Rasa Sakit Ini Ku Kembalikan

Rasa Sakit Ini Ku Kembalikan
Jijik


__ADS_3

Di saat Gresia sedang asik mengetik rencana pembangunan dan surat kontrak, Tiba-tiba ada e-mail masuk pada komputernya.


"Eh menggangu, apa lagi dan ini alamat iP mana " Gumamnya pelan lalu membuka e-mail tersebut.


*Isi e-mail


..."Nona apakah anda bisa mengirim kan saya sebuah identitas baru dan visa, karena barang saya semua hilang "...


...Bara...


Kurang lebih seperti itu isi e-mail dari bara yang di kabarkan hilang kontak karema pesawat yang iya tumpangi menghilang.


Gresia pun bangkit dari duduk dan pergi menuju ke ruangan cristian.


"Aduh ini kok aku gak ngerti sih sudah sedari tadi aku membolak-balikan kan kertas ini , tapi masih saja belum memahaminya " gumam cristian dengan selembar data terakhir yang di berikan Gresia tadi.


"Bagian mana yang tak kau mengerti..!!? " Ucapnya tiba-tiba yang entah timbul dari mana.


"Eh... eh... eh.. " cristian terkejut hingga kertas yang iya pegang berhamburan.


"Kamu membuat ku terkejut saja, untung aku tak punya riwayat jantung kalo tidak aku bisa mati muda, mana aku masih jomblo lagi, aku kan mau nikah dulu merasakan indahnya berumah tangga " cristian memungut semua kertas data yang berhamburan sembari mengoceh tak ada henti.


"Bagian mana yang tak mengerti...??! " sekali lagi tanya Gresia yang tak menghiraukan ocehan cristian.


"Yang ini bagian akhir, apa coba aku dari tadi mencoba menggabungkan semua rencana tapi hasilnya selalu saja mengalami rugi yang cukup besar, kalo tidak rugi ya apa lagi dari segi apapun aku bacanya suatu rugi tak ada yang bisa menanganinya " ucap cristian sembari memberikan lembaran kertas itu pada Gresia.


Gresia menerima dan membaca dengan seksama, dia pun paham karena di kertas tersebut ternyata bukan, berisi tentang materi pembangunan risotto di kota S, melainkan data tentang rencana menghadapi keluarga kusuma.


"Ini salah data " ucapnya datar sembari duduk di kursi dan menyimpannya di atas meja.


"Ya elah pantas dari tadi hasilnya rugi terus, mana gak ada nyambungnya sama yang lain kan buat aku, pusing " racau nya lagi tiada henti.


Gresia menatap tajam ke arah cristian yang sedang mengoceh tak jelas, cristian merasa merinding di bagian pundaknya , saat iya melihat ke arah depan dia melihat Gresia seakan ingin memakainya, sontak dia pun berhenti mengoceh.


"Ehh maaf, ada apa nih gres datang ke ruang kerjaku?? " tanya cristian untuk mencairkan suasana.


"Buat data ulang tentang bara dan buatkan iya visa, sesudah itu kirim ke borneo " ucap Gresia dengan dingin.


"Oh, hah bara dah ketemu gres?? " cristian yang menjawab dengan santai sontak terkejut mengetahui bara sudah di temukan.

__ADS_1


Cristian juga tau kalo pesawat yang di tumpangi bara hilang kontak.


"Cepat lah buat, agar iya lebih cepat membawa adik mu ke st.louis " ucapnya sembari bangkit dari duduknya dan pergi keluar .


"Eh ke St. Louis, aku kira dia bakal diam di Florida?! " tanyanya pada diri sendiri.


"Ah sudah lah aku buat saja, lebih cepat selesai lebih cepat juga bara membawa alex dl ke sana dan akan lebih cepat kembali " ucapnya menyemangati diri sendiri.


Cristian yang membuat data dan visa bara, kini sudah selesai dan sudah di kirim ke tempat bara berada. Iya pun memutuskan untuk kembali ke rumahnya, karena hari juga sudah mulai sore.


*******


Terlihat seorang gadis yang sedang menunggu seseorang di sebuah kafe, sedari tadi iya melihat ke arah arloji nya dan sesekali melihat ke arah pintu masuk kafe tersebut.


"Ini sudah setengah jam kenapa dia belum juga sampai, apa dia terkena macet di jalan " Gumam nya pada diri sendiri.


Tak lama datang lah seorang pria tinggi badan tegap yang berkulit putih memasuki kafe tersebut, iya sudah dengan berpakaian rapi, namun dia datang dengan muka yang dingin.


Pria tersebut berjalan ke arah kursi, yang mana sudah ada seorang gadis cantik nan seksi yeng menunggunya.


