
Cristina berlari dengan cepat dan tergesa-gesa, hingga menabrak alex yang sedang berjalan, namun tak di pedulikan iya terus berlari dengan cepat agar cepat sampai ke tempat gibran.
"Hai.... kau kalo jalan liat-liat, sakit nih.....!!!! " teriak alex sembari bangun dan mengusap-usap badannya.
"Kenapa lagi tuh?? harus lari-lari segala?? " tanya alex sembari berjalan untuk mencari Gresia.
Cristian susah sampai di ruangan di mana gibran sekarang berada, saat sampai di sana cristian sangat miris melihat keadaan gibran yang sangat berantakan.
"Gib.... cepat minum ini " cristian membantu untuk gibran meminum obat,.
Namun iya terus saja memberontak karena di penglihatan nya kalo cristian itu akan berbuat jahat padanya.
"Kau pergi jauh-jauh, sana jangan mendekat pergi.....!!!! " jerit nya sembari menghindar.
"Tenang gib ini gue cristian, tenaga minum dulu obatnya supaya kamu tenang " cristian terus mencoba agar gibran meminum obatnya.
Namun terus saja gibran memberontak, tak ada cara lain cristian pun mencekoki obat itu dengan mulutnya, setelah itu langsung memberikan minum pada gibran.
"Apa yang kau berikan pada ku....!!! " bentuknya dengan menahan sakit.
"Diam lah jangan banyak bicara " cristian berdiri dan memapah gibran untuk berbaring di ranjang yang tersedia di sana.
Gibran mulai tenaga karena obat mulai bereaksi padanya, namun ketenangan itu hanya beberapa menit saja setelah itu iya mulai lagi meronta kesakitan.
"Ini aneh apa yang di berikan oleh gresia hingga membuat gibran tersiksa begini???, obat penenang pun tak mempan untuk nya?? " gumam cristian yang masih ada di ruangan itu.
"Sebaiknya besok aku bawa dokter psikolog untuk melihat keadaan kejiwaannya " ujarnya dan pergi meninggalkan ruangan itu, karena iya juga bingung harus melakukan apa.
Tinggal lah gibran sendiri yang menggila kembali, untuk menahan rasa sakit yang di akibatkan oleh obat yang di berikan Gresia padanya beberapa hari yang lalu.
Alex yang kini berada di hadapan ruang Gresia memasuki ruangan tersebut dengan aura dingin.
"Siapa sebenarnya yang kau sembunyikan dari ku kaka,?? sampai aku tak diperbolehkan melihat atau mengetahuinya?? " tanya alex tiba-tiba.
"Ibu mu... " jawab Gresia enteng.
Alex sedikit terkejut iya menghampiri Gresia dan bertanya lebih jelas lagi atas apa yang di dengar nya barusan.
"Kau jangan bercanda " Jawab alex dengan tak percaya.
"Apa akun terlihat bercanda??? " tanya Gresia dengan muka serius nya tanpa menoleh ke arah alex.
"Lalu kau bawa dia ke mana??? " tanya alex lagi yang semakin penasaran.
"Bukan urusan mu aku membawanya kemana, sebaiknya kau segara kembali ke st.louis " ujar Gresia yang menyuruh alex untuk segara kembali.
"Aku tak akan kembali sampai kau memberitahukan di mana keberadaan ibu ku...! " bentak alex yang menjadi kesal.
'Braaakkk.... '
"Kau menantang ku...!! " bentak Gresia sembari menggebrak meja.
Alex tak kaget lagi dengan emosi Gresia yang begitu meledak-ledak karena iya sedikit memahami sifat Gresia, Gresia yang telah terlanjur emosi itu, dia lebih baik menghindar dan pergi meninggalkan alex di ruangan itu jika iya hilang kendali nanti bisa-bisa alex akan mati atau celaka di tangannya, bagai mana pun Gresia masih memiliki perasan dia juga tahu alexasih saudara nya, jadi dari itu iya lebih baik pergi.
Alex hanya mematung melihat Gresia pergi tanpa memberi tahunya dimana keberadaan ibunya yang iya sembunyikan.
"Aaaggghh.... aku itu anak nya kenapa iya tak memberi tahu ku, di mana ibu ku di bawa olehnya....!!! " Alex kesal sembari mengacak-acak rambutnya sendiri.
Alex pergi keluar dengan malasnya iya berjalan,hingga lagi dan lagi iya bertumburan dengan cristian, yang dari arah berlawanan.
"Aaaggghhh..... apa lagi ini jalan pun tak dilihat sekitar main tumbur saja....!!! " gerutunya kesal sudah kesal tambah kesal.
"Kau kenapa?? sedang datang bulan kah??, perasaan sedari tadi kau tekuk wajahmu dan menggerutu tak henti?? " tanya cristian yang bingung melihat tingkah Alex.
"Kau berjalan tak melihat di sekitar, dan main tumbur sembarangan...!!! " gerutunya.
"Ya maaf aku sedang buru-buru, jadi jika kau mau marah-marah lain kali saja " ujar cristian yang masih sama seperti sebelum nya meninggalkan Alex begitu saja.
Alex kesal dengan menghentikan kakinya ke lantai keras dan berjalan pergi keluar.
Sedangkan Gresia yang kini berada di ruangan yang mana alka dan Julian sedang dirawat lukanya akibat pertarungan nya dengan Gresia, yang hampir membuat semua tulangnya patah.
"Ternyata kau masih ber santai-santai di sini...?!! " tanya Gresia dengan dingin datang keruangan tesebut.
"Nyaman kah kasur di tempat ku ini, nikmatilah selagi nyawa kalian masih menyatu dengan raga "ucap nya lagi sembari duduk di kursi yang ada di sana.
Gresia melambaikan tangannya pada anak buahnya yang di sama untuk menghampirinya.
__ADS_1
" Apa ada yang bisa saya bantu queen??? "tanya anak buahnya itu.
" Kau... lakukan yang ku perintahkan, kuliti pria-pria itu sekarang dan jangan ada yang terlewatkan sedikit pun "ujar Gresia sembari menetapkan sebilah belati pada ank buah itu.
Anak buah itu menelan ludahnya dengan kasar saat mendengar perintah dari pemimpinya itu, karena ini baru pertama kalian ya bagi dia untuk mengikuti manusia hidup-hidup, soalnya sorang tersebut di bagian dapur jadi tak, pernah membunuh manusia.
" Kenapa apa kau tak bisa??!, apa ingin aku mengajari mu dengan badan mu itu...!!?? "seringai nya karena Gresia tahu tak akan mungkin seorang koki baru di markasnya itu mau untuk melakukan perintahnya itu.
" Ti... tidak queen saya akan melakukannya "jawabnya sedikit gugup karena iya tak mau dirinya yang menjadi korban dia pun memberanikan diri menghampiri ketiga pria itu.
" Lakukan lah...!!! "suruh nya dengan seringai yang mengerikan.
Gresia hanya menonton dengan tangan menopang dagunya dan kaki yang di tumpu ke kaki yang satu. Sedangkan ketiga pria itu memberontak untuk melepaskan diri, dengan mulut yang di sumpal kain.
" Jangan yang itu, coba kau lakukan terlebih dahulu pada king terlebih dahulu !!!! "Gresia menghentikan anak buahnya yang menghampiri tuan aditama.
Julian memberontak agar terlepas ikatannya, namun itu semua sia-sia, anak buah itu menjadi semakin takut karena iya harus melakukan tugasnya itu pada mantan pemimpinya dulu.
Gresia yang sudah geram dia pun melemparkan beberapa belati yang tepat mengenai anak buahnya itu, dan kini orang itu sekarat dengan darah segar yang bertebaran di mana-mana.
"Hais..... salah sasaran... gara-gara sudah tak pernah latihan " keluh nya yang padahal beberapa belati itu sudah tepat sasaran hinga menewaskan orang.
Gresia berjalan menghampiri anak buahnya yang mati, itu dan mencabut dengan kasar belati-belati yang menancap di tubuh.
"Hai kakak ku yang paling tersayang, mau dengar tidak drama yang sangat lucu tapi membuat ku bosan yang terjadi tadi saat di kantor...??!! " ucap Gresia dengan menampilkan muka sendu tapi masih dengan aura yang dingin.
Alka hanya diam karena mulutnya di bekap, bagai mana bisa berbicara.
"Tadi ayah tercinta kita datang, dan dengan terkejutnya, aku saat mendengar ucapannya tadi , dia mengakui aku sebagai putrinya dan melupakan kejadian 10tahun yang lalu yang mana iya sendiri yang melempar ku ke luar dan menghapus secara langsung di depan mataku nama ku dari kartu keluarga" Gresia memulai ceritanya itu.
"Lucu bukan,... 😆😏??? " tanya dengan mengalami belati yang ada di tangannya.
"Emmm.... emmm... emmm" alka seakan iya mengatakan sesuatu.
"Tenang lah aku tak akan membunuh kalian, dengan tangan cantik ku ini, aku akan membuat kalian seperti gibran, aku masih berbaik hati pada kalian " ujar Gresia.
Lalu iya datang menghampiri Julian, dengan seringaiannya, dan iya mengelus lembut pipi lebam milik Julian.
"King.... yang terkenal hebat dalam masalah perusahaan dan dalam taktik menjalankan mafia, kini ada ditangan aku yang seorang wanita lemah, huh.... kalo di bayangkan sungguh miris bukan ???? 😟😟" ucap nya sambil terus melihat setiap inci kita milik julian.
"Emmmm.... emmmm.... emmmm... emmm. " Julian terus mencoba melepaskan dirinya.
"Lepasin.... kalo tidak kalian kan mati cepat lepaskan...... " pekik seorang wanita yang ditarik paksa untuk masuk kedalam.
Julian saat melihat wanita itu matanya terbelalak, terkejut karena wanita yang selama ini sedang iya cari untuk dilindungi, ternyata kini sudah ada di tangan Gresia lagi.
"Kau wanita iblis lepaskan, aku bukan ya kau sudah melepaskan ku....!!!!!!! " pekik nya pada Gresia.
"Aku baik bukan, aku sudah mau membawanya kemari untuk menemani kematian mu..??? 😏😏" seringai nya kepada Julian.
Wanita itu yang baru sadar, jika ada orang lain di ruangan itu nyang menjadi sandara nya.
"Kakak..???? " ucap nya lirih saat melihat Julian.
"Kau... apa yang ingin kau lakukan pada kakak ku, kau tidak tahu siapa dia......!!!!! " jerit nya lagi.
"Hah.... Bilqis.... wanita bodoh, tak perlu kau memberi tahu ku siapa dia, aku sudah tau, dia hanya seorang king mafia yang lemah "hela nya.
Di saat itu Gresia sudah merasa bosan mendengar ocehan mereka dia pun menghampiri, pedang yang ada di sekitar sana dan mengambilnya melepasnya dari sarungnya dan deng cepat iya melayangkan tebasan ke arah pangkal leher tuan aditama, hingga terpotong lah kepala itu dan menyembur lah darah segar ke seluruh ruangan.
Gresia juga berjalan menghampiri bilqis dan dengan satu ayunan pedangnya lagi, kini satu kepala menggelinding di lantai kembali kini badannya bermandikan darah manusia.
Gresia mencekoki alka dengan racun yang sama dengan yang di telan gibran, begitu juga dengan Julian.
Dan kini semua rasa sakit sudah Gresia lampiaskan pada orang yang telah membuatnya merasa sakit hati dan hilang perasaan.
Gresia berjalan ke luar dengan badan yang masih di penuhi dengan darah, yang membuat semua orang yang dilewati di setiap jalan nya menjadi terkejut.
Seminggu sudah berlalu dari kejadian pembantaian itu Gresia kini sedang bersantai di sebuah rumah kecil yang mana alex juga sudah mengetahui keberadaan ibunya, Astrid juga sudah mengingat gresia, meraja sedang menunggu kedatangan seseorang.
Dan tak lama orang yang meraka tunggu pun tiba.
__ADS_1
"Selamat malam maaf saya datang terlambat " ucap seorang pria yang sangat familiar di telinga Astrid.
"Ya tak apa silahkan duduk, " ucap gresia sopan.
Semua orang sontak terkejut atas kedatangan keluarga glen di sana.
"Mas... Ardi" ucap Astrid lirih saat melihat tuan Ardi.
"Astrid... " ucap tuan Ardi yang terkejut melihat Astrid masih hidup.
"Silahkan duduk kenapa pada melamun???! " ujar gresia mempersilahkan tamunya untuk duduk.
Mereka pun duduk di sana ada alex angel, alka karena jika siang hari alka akan terlihat baik-baik, saja hanya tersiksa saat di malam hari. Dan di situ juga ada Asti yang mana kini dia sudah di hilangkan ingatan yang oleh gresia.
"Baik di sini aku mengumpulkan kalian semua, hanya ingin memberitahukan satu hal, namun pertama-tama... " saat gresia ingin melanjutkan perkataan nya namun di cegah oleh Astrid.
"Tenanglah tante, bagai mana pun dia harus tau " gresia mencoba menangkan Astrid.
Semua orang menjadi penasaran atas apa yang akan di bicarakan oleh gresia.
"Emh... saya ingin mengatakan ini padamu tuan glen " ucapnya begitu formal padahal pada ayah kandungnya sendiri.
"Iya apa yang ingin kau , bicarakan nak " ucap tuan glen.
Gresia menarik tangan alex untuk menghampirinya.
"Saya hanya ingin memberitahu, mu jika dia adalah anak kandung mu juga, yang selama ini tak pernah kau anggap, " tuan glen sekeluarga terkejut saat mengetahui jika alex adalah putranya juga.
"Be.. benarkah, kau adalah putra ku.??? " tanya tuan glen yang masih tak percaya.
Alex hanya diam tak menghiraukan, gresia setelah memberi tahu itu dia hanya diam dan melihat mereka dengan seksama.
"Aku di sini, juga ingin mengatakan pada kalian, semua urusan ku sudah selesai, alex aku serahkan semua perusahaan ku pada mu, aku ingin hidup tenang , jadi aku bakal pergi kalian tak usah mencari ku " ujar gresia sembari mengambil semua berkas perusahaan dan menyerahkan nya pada alex.
Gresia pergi dari ruang tersebut setelah menyerahkan semua berkas itu pada alex, dan ada sebagian iya serahkan pada sang ayah, meski sempat ada benci tapi tak dapat di pungkiri meraka juga masih satu darah.
Gresia menaiki mobilnya dan di sana ternyata susah ada gibran yang ikut di bawa pergi oleh Gresia.
__ADS_1
"Kita akan pergi dari sini, dan mencoba untuk merawat mu " gumam Gresia sembari melirik gibran yang tertidur lelap di sampingnya.