Rasa Sakit Ini Ku Kembalikan

Rasa Sakit Ini Ku Kembalikan
Operasi II


__ADS_3

Alex hanya diam tak bersuara dia hanya termenung.


"Bukanya dia memiliki altarego itu akan sangat sulit kalo di lawan dengan orang biasa " ucap nya dia tau karena, dia sudah mencari tau terlebih dulu.


"Ya, karena yang berhadapan itu nona alika jadi mereka sebanding, " ucap gibran sembari mengingat waktu kejadian di Miami.


"Kenapa kalian tak bicara padaku, aku bisa membantu kalian?? " ucap alka yang agak kesal.


"Maaf tuan saya juga tak tahu saat saya sampai di sana Gresia sudah ada di cengkraman tuan dion" jelas gibran.


3jam sudah berlalu tapi dari tim medis belum juga ada yang keluar lampu operasi, masih menyala terang , hingga membuat meraka yang menunggu di luar merasa was-was, akan hasil akhir nantinya.


"Tuan ini, yang anda minta " ucap keren yang menyodorkan kantong plastik pada gibran.


"Emh, bagai mana keadaan di sana?? " ucap gibran sembari bertanya.


"Semua aman tuan, keadaan di markas pun sudah mulai setabil kembali " jawab nya.


"Oh bagus, ya sudah kau kembali lah jika terjadi sesuatu, hubungi saja dengan cepat " perintah gibran yang sudah mengambil kantong asoy yang di sodorkan keren.


"Baik taun saya permisi, untuk segera kembali " keren sedikit membungkukkan badan sembari berpamitan sebelum melangkah.


"Ya" jawabnya singkat.


Keren pergi untuk kembali ke markas , sebelum ke markas iya pergi ke rumah sakit terlebih dahulu.


Lampu ruang operasi masih saja menyala mereka yang menunggu di depan pintu merasa was-was dan cemas apa lagi alex yang sepertinya diam , yang padahal sebalik nya dia sangat panik dan khawatir tapi iya tetap mencoba menutupinya.


"Alex sebaiknya kau pulang lah untuk istirahat, kau sangat terlihat lelah " saran gibran sembari mengusap punggungnya.


"Tak usah aku di sini saja aku menunggu di sini sampai meraka keluar. " jawab nya dengan dingin.


"Emh baik lah, " jawab nya sembari terduduk diam.


Alka hanya dia termenung entah apa yang iya pikirkan, dia hanya banyak diam sedari tadi, sembari sesekali melihat ponselnya entah apa yang iya lihat di ponselnya.


Sedangkan kini keren yang sudah berada di rumah sakit di mana tempat cristian dan bara di rawat.


"Bara, bagai mana keadaan mu sekarang?? " tanya nya yang melihat bara sedang bersabda di kepala ranjang rumah sakit.


"Aku sudah membaik, apa kah kau bisa tolong menguruskan administrasi kepulangan ku ? " jawab bara sembari meminta tolong .


"Baik lah akan aku urus dulu semuanya, nanti kita kembali bersama, kita mengurus markas, karena kehancuran kemaren " jawabnya sembari bangkit dari duduk nya.

__ADS_1


"Ya, aku juga akan berkemas barang ku? oh iya bagai mana keadaan tuan muda alex? " tanya nya yang masih khawatir akan keadaan tuqn mudanya tersebut.


"Tenang lah semarah apa pun queen pada tuqn muda dia tak akan membunuhnya, " jawab keren tentang pertanyannya bara tentang tuan mudanya.


"Bagus lah kalo seperti itu aku merasa lega " bara merasa tenang saat mendengar keadaan alex baik-baik saja.


"Ya sudah aku akan ketempat administrasi dulu " ucapnya sembari melangkah.


Bara hanya menggangu mengiya kan, setelah itu iya merapikan barang nya dan baju yang ada di sana.


********


Zainal keluar dari ruang operasi, dengan di sambut oleh banyak pertanyaan dari gibran, alex dan alka yang sedari tadi menanti di depan pintu ruang operasi.


"Bagai mana keadaan nya sekarang?? " tanya mereka bertiga pada zainal.


"Tenanglah tuan, operasi berjalan dengan lancar, kita sekarang hanya menunggu nya untuk sadar saja tapi, ki masih belum bisa mengetahui apa ada masalah lain aru tidak nya, nanti setelah sadar kami akan melakukan lagi pemeriksaan " jawab zainal atas pertanyaan mereka.


Alex dan gibran hanya mengangguk mengerti atas apa yang zainal katakan.


"Apa kita memerlukan perawatan yang lainnya?? " tanya alka


"Tidak ada tuan kita hanya membiarkan beliau beristirahat dahulu, jika memerlukan perawatan kita akan periksa lagi nantinya saat setelah sadar " jawab zainal lagi.