"Maaf jalanan macet " ucap nya dingin dan langsung duduk di hadapan wanita itu.


Wanita itu tersenyum manis, kepada si pria dia juga terpesona akan tampang pria tersebut, yang cukup berwibawa dan coll.


"Cih muak sekali, terlihat dibuat-buat saja " gumamnya dalam hati .


"Saya pesan Starbucks gren tea " ucapnya masih dengan nada dingin dan acuh.


"Apa tidak sekalian dengan makanannya?? " ucap sang wanita menawarkan.


"Tidak " jawab nya singkat jelas padat.


"Emh baik lah " ucap wanita itu pergi menuju ke arah barista untuk memesan Starbucks.


Wanita itu setelah mengambil pesanan nya lalu kembali ke arah mejanya.


"Oh iya perkenankan aku Laras widya kusuma 😊 maaf baru memperkenalkan diri " ucap nya dengan lembut.


"Gibran " jawab nya dengan singkat sembari meminum minumannya.

__ADS_1


"Wah dia sedari tadi bersikap begitu dingin 😏tapi aku suka heh mau mencoba main malu-malu ya , " gumamnya dalam hati.


Sudah satu jam meraka berada di kafe tersebut, gibran yang bosan dengan masalah jalur pembicaraan seorang cewek dia pun bangkit dari duduk nya dan pergi, sembari menyimpan uang untuk membayar makana dan minum yang dia meraka pesan selama di kafe.


Gibrqn pergi menaiki mobilnya dan melaju membelah ramainya jalanan malam itu, untuk menuju ke kediaman aditama.


"Ishh menjijikan , ingin muntah rasanya aku saat ada di hadapan nya " cerutu gibran sembari mendesis merasa jijik dengan laras.


Entah apa penyebab nya yang membuat iya benci, apa mungkin karena dia tau dari data yang di berikan Gresia waktu itu bahwa dia adalah, seorang wanita malam, yang mana padahal dia juga adalah orang kaya, tapi dia juga masih saja banyak bermain dengan pria di putaran sana.


Mungkin itu yang membuat gibran merasa jijik.


Ternyata tak jauh dari kafe tersebut ada seorang gadis yang memantau nya.


"Heh kenapa peran ini timbul lagi, ais kenapa juga aku di sini " umpatnya dan langsung melakukan mobil sport miliknya itu.


Sedangkan Laras dia pergi ke arah, sebelah timur jalanan kota tersebut unyuk menuju ke arah sebuah bar, entah apa lah yang hendak di lakukan ya di sana, entah hanya untuk minum atau mencari kesenangan lainya.


"Kalo bukan karena pekerjaan, aku ogah banget buat ketemu sama wanita semacam dia, membuatku ingin mati di tempat " cerutu gibran yang masih saja merasa kesal, namun tak bisa berbuat apa karena itu juga kerjaan yang atasannya berikan untuk iya selesaikan.


Sebelum gibran sampai ke kediaman aditama dia mampir di sebuah restoran untuk sekedar membelikan makan kesukaan adik nya untuk iya bawa pulang, yang iya ingat karena tamara masih merasa troma atas kejadian pagi tadi yang hampir saja membuatnya mati.


****


Sedang kan kini Gresia yang sedang berjalan sendiri di taman, dia melihat seorang anak kecil yang sedang di palak oleh segerombolan pramana, saat melihat itu Gresia teringat saat dia bertemu alex pertama kalinya.


"Heh bocah berikan uang mu kepada kami kalo tidak.. " ucapnya sembari mencengkram tangan anak itu.


"Ahh ampun om . lepasin tangan saya ini sakit, jangan om uang ini buat saya mengobati ibu saya yang sedang sakit " dengernya meminta ampun pada Preman tersebut.


"Gue gak peduli lo cepat kasi gak.!!! " bentak nya sembari mengencangkan lagi cengkeraman tangannya.


Gresia yang merasa kasihan dia berjalan dengan santai menghampiri preman tersebut.


"Cih segerombolan pria dewasa meminta paksa pada anak kecil, memalukan " ucap nya santai.


"Siapa kamu tak usah ikut campur urusan kami dan tak usah menjadi pahlawan pergilah, sebelum kami kesal. " ucapnya dengan nada tinggi.


"Memang nya kalian akan melakukan apa jika aku ikut campur, atau tak mau pergi " ucap Gresia sembari memainkan kuku tangannya itu dengan santai.

__ADS_1


"Heh gadis kecil tak usah sok, di depan kami kami ini adalah anggota Golden Eyes kau tau " ucap nya dengan sombong.


"Oh benarkah, setau ku golden eyes twk pernah memiliki bawahan yang tak tahu malu " jawab Gresia.


__ADS_2