Rasa Sakit Ini Ku Kembalikan

Rasa Sakit Ini Ku Kembalikan
Anak durhaka


__ADS_3

Astrid hanya menetap nya saja karena masih bingung baru saja tersadar dia hari sudah di hadapkan dengan yang tak iya mengerti, jadi iya hanya diam saja.


"Kalo seperti itu saya akan kembali karena masih ada pekerjaan, jika ada pertanyaan bisa menghubungi saya " ucap cristian yang bangkit dari duduk nya dan beranjak pergi.


"Mereka ini hidup seperti apa dan, bagaimana kenapa saya tak mengerti sama sekali kenapa banyak sekali pelarutan??? " gumam Astrid namun masih terdengar samar oleh sindi.


"Sudah nyonya tak perlu di pikirkan anda jangan terlalu banyak berpikir, karena anda baru saja pulih, jika ada yang perlu bantuan saya katakan saja nyonya " ujar sindi sembari membereskan meja makan tersebut.


Astrid hanya melamun seakan ada yang iya pikiran dalam kepalanya, sekilas bayangan yang seperti mimpi berkelibat dalam kepalanya, yang mana di sana terlihat samar seorang anak mementingkan nya mamah, dan ada seorang pria yang tampan sangat menyayanginya , mimpi itu menggambar kan sebuah keluarga kecil yang bahagia.


"Nyonya... nyonya.... " panggil sindi sedari tadi .


Sindi menepuk pelan pundak Astrid untuk menyadarkannya dari lamunan.


"Ahhhh....... iya ada apa sindi!!!? " tanya Astrid yang sedikit terkejut.


"Ini obatnya... anda sedang memikirkan apa kenapa sedari tadi anda hanya melamun saja????? " tanya nya yang merasa penasaran.


"Tak ada saya hanya teringat mimpi ketika saya koma, di sana ada bayangan seorang anak yang berusia 8tahun dan seorang pria yang tampan, kita bertiga bagaikan keluarga bahagia, tapi dengan detail nya saya juga tak ingat kehidupan saya yang lalu! " jelas nya.


"Untuk semua ingatan memeng masih dalam tahap pemulihan nyonya, nanti pun anda kan dapat mengingat kembali semuanya " hibur sindi dengan senyum manisnya.


Astrid hanya menggali dengan senyuman nya yang sangat anggun, meski kini iya sudah terbilang tak muda lagi. Astrid meminum obatnya dan langsung beristirahat, karena lelah juga menempuh perjalanan dari markas ke vila tersebut, cukup memakan waktu sekitar 4 jam perjalanan.


Sedangkan sindi iya melihat ke depan untuk melihat mereka yang sedang merapikan barang.


"Kalian istirahat saja dulu, dan minum lah " ujarnya memanggil mereka,.


Sindi telah menyiapkan minuman dingin dan beberapa cemilan di atas meja, namun mereka tetap saja tak berhenti dari pekerjaan mereka.


"Kakak... istirahat lah dulu dan minum,..!!? " sindi mengajak salah satu orang berbicara.


"Maaf nona, kami belum selesai dalam bekerja, nanti saja dan terimakasih atas niat baik anda " jawab nya dengan datar.


"Apa kalian tidak harus atau capek??, nantikan setelah minum sejenak kalian bisa melanjutkannya lagi?? " ujar sindi yang tak mengerti dengan prinsip mereka.


"Kami hanya menerima perintah, jika kami tak mendapat perintah dari atasan untuk istirahat berati itu tak ada istirahat bagi kami nona " jawabnya dan melanjutkan merapikan semua barang.


Yang tadinya rumah tersebut bisa di bilang kosong, hanya tersedia beberapa barang seperti sofa meja, dan furnitur, namun kini sudah penuh dengan berbagai furnitur, sindi hanya menghela napas saat mendengar jawaban orang tersebut, karena iya juga tahu perintah Gresia mutlak bagi mereka yang ada bekerja di bawah tangannya seperti dia sekarang.


Jadi apapun yang di katakan Gresia semuanya benar, sindi kembali ke kamarnya untuk istirahat karena iya juga lelah.




Berbeda lagu dengan keadaan di kantor yang mana kini Gresia sedang asik mengoreksi semua tumpukan kertas dengan fokus nya .



![](contribute/fiction/1546631/markdown/6174376/1630015276424.jpg)



'Tok... tok.. tok...... 'terdengar ketika pintu dari luar, Gresia sejenak menarik napas dan mengangkat kepalanya.



"Masuk....!! " perintahnya.



Sedangkan orang yang berada di balik pintu setelah mendapat perintah iya pun perlahan memegang hendel pintu dan membukanya.


__ADS_1


"Mari tuan ....! " ucap karyawan tersebut pada tamunya.



"Permisi bu...!! ini ada tuan Ardi yang ingin bertemu, dan sebelum nya sudah membuat janji " ujar sekertaris itu.



"Emh.... " jawab nya singkat sembari meletakan pena nya dan melihat pada siang ayah.



"Silahkan tuan " sekertaris tersebut mempersilahkan tuan Ardi untuk duduk.



"Kalo begitu saya permisi bu" ujarnya undur diri.



"Ya.. oh iya jangan lupa nanti siapkan air dan antar kemari untuk tamu kita " perintah Gresia pada sekertaris nya itu.



