aku sudah pulang duluan " ujarnya sembari melenggang pergi.
"Lah... lah... main pergi aja emang pasien tak ada etika " alex menggerutu kesal karena di acuhkan begitu saja.
"Eh... alex sejak kapan kamu di sini, dimana gresia..?? " gibran yang baru saja kembali dari ruang administrasi terkejut saat melihat alex.
__ADS_1
"Belum lama, istri mu sudah pergi beberapa menit lalu " jawab alex dan iya pun ikut berlalu pergi.
Kini gibran juga ikut keluar untuk pulang, namun saat di perjalanan iya tak sengaja melihat ada yang berjualan permen kapas rasanya iya ingin memakan itu namun, iya ingin jika itu alex yang membeli nya jadi dengan cepat iya segera menyusul mobil alex yang ada di depan mobilnya.