
Alika yang masih menguasai tubuh Gresia, kini iya pergi ke sebuah bar. Iya telah memesan ruangan VIP di bar tersebut, iya melenggang dengan coll nya memasuki dan menyusuri bar tersebut untuk menuju ke ruangannya.
"Hai gadis manis apa kau kesini sendirian, sebaiknya bergabung dengan kita di sini " sapa seseorang yang alika lewati, sembari memegang tangan alika.
"π€¨π€¨Lepas....!! " ucap alika dengan wajah dan tatapan dingin pada pria tersebut.
"Hai jangan galak seperti itu, kakak hanya kasihan pada mu yang berjalan sendiri, lebih baik bergabung bersama kami, kau tak akan kesepian di tempat ramai ini " ucap pria tersebut dengan genit pada alika.
"Jangan menyesal, nanti saat tangan mu patah, salahkan nasib mu yang tak beruntung π" seringai alika sembari berbalik badan.
Dengan cepat alika memutar tangan dan kini tangan pria tersebut, sudah di pegangan oleh alika dengan kuat.
"Aaaaagggghhhh...... Lepas kan tangan ku wanita sialan "pria tersebut berusaha melepaskan tangan nya dari cengkraman tangan alika.
" Sudah tak ada lagi kata menyesal sekarang, karena kau sendiri yang mencari masalah dengan ku maka akan aku layani dengan baik π"seringai nya lagi sembari memelintir tangan pria tersebut kebelakang.
"AAAAAAAAAAGGGGGGGHHHHHH"jerit nya dengan lantang karena kesakitan.
Semua orang yang ada di bar tersebut langsung melihat ke asal suara jeritan.
" LEPASKAN TANGAN KU JALANG....!! "umpat nya sembari berteriak.
Alika semakin kencang dan mungkin tangan pria tersebut sudah patah, dengan kasar alika menghempaskan pria tersebut hingga tersungkur di bawah meja dan kepala mengenai sudut meja.
Alika kembali melanjutkan langkah nya menuju ke ruangan yang telah iya pesan, dengan berjalan tanpa dosa seakan tak terjadi apa pun.
Semua orang yang ada di sana bregidik ngeri melihat , aksi alika tersebut.
"Tuan anda baik-baik saja??? " tanya salah satu teman sekaligus asisten nya tersenut.
"Di loh dari mana aku baik-baik saja hah bego...!! " ketusnya pada siang asisten.
"Maaf tuan mari, saya antar anda ke rumah sakit untuk segera di tangani oleh dokter " ucap sang asisten sembari mengangkat dan melepas tuan mudanya tersebut.
"Kau cari tau tentang wanita itu, sampai ke akar-akar nya kalo bisa jangan sampai ada yang terlewatkan, aku ingin tahu dia mendapat kemampuan seperti itu dari mana?? πdan akan ku balas berkali-kali lipat nantinya " ucap nya sembari memerintah kan asisten nya untuk mencari informasi tentang alika.
"Baik tuan nanti saya akan mencari tahu secara detail " jawab nya sembari terus melangkah menuju mobil.
Alika yang kini sedang minum santai di ruang VIP tersebut sendirian.
"Heh ternyata kalian beraksi lagi ya, kau kira aku akan seperti mereka yang langsung terangsang hanya dengan meminum bubu putih ini " gumamnya karena iya tau kalo di dalam minumnya itu telah di masukan sesuatu.
__ADS_1
"Tapi mari kita ikuti permainan kalian, π"gumamnya pura-pura mabuk dan kepanasan.
Tak lama ada seseorang yang masuk ke ruangan tempat alika minum.
" ππKali ini tak akan bisa lagi terelakkan, kau akan hancur di tangan ku nona π"ucapnya dengan senyum sinis.
Alika yang berpura-pura tadi sadarkan diri itu, mencoba bergelayutan di badan si pria tersebut, dengan menahan rasa jijik dengan prilakunya tersebut.
"Cih... pen gue bunuh, tapi sabar kita lihat siapa sebenernya yang ingin menghancurkan ku terlebih dahulu " gumamnya dalam hati masih dengan gaya orang mabuk.
Pria tersebut Membawa alika ke suatu tempat yang lumayan jauh dari bar itu.
******
Sedangkan kini gibran sapi di vila, dia melihat keada vila tersebut sepi hanya ada satu mobil yang terparkir di halaman.
"Yuzi.... !!!"teriak gibran memanggil Yuzi.
Yuzi turun dari tangga menghampiri gibran.
" Ya tuan ada yang bisa saya bantu " jawab Yuzi saat sudah sampai di hadapan gibran.
"Apa Gresia sudah kembali??, dan alex ada kembali??? " tanya gibran yang penasaran karena tak melihat mobil milik Gresia terparkir di halaman.
"Dia sudah kembali dari kemaren malam, dan tadi dari kantor saya melihat jika dia keluar untuk pulang "jelas gibran memberi tahu jika Gresia telah kembali.
" Ahh tapi sedari kepergian non ke Amerika, belum ada kembali tuan "jawab Yuzi lagi yang tak mengetahui apa-apa.
" Baik lah aku akan ke kamar alex, kau kerjakan kembali pekerjaan mu " ucap gibran sembari berbalik dan berlalu.
Yuzi mengiakan dengan anggukan, dan ikut membalikan badan lalu kembali, menyelesaikan pekerjaan nya.
"Dia pergi kemana? bukanya dia itu tak sehat tapi kenapa malah kelayapan ?bukan Nya istirahat di rumah " gerutu gibran sembari berjalan menuju kamar alex.
'Tok.... tok... tok... '
Gibran mengetuk pintu kamar alex sembari memikirkan kondisi Gresia.
'Ceklek'
Pintu terbuka tapi gibran masih saja tak menyadarinya sehingga dia mengetuk jidat alex.
__ADS_1
"Aaauuuuww sakit tau....!!! "jerit nya mengaduh kesakitan.
" Ehh maaf.... maaf gak sengaja "
"Kenapa sih hah kok gak fokus gitu kak? " tanya alex pada gibran.
"Gak papa, kamu lagi ngapain dah malem gini?? " tanya lagi gibran
"Tak ada aku hanya sedang, bermain game saja kenapa?? " tanya balik alex sembari memperlihatkan ponselnya.
"Oh gak bosen nih, gimana kalo kita balap di luar yok bentar lagi bakal ada balapan liar loh di sekitar sirkuit lama mau ikut gak?? " tanya gibran yang malah mengajak nya balapan.
"Ya sudah bentar, aku mau siap-siap dulu, eh tapi tuh cewek gak ada di rumah kan, kalo gak tar aku di omelin lagi ? "Alex akan pergi bersiap namun iya teringat sesuatu dan kembali berbalik dan bertanya.
" Gak ada gak tau kemana perginya kakak kamu itu, ya udah aku tunggu di bawah ya "jawab gibran dia pun pergi untuk menunggunya di ruang keluarga.
" Emh ok "Alex pergi bersiap-siap untuk segera ke tempat balapan.
Setelah alex bersiap-siap mereka pun berangkat ke arena sirkuit, di sana sudah tampak ramai oleh para pembalap liar dan yang lainya.
Deretan mobil sport sudah berbaris di posisi, gadis cantik melintas mengibarkan bendera di depan garis Setar, memberikan aba-aba untuk bersiap-siap untuk meluncur, saat si gadis itu melemparkan bendera semua orang melesat dengan kecepatan tinggi untuk mencapai ke garis finis.
*******
Sedangkan sekarang di rumah sakit, yang mana cristian yang sedang duduk bersandar di kepala ranjang rumah sakit yang di temani oleh ibunya.
" Bu kalo ibu leleh istirahat saja, isti baik-baik aja kok "ucao cristian dengan panggilan isti yang sering di pangil oleh sang ibu.
" Ibu gak capek kok nak, oh iya kenapa sadari tadi ibu kok tak melihat nak alex. "Tanya nyonya veloz.
Kenpa nyonya veloz bertanya seperti itu. karena alex itu sudah dekat dengan keluarga veloz ya meski terkadang alex tak akur dengan cristian, tetapi mereka serasa adik kakak kandung, begitu pula dengan nyonya veloz yang sudah menggapa alex sebagai putranya.
"Oh iya alex, dia sedang sekolah di Amerika bu jadi dia gak tau kalo isti masuk rumah sakit " jawab cristian yang mana memang dia tak tau kalo alex sudah kembali.
"Oh tapi kenapa dia pergi tak berpamitan dengan ibu " tanya nya heran karena saat alex pergi, dia tak berpamitan pada siapa pun karena, sedang asik di taman lalu di tarik sang kaka untuk segera berangkat.
"Iya kemaren tak sempat berpamitan, karena ibu kan sedang ada di luar kota jadi dia gak sempet buat ketemu ibu " dalih cristian.
"Oh seperti itu ya, ok deh nanti ibu telpon anak itu saja untuk menyatakan kabarnya " jawab nyonya veloz tanpa curiga.
"Iya bu, ya sudah ibu istirahat gih ini juga sudah malam " bujuk sang anak agar ibunya istirahat karena terlihat di wajah nya yang sudah semakin menua namun masih cantik itu terlihat lelah.
__ADS_1
"Iya deh, ya udah kamu juga istirahat ya biar cepat pulih " ucap sang ibu sembari mengusap puncak kela cristian.
Cristian hanya membalas dengan senyum lebar, atas perlakuan sang ibu padanya, cristian sangat bahagia karena di saat seperti bini mendapatkan perhatian dari sang ibu, yang lumayan sibuk dengan kalir nya di dunia fashion dan kuliner.