"Baik nona " ucapnya sembari melangkah pergi dan tak lupa menutup kembali pintu ruangan tersebut.



"Gres.... kita sudah lama tak bertemu ya ternyata kamu sudah sesukses ini ya, ayah sangat bangga padamu nak " tuan Ardi memulai pembicaraan di antara mereka.



Tapi Gresia hanya menanggapinya dengan datar, hanya melihat ayahnya itu dengan tatapan datar.




"Apa kah tak boleh seorang ayah melihat putrinya sendiri, apakah jika ingin bertemu dengan mu harus ada urusan yang lugas baru kau mau bertemu.....!!! " tuan Ardi berbicara dengan nada tinggi karena merasa tak di hargai kedatanganya di hadapan putrinya itu.



"Boleh saja jika anda ingin bertemu dengan putri anda!!, tapi apakah anda masih menganggap saya putri kandung anda?? " tanya Gresia tentang masalah ikatan kepada tuan Ardi.



"Di tubuh mu masih mengalir darahku Gresia, ya jelas kau adalah putri ku...!!! " jawab tuan Ardi dengan tegas atas hubungan darah di antara keduanya.



"Ya memang benar, tapi maaf apa kaga tuan sudah lupa dengan kejadian 10tahun lalu bukanya anda telah menghapus namaku dari kartu keluarga anda????! " ungkap Gresia mengingatkan tuan Ardi dengan kejadian sepuluh tahun yang sudah berlalu.



"Gres..... maaf kan ayah... baik nanti ayah akan memasukan kamu lagi dalam kartu keluarga sebagai putri pertama ayah " ujar tuan Ardi yang mengubah ekspresi nya menjadi menyedihkan.



"Permisi bu.. saya mengantarkan kopi dan teh anda "ujar sekertaris itu dengan nampan yang berisikan gelas.



" Emh... taruh saja, terimakasih " jawab Gresia dengan menunjuk mejanya.


__ADS_1


Sekertaris itu menaruh nampan berisi dia gelas itu si hadapan Gresia dan tamunya, lalu iya kembali keluar untuk mengerjakan pekerjaan nya lagi.



"Tidak perlu, saya selama ini sudah menganggap kedua orang tua saya sudah tiada jadi anda tak usah repot-repot, mengurus hal yang tak penting seperti itu " ujar Gresia dengan mencoba menahan emosi nya.



"Tapi saya masih hidup....!!! " tegasnya ingin di akui oleh anaknya tersebut.



"Maaf tuan saya masih banyak pekerjaan. jika tak ada lagi yang ingin anda bahas anda bisa keluar melewati pintu di sana " ujar Gresia acuh tak acuh sembari menunjuk ke arah pintu.



"Dasar anak durhaka... dari dulu kau memang tak berubah, terus saja membantah omongan orang tua!!!!! " bentak tuan Ardi pada Gresia.



Tuan Ardi yang merasa di permalukan oleh Gresia, dia bangkit dari duduknya yang muka kesalnya, dia melirik dengan kekesalannya dan pergi dengan tangan mengepal, karena emosi namun dia tak ingin membuat Gresia tambah tak menganggapnya, karena dia ingin membuat Gresia menjadi putrinya lagi dan iya bisa dengan bangganya menyombongkan harta anaknya demi reputasi dan di pandang tinggi oleh orang sekitarnya, intinya demi kepentingan nya sendiri bukan murni ingin mengakui Gresia memang anak nya.



"Huh... luka lama kau coba tabur lagi garam, meski luka sudah kering dan mulai memudar namun masih bisa merasakan perih nya yang membuat orang jengkel " gumamnya sembari beler sandar di kursi kebesaran nya.



Kini Gresia kembali di sibuk kan dengan semua berkas yang ada di atas meja nya lagi. Namun sekali lagi pintu di ketuk.


'Tok.... tok.... tok..... '



"Masuk....!! " ucapnya dengan flet



Orang yang mengeruk pintu pun masuk dengan beberapa dokumen di tandanya.



"Gres....!!!! kita berangkat sekarang... mungkin klien sudah menunggu, kita jangan membuat nya menunggu lebih lama lagi " ujar orang yang baru saja masuk itu mengajak Gresia untuk segera menghadiri rapat.



"Tak sopan....!!! ini di perusahaan...!!! " omel nya pada orang tersebut.



"Eh.... maaf Bu, mari bu agar kita tak semakin terlambat " ucapnya dengan canggung dan mengajak Gresia lagi.



"Emh.... "jawab Gresia singkat iya duduk dari kursi kebesaran nya itu dan merapikan pakaiannya lalu melangkah keluar.



" Crist... bagaimana apa barang yang aku suruh kau beli susah kau beli??? "tanya Gresia pada cristian prihal perintahnya tadi pagi pada cristian



" Sudah bu... semua sudah saya antar kan ketempat, dan semua sudah di dusun oleh mereka langsung, dan saya juga sudah menyerahkan surat dan data-data yang anda minta untuk saya berikan pada nyonya Astrid. "jawab nya dengan lugas menjelaskan perintahnya yang iya terima tadi pagi.


__ADS_1


Keduanya berjalan beriringan untuk menuju keruangan rapat yang berada tepat di lantai 3kantonya itu.


__ADS_2