"Alex sebaiknya kau istirahat, terlebih dahulu, kau tak istirahat dari kemaren " ucap gibran sembari menepuk pundaknya pelan.


"Emh baik lah aku akan , melihat kak cristian bagai mana keadaan nya di sana, nanti aku akan kembali lagi ke mari " ucap alex sembari bangkit dari duduk nya dan berlalu.


"Tuan anda juga bisa beristirahat terdahulu, jika nanti nona sudah sadar kan diri akan saya kabari anda " ucap gibran pada alka.


"Tak usah tuan gibran saya sebagai keluarga, akan menunggu nya di sini sampai sadar " jawab alka.


"Baik lah " gibran dia sibuk dengan ponsel nya.


***********


Sedangkan sekarang di markas yang mana para tahanan alika, merasa lega karena mereka masih bisa bernapas pajang dan berdoa agar alika tak kembali ke markas.


"Nona caca, kita harus bagai mana dengan gedung di bagian timur itu?? " tanya akan buah di markas itu pada caca tentang rencana.


"Markas di sana kau hancurkan dahulu dan bangun kembali sesuai dengan semula " jawab caca singkat tanpa melihat siapa yang berbicara dengannya.


"Baik lah, tapi sepertinya kita tak bisa melakukan dengan cepat karena dari kita banyak yang terluka sewaktu pertarungan kemaren nona " ucapnya lagi.

__ADS_1


"Berapa lama kalian bisa melakukan nya?? " tanya caca lagi.


"Paling cepat pelaksanaan membutuhkan waktu kurang lebih 2bulan nona, itu pun sudah paling cepat " jawabnya lagi


"Emh lakukan saja, kalo bisa kalian peringkat waktu, karena queen tak mau melihat kalian yang bekerja lelet " jawab caca uang masih sama tak menendang ke arah lawan bicaranya tersebut.


"Baik akan kami usahakan nona " jawab nya sembari membungkuk dan berpamitan pergi.


Caca kembali fokus pada pekerjaan nya tersebut, karena sangat banyak permasalahan yang harus segera di selesaikan, urusan kantor pun dia harus menghendelnya sekaligus.


"Mengapa semua nya jadi sangat sulit aaaggghh" umpat nya sembari berteriak karena sudah pusing dan penat dengan semua beban pekerjaan.


Caca mulai merasa kesal dan jenuh, dia bangkit dari duduk nya dan berjalan keluar sejenak untuk sekedar mencari udara segar.


Di saat caca asik berjalan dia tak sengaja bertemu dengan angel, yang sedang duduk sendiri di kursi pinggir jalan sendiri.


"Hai, sedang apa anak kecil seperti mu duduk sendiri di sini?? dimana orang tuamu?? " sapa caca pada angel.


Angel menoleh ke arah caca, dan tersenyum tipis di pipinya yang masih tersirat rasa sedih di dalam wajah cantik nya tersebut.


"Aku sedang mencari angin segar saja, orang tuaku sedang sibuk bekerja , kakak sendiri sedang apa di sini!?? " jawab nya sembari bertanya kembali.


Caca duduk di sebelah angel sembari menunduk.


"Kak sedang berjalan saja di sini sana seperti mu mencari angin segar, sebaiknya kamu jangan terlalu jauh karena bahaya untuk anak perempuan seperti mu ini " jawab caca sembari memberi saran pada angel.


"Iya kak, aku akan berhati-hati, agar tak ada yang berani untuk mencelakai ku seperti dulu lagi " jawab angel.


"Sebenarnya kamu ada masalah apa, sepertinya sangat berat sekali masalah mu itu?? " caca memberanikan diri untuk bertanya apa masalah.


"Tak ada masalah, aku hanya merasa bosan dan tak memiliki teman, karena orang tuaku asik saja bekerja dan aku merasa kurang kasih sayang dari mereka " jawab nya sembari menghela napas.


"Oh, apa kamu mau berteman dengan ku " ucap caca menawarkan diri.


"Benarkah kakak mau berteman dengan ku?? " ucap angel merasa tak percaya.


"Ya aku juga sama tak memiliki teman, jika kamu mau mulai sekarang kita berteman " caca menjulurkan tangan.


Angel dengan tersenyum manis menunjukan lesung pipi yang sangat manis menghiasi wajah cantik nya.


"Baik lah kita berteman ya mulai sekarang " ucap nya sembari menyambut tangan caca dengan hati yang gembira.


Mereka berdua berbincang berdua , di taman tersebut , hari tak terasa sudah hampir malam saat mereka sadar.

__ADS_1


__ADS_2