Rasa Sakit Ini Ku Kembalikan

Rasa Sakit Ini Ku Kembalikan
Kau adalah kelemahannya


__ADS_3

16jam perjalan yang mereka tempuh kini gresia dan gibran sudah sampai di atas atap gedung markasnya, kaya melihat dari atas sana terlihat markas sudah hancur banyak mayat bergeletakan di tanah dan masih ada kobaran api yang menyala.


"Cih.... sudah terlambat rupanya " Decitnya karena meraka datang terlambat kini pertempuran sudah mulai usai masih beberapa terlihat di sana dari pihak musuh.


"Gres bukan kah itu mereka, sepertinya sedang di sandara..!! " tunjuk gibran ke arah utara markas yang melihat gibran.


Gresia mengambil pistol yang ada di kantong bajunya langsung membidik ke arah musuh.


'Dor... dor.... dor... dor... '


Empat timah panas meluncur ke arah sasaran. yang membuat musuh langsung berhamburan mencari asal penembak.


Gresia yang datang turun dari atas gedung dengan berjalan santai.


"Gres ingat kamu tak bisa bertempur kau masih terluka..!! " gibran mengingatkan tentang keadaan gresia sekarang.


Namun gresia tak ada menghiraukan perkataan itu dia , terus berjalan menuju bawah bagian utara gedung itu.


"Gres kau sebaiknya diam saja nanti biar aku yang menghabisinya..! " ucap gibran lagi pada gresia yang masih mengacuhkannya.


Tak berapa lama mereka sampai di bawah bagian utara gedung itu.


'Prok... prok... pork... '


Terdengar tepukan tangan tiga kali dari pihak lawan saat melihat gresia ada di sana.


"Tepat sekali kau datang nona, ternyata kau bisa mengerti dan patuh untuk menyerahkan diri bukan 😏😏" ucap Hiro.


"😈😈Heh kalian lah yang menyerahkan nyawa kalian pada orang yang salah " ucap gredia dengan aura membunuhnya.


"Hahahahaha kau masih bersikap sombong bukan kah kau sudah melihat tempatmu ini sudah hancur tak berupa apa lagi yang kau sombong kan senang kan kau sekarang hanya berdua lihat mereka sekarang ada di tangan kami " ucap Hiro abadi menunjuk cristian dengan yang lain.


"Heh aku tak butuh mereka untuk mengalahkan kalian para pengecut 😏" ungkapnya


Gresia tanpa berbasa-basi lagi dia langsung menyerang ke arah Hiro , begitu juga dengan gibran yang langsung menyerang buang lain membantu gresia, tak lama alex dan bara sampai mereka langsung membantu melawan musuh.


Di tengah pertarungan gresia merasakan sakit di dada nya mungkin akibat tulang rusuk yang retak tersebut, namun dia tak berhenti bertarung, dia terus melawan Hiro


"Kalian berhenti kalo tida mereka akan mati....!!! " teriak alula yang sudah menodongkan pistol pada cristian.


Alex langsung terhenyak berhenti, musuh tak mau membuang kesempatan meraka langsung menangkap alex.


Gresia yang geram melihat itu karena alex tertangkap, dan dia juga marah karena alex kenapa ada di sana juga.


Karena kemurkaan gresia hingga memunculkan sisi gelapnya ya itu alika, namun kini alika hadir dengan penuh dengan aura hitam.


"Sudah kukatakan bukan berhenti kalo tida dia akan mati!....!!! 😏😏" teriak alula lagi pada gresia yang tak berhenti melawan.


"😈😈😈Heh kau kira aku peduli dengan nyawa mereka, yang ada akulah yang akan membunuhnya " ucap alika dengan mengangkat pistolnya ke arah cristian dan.


'Dor.. '


Satu tembakan melesat ke arah cristian, sinyal membuat yang lain terkejut.


"Cristian....!!!! " teriak gibran dan yang lainnya.


"Heh kau kenapa membunuhnya.....!!! " teriak alex pada gresia yang iya tak tau kalo itu bukan lah gresia melainkan alika.


"Ternyata kau tak tahu berterima kasih nona pada mereka yang telah, mendukung dan membantumu " ucap alula yang sama terkejutnya namun masih bersikap tenang.

__ADS_1


Alika tak mendengarkan perkataan orang dia menyerang membabi buta, ke siapa pun yang ada di hadapan nya para musuh yang sudah kewalahan, meraka menjadi lemah dan yang lain langsung menggunakan kesempatan itu untuk menangkap nya.


Alika kini berjalan ke arah alex yang sedang memangku cristian.


"Kemari kau...!! " ucapnya sembari menarik kasar tangan alex hinga cristian yang ada di pangkuan alex terjatuh ke tanah.


"Apa mau mu wanita iblis...!!! " bentak alex yang mencoba melepaskan cengkeraman alika.


'Paalllkk '


Satu tamparan keras mendarat di pipi putih alex, alika tak melepaskan cengkraman nya di tangan alex .


Alex yang baru kali ini iya ditampar oleh sang kakak dia mengusap pipi yang di pukul tadi dengan tangan kirinya sembari menahan air mata dan pasrah di tarik oleh alika.


Karena pertarungan sudah usai, yang di menangkan oleh alika meski mereka yang merupakan anak buah sendiri ikut ada yang mati dan terluka parah maupun ringan, tangan kanan pada terluka semua tanpa terkecuali alex.


Kini alika dan alex sudah sampai di suatu ruangan bawah tanah rahasia milik alika, alex di hempaskan ke lantai dengan kasar.


"Sebenarnya apa mau mu hah sampai berbuat sekasar ini...!!? " ucap alex dengan kesal karena perlakuan sang kakak.


"Heh kau manusia tak tahu di untung, bukan kah aku sudah memberitahumu aku tak mengizinkan kau untuk kembali, lalu kenapa kau ada di sini sekarang...!! " ucap gresia ttegas dan dingin di setiap ucapannya.


Sebenarnya alika sedang menahan rasa sakit di bagian dada dan kepala dengan luka di sekujur tubuhnya.


"Apa hak mu melarang ku kembali hah, kalo aku tak kembali apa kah kau masih akan selamat...!! " ucap alex yang ikut membentak.


"Heh pertolongan kecil dari mu itu tak ada arti, ada tau tak ada kau sama saja meraka akan mati di tangan ku..!! " ucap alika sembari mencubit dagu alex dan berbicara sembari menatap tajam ke arah alex.


Alex yang merasa ada yang berbeda pada sang kakak melalui pandangannya pun dia merasa merinding dan seketika takut.


"Aku kesini ingin menanyakan satu hal padamu, di mana kau sembunyikan ibu ku..!!? " ucapnya langsung pada niat awal alex ingin bertemu dengan sang kakak.


"😈😈Ibu mu sudah di surga, untuk apa kau tanyakan itu, kau berani tak patuh dengan ucapan ku maka jangan harap ingin menemui ibumu 😈" alika pergi meninggalkan alex dan menguncinya di ruangan itu.


"Sudah kukatakan bukan kenapa kau membawanya kembali hah " secara kasar kaya mencabut belati yang mencap di perut bara.


"Ma... maaf qu.... queen Sa.. saya memang salah " ucap bara gugup karena menahan sakit dan takut.


Namun tak berhenti di situ saja bara di cambuk oleh alika di bagian punggung dan kaki nya.


'Cetars... cetars... '



Yang lain tak mampu berbuat apa-apa, karena mereka tak berani melawan sang queen yang sedang mengamuk.


Bara yang kini sudah lemah banyak luka di sekujur tubuh nya, alika sudah merasa puas dia pun berhenti mencambuk nya.


Sekarang iya beralih ke arah yang lain seperti mencari seseorang, ya yang dia cari adalah gibran, namun gibran tak ada di tempat, keran gibran mengantarkan cristian ke rumah sakit untuk segera mendapat pertolongan.


Alika pergi untuk menemui lagi alex di ruangan bawah tanah.


Yang lain pun mendekati bara yang sudah lemas karena di siksa oleh queen nya.


"Bara..!! cepat keren bantu bara untuk mendapat pertolongan " ucap caca dengan khawatir melihat ke dan bara.


"Ti... ti.. tidak us... usah.... kar.... karena.. ak.. aku.. pan... pantas men.... mendapatkan. i.. ini... " ucap bara menolak dengan ucapan yang terputus-putus dan lirih sembari menahan rasa sakit.


"Tida barak kalo kau seperti ini kau akan mati, sebaiknya kau diam saja kami akan membawa mu ke rumah sakit. " ucap keren yang langsung memapah bara untuk menuju ke mobil.

__ADS_1


Sedangkan sekarang di ruangan bawah tanah di mana alex di tempatkan.


"LEPASKAN AKU, AKU INGIN MELIHAT KAK CRISTIAN LEPASKAN AKU....!!! " teriak alex yang minta di bukakan pintunya.


"Cklek... '


Pintu terbuka alex hendak pergi namun di dorong kembali ke dalam ruangan.


'Plllaalkkk... '



Satu tamparan keras kembali mendarat di pipi putih alex.


" Kau bisa diam dan menurut tida!!!, atau kau mau meraka orang yang kau sayang mati di tangan ku sekarang juga hah...?! "ucap alika sembari membentak dan mengibas-ngibaskan tangan yang bekas menampar alex.


" Aku hanya ingin melihat keadaan kak cristian yang kau tembak ..!! "bentak alex yang mulai kesal juga.


Aura alika semakin menghitam kembali kesal karena alex tak mau mendengarkan perkatan nya tersebut.



" πŸ‘ΏKau, sudah berani menentang ku bocah, memang sudah bosan hidup hah😑...!!! "alika menghampiri alex yang berdiri tak jauh darinya.


" Maka akan aku kabul kan sekarang, semoga kau bahagia di surga sana..! "alika mulai mencengkram leher alex namun tiba-tiba gibran tiba kesan.


" Sadar gresia dia adalah adik mu....!!! "teriak gibran dari pintu .


Alika menoleh ke arah belakang dan melonggarkan cengkeraman nya di leher alex.


" Gres sabar ini bisa di bicarakan pelan-pelan dia kembali juga karena ingin menolong mu, yang sedang dalam keadaan susah seperti ini ges "gibran mencoba menemukan amarah alika.


Alika perlahan melepas cengkeraman nya itu dan bisa merasakan rasa sakit lagi di dada dan bagian kepala nya tersebut.


" Jika dia tak ingin membuatku khawatir, tak usah kembali ke sini, kau lihat bukan dia hmpir mati di tangan musuh, dia ada di sini akan menyusahkan kan pekerjaan ku "ucqp nyw acuh dan dingin lalu pergi.


" Alex apa kau tak apa-apa?? "tanya gibran sembari menghampiri.


" Dia bukan kakak kun lagi aku tak mempunyai kakak yang seperti iblis..! "ketuanya dengan kesal sembari mengusap lehernya yang masih terasa nyeri.


" Alex dengan kan aku, dia seperti itu karena melihat kau tadi di tangan meraka, aku tau dia sangat panik dan takut kau di apa-apa oleh merak maka dari itu dia sampai berani bertindak seperti itu "jelas gibran pada alex


" Tapi tak harus sekejam itu, tak ada kakak yang peduli sampai menyakiti adik nya sendiri "ucap alex lagi yang sekarang berubah menjadi dingin


" Alex kaka beri tahu padamu, kau itu adalah kunci kelemahan gersia, maka dari itu dia sampai bisa kehilangan kendali, dia berbuat cara dia melindungi mu itu mungkin salah di matamu tapi ingat lah sebaiknya sekarang kau dengarkan perkataan nya, jangan membantah untuk keamanan mu dan dia juga "jelas gibran lagi tentang bagai mana rasa khawatir nya gresia terhadap alex.


Alex hanya bisa diam tak berkata lagi.


" Sudah hari ini buat lah untuk pelajaran kedepannya, dan ingat jangan membantah dan membuat orang lain menderita hanya karena kita "ucap gibran sembari menepuk bahu alex dan berlalu pergi.


" Apa maksud mu kak melukai orang lain?? "tanya alex yang belum mengetahui pasal bara .


" Bara iya terluka parah, terkena amuk kaka mu...!!? "ucap gibran sembari melangkah pergi.


Alex yang mendengar itu langsung ikut melangkah pergi dari ruangan tersebut untuk melihat keadaan bara dan cristian.


**Bersambung...


...jangan lupa...

__ADS_1


...like dan komentarnya**...



__ADS